Fenomena 2 Matahari di Makassar, Nitizen: Kiamat
"Kiamat"? Fenomena 2 Matahari di Makassar (Sumber Foto : Liputan6)
Fenomena 2 Matahari di Makassar, Nitizen: Kiamat

Beritaku.Id, Lingkungan – Melalui akun Instagram Makassar Info, 19 Januari 2020. Dengan fenomena 2 Matahari di Makassar, Ahad (19/1/2020).

Kenyataannya, Sungai Eufrat hari ini mengering, dan satelit NASA Amerika menyebutkan bahwa ditemukan gunung emas di Iraq.

Kedua hal tersebut diatas merupakan tanda kiamat akan terjadi, dunia semakin tua, perzinahan merajalela, khamr menjadi kebanggaan, hamil diluar nikah adalah pemandangan biasa.

Membunuh dan membuang bayi ke tempat sampah menjadi fenomena alam yang sering kita jumpai.

Dengan Fenomena alam di Makassar tersebut, para nitizen, memberikan komentar, Kiamat semakin dekat, kejadian ini di BTN Berua Mitra Perdana, Daya Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulsel.

Rekaman video dengan durasi singkat ini, sudah banyak dilihat oleh para pengguna sosial media Instagram.

Akun Makassar_info, menggambarkan fenomena 2 matahari yang terjadi sore hari tersebut.

Banyak Nitizen yang mershare postingan tersebut, dan komentar serta melike.

Beberapa Komentar Fenomena 2 Matahari

Makassar 2 Matahari
Fenomena 2 Matahari di Makassar, APakah Tanda Kiamat? (Foto:Screen Ig Makassar Info)

Berikut beberapa komentar nitizen

Hendryawannn : Kiamat dah dekat
Multazam.m97 : Masya Allah tanda kebesaran Allah SWT
Jumilasarialham : @arfajunandi kayak kenal ini lorong 😁
veracntikad : deh selaluku sy liatki itu kdg haha
Muhammad_norman_k : Kiamat coming soon, Taubat boy

Apakah benar tanda-tanda Kiamat?

Berikut penelusuran Beritaku.Id

Kejadian serupa pernah terjadi di Batam, bahkan lebih dari ini, yakni kembar 4 matahari.

Terjadi pada Rabu (10/10/2018) atau 2 tahun silam.

Ketika itu sebagian masyarakat yang menyebutkan bahwa fenomena ini menandakan terjadinya kiamat.

Wajar saja banyak asumsi yang timbul dikalangan masyarakat, sebab fenomena ini baru pertama kali terjadi dan terlihat di Kepri.

Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Hang Nadim Batam Addini kepada Kompas.com mengatakan bahwa fenomena penampakan matahari kembar 4 merupakan hal biasa.

Dimana hal itu terjadi karena adanya pantulan dari sinar matahari yang menerobos awan yang mengandung kristal es atau lebih dikenal awan sirus.

“Jadi matahari tidak bertambah dan tetap satu. Hanya saja awan sirus tadi yang memantulkan cahaya sehingga matahari tersebut terlihat kembar,” kata Addini.

Bagaimana, batal yah taubatnya? Jangan tunda taubat, dunia memang sudah tua.

Sumber Klik disini

Tinggalkan Balasan