Mutiara Mukadimah

Mutiara Mukadimah Dengan 30 Contoh Pidato dan Ceramah

Diposting pada

Mutiara Mukadimah Kata Indah dan Berkesan, Berikut 30 Kumpulan Mukadimah Pidato dan Ceramah Tahun Ini

Mutiara Mukadimah

Beritaku.id, Berita Islami – Mukadimah adalah komponen yang ada dalam teks ceramah atau pidato. Kata lainnya adalah pendahuluan.

Ditulis oleh: Ulfiana (Penulis Berita Islami)

Sering kita menyebutnya kata pengantar sebelum memasuki topik inti.

Peran dari mukadimah sangat penting. Mukadimah berfungsi untuk membuat pendengarnya tertarik mendengar isi ceramahnya.

Tak jarang juga mukadimah berisi dengan kumpulan kata mutiara.

Dalam kata mutiara, terdapat banyak pelajaran. Juga, sebagai nasihat singkat yang membuat pendengarnya ikut merenung.

Selain itu juga bisa untuk memotivasi pendengarnya dalam berbuat kebaikan.

Jika kebaikan bisa kita sampaikan dengan kata yang indah, maka orang akan lebih mudah menerimanya.

Berikut ini adalah kumpulan kata mutiara yang bisa kita gunakan dalam teks ceramah atau pidato.

Baca Juga Beritaku: Syair Pembuka Pidato, 20 Sajak Mukadimah Ceramah

Kata Mutiara Mukadimah Tentang Rezky, dan Jodoh (Mukadimah Hari 1-10)

Mutiara Mukadimah 1

Allah telah membagi rezeki pada setiap hamba. Bahkan, Allah menuliskan porsi setiap manusia dalam laufudz mahfudz.

Namun, mengapa masih ada perasaan iri atau bahkan dengki dengan apa yang bukan menjadi hak diri?

Bukankah hati percaya bahwa Allah begitu adil membagi rezeki?

Mutiara Mukadimah 2

Allah telah menciptakan rembulan pada langit. Kemudian, Dia sempurnakan dengan gemintang yang mengelilinginya.

Sesungguhnya di dunia ini, segala hal ada pasangannya.

Ada siang, dan ada malam. Panas, juga dingin. Ada juga manis serta pahit.

Semua hal punya kutub yang bersebrangan, namun saling melengkapi.

Segala ciptaan Allah memiliki pasangan dari jenisnya masing-masing. Termasuk manusia.

Laki-laki yang baik akan berjodoh dengan perempuan yang baik. Laki-laki yang belum baik juga akan berjodoh dengan perempuan yang belum baik pula.

Itu sebabnya, pantaskanlah diri. Agar semoga Allah pertemukan kalian dengan orang yang telah memantaskan diri pula.

Mutiara Mukadimah 3

Allah adalah Yang Maha Berkasih Sayang. Salah satu bentuk cintaNya adalah mencukupkan apa yang kurang.  

Allah cukupkan dan Allah berkahi.

Allah beri jodoh seseorang yang ia butuhkan.

Sering kita rasakan, pasangan kita adalah adalah seseorang berbeda jauh sifatnya dengan kita.  Namun, ternyata sifat yang ada padanya itu justru melengkapi hidup kita yang sebelumnya tak sempurna.

Ia penuhi dan lengkapi. Ia juga genapkan separuh dari yang kurang.

Betapa indahnya nikmat yang Allah berikan selama ini.

Mutiara Mukadimah 4

Cakupan rezeki dari Allah begitu luas. Mata yang melihat, telinga yang mendengar. Tak pernah terhitung sebagai rezeki.

Selama ini, apa pernah kita menyuruh mata untuk melihat?

Apa pernah kita bekerja menyambungkan saraf demi saraf hanya untuk mendengar?

Bukankah kita menerimanya secara otomatis?

Ternyata, banyak yang kita lewatkan di dunia ini. Bahwa Allah memberikan rezeki dalam hal sekecil ini.

Mutiara Mukadimah 5

Segala puji untuk Allah yang telah memberi kita sebaik-baiknya rezeki. Rezeki berupa kenikmatan dan islam.

Sungguh, kita adalah orang kaya. Dengan iman dalam hati kita, kita kaya akan akhlak.

Jika islam berada dalam genggaman kita, kita mampu menciptakan peradaban yang luar biasa.

Kita bisa mendidik anak-anak kita dengan kedua hal itu.

Mutiara Mukadimah 6

Allah telah menciptakan istri dan suami dari golongan kita sendiri. Allah jadikan pasangan kita sebagai penyejuk hati.

Hanya dengan memandang matanya, kekalutan dalam rumah tangga bisa kita lewati.

Dengan menikah dengannya, Allah bukakan pintu rezeki.

Dengannya, rezeki bagaikan kran-kran air yang terbuka. Kadang kita bertanya-tanya. Darimanakah asalnya?

Ternyata, ini adalah rezeki yang Allah titipkan pada kita. Sebagai bentuk keberkahan menjalin rumah tangga bersamanya.

Mutiara Mukadimah 7

Dunia ini, ada hitam dan ada putih. Hanya dari kedua hal itu Allah ciptakan warna-warna yang indah.

Ada laki-laki dan ada perempuan. Dari kedua jenis itu, Allah ciptakan anak adam dan hawa yang saat ini bertaburan.

Dari sekian banyak manusia, bahkan milyaran jumlahnya. Apa yang menghalangi kalian begitu istiqomah untuk berjalan sendiri?

Tak usah lah meratap, jika belum bertemu orang yang tepat. Sungguh, rezeki, jodoh dan maut itu telah pasti.

Namun, jangan berbesar hati. Jemputlah jodoh dengan cara yang Allah sukai.

Mutiara Mukadimah 8

Belum sampaikah pada kalian tentang kabar dari langit. Bergembiralah, karena hari ini kalian akan mendengarnya.

Sungguh Allah telah membuat ketetapan yang pasti. Teguhkan hati kalian dalam mendengar ini.

Yakinilah, Allah berikan apa yang kalian butuhkan. Allah akan cukupkan seluruh hajat kalian. Allah beri kalian pasangan yang halal untuk kalian nikahi.

Semua ini hanya untuk kalian yang menjalankan segala perintahNya. Menjauhi semua laranganNya. Sungguh, janganlah kalian berbuat kerusakan selama di dunia.

Mutiara Mukadimah 9

Allah beri rezeki kita dari berbagai pintu. Baik dari yang bisa kita duga maupun yang tidak.

Apakah kita pernah berfikir betapa romantisnya Allah kepada kita?

Allah gerakkan hati orang lain untuk memberi kita rezeki. Allah lembutkan hati tetangga kita untuk mengantarkan berkat pada kita.

Betapa kufurnya kita dalam rasa syukur. Betapa bebalnya hati tak menyadari nikmat yang terbujur.

Mutiara Mukadimah 10

Allah ciptakan manusia yang saat ini hidup bersama kita. Allah  gerakkan hatinya untuk bersanding dengan kita pada pelaminan.

Dari rahimnya, kita mendapat anak-anak yang menjadi qurrata ayun hati. Yang menyejukkan mata dan fikiran, saat menimangnya.

Allah berikan kepada kita seorang bidadari surga, yang mau mencuci pakaian kita. Yang mau membersihkan rumah kita. Yang selalu menjaga nama baik kita.

Ia yang selalu mendukung kita dalam meraih mimpi. Sungguh, beribu syukur rasanya tak cukup untuk mengungkapkan sakinah dalam hati.

Baca Juga Beritaku: Menarik Dan Tidak Membosankan, Mukadimah Pidato Singkat, Penutup Yang Berkesan

Kata Mutiara Mukadimah Tentang Syurga dan Kenikmatan (Mukadimah Hari 11-20)

Mutiara Mukadimah
ilustrasi berpidato

Mukadimah 11

Sungguh, puncak nikmat tertinggi adalah melihat wajah Allah SWT. Dan itu hanya bisa kita dapatkan, jika Allah izinkan untuk memasuki surgaNya.

Jadilah kita orang-orang yang terus mengharap keridhoanNya. Agar semoga, Allah tak memalingkan wajahNya saat melihat kita.

Mukadimah 12

Apakah Surga itu?

Surga adalah sesuatu yang tidak bisa kita lihat dengan mata. Bahkan sesuatu yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya.

Mengapa banyak orang beriman yang ingin memasukinya?

Karena surga adalah waktu berbuka bagi mereka yang berpuasa selama di dunia.

Tentu, saat-saat yang paling nikmat dari puasa adalah ketika berbuka.  Itu sebabnya banyak hati yang menantikannya.

Mukadimah 13

Jika kita begitu pandai menghitung, berapa jumlah nikmat Allah dalam sehari saja?

Bukankah Allah telah memberikan kepada kita kenikmatan yang benar-benar luar biasa selama ini. Hanya saja, sedikit dari kita yang menyadari.

 Betapa dalam sehari, Allah juga telah memberikan kenikmatan yang tak bisa kita tukar dengan dunia ini.

Mukadimah 14

Adakalanya muncul hari, hati begitu bersedih.

Merasa bahwa tidak cukup memiliki dunia. Namun, apakah kita ingin kehilangan surga juga?

Sungguh kenikmatan dunia itu tidak akan pernah memenuhi dahaga.

Yang ada, semakin diteguk maka semakin haus hati kita. Itu gunanya, Allah ajarkan rasa cukup pada kita.

Mukadimah 15

Janganlah kita berlaku seperti seekor semut yang mendekati segelas sirup. Semakin dekat, maka ia hanya akan semakin tenggelam.

Seperti itulah kita.

Kadang-kadang sesuatu yang membahagiakan, ternyata itulah yang membahayakan.

Mukadimah 16

Sesungguhnya kesenangan dunia adalah kebahagiaan yang menipu. Selama ini kita mencari kenikmatan-kenikmatan yang sifatnya material.

Namun, semakin kita mengejarnya, rasa tenang dan tentram itu justru semakin menjauh. Berbeda ketika kita berusaha untuk mencari kesenangan tentang akhirat. Semakin kita mengejarnya, justru kita semakin merasa lengkap.

Mukadimah 17

Ternyata surga tak hanya cukup kita tukar dengan amal. Sholat kita, bahkan tak sampai seujung jari untuk membayar tiket ke surga. Puasa, ataupun amal lain tak juga mampu untuk mencium wewangian surga.

Ternyata, yang bisa membuat kita masuk dalam surgaNya adalah rahmat kasih sayangNya. Itu sebabnya, perbaiki apa yang ada dalam hati. Semoga Allah menilai apa yang tersembunyi.

Mukadimah 18

Lakukanlah kebaikan, meski itu sangat kecil menurut kita. Bisa jadi, kebaikan kecil yang kita lakukan itu justru memiliki pahala yang begitu besar di mata Allah SWT.

Bahkan mungkin kebaikan yang kita remehkan itu, justru membawa kita untuk masuk ke dalam surga-Nya.

Mukadimah 19

Nikmat Allah yang turun setiap saat itu, kita balas dengan dosa setiap saat. Baik fikiran atau tercermin dalam tindakan.

Jika saja kita tau, sungguh kita akan malu. Mendapati diri menyia-nyiakan nikmat yang Allah beri.

Mukadimah 20

Surga adalah cinta dan juga kasih sayangNya. Ia adalah kebaikan yang tiada henti-hentinya.  Surga adalah kehidupan abadi. Surga juga adalah janji yang kita nanti dan berusaha kita penuhi.

Baca Juga Beritaku: Retorika: Pentingnya, Sejarah Perjalanan, Definisi, 8 Unsur Utama

Kata Mutiara Mukadimah Tentang Pengampunan Dosa (Mukadimah Hari 21-30)

Mutiara Mukadimah
Bung Karno sedang menyampaikan pidato

Mukadimah 21

Banyaknya dosa itu ibarat buih yang ada di lautan. Begitu banyak, tak terhitung. Maka sungguh, ampunan Allah jauh lebih besar dari semua itu.

Mukadimah 22

Ada hari kita merasa begitu hina. Terlalu hina hingga tak mau memohon ampun karena malu. Disitu kita perlu bertanya, apakah kita sedang meragukan rahmat kasih sayang Allah?

Mukadimah 23

Wahai Allah, sesungguhnya kami begitu malu. Kami malu atas dosa-dosa kami. Namun, jika bukan kepada Engkau, lantas kepada siapa kami memohon ampun?

Sedangkan hanya Engkau satu-satunya Tuhan yang kami sembah.

Mukadimah 24

Jika kita mau menundukkan ego di bawah kaki kita, saat itulah kasih sayang Allah akan mendekat. Sungguh, Tuhanmu adalah Tuhan yang penuh kasih. Jangan ada sedikitpun kesombongan yang tersemai dalam hati.

Mukadimah 25

Menangislah dalam gelap. Menangislah saat semua orang sedang terlelap.

Bersimpuhlah  dihadapan Allah dengan suara jangkrik menemani. Tumpahkan semua, ceritakan segalanya. Katakan jika diri ini memang berdosa. Mudah-mudahan Allah mengampuni semua dosa.

Mukadimah 26

Hati itu ibarat sebuah kaca. Jika melakukan kemaksiatan kepada Allah, akan muncul noktah hitam pada kaca itu.

Semakin banyak melakukan dosa, semakin banyak kaca itu akan tertutup dengan noktah hitam yang pekat. Sungguh, hanya istigfar yang bisa menghapusnya.

Mukadimah 27

Di dunia ini, mungkin tidak ada orang yang benar-benar seratus persen baik tanpa dosa. Yang ada adalah orang-orang yang berjuang untuk menjadi baik.

Mereka tau mereka berdosa. Itu sebabnya, mereka berjuang melakukan kebaikan untuk menghapus dosanya. Semoga kita salah satunya.

Mukadimah 28

Dendam dan amarah adalah racun terkuat untuk membunuh hati. Ia akan terus menggerogoti nurani. Maka, maafkanlah, bebaskanlah hatimu dari penyakit yang tak berkesudahan itu.

Ingatlah bahwa betapa banyak dosamu, Allah telah mengampunimu. Bahkan sebelum engkau meratap padaNya dengan sendu.

Mukadimah 29

Yang orang tidak tau, mereka jijik dengan bisul orang lain. Sedang sebenarnya mereka hanya sedang bercermin dengan bisulnya sendiri.

Ketika seseorang melihat kesalahan orang lain, serta merasa diri sendiri paling benar. Sedang sebenarnya, mereka hanya bercermin pada kesalahan yang sebenarnya mereka lakukan.

Mukadimah 30

Semakin kita menunda taubat, jalan untuk kembali hanya akan semakin jauh. Selama itu pula kita hanya akan bergulat dengan gigilnya dosa.

Lakukanlah hari ini, saat ini. Semoga saja, kapal ajal belum sempat bersauh.

Itulah kata mutiara yang bisa kita gunakan sebagai mukadimah dalam ceramah. Semoga memberi banyak manfaat untuk pendengarnya.

Bagikan Ke