Contoh pendahuluan Pidato persuasif
Pidato Persuasif Dalam Kegiatan Formal (Foto: Manjakan)

Pendahuluan Pidato Persuasif: 3 Struktur, Ciri, Pendekatan Dan Contoh

Diposting pada

Pidato Persuasif (persuasive) sebagai struktur pidato menarik, dengan pendahuluan dan pembahasan konten pidato yang tepat.

Beritaku.id, Organisasi dan Komunikasi – Kemampuan berpidato merupakan skill yang sangat berharga di dalam kehidupan sehari-hari kita.

Olah Shoffan (Penulis Organisasi dan Komunikasi)

Salah satu bentuk pidato yang sering kita gunakan adalah pidato persuasif. Oleh karena, itu kita akan melihat bagaimana contoh pendahuluan pidato persuasif.

Pidato merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sangat efektif untuk menyebarluaskan informasi kepada pendengarnya.

Penting bagi kita semua untuk berlatih berbicara di depan umum, termasuk berlatih berpidato.

Baca juga beritaku:Pidato Singkat, 4 Jenis : Pada Kegiatan Sosial, Kampus Dan Sekolah

Contoh Pendahuluan Pidato Persuasif Dalam Sejarah

Di Indonesia, kita memiliki banyak tokoh-tokoh negarawan dan pahlawan nasional yang memiliki keahilian luar biasa dalam berpidato.

Bahkan, tidak berlebihan jika kita beraggapan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidak lepas dari pidato-pidato para tokoh terdahulu.

  • Bung Karno terkenal sebagai singa podium. Beliau mampu berpidato dengan luar biasa di forum internasional maupun nasional.
    Bangsa lain segan dengan bangsa Indonesia berkat pidato beliau yang mengisipirasi dan berapi-api.
  • Contoh lain, pidato Bung Tomo pada tanggal 10 November 1945 yang mengobarkan semangat perlawanan di Surabaya.
    Pidato beliau berhasil mengispirasi bangsa Indonesia untuk tetap berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang baru saja lahir walaupun harus melawan persenjataan penjajah yang lebih canggih.
  • Pidato Bung Tomo tersebut sangat persuasif. Akibatnya, banyak penduduk sipil yang ikut mengakat senjata demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
    Pidato tersebut merupakan contoh pendahuluan pidato persuasif yang nyata.
Pidato Bung Tomo
Bung Tomo, Dalam Sebuah Pidato Persuasive Yang Menarik, Fot0: Janganlupakansejarah

Style atau gaya penyampain pidato memang berbeda-beda tergantung dengan konteks acaranya.

Pidato adalah alat komunikasi yang berguna sebagai sarana pengungkapan gagasan dalam bentuk oral (kata-kata) kepada siapa pun yang ingin menyaksikan atau mendengarkanya baik secara langsung ataupun media lainya.

Seni berpidato tidak hanya menyangkut pemilihan kata, namun penyampain pidato juga penting untuk di perhatikan. Intonasi, bahasa tubuh dan ekspresi wajah akan mempengaruhi keefektifan sebuah pidato.

Pidato sering di lakukan ketika ada acara-acara khusus. Terdapat berbagai macam pidato seperti pidato kenegaraan, khotbah, peringatan hari spesial, dan lain sebagainya.

Pidato bisa bersifat persuasif atau mengajak pendengarnya untuk melakukan sesuatu. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang contoh pendahuluan pidato persuasif, termasuk struktur dan cirinya.

Definisi Pidato Persuasif

Ketika kita ingin meyakinkan pendengar dalam sebuah forum tentang sebuah gagasan, kita bisa menggunkaan pidato persuasif.

Pidato ini didefinisikan sebagai pidato yang disamapaikan ketika kita ingin mengajak audiens untuk melakukan sesuatu.

Pidato persuasif berisi sebuah gagasan yang bertujuan untuk menyampaikan dalam bentuk eksposisi.

Artinya, kita harus menuangkan buah pikiran kita menjadi sebuah tulisan yang berisi tentang penjelasan atau pengertian dengan gaya bahasa yang singkat, padat, dan jelas.

Eksposisi yang efektif pending dalam pidato persuasif. Audiens akan semakin mudah menyerap ide kita dan akan tergerak untuk melakukan saran-saran kita.

Ingat, tujuan utama kita dalam berpidato persuasif adalah mengajak pendengar.

Jadi, jangan sampai pidato kita menjadi terlalu berbelit-belit dan teoritis. Hal tersebut akan menyulitkan audiens untuk mengikuti ajakan kita.

Namun, perlu kita ingat juga bahwa pidato persuasif harus menyertakan fakta yang bisa memperkuat argumen kita. Isi pidato yang mengandung fakta akan lebih persuasif karena lebih akurat.

Baca juga beritaku:Pidato Tidak Membosankan, 5 Contoh Menarik, Singkat Dan Padat

Ciri pidato persuasif

Pidato persuasif memiliki ciri-ciri khusus yang membedangkan pidato tersebut dengan pidato jenis lainya. Kita bisa membedakan apakah suatu pidato tergolong sebagai pidato persuasif atau tidak dengan cara mengamati ciri-cirinya.

Ada 3 Ciri utama pidato persuasif. Berikut adalah ciri pidato persuasif:

  • Pidato persuasi memiliki unsur ajakan, perintah atau rekomendasi untuk melakukan sesuatu.

Sesuai dengan namanya, pidato persuasif memang harus mampu menggerakan audiens untuk melakukan suatu kegiatan yang nyata.

Oleh karea ini, penting bagi kita untuk meyakinkan audiens agar mereka mau melakukan ajakan tersebut.

Contohnya, seperti yang sudah kita bahas di atas, pidato bung Tomo merupkan pidato persuafis yang sangat efektif. Pidato tersebut mengandung ajakan langsung untuk mengakat senjata melawan penjajah.

  • Pidato persuasif membahas tentang suatu permasalahan tertentu dan solusi.

Ketika kita akan menyampaikan suatu pidato yang persuasi, maka kita perlu memahami tentang akar permasalahan. Kita juga harus menyampaikan efek buruk dari permasalahan tersebut.

Audiens akan lebih tergerak untuk mengikuti ajakan kita juga mereka memahami bahaya yang mungkin akan timbul dari permasalahan itu.

Misalnya, dalam sebuah pidato anti-narkoba, kita bisa memaparkan efek buruk narkoba bagi kesehatan dan keuangan.

  • Pidato persuasif menggunakan kalimat-kalimat yang bersifat membangun.

Aritinya, pidato persuasi tersusun secara sistematis. Kalimat-kalimat yang terdapat di dalam pidato tersebut harus efektif untuk menyampaikan solusi dari suatu permasalahan.

Dengan demikian, audiens paham langkah-lankah apa saja yang harus mereka ambil untuk menyelesaikan masalah yang sudah disampaikan.

Contohnya, ketika kita melakukan pidato tentang anti-narkoba, maka perlu kita sampaikan secara bertahap bagaimana langkah yang nyata untuk mengatasi hal tersebut.

Setelah tahu ciri-cirinya, sekarang kita bisa membedakan pidato mana yang bersifat persuasif!

Pendekatan Pidato Persuasif

Agar audiens melakukan ajakan kita dalam pidato persuasif, maka kita perlu menggunakan metode pendekatan yang sesuai.

  1. Metode pendekatan etika. Kita bisa menyampaikan masalah moral dan mengajak audiens untuk menjunjung tinggi nilai etika. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami karakteristik budaya audiens agar pendekatan moral tepat sasaran. Ingat, tipa tempat punya etika tersendiri.
  2. Pendekatan emosi. Kita bisa mencoba menggugah emosi audiens agar ikut tergetar hatinya. Tidak mudah menerapkan metode ini karena membuat audiens menangis atau tertawa memang membutuhkan keahlian perangkaian kata yang khusus. Cocok untuk pidato persuasif religi.
  3. Pendekatan logika. Kita bisa mengajak audiens untuk berfikir berdasarkan fakta-fakta dan opini ahli yang kita sampaikan dalam pidato. Audiens akan tergerak setelah mereka bisa menarik kesimpulan berkat pidato anda.

Baca juga beritaku:Pidato Persuasif: 3 Tipe, Unsur, Tujuan Dan Contoh Singkat

Struktur Pidato Persuasif

Untuk membuat sebuah pidato persuasif yang efektif, kita perlu mengetahui strukturnya terlebih dahulu.

Hal ini penting kita lakukan agar pidato kita mengalir dengan natural dan lancar.

Pidato yang terstruktur dengan baik akan menjamin bahwa ide, gagasa, ataupun ajakan kita tersampaikan dengan benar.

Selain itu, audiens akan lebih mudah untuk menangkap informasi yang sedang kita sampaikan.

Pidato Pembelaan
Pidato Pembelaan Dalam Ruang Persidangan, Oleh Salah Seorang Tersangka, Foto: Tempo

Secara umum, pidato terdiri dari tiga struktur utama, yaitu: pendahuluan, isi, dan penutupan. Setiap struktur pidato memiliki karakteristik tersendiri.

Demikian juga dengan pidato persuasif. Pidato ini juga terdiri dari tiga struktur yang sama. Namun perlu kalian perhatikan bahwa isi pidato peruasif memiliki unsur yang agak berbeda.

Berikut adalah penjelasan tentang struktur pidato persuasif:

1. Pendahuluan atau Pembukaan

Pada bagian penduluan sebuah pidato persuasif, kita harus membuat pernyataan pembukaan yang kuat. Hal ini kita lakukan agar pendengar langsung memusatkan perhatian mereka terhadap apa yang akan kita sampaikan.

Pembukaan yang bagus mengandung hal-hal sebagai berikut ini:

  • Salam pembuka.
  • Rebut perhatian pendengar, pastikan pendengar fokus terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke bagian isi pidato.
  • Gunakan anekdot atau pengalaman pribadi agar audiens bisa relate atau berhubungan dengan isi.
  • Sampaikan kualifikasi anda agar audiens tahu bahwa ada memang orang yang tepat untuk menyampaikan pidato.
  • Jelaskan tujuan pidato anda dengan tegas.
  • Sampaikan daftar isi pidato dengan cara menyampaikan poin-poin utama yang akan kita bahas di bagian isi.
2. Isi Pidato Persuasif

Isi pidato merupakan hal utama yang akan kita sampaikan. Pastikan kita sudah menyiapkan data-data yang valid dan menyertakan opini yang kuat. Isi pidato persuasif terdiri dari tiga bagian, yaitu:

  • Pernyataan Posisi Suatu Masalah

Jelaskan sudut pandang pribadi anda terhadap suatu masalah yang telah anda sampaikan. Jelaskan juga posisi anda dalam suatu permasalahan (misalnya, apakah anda mendukung atau menolak). Pastikan anda menyampaikanya dengan logis.

  • Pernyataan argumen

Setelah anda menjelaskan akar permasalahan dan sudut pandang anda, sampaikan poin-poin argumen anda untuk mengatasi permasalahan yang telah anda jelaskan. Gunakan logika, data, fakta dan opini ahli untuk menyoking argumen anda.

  • Penguatan pernyataan posisi

Kembali tegaskan sudut pandang anda. Bagian ini merupkan bagian kesimpulan dari isi pidato. Sampaikan pokok pikiran utama pidato dalam bentuk poin-poin.

3. Penutupaan Pidato Persuasif

Sampaikan hal-hal yang bisa meninggalkan kesan bagi audiens. Dengan demikian, audiens akan tetap memikirkan pidato anda walaupun acara sudah selesai. Anda bahkan boleh menggunakan slogan ataupun pantun yang berkaitan dengan isi pidato.

Mahasiswi Berpidato
Salah Seorang Mahasiswi Berprestasi Indonesia Berpidato di Harvard, Foto: Wolipop

Contoh Pidato Persuasif

Agar audiens dapat menyimak pidato kita dengan seksama, maka kita perlu menyampaikan pembukaan yang menarik.

Berikut adalah contoh pendahuluan pidato persuasif:

Contoh Pendahuluan Pidato Persuasif Pencegahan Demam Berdarah

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hadirin yang terhormat,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kita atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat, di tempat ini tanpa halangan apapun. (Salam pembuka).

Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan pesan yang berkaitan dengan pencegahan pandemi demam berdarah yang sedang mengancam desa tercinta kita ini. (Rebut perhatian audiens).

Seperti yang telah kita ketahui, beberapa tetangga kita sedang dirawat di RSUD. Alhamdulillah, keadaan mereka sudah stabil. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada hadirin sekalian untuk berhati-hati dan mengikuti protokol kesehatan agar demam berdarah bisa kita tumpas bersama-sama. (Anekdot/pengalaman pribadi agar audiens bisa relate).

Saya, sebagai dokter puskesmas I diutus oleh bapak bupati dan kepala dinas kesehatan untuk menyampaikan langkah-langkah apa yang harus kita ambil agar kita tidak terjangkit demam berdarah. (Kualifikasi pribadi).

Seperti yang telah kita ketahui, demam berdarah merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Perlu hadirin sekalian ketahui, penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Untuk itu saya mengajak haridin sekalian untuk menekan penyebaran nyamuk tersebut. (Tujuan Pidato).

Saya akan sampaikan langkah-langkah apa yang perlu kita lakukan agar nyamuk demam berdarah tidak bersarang di lingkungan sekitar. Selain itu, saya juga akan menyampaikan gejala awal yang perlu diwaspadai dan hal-hal apa yang harus hadirin lakukan jika kita terjangkit demam berdarah. Namun sebelumnya, saya akan menjelaskan kenapa demam berdarah bisa menjadi penyakit yang membahayakan manusia. (Poin poin utama yang akan di sampaikan di bagian isi pidato).

Membuat pidato persuasif yang bisa menggerkan audiens besar memang bukanlah hal yang gampang.

Kita memang perlu banyak melatih diri dan mengambil tantangan agar pidato persuasif kita semakin lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *