Nabi Yusuf Dipenjara Lebih Baik dari Fitnah Maksiat, Dia Nabi keberapa?
Ilusatrasi Nabi yusuf di Goda oleh Zulaikha, Foto: Masjidtrans.com)
Nabi Yusuf Dipenjara Lebih Baik dari Fitnah Maksiat, Dia Nabi keberapa?

Nabi Yusuf percaya, bahwa dirinya tak terjebak, Allah Melindunginya Sehingga Dipenjara Lebih Baik dari Fitnah Maksiat, Dia Nabi keberapa?

Beritaku.id, Kisah Para Nabi dan Rasul – Dipenjara lebih mulia dan lebih baik dari pada Maksiat. Adalah rasa syukur Nabi Yusuf kepada Allah SWT.

Kisah yang dialaminya bersama dengan tuannya seorang wanita cantik, muda dan kaya raya. Menggodanya untuk melakukan perbuatan maksiat.

Seorang lelaki yang menjaga kehormatan, digoda berduaan seorang wanita, yang memakai pakaian yang sangat menantang. Dia wanita idola didaerah itu, disamping ternama, dia juga kaya raya.

Mari kita berdoa semoga pembaca termasuk lelaki sekuat keimanan Nabi Yusuf AS.

Sebelum membahasnya terlalu, jauh, maka penjelasan awal adalah kisah awal Nabi Yusuf Nabi

Nabi Yusuf Urutan Keberapa?

Nabi Yusuf AS merupakan putra dari Yakub AS (Nabi Ke 10). Sehingga Nabi Yusuf AS, dalam urutan 25 Nabi dan Rasul merupakan Nabi ke 11.

Adapun Nabi Yusuf memiliki saudara:

  1. Rubin
  2. Simeon (Syam’un)
  3. Lawy (Lawway)
  4. Yahudah
  5. Dan (Dann)
  6. Naftali
  7. Gad
  8. Asyer (Asyar)
  9. Yisakhar (Yasakir)
  10. Zebulon (Zabulaon)
  11. Bunyamin

Dalam kisah singkat yang dibaca disebutkan, bahwa ke 11 saudara Nabi Yusuf, kecuali Bunyamin. Membuat konspirasi untuk menghabisi Nabi Yusuf. Di sebuah sumur tua. Namun ditemukan oleh para pedagang.

Pedagang menjualnya kepada orang kaya untuk dijadikan budak.

Disaat menjadi pembantu rumah tangga tersebutlah, kisah Nabi Yusuf dan fitnah maksiat dari perempuan cantik kaya raya bermula.

Lebih Baik Dipenjara Dari Fitnah Maksiat, Kisah Singkat Nabi Yusuf

Kisah rasa cinta Zulaikha kepada Nabi Yusuf yang sangat tampan. Bermula dari rasa empati pada kepribadian Nabi Yusuf AS.

Dari hal itu, Zulaikha mulai sesering mungkin berdandan cantik didepan Nabi yusuf AS.

Nabi Yusuf tidak tergoda dengan godaan dunia, baginya Allah SWT maha melihat.

Pakaian yang menggoda dipakai oleh Zulaikha, Tapi tidak membuat Nabi Yusuf tergoda. Akhirnya Zulaikha semakin stress, dia terus menggoda, hanya untuk mendapatkan kehangatan Nabi Yusuf AS.

Sang majikan mememanggil Nabi Yusuf datang kekamarnya, saat suaminya Zulaikha yang bernama Futifhat sedang keluar kota.

Didalam kamar, Zulaikha telah menyusun skenarionya. Dengan penampilan yang menawan, dan cantik.

Nabi Yusuf berlari segera keluar meninggalkan kamar, dan dari arah belakang Zulaikha meraihnya. Hingga bajunya bagian belakang robek.

Saat berlari keluar kamar, tiba-tiba suami Zulaikha datang. Zulaikha justru membela diri, maklum wanita terhormat, dan menuduh Nabi Yusuf. Hendak memperkosanya.

Doa Nabi Yusuf Atas Ujian Yang Menimpanya

Peristiwa yang teah dialami Nabi Yusuf menjadikan dirinya khawatir terhadap ketampanannya. Ia takut dengan sikap yang diperlihatkan oleh Zulaikha kepada orang-orang yang sekitarnya.

Lalu ia pun berdoa:

“Wahai Tuhanku penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Jika tidak Engkau hindarkan segala tipu daya mereka atas diriku. Aku takut aku tidak mampu menghindari ajakan mereka sehingga aku termasuk orang-orang yang merugi. Maka Rabbnya memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Q.S. Yusuf (12): 33-34).

Dalam ayat tersebut diatas sangat jelas, bahwa Nabi Yusuf AS, lebih memilih untuk mendekam dipenjara. Dan menghadapi fitnah dunia, dibandingkan harus berurusan dengan fitnah akhirat. Yang berhadapan dengan siksa Allah SWT.

Dari kisah Nabi Yusuf tersebut, memberikan pengajaran buat kita semua:

  1. Godaan maksiat adalah bersifat duniawi, yang mendatangkan banyak kerugian. Dan seharusnya dijauhi dan ditinggalkan.
  2. Memili siksa penjara dunia, dengan segala keterbatasan adalah lebih baik, dibandingkan penjara neraka yang jauh lebih kejam.