(Foto: Menara6)

Judul Pidato: Definisi, Cara Membuat dan 5 Contohnya

Diposting pada

Seorang penceramah pasti membutuhkan persiapan sebelum naik panggung. Entah itu pidato atau ceramah, sebuah judul Pidato harus dipilih dan disesuaikan dengan acara yang dihadiri.

Beritaku.Id, Organisasi Dan Komunikasi – Menyiapkan naskah dengan kerangka yang baik akan sangat membantunya tampil maksimal. Berikut ini 5 contoh bertema Islami.

Oleh: Riska Putri (Penulis Organisasi Dan Komunikasi)

Ceramah adalah bagian penting dari penyebaran ajaran agama Islam. Sebagai Rasulullah bersabda kepada umatnya: “Sampaikanlah walau satu ayat”. Hal ini membuat ceramah menjadi salah satu tradisi Islam yang wajib untuk terus di lakukan.

Untuk menjadi singa podium tentunya di perlukan persiapan yang matang. Judul, kerangka, serta inti pesan yang ingin disampaikan harus di susun dengan baik.

Bahkan para ulama dan penceramah besar seperti Alm. Syekh Ali Jaber, Aa Gym, dan lainnya kadang membawa kertas berisi naskah ceramahnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya sebuah naskah.

Selain itu, para penceramah juga harus ingat bahwa apa yang ia sampaikan dapat mempengaruhi sikap, pemikiran, dan tindakan jemaahnya.

Maka para penceramah harus berhati-hati agar tidak menyampaikan ayat atau informasi yang salah. Karena takut menggiring jemaah pada kesesatan. Naudzubillahi mindzalik.

Bagi Anda yang sedang bersiap-siap untuk memberikan ceramah, artikel ini akan memberikan 5 contoh judul dan kerangka pidato/ceramah bertema Islami. Semoga membuat penampilan Anda lebih matang dan bermanfaat bagi umat.

Cara Membuat Judul Pidato Atau Ceramah dengan Tema Islami

Singa Podium
mempersiapkan sebaik mungkin judul pidato agar pendengar terkesan dan tidak bosan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, judul di artikan sebagai:

“nama yang di pakai untuk buku atau bab dalam buku yang dapat menyiratkan secara pendek isi atau maksud buku atau bab itu; 2 kepala karangan (cerita, drama, dan sebagainya); tajuk;”

Ahli strategi perang bernama Shun Tzu pernah berkata, untuk memenangkan perang, kita harus mengetahui medan perang, musuh, dan diri sendiri. Kalimat ini ternyata bukan hanya kata-kata mutiara yang bagus sebagai caption social media semata. Namun juga sangat bijaksana untuk kita terapkan dalam berbagai konteks.

Menentukan Topik Yang Sesuai Dengan Kondisi

Menggunakan perumpamaan Shun Tzu, sebelum menentukan judul sebuah pidato atau ceramah yang ingin di sajikan, kita perlu mengetahui medan perang yang akan di hadapi.

Dalam hal ini, medan perang itu adalah lokasi tempat menyampaikan ceramah. Apakah itu sebuah masjid desa, masjid agung di tengah kota, acara sekolah, acara pemerintah, atau lainnya. Dari situ, kita dapat menentukan topik apa yang paling sesuai untuk disampaikan.

Kita juga harus memiliki pengetahuan yang luas tentang isu-isu yang tengah hangat di perbincangkan di tengah masyarakat.

Kemudian mengaitkannya dengan ayat Al-Quran, dalil hadits, atau petuah para ulama terdahulu. Hal ini akan membuat pembicaraan kita lebih berbobot dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Jangan sampai kejadian yang di bahas memiliki konteks waktu terlalu jauh dengan masa kini. M

isalnya mengkritik manusia purba yang menyembah matahari. Hal ini boleh saja di sisipkan sebagai contoh bahwa peradaban manusia purba belum memiliki pemikiran yang maju.

Namun sebaiknya tidak di jadikan topik pembahasan utama selama berjam-jam. Karena kemungkinan akan membuat audiens jemu dan tidak sesuai dengan tema acara yang mengundang Anda.

Paham Betul Siapa Yang Jadi Pendengar

Setelah menguasai medan perang, kita harus mengetahui musuh yang akan di hadapi.

Dalam hal ini, yang di maksud sebagai musuh adalah audiens, hadirin, atau jamaah yang menyaksikan ceramah Anda.

Meski tidak mungkin mengenal mereka satu per satu, kita bisa menggali sedikit informasi tentang audiens yang di perkirakan akan datang.

Seperti misalnya berapa banyak jumlah audiens, pembagian jenis kelaminnya, usia, latar belakang pendidikan, dan suku.  

Informasi tersebut akan bermanfaat untuk melakukan penyesuaian gaya bahasa, gestur, dan pokok-pokok pembahasan ceramah.

Misalnya jika mayoritas audiens yang hadir adalah bapak-bapak usia 50 tahun ke atas sementara penceramah masih berusia 30 tahun, maka gaya bahasa yang di pilih harus lebih sopan dan penuh hormat.

Di masyarakat Jawa juga ada tata krama dan tingkatan bahasa (unggah ungguh) yang perlu di terapkan.

Contoh lainnya, jika Jemaah yang hadir mayoritas adalah ibu-ibu, materi ceramah perlu banyak di sisipi candaan-candaan segar.

Tujuannya agar para hadirin tidak mengantuk dan tetap fokus memperhatikan.  

Dengan mengenal audiens Anda, peluang untuk menaklukan mereka pun akan semakin besar. Sama seperti usaha mengejar cinta, tak kenal maka tak sayang.

Memilih Topik Yang Dikuasai

Terakhir, hal yang perlu kita ketahui adalah diri sendiri. Akan lebih baik jika kita menyampaikan pidato berkenaan dengan topik-topik tertentu yang kita kuasai.

Contohnya Anda memiliki latar belakang keilmuan atau keahlian di bidang pendidikan manajemen pendidikan Islam. Maka topik pidato yang di sampaikan adalah kritik terhadap pendidikan Islam masa kini.

Membicarakan topik yang Anda kuasai dimaksudkan untuk menghindari kesalahan interpretasi atau penyampaian.

Namun jika Anda ingin keluar dari zona nyaman, juga sangat baik. Pastikan saja Anda menyusun materi dengan matang dan menggunakan sumber informasi yang valid sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, seorang penceramah juga harus mengetahui kekurangan dirinya. Kemudian mencari solusi untuk mengatasi atau menambal kekurangan itu.

Misalnya jika ia mudah berkeringat saat gugup, maka solusinya adalah membawa sapu tangan.

Jika penceramah mudah lupa, maka harus menyiapkan cue card agar pembicaraan tetap pada koridor yang di tentukan. Dengan begini, berbagai hambatan atau kejadian yang tidak di inginkan dapat di cegah.

Latihan juga sangat perlu untuk dilakukan. Anda dapat mencoba berbicara kepada diri sendiri di depan kaca untuk mengetahui intonasi bicara, gestur, dan mimic yang dapat menarik perhatian hadirin.

Baca Juga Beritaku: 5 Kelebihan Kekurangan Pidato Ekstemporan

Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Menentukan Judul Pidato Atau Ceramah

Maka dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa untuk menentukan judul pidato/ceramah, hal-hal yang perlu diketahui adalah:

  1. Mengetahui lokasi dan tema acara
  2. Mengetahui informasi mengenai audiens yang akan dihadapi
  3. Menggali topik-topik yang tengah hangat diperbincangkan di tengah masyarakat
  4. Mencurahkan pengetahuan kita berkaitan dengan topik yang dikuasai
  5. Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang valid

Dengan mengetahui kelima poin di atas, penceramah akan dapat menaklukkan panggung dengan lancar.

Daftar Judul dan Kerangka Dengan Tema Pidato Atau Ceramah Islami

Judul Pidato
Ilustrasi Pidato

Berikut ini kami uraikan 5 contoh judul Ceramah atau pidato bertema Islami berikut kerangkanya. Ingat untuk menyesaikan judul-judul ini dengan tema acara yang Anda hadiri.

Judul Pidato: Keistimewaan Siti Khadijah sebagai Seorang Istri, Ibu, dan Penyokong Dakwah Islam

Kerangka    :

  • Latar belakang Siti Khadijah sebagai seorang entrepreneur sukses
  • Kemampuan Siti Khadijah dalam mengelola dan memimpin sudah terlihat sejak muda
  • Siti Khadijah sebagai wanita shalehah yang termasuk Assabiqun Al-Awwalun
  • Peran Siti Khadijah sebagai istri dan ibu teladan
  • Peran Siti Khadijah dalam mendukung dakwah Rasulullah (dari mulai memberikan seluruh hartanya hingga akhir hidupnya)
  • Mengajak jemaah perempuan untuk meneladani sikap Siti Khadijah

Judul ini cocok di sampaikan dalam acara yang bertema keperempuanan seperti Hari Ibu, peringatan Hari Kartini, dan lainnya. Penceramah dapat pula menyampaikannya dalam pengajian rutin yang di hadiri para ibu.

Baca Juga Beritaku: Pendahuluan Pidato Persuasif: 3 Struktur, Ciri, Pendekatan Dan Contoh

Judul Pidato: Memakmurkan Masjid sebagai Bentuk Bela Islam

Kerangka    :

  • Fungsi masjid sebagai majelis ilmu pada masa Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, Dinasti Umayah, dan Dinasti Abbasiyah
  • Masjid menjadi tempat menyusun strategi perang hingga kebijakan Negara
  • Upaya yang di lakukan para pemimpin Islam terdahulu untuk memakmurkan masjid
  • Langkah-langkah yang dapat kita lakukan di masa kini untuk memakmurkan masjid (mengadakan kegiatan di bulan Ramadhan dan hari biasa, menggunakan masjid untuk mendiskusikan urusan berkaitan dengan warga, menyejahterakan pengurus masjid dan muazin, dan lain-lain)
  • Mengajak warga, pemuda, dan pemudi untuk memakmurkan masjid dengan berbagai cara yang inovatif

Judul di atas sesuai untuk disampaikan dalam acara yang berkaitan dengan kemasyarakatan atau hari-hari besar Islam. Contohnya seperti Peringatan Tahun Baru Islam, dan lainnya.

Judul Pidato: Menjaga Prasangka Baik dan Ketaqwaan kepada Allah dalam Segala Situasi

Kerangka    :

  • Menjelaskan makna Surat Al-Baqarah ayat 286 yang berbunyi “Allah tidak akan menguji suatu umat di luar kemampuannya”
  • Menjelaskan hadits Rasulullah yang berbunyi, “Allah sesuai dengan prasangka umatnya”
  • Menjaga prasangka baik kepada Allah adalah salah satu bentuk ketaqwaan karena itulah yang selalu di lakukan para Nabi dan Rasul
  • Menjelaskan kisah Nabi Ayub, Nabi Yusuf, dan Nabi Yunus sebagai contoh hamba yang berprasangka baik kepada Allah
  • Meminta pertolongan Allah dalam segala keadaan. Karena sebagaimana dalam Surah Qaaf ayat 16, Allah lebih dekat dengan hambanya daripada urat leher
  • Memberikan nasihat untuk tetap berpikir positif dan berprasangka baik kepada Allah dalam senang maupun susah

Judul ini dapat Anda sampaikan dalam berbagai acara, baik yang rutin maupun incidental. Contoh acara rutin seperti ceramah shalat Jumat atau pengajian rutin di masjid. Sementara acara incidental adalah acara yang di selenggarakan pada waktu tertentu seperti Idul Fitri, Idul Adha, Isra’ Mi’raj, dan peringatan hari besar Islam lainnya.

Judul Pidato: Pentingnya Reformasi dan Inovasi dalam Pendidikan Islam

Kerangka    :

  • Internet membawa perubahan pada peradaban manusia
  • Tantangan yang di sebabkan oleh keberadaan internet (banyaknya konten yang bertentangan dengan akhlak Islami, game dan hiburan yang membuat anak malas belajar, dan lain-lain)
  • Peluang yang di hadirkan oleh internet (mudahnya mendapatkan dan menyebarkan pengetahuan tentang Islam, mudahnya mengakses ceramah dari ulama besar dunia, membuka pengetahuan baru soal inovasi pendidikan di Negara luar, dan lain-lain)
  • Menjelaskan kekurangan pendidikan Islam saat ini (pembelajaran di sekolah kurang menumbuhkan sikap kritis, keingintahuan, dan inisiatif mencetuskan ide-ide baru. Pelajaran agama kebanyakan bersifat satu saja dari guru ke murid.)
  • Memberikan saran bagi para pengajar di bidang pendidikan agama Islam

Judul di atas cocok di sajikan kepada audiens yang memiliki latar belakang sebagai seorang guru atau pendidik. Topik ini dapat memunculkan inspirasi dan sangat berkaitan dengan profesi sehari-hari para audiens. Karena itu mereka akan menaruh perhatian besar saat Anda berbicara.

Judul Pidato: Mengelola Bisnis yang Sukses dengan Berpegang pada Syariat yang Dirihoi Allah

Kerangka    :

  • Menjelaskan makna di balik sabda Rasulullah bahwa 9 dari 10 pintu rejeki adalah perdagangan
  • Dampak besar kegiatan perdagangan terhadap kondisi perekonomian masyarakat dan Negara
  • Tantangan dalam mengelola bisnis yang berbasih syariah (sulit mendapatkan pinjaman dana dari bank murni syariah, tantangan mengatur karyawan agar berakhlak Islami, keinginan untuk meraup untung sebanyak-banyaknya, dan sebagainya)
  • Menguraikan kisah kesuksesan bisnis Rasulullah yang berpegang pada akhlak baik
  • Menjelaskan kerugian mengurangi timbangan dan berbuat culas terhadap rekan bisnis atau pelanggan

Judul terakhir ini sesuai untuk disampaikan kepada audiens yang bergelut di bidang perdagangan.

Terutama mereka yang memiliki bisnis sendiri, baik itu skala kecil maupun besar.

Harapannya, topik ini dapat mengingatkan para pemimpin bisnis untuk kembali kepada syariat Islam agar usahanya lebih berkah.

Baca Juga Beritaku: Orasi Dan Pidato: Sejarah, Definisi, Persamaan Dan 5 Perbedaan

Bagikan Ke