Nyaris, IRT Jadi Korban Pemaksaan “Yesnoyesno”

17/03/2020-Beritaku, Kriminal, Lifestyle, Peristiwa, Sorot Utama-617 dibaca

Beritaku.Id, Kriminal – Seorang IRT nyaris jadi korban pemaksaan “Yesnoyesno” atau diperkosa, oleh seorang lelaki yang datang kerumahnya, siang itu, Selasa (17/3/2020)

Wanta itu berinisial WA, didatangi seorang lelaki yang tidak dikenalnya datang kerumah, saat itu WA dalam ruang tamu bersama dengan anaknya berumur 3 tahun.

Suara pintu rumah diketuk dari luar, dan WA tanpa curiga membuka pintu, lelaki tersebut langsung masuk kedalam rumah, dengan menodongkan senjata api kepada korban.

“Suamimu kemana?” tanya lelaki tersebut, dan dijawab oleh korban bahwa suaminya lagi pergi bekerja memanen sawit.

IRT yang berumur 27 tahun tersebut, ditodongkan pistol keara tubuhnya hingga kaget luar biasa.

“Mana emas dan badan berhargamu, serahkan” ancam lelaki tersebut, tapi korban mengaku bahwa tidak memiliki barah atau harta berharga.

Nyaris Jadi Korban Pemaksaan, IRT Sempat Pasrah

Mendengar korban tidak memiliki harta, maka pelaku langsung menodongkan pistol kearah kemaluan korban.

“Kalau begitu, kamu layani saya” Tegas pelaku, dengan kondisi tidak berdaya korban berupaya utnuk menghindar, namun pelaku terus mendesak.

Tanpa merasa iba dengan anak korbanyang berusia 3 tahun, yang tidak mengetahui apa-apa dengan kedatangan orang asing tersebut.

Dengan kondisi kaku seperti patung, korban membuka pakaian korban, selanjutnya pelaku membuka celan, namun belum sempat melakukan, lelaki tersebut telah keluar (jakulasi dini)

Akhirnya pelaku, langsung keluar dari rumah, tanpa yesno-yesno (begitu-begitu) dengan korban didepan anaknya.

Batal Yesno Dengan Pemaksaan, IRT Melapor

IRT Jadi Korban Pemaksaan “Yesnoyesno”, meski batal namun kasus berlanjut

Kasusnya dilaporkan ke Polda Riau, meski tidak sempat berhubungan, namun korban merasa tertekan secara batin oleh tekanan pelaku.

Menurut Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo, korban telah menjelaskan ciri-ciri pelaku yang datang kerumahnya, dan saat ini sedang dilakukan identifikasi.

“Pelaku masih terus diburu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Guntur

Guntur mengatakan, sore itu korban duduk bersama anaknya, kemudian ada suara dari luar rumah mengetuk pintu, dan memberi salam.

Begitu pintu dibuka, pria tak dikenal tadi menanyakan keberadaan suaminya. Korban menjawab suaminya pergi memanen sawit.

IRT Nyaris Yesno
Ilustrasi, IRT bahagia dengan Pasangan Tanpa Gangguan Lelaki Lain

“Mendengar jawaban itu, pelaku langsung menodongkan senjata api dan memerintahkan pelaku mengumpulkan barang berharga yang ada di rumah,” Ujar Kapolres Pelalawan itu.

Dalam posisi yang ketakutan, Ibu Rumah Tangga yang imut tersebut menyebut bahwa dirinya tidak punya benda berharga.

Tidak kehabisan akal kemudian, pelaku mengancam dan akan membunuh anak korban.

“Kemudian dengan superior pelaku menunjuk kemaluan korban. Pelaku minta dilayani. Kalau menolak anak korban diancam akan dibunuh,” kata Guntur.

Korban sempat berteriak untuk meminta tolong, namun tidak ada yang mendengar teriakan korban.

Dengan leluasa pelaku kemudian mengikat dan memukul korban memakai gagang senjata api yang dibawanya.

Akibatnya, kepala korban mengeluarkan darah serta hampir tak sadarkan diri, pelaku kemudian berniat untuk yesno dengan korban yang tidak berdaya tersebut.

“Ketika ingin memperkosa, kemaluan langsung mengeluarkan cairan (sperma) dan tak jadi melakukan aksinya itu,” tutur Guntur.

Lelaki itu akhirnya kabur membawa anting korban, nyaris yesnoyesno, sebuah telepon genggam dan sepeda motor Honda Supra hitam bernopol BM 6722 SJ dengan nomor rangka MH1JB91179K749920 serta nomor JB91E-1747924.

Penulis: Fauzi

PILIHAN Beritaku

Komentar