Tata Cara Memandikan Jenazah

Tata Cara Memandikan Jenazah: Niat Dan Hukum Dalam Islam

Diposting pada Anda Pembaca Ke 291 Hari Ini
Tata Cara Memandikan Jenazah
Tata cara mengurus jenazah

Tata cara memandikan jenazah telah diatur sedemikian rupa oleh Islam. Mulai dari niat hingga hukumnya sebaiknya dengan rinci kita pahami agar kelak bisa bermanfaat bagi keluarga maupun rekan kita sesama muslim.

Beritaku.id – Berita islami. Setiap makhluk yang bernyawa pada akhirnya akan kembali menghadap Rabb nya. Sudahkah kita siap untuk itu? Adakah pula yang akan mengantar kepergian kita?

Oleh Tika (Penulis Berita Islami)

Hukum Mandi Jenazah

Kematian pasti terjadi dan setiap insan bernyawa hanya perlu menunggu giliran. Sebelum akhirnya masuk dalam liang lahat, ada beberapa perihal yang perlu mendapat perhatian.

Jenazah muslim sebaiknya mendapatkan perlakuan sesuai syariat. Mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menguburkan telah memiliki aturan tersendiri dalam Islam.

Memandikan, mengkafani, menyolati, hingga menguburkan memiliki hukum yaitu Fardhu Kifayah. Artinya adalah ketkka salah seorang telah mengambil tanggung jawab tersebut, maka yang lain tidak berdosa jika tidak turut melakukannya.

Fardhu artinya wajib. Apabila mengerjakan mendapat pahala dan bila meninggalkannya mendapat dosa. Akan tetapi dalam kasus kepengurusan jenazah, dosa hanya terjadi bagi tiap individu di lingkungan sekitar maupun kerabatnya ketika tidak ada yang mau mengurus jenazah tersebut.

Jadi tidak perlu panik jika tidak ikut dalam kepengurusan jenazah. Selama masih ada yang mau melakukannya maka seluruhnya terbebas dari dosa.

Niat Memandikan Jenazah

Tata Cara Memandikan Jenazah
Jenazah di pemakaman

Segala sesuatu berawal dari niat. Sebelumnya ketahuilah terlebih dahulu mengenai siapa yang boleh dimandikan.

Syarat jenazah yang boleh mandi jenazah adalah:

1. Muslim atau muslimat

2. Memiliki tubuh (bukan potongan)

3. Tidak meninggal syahid

4. Bukan janin

Siapkan terlebih dahulu segala keperluan seperti sarung tangan, wangi-wangian, tempat memandikan yang tertutup, serta kain.

Kemudian mulai dengan niat.

a. Bagi jenazah laki-laki

Adapun niatnya sebagai berikut: Nawaitul gusla Adaa ‘an ‘an hazal mayyiti lillaahi ta’ala.

Artinya: Niat memandikan jenazah laki-laki ini karena Allah ta’ala.

b. Bagi jenazah perempuan

Niat memandikan jenazah wanita adalah: Nawaitul ghusla Ada ‘an ‘an hadzihil mayyitati lillahi ta’aala.

Artinya: Niat memandikan jenazah wanita ini karena Allah ta’ala.

Cara Mengurus Jenazah

Adapun cara mengurus jenazah sebagaimana syariat antara lain memulainya dengan menutup kedua mata jenazah.

SeteLah itu bersiap memandikan jenazah. Kemudian bersiap mengafani jenazah. Terdapat ketentua-ketentuan untuk mengafani jenazah pria maupun wanita.

MenYolatkan dan terakhir adalah menguburkan. Dengan demikian proses pengurusan jenazah telah selesai.

Mereka Yang Berhak Memandikan Jenazah

Orang-orang yang berhak memandikan jenazah adalah mereka yang muhrim. Hal ini untuk menjaga kemaluan jenazah. Jadi jenazah pria akan dimandikan oleh laki-laki termasuk anak laki-lakinya.

Istrinya juga berhak turut serta memandikan karena merupakan muhrimnya.

Pun demikian puka dengan jenazah wanita. Yang memandikannya haruslah sesama wanita atau anak dan suaminya.

Sebaiknya diantara mereka ada salah satu yang paham atau mengerti mengenai tata cara memandikan jenazah. Maksudnya adalah orang yang memahami syariat.

Tidak hanya itu, mereka merupakan golongan orang yang dapat dipercaya. Karena tidak baik hukumnya untuk menyebarkan aib terkait kondisi jenazah.

Tata Cara Memandikan Jenazah Perempuan

Pada prinsipnya, memandikan jenazah adalah sebuah penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Adapun langkah-langkah memandikan mayat laki-laki maupun perempuan pada dasarnya adalah sama.

a. Letakkan jenazah dengan posisi kepala lebih tinggi. Sebelum memandikan pastikan menggunakan sarung tangan.

b. Ambil kain penutup dari jenazah kemudian ganti dengan kain basahan guna menutup aurat jenazah. Mulai dengan membersihkan giginya kemudian lubang hidung dan telinga.

Bersihkan pula celah ketiak dan celah jari tangan termasuk jari kaki. barulah kemudian membersihkan sela-sela rambutnya.

c. bersihkan kotoran jenazah yang keluar dari depan maupun belakang dengan cara menekan bagian perutnya perlahan-lahan.

Siram maupun basuh seluruh anggota tubuh jenazah dengan menggunakan air sabun.

d. Siram dengan air yang bersih sambil mengucapkan niat.

e. Miringkan jenazah ke kanan dan basuh bagian kiri belakang. siram kembali dengan air bersih dari kepala hingga ujung kaki. lanjutkan dengan menyiramnya menggunakan air yang sudah berisi pewangi seperti kapur barus.

f. Wudhukan jenazah seperti hendak sholat dan perlakukan dengan lembut.

g. Apabila keluar najis dari tubuh jenazah dan mengenai badannya, maka jenazah perlu dimandikan lagi. namun jika najis tersebut menempel pada kain maka cukup dengan membuang najis tersebut.

h. melepas sanggul rambut wanita dan mengurai rambutnya ke belakang. Siram dan bersihkan kemudian keringkan menggunakan handuk. Kepang rambut dan keringkan pula tubuh jenazah agar tidak membasahi kain kafannya.

i. Setelah selesai maka memberikan wangi-wangian non alkohol. Umumnya adalah menggunakan air kapur barus.

Tata Cara Memandikan Jenazah Laki-Laki

a. Letakkan jenazah dengan posisi kepala lebih tinggi. Sebelum memandikan pastikan menggunakan sarung tangan.

b. Ambil kain penutup dari jenazah kemudian ganti dengan kain basahan guna menutup aurat jenazah. Mulai dengan membersihkan giginya kemudian lubang hidung dan telinga.

Bersihkan pula celah ketiak dan celah jari tangan termasuk jari kaki. barulah kemudian membersihkan sela-sela rambutnya.

c. Dengan menekan bagian perut jenazah secara perlahan, maka kotoran jenazah pun akan ikut keluar. Inilah cara untuk membersihkan kotoran yang keluar dari depan maupun belakang.

Lanjutkan dengan menyiram serta membasuh bagian tubuh jenazah menggunakana air sabun.

d. Ucapkan niat saat membasuh dengan air bersih.

e. Miringkan jenazah ke kanan dan basuh bagian kiri belakang. siram kembali dengan air bersih dari kepala hingga ujung kaki. lanjutkan dengan menyiramnya menggunakan air yang sudah berisi pewangi seperti kapur barus.

f. Wudhukan jenazah seperti hendak sholat dan perlakukan dengan lembut.

g. Apabila keluar najis dari tubuh jenazah dan mengenai badannya, maka jenazah perlu dimandikan lagi. namun jika najis tersebut menempel pada kain maka cukup dengan membuang najis tersebut.

h. Mengeringkan tubuh jenazah agar tidak membasahi kain kafan.

i. Setelah selesai maka memberikan wangi-wangian non alkohol. Umumnya adalah menggunakan air kapur barus.

Dalam sebuah hadist Riwayat Bukhori, غْسِلْنَهَا ثَلاَثاً أَوْ خَمْساً أَوْ سَبْعاً أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ

Boleh memandikannya tiga, lima atau tujuh kali. Atau bisa lebih banyak dari itu jika kalian merasa perlu melakukannya.

Doa Setelah Memandikan Jenazah

Setelah memandikan jenazah, maka bersiap untuk menyolatinya. Sholat jenazah merupakan sholat tanpa ruku’ dan sujud. Namun sebelum melangkah untuk menyolati jenazah, terdapat beberapa hal terkait doa setelah memandikan.

Tidak ada hadist maupun anjuran untuk membacakan doa setelah memandikan jenazah karena kemudian jenazah akan bersiap untuk dikafani.


Cara Mengkafani Yang Baik Dan Benar

Tata Cara Memandikan Jenazah
Tata cara memandikan jenazah (Sumber Pikiran)

Selanjutnya, sebelum menyolatkan dan menguburkan jenazah, maka pelajari dulu cara mengafani jenazah.

a. Bagi jenazah perempuan

Setelah memahami tata cara memnadikan jenazah, mari mempelajari cara mengafaninya. Pertama, bentangkan dua lembar kain kafan. pastikan potongannya telah sesuai dengan ukuran jenazah.

Letakkan kain sarung tepat pada bagian antara pusar dan lutut serta siapkan baju gamis dan kerudung.

Sediakan antara 3 hingga 5 tali. letakkan di bagian paling bawah kain kafan. Sediakan pula kapas dengan wangi-wangian. Ketika kain kafan sudah siap, maka angkat jenazah ke atasnya.

Meletakkan kapas di tempat tertentu, selimutkan kain sarung di badan jenazah tepat antara pusar dan lutut. Bagi jenazah dengan rambut panjang, maka sebaiknya dikepang 2/3, letakkan baju gamis pada bagian dada.

Terakhir adalah dengan menyelimutkan kedua kain kafan mulai dari lapisan atas hingga palingh bawah dan ikat dengan tali yang sudah siap.

b. Mengafani jenazah laki-laki

Siapkan tali pengikat dan letakkan sejajar di bawah kain kafan lapis pertama. Bentangkan kain kafan sesuai ukurna jenazah.

beri wangi-wangian pada kain kafan lapis pertama lalu bentangkan kafan lapis kedua sesuai ukuran jenazah dan beri kembali wangi-wangian.

Lakukan hal yang sama pada kafan lapis ketiga dan letakkan jenazah tepat di tengah-tengah kain kafan lapis ketiga. Tutup jenazah dengan kain lapis tiga dari sisi kiri ke kanan.

Kemudian jenazah ditutup dengan kafan lapis kedua juga dari sisi kiri ke kanan dan kain lapis pertama dari sisi kanan ke kiri. Tutup dengan dan ikat dengan tali yang tersedia.

Setelah selesai mengkafani, maka kini jenazah siap untuk disholatkan.

Sholat Jenazah

Kini rangkaian mengurus jenazah memasuki tahap sholatr. Pastikan berniat dengan benar dan berdiri bagi yang mampu. Lanjutkan dengan empat kali takbir tanpa ruku’ dan sujud.

Setelah melakukan takbir pertama, lanjut membaca Al Fatihah. Takbir kedua membaca shalawat atas Nabi Muhammad. Takbir ketiga membaca doa untuk jenazah.

Allaahummaghfirlahuu warhamhuu wa’aafihii wa’fu ‘anhuu. Wa akrim nuzulahuu, wa wassi’ madkhoolahuu, waghsil huu bil maa i wassalji wal barod, Wa naqqii hii minal khotoo yaa kamaa naqqoitattsaubal abyadhu minaddanas.

Wa ‘abdilhuu daaron khoirommin daari hi, wa ahlan khoiron min zawjihii wa ad khilhu jannata wa ‘aidz hu min ‘adzaabil qobri wa’adzaa bannaar.

Ya Allah ampunilah mayit ini berilah rahmat kepadanya. Selamatkan ia dari beberapa hal yang tidak Engkau sukai dan ia sukai. Maafkanlah ia dan letakkan di tempat yang mulia serta luaskanlah kuburnya.

mandikan ia dengan air salju dan es serta bersihkanlah ia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran.

Berilah ia rumah yang lebih baik dari rumahnya di dunia, berilah keluarga yang lebih baik dari keluarganya di dunia, istri atau suami yang lebih baik dari istri maupun suaminya

dan masukkannlah ia ke syurga serta jagalah ia dari siksa kubur dan Neraka.

Bagi jenazah perempuan maka kata Hu diganti menjadi Ha.

Takbir keempat membaca doa bagi yang menyolati.

Allaahumma laa tahrimhnaa ajrohuu wa laa taftinnaa ba’dahuu waghfir lanaa walahuu.

artinya: ya Allah janganlah menghalangi kami untuk memperoleh pahala dari sang mayit. Jangan sesatkan kami atas sepeninggalnya. Mohon ampunilah kami dan ampunilah dia.

Setelah itu membaca salam.

Itulah urutan tata cara mengurus jenazah dalam islam. Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang mampu saling tolong menolong sesama muslim.

Kiranya kematian menjadi pengingat kita bahwasannya setiap yang bernyawa di dunai ini pasti akan merasakan kematian.

Itulah sebabnya hendaknya kita memikirkan pula bekal untuk di akhirat dan tidak hanya fokus pada dunia. Mendoakan sesama muslim dan membantu mengurus jenazah adalah salah satu bentuk Hablumminannaas.