Melodi Intonasi
Bukan Hanya Gitar Bisa Memainkan Melodi, Intonasi Suara pun Harus Memiliki Melodi (Foto: Josephine, Pemain Melodi)

Melodi Intonasi Untuk Memukau Dan Menggairahkan Penggemar

Posted on

Orang memiliki ciri khas, berbicara dengan gaya, Menarik memainkan irama suara, melodi intonasi menjadi sangat penting bagi seorang pembicara.

Beritaku.Id, Organisasi Dan Komunikasi – Tampil didepan umum dengan pendengar dan penggemar itu tidak mudah.

Mendapatkan tambahan penggemar tidak gampang, namun dengan menguasai Intonasi. Semua akan mudah.

Irama dan Melodi dibutuhkan untuk mengendalikan tekanan-tekanan suara yang dimiliki. Harus lincah dan menari-nari diatas suku-suku kata.

Intonasi Dan Melodi Pada Irama Suara

Bukan tinggi rendahnya suara, dalam konsep belajar Imphas Pilar sebagai pembelajaran awal dari karakter komunikasi.

Melodi itu panjang dan pendek. Jauh dekat. Yang menggambarkan kerinduan atau kebencian pada ketukannya.

Amarah penonton ketika mendengar. Intonasi pendek atau melodi yang pendek.

Senyum pendengar atau tawa yang melebar, juga melodi.

Melodi keterwakilan jiwa. Ungkapan perasaan atau nurani pembicara.

Maka kehalusasn lembut pasir berdesir, dengan hempasan ombak. Akan menciptakan bunyi alam. Menyanyikan tentang sore yang indah.

Kehalusan respon dan dengan panggilan jiwa seorang pembicara. Memahami makna nurani pendengar. Yang dijawab dengan jiwa.

Intonasi adalah kemampuan olah seni suara dalam bentuk penekanan terhadap setiap kalimat(kata). Tertekan dan tidak tertekan.

Intonasi tidak diukur pada tinggi dan rendahnya suara (volume). Tetapi lebih kepada penekanan suara.

Tidak sedikit hal dalam kehidupan keseharian yang menyangkut relasi dengan orang lain, terjadi mispersepsi dalam komunikasi.

Karena penggunaan intonasi yang menghasilkan makna berbeda antara pemberi dan penerima pesan.

Contoh: Yusril Ihza Mahendra kita belajar intonasinya, Mantan protokoler Soeharto ini. Memiliki Karakter dalam komunikasi, pada intonasi yang berat namun segar.

Karakter berkomunikasi lebih memandang intonasi pada nada suara, bukan suara kedengaran besar atau kecil.

Intonasi Tinggi Nada Tinggi Melodi

Suara tinggi belum tentu tekanannya tinggi, begitupun sebaliknya tekanan suara tinggi tidak berarti volume tinggi.

Pada intonasi adalah kesesuaian antara kata (suku kata) yang disebutkan dengan tekanan/nada suara, seperti itulah gambaran atau warna intonasi.

Bedanya dengan melodi musik, Intonasi harus seirama dengan mimik dan atau Body language (bisa dibaca pada materi berikutnya).

Untuk memukau dan menggairahkan penggemar, Seorang komunikator (pembicara/pengirim pesan). Harus mengasah Karakter komunikasi pada kemampuan olah Intonasi.

Untuk mengetahui apakah intonasi yang dimiliki sudah sesuai atau belum.

Bagaimana Pengalaman Karakter Dalam Setiap Komunikasi

Pada pengalaman beberapa peserta training yang dibimbing, melatih dan mengevaluasi Karakter setiap berkomunikasi intonasi dengan merekam suara. Atau meminta kepada orang tertentu untuk mengevaluasi intonasi peserta training tersebut.

Cara Menguasai Intonasi

Merekam suara sendiri, mungkin sepele, tapi kenyataannya, banyak peserta training yang kaget.

Dan biasanya mengevaluasi Karakterteristik komunikasi sendiri, seperti hal tersebut cara belajar konsep Imphas pilar.

Menemukan ketidak sesuaian intonasi yang dimiliki, cara ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi rekaman pada android atau IOS.

Banyak yang merasa malu untuk belajar memperbaiki intonasi dengan melibatkan oranglain, ini harus dihargai.

Terapi alternative adalah merekam pembicaraan, kemudian mengevaluasi Karakterteristik komunikasinya sendiri.

Lho katanya tidak boleh meniru?

Ia, tidak boleh meniru dengan menjadikan intonasi tersebut menjadi ciri khas.

Tapi ketika sulit memulai belajar intonasi, bisa dimulai dengan menirukan.

Jadilah Fans Untuk Diri Sendiri

Pada beberapa peserta training, dalam hal belajar awal Boleh mencoba meniru Karakter. Atau ciri komunikasi intonasi orang lain seperti : Soekarno atau siapa saja idola peserta.

Setelah itu, menemukan Karakter sendiri komunikasi berupa intonasi sebagai ciri khas.

Abdullah Gymnastiar dan KH Zainuddin MZ, memiliki gaya intonasi yang berbeda, sehingga keduanya memiliki karakter dan gaya komunikasi masing-masing.

Perhatikan gaya komunikasi Soekarno dengan intonasi-intonasi tajam, bandingan dengan gaya komunikasi John F.Kennedy. Sama-sama pada penekanan suara, namun berbeda satu sama lain.

Karakter Diri Komunikasi Setiap Komunikator Ada Pada Intonasi

Seseorang dikenali saat berkomunikasi, atau diingat oleh pendengar karena intonasi yang dimiliki.

Seseoang gampang mengingat oranglain karena warna suara atau tekanan intonatif saat berkomunikasi.

IMPHAS PILAR mengharuskan setiap orang memiliki warna suara tersendiri. Dan tidak menjadi orang lain saat berkomunikasi.

Sumber Lain: Karakter Komunikasi, Beda Dengan Publik Speaking

Bagikan Ke
  • 1
    Share