Don’t Panic! 2 Efek Angin Monsun Pasti Terjadi
Jangan Panik : Angin Monsun Bukanlah Angin Baru Di Indonesia (Foto : Beritaku.Id)
Don’t Panic! 2 Efek Angin Monsun Pasti Terjadi

Beritaku.Id, Nasional – Berita tentang Angin Monsun dalam beberapa hari ini, menimbulkan ketakutan bagi warga Sulsel, terutama di 3 daerah yang beresiko dengan badai hujan tersebut, bagaimana efek Angin Monsun? (klik) Kamis (9/1/2020).

Don’t Panic, Please! Sulsel cukup wasada tapi jangan panik, nenek moyang kita telah melewati angin muson ini, sebab Efek Angin Monsun pasti terjadi.

Hari ini, kita telah memacu adrenalin, dengan berita yang membawa kita ke angan tentang apa yang akan terjadi besok.

Jangan lupakan sejarah, nenek moyang orang Sulawesi adalah Pelaut Ulung, berikut kami paparkan artikel mengenai Efek Angin Monsun.

Indonesia (Sulsel) tidak bisa berlari dari resiko/bencana dari efek angin monsun tersebut.

Terlanjur kita tinggal, di negara Indonesia yang setiap 6 bulan akan berhadapan dengan kondisi tersebut.

Berikut kita urai secara mendalam tentang keduanya, mengulang kembali bahwa nama lain dari monsun adalah muson.

Supaya tidak membingungkan kita pakai saja nama angin monsun , mengingat hal ini yang sedang di viralkan, dan membuat banyak warga yang panik.

Efek Angin Monsun ada 2

Efek tersebut yaitu : Monsun Barat dan Monsun Timur

Efek Angin Monsun. Yang beresiko menyebabkan terjadinya cuaca ekstrim (hujan dan angin) lebat dan kencang, adalah Monsun Barat.

Apakah monsun timur tidak menyebabkan cuaca ekstrim seperti diatas?

Maka jawabannya adalah Tidak.

Apakah Indonesia bisa menghindari angin monsun?

Jawabannya adalah Tidak

Kenapa?

Kita ingat kembali, pelajaran geografi ketika kita sama-sama di bangku SMP kan, tentang garis Khatulistiwa.

Garis Khatulistiwa adalah garis imajiner atau khayal yang membagi bumi di belahan utara dan selatan. Nama lain untuk khatulistiwa adalah ekuator atau Equator.

Singkatnya, garis khatulistiwa adalah garis yang khayal tentang keseimbangan bumi belahan utara (kutub utara) dan belahan selatan (kutub selatan).

Jika seandainya buma dibelah dua, maka garis khatulistiwa menjadi posisi belahan yang seimbang antara Utara dan Selatan.

Tuhan mentakdirkan negara ini di lewati garis khatulistiwa adalah suatu kesyukuran besar.

Karena dengan garis khatulistiwa, pembagian waktu siang dan malam cenderung seimbang, yakni masing-masing 12 jam.

Gerakan bumi dari barat ke timur mengitari matahari, menjadi siang dan malam dalam hitungan 24 jam.

Ini disebut dengan gerakan Rotasi Bumi, atau perputaran bumi.

Review garis khatulistiwa, sudah sangat jelas, selanjutnya kita akan bersama mengupas, hubungan antara garis khatulistiwa ini dengan terjadinya Angin monsun.

Jenis Angin monsun

Mengulang kembali, jenis angin monsun ada 2 yaitu :  Angin monsun Asia (Barat), Angin monsun Australia (Timur).

Efek Angin Monsun Asia

Penamaan kedua jenis angin ini, dengan nama Asia dan Australia, adalah mengikuti nama benua sebagai sumber angin tersebut.

Kita bahas pertama Angin Monsun Asia, penyebabnya Matahari berada di belahan bumi selatan (Kutub Selatan)

Sifat sinar matahari yang panas di Kutub Selatan termasuk Australia, menyebabkan benua tersebut mengalami musim panas (Sehingga Benua Australia bertekanan rendah).

Sebaliknya benua Asia musim dingin dan tekanan udaranya tinggi.

Karena perbedaan tekanan tersebut, maka menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan udara tinggi ke daerah bertekanan udara rendah.

(Bedakan cuaca dengan Tekanan Udara, cuaca panas tekanan pasti tekanan udara rendah, sebaliknya cuaca rendah maka tekanan udara tinggi)

Tekanan udara di Benua Asia tinggi, sementara sebaliknya di Benua Australia tekanan udaranya rendah.

Berarti Udara akan berhembus dari Benua Asia ke Benua Australi (Lihat Gambar)

Efek Angin Monsum
Efek Angin Monsum Dari Benua Asia ke Benua Australi, sebelum melewati garis khatulistiwa berbelok (Foto : Beritaku.Id)

Efek Angin Monsun, Angin Asia (Kutub Utara) Musim Dingin dengan tekanan udara tinggi, bergerak menuju Benua Australia.

Namun berbelok ke arah benua afrika sebelum sampai di garis khatulistiwa.

Kenapa harus berbelok? kenapa tidak langsung saja?

Jangan lupa, bahwa dari benua Australia meski tekanan udaranya rendah, tidak berarti hampa udara kan?

Sementara 2 angin ini harus bertemu untuk stabilitas suhu, maka udara yang dari Benua Asia memutar sedikit kearah benua Afrika atau ke pulau Sumatera.

Angin dari benua Australia mengarah ke Pulau Papua (simulasi begitu biar simpel).

Ingat di peta diatas Pulau Sumatera itu bagian Barat atau Bagian Timur?

Barat kan? Nah karena arahnya dari sini berhembus ke Indonesia, maka di sebut Angin Muson Barat, padahal angin ini dari Benua Asia.

Maka disebutlah Angin Muson Asia/Barat. (Jelas yah)

Pertemuan keduanya ada di Pulau diantara Pulau Sumatera dan Pulau Papua, yakni : Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Halmahera.

Tapi kenapa disebut ekstrim?

Tingkat ekstrim ini bergantung : kecepatan angin dan tingginya kelembaban udara.

Sebab semakin cepat maka akan semakin beresiko menimbulkan kerusakan. Kecepatan udara besok diprediksi 31 Knot atau = 57,4 KM/Jam.

Untuk mengetahui bagaimana kecepatannya tersebut, boleh dicoba dengan mengendarai motor dan perhatikan speedometer (nah seperti itu). Sementara kecepatan angin puting beliung adalah sampai 65Km/Jam

Selanjutnya prediksi estrim, semakin tinggi kandungan airnya, maka hujannya semakin lebat yang menyebabkan banjir.

Dan karena hal ini akan mengakibatkan tingginya gelombang air laut.

Perkiraan besok (10-12 Januari), prediksi terjadi kenaikan gelombang air laut setinggi 0,6 meter atau sama dengan 60 cm dilaut.

Untuk bijaknya, tanyakan kepada pelaut, apakah air laut naik 60 cm itu berbahaya? semoga saja mereka tidak senyum-senyum.

Tidak meremehkan, tapi memang pada kenyataannya, nenek moyang kita yang pelaut itu, bahkan melewati gelombang lebih tinggi dari itu. 

Meski begitu, kami menyarankan tanggal 10-12 Januari 2020, untuk tidak melaut, demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak terduga.

Waspada boleh, Tapi Panik Jangan 

BMKG memprediksi pertemuan 2 arus angin yakni : Asia dan Australia pada 10-12 Januari 2020. (Mengulang, dipulau manakah pertemuan kedua arus?).

Jawabannya adalah dipulau yang diapit antara Sumatera dan Papua, termasuk Pulau Sulawesi.

Jangan lupakan sejarah : Nenek Moyang Kita Yang Pelaut Ulung Bahkan Sangat Paham dalam Melewati Angin Monsun Barat atau Timur.

Efek Angin Monsun Australia

Disebut juga angin monsun Australia karena dari Australi, tapi putarannya ke arah Pulau Papua lalu ke Indonesia, maka di sebut juga Angin monsun Timur.

Angin monsun ini dari benua Australia ke Benua Asia, saat itu Angin bertekanan tinggi dari Australia (kutub selatan) menuju Benua Asia (kutub Utara).

Masih ingat tentang teori Musim panas musim dingin, tekanan udara tinggi dan rendah?

Dimana posisi matahari pada saat terjadi angin monsun Australia/Timur?

Maka jawabannya adalah di Belahan Bumi Utara (Kutub Utara)

Angin Monsun Timur adalah angin yang bertiup pada bulan April – Oktober, atau kebalikan dari dari angin monsun barat.

Efek Angin Monsun Memiliki Fungsi

Ingat musim tanam? orangtua (petani), sangat mengetahui hal ini.

Bahwa musim barat adalah musim yang subur untuk menanam karena tingginya curah hujan.

Lahan pertanian cukup mendapat suplai air hujan, sehingga tumbuhan menjadi subur, nah itu adalah musim angin barat.

Jadi 2 efek angin monsun atau angin monsun/muson yang pasti terjadi adalah :

  1. Musim Barat (Oktober – April)
  2. Musim Timur (April – Oktober)

Musim barat dimana angin berhembus dari benua Asia menuju benua Australia, atau dari kutub utara menuju ke kutub selatan dengan kandungan air diudara yang tinggi, menyebabkan hujan.

Sementara Angin Munson Australia dari benua Australia ke Benua Asia, dengan kandungan air yang sedikit dan menyebabkan kemarau.

Supaya tidak repot menghafal, ketika ditanya pada saat ujian, Angin Munson Apa yang kemarau?

Maka jawabannya adalah Angin Munson Aus, atau kering (Aus), singkatan dari Australia.

Waspada boleh, tapi Panik Jangan Dengan Efek Angin Monsum

Jangan lupakan sejarah : Nenek Moyang Kita Yang Pelaut Ulung Bahkan Sangat Paham dalam Melewati Angin Monsun Barat atau Timur.

Demikian artikel tentang Efek Angin Monsun, angin ini dibahas oleh guru-guru kita dulu dan menyebutnya Angin Muson.

Monsun atau Muson saja saja pada hakikatnya, penamaan saja yang beda, disarankan untuk mengetahui posisi poski penanganan bencana didekat anda.

Dan jangan lupakan semangat gotong royong, sebab takdir tidak akan bisa berubah jika sudah menjadi ketentuannya. Don’t Panic

Lengkapi Komentar