Pembukaan MC Menarik, 8 Syarat, Tugas Serta Contoh Susunan Acara
Pembukaan Acara Hingga Penutup Adalah Tugas MC Mengendalikan (Foto:Paulelmo.com)
Pembukaan MC Menarik, 8 Syarat, Tugas Serta Contoh Susunan Acara

Sebuah acara yang terkemas baik oleh pembawa Acara atau MC dengan teknik pembukaan atau opening maka akan menarik perhatian pendengar.

Beritaku.id, Organisasi dan Komunikasi – Keberadaan MC, merupakan hal yang penting dalam sebuah acara, Sementara itu MC menjadi suatu pekerjaan pada orang tertentu.

Dengan teknik yang menarik, maka biasanya yang memiliki sebuah acara, atau hajatan memanggil MC berpengalaman untuk mengarahkan serta mengendalikan jalannya sebuah acara.

Apa yang menjadi pengertian dari MC?

Pengertian, Syarat dan Tugas MC

Dalam beberapa sumber menyebutkan, bahwa MC merupakan seseorang berfungsi sebagai pengendali dan pengarah acara.

Contoh Kegiatan MC
Kegiatan MC dalam sebuah acara, oleh Mahasiswa (Foto: Detiknews.com)

Definisi MC

MC itu beradal dari kata Bahasa Inggris yakni Master Of Ceremony dalam bahasa latin “Magister De Caerimonia” Sementara dalam Belanda adalah Zeremoniemeister.

Dalam Bahasa Indonesia bermakna Pembawa acara. Dalam makna selanjutnya pada kata pembawa adalah “menggiring” suasana acara menjadi suasana yang menarik perhatian para pendengar.

Tidak monoton dan tidak berjalan tanpa kontrol, sehingga porsi dan posisi seorang MC harus mampu mengatur suasana dan berlangsungnya acara.

Pengendali, “Penguasa acara” yang bermakna harus menguasai jalannya acara, serta audiance yang hadir. Maka penguasaan Konten (isi) dari susunan acara menjadi sesuatu yang bersifat harus pada seorang MC.

MC Acara Pembukaan Kegiatan BI Goes To Campus
MC Acara Pembukaan Kegiatan BI Goes To Campus beberapa waktu lalu (Foto:Twitter)

Sehingga sampai pada paragraf ini, kita sudah memahami bahwa pekerjaan MC merupakan pekerjaan untuk membawa suasana acara sesuai tujuan. Dan manciptakan kepuasan peserta sebab alur yang baik.

Untuk memahami, selanjutnya akan teruaraikan tentang apa saja Syarat seseorang mengambil posisi sebagai Pembawa Acara?

Syarat Menjadi MC

Dalam menjalankan aktifitas sebagai MC, maka terdapat beberapa syarat yang mereka harus penuhi.

Bandingkan, antara MC pengibaran bendera pada Istana Negara yang menggunakan Intonasi merata dengan MC pada acara pentas musik orkes melayu dan sebagainya.

Tentunya berbeda, sebab ada yang membacakan secara datar, dan ada yang intonatif bergelombang. Hal tersebut menjadi bayangan buat kita semua, bahwa posisi acara, membentuk adaptasi karakter seorang pembawa acara, sesuai dengan kebutuhan.

Nah berikut ini merupakan beberapa syarat penting bagi seorang protokol acara:

Percaya Diri

Berani mencoba, berani menanggung salah, berani memulai.
Dasarnya adalah kepercayadirian. Percaya diri atau self confidence. Ada pada semua orang, hanya saja pada beberapa orang tidak memanfaatkan potensio tersebut.

Anda yang membaca artikel ini. Jika saat ini anda belum percaya diri, bukan berarti tidak memiliki rasa percaya diri. Hanya saja anda belum memulai langkah pertama, mengalahkan ketakutan pada penampilan pertama.

Lawan anda bukanlah khalayak ramai yang menonton dan mendengarkan anda. Tetapi diri anda sendiri menjadi lawan.
Perhatikan, semua pembawa acara yang ada sekarang, memulai dari langkah pertama untuk pertama kalinya menjadi MC, mungkin pada kelas, masjid ataupun pada acara RT.

Apa susahnya, membaca susunan acara yang telah anda persiapkan sebelumnya? Mudah bukan?

Bergaya Intonatif

Bergaya intonatif merupakan gaya dengan intonasi atau tekanan suara yang baik, kadang tinggi dan kadang rendah. Kadang menekan dan kadang melembut.

Untuk latihan ini, silahkan buka Youtube, nah perhatikan serta simak cara berbicara MC dangdutan. Mereka menggunakan intonasi yang mendayu-dayu.

Namun bukan bermaksud bahwa gaya itu kita pakai dalam acara Tausiah. Ini hanya mengetahui tentang bagaimana sebenarnya yang kita maksud “intonasi”.

Maka gaya intonasi menyesuaikan dengan suasana acara.
Misalnya: Acara nikahan beda cara mengarahkan acaranya dengan acara ceramah duka.

Baca juga Beritaku: Melodi Intonasi Untuk Memukau Dan Menggairahkan Penggemar

Sehingga suasana sebuah acara, menyatu dalam jiwa MC untuk menyesuikan Intonasi yang mereka bawakan.
Lucu saja, ketika acara 17 Agustusan, bawaannya sedih, sementara acara duka mengarahkan dengan terlalu semangat.

Kenapa Intonasi seorang MC itu penting, sebab sebagai seorang Master (Magister), ibarat membuat Rel, maka seluruh petugas acara akan masuk kedalam Rel tersebut. Pembawa acara membentuk pola acara, dan intonasi yang menjadi cirinya.

Adaptif Kultural

Setiap tempat, perkumpulan dan sekumpulan orang memiliki budaya masing-masing. Oleh karena hal itu seorang Master Of Ceremony harus mampu menempatkan posisi dan sikap yang baik.

Hal ini biasa kita kenal dengan sebutan Adaptasi. Pada bahasan ini menyebutnya Adaptif Kultural, sebagai gambaran penyesuaian terhadap budaya ataupun lingkungan tertentu.

Pakaian yang baik, sopan dan sebagainya. Sesuaikan!
Contoh, MC ceramah Islami maka pakaiannya pakaian yang Islami, begitupun pada saat menjadi protokol acara Club Motor, maka setelan pakainnya Jeans serta santai.

Bayangkan, ketika acara Ceramah Islami, Protokol memakai setelan pakaian Jeans, bahkan robek pada lutut, lengkap dengan akseseori club motor. Hal ini boleh-boleh saja, akan tetapi akan memberikan nilai “tidak maksimal” dari para audiance.

Berikutnya, Kendalikan ucapan, juga termasuk mengenal budaya audiance.

Sebagai contoh, Pernah membuka youtube pidato Presiden Amerika “Barack Obama”? Ketika itu ia berpidato di Jakarta dengan sesekali berbahasa Indonesia. Meski Fonetik (logat)nya tidak pas, namun para hadirin memberikan standing aplaus (tepuk tangan sambil berdiri).

Sang Presideng USA sedang melakukan Adaptasi Budaya (Adaptif Culture), untuk menarik perhatian pendengarnya.

Adaptasi adalah etika, cerminan etis, atau menghargai orang lain. Sehingga ketika kita belajar mengenai penerapan etika, maka beradaptasi menjadi ukuran etika itu sendiri. Semua etika terukur pada kemampuan adaptasi. Dan mengendalikan diri.

Pengucapan Kata Yang Baik

Tepatnya Artikulasio, merupakan ketepatan pengucapan setiap kata, yang bisa kita kenal dalam bahasa Indonesia adalah hukum Fonetik & Fonemin.

Sebagaimana Fonetik membahas tentang bagaimana cara pengucapan, sementara Fonetik adalah makna dari sebuah bunyi atau kata yang keluar.

Sedikit mengingat kembali Pelajaran bahasa Indonesia. Bahwa Kata adalah gabungan dari suku-suku kata. Misalnya: Magister memiliki 3 suku kata yakni ma, gis dan ter.

Pengucapan kata ini berhubungan dengan Intonasi. Kembali ke Kata Magister, dengan ketiga suku katanya tersebut.
Perhatikan, Ma ke gis kemudian ke ter, ucapkan dengan cara cepat, kemudian latihan berikutnya lakukan dengan cara lambat perpindahan dari suku kata ke suku lainnya.

Baca lengkap pada Artikel: Latihan Intonasi Dalam Komunikasi, Menghilangkan Syndrom E Dan Ya

Pengucapan kata yang benar berasal dari pengucapan suku kata yang baik. Sehingga seorang pembawa acara, harus mampu menempatkan suku-suku kata ini pada porsi dan posisi yang tepat.

Power Of Voice, atau kekuatan suara sangat berpengaruh pada kemampuan bermain pada suku kata.

Tahan emosi tahan diri. Ketika cara pengucapan kata masih mengalami hambatan, maka lakukan latihan yang sering antar suku kata. Hanya itu jalan keluarnya. Gampang kan?

Power Of Voice atau penekanan suara akan mudah dan teratur bilamana pengucapan kata baik.

Mimik Dan Gestur Yang Akurat

Mimik itu bahasa pada wajah, sementara gestur adalah posisi dan bentuk tubuh.

Selanjutnya Mimik pada wajah akan menjadi gambaran suasana, harus menyesuaikan antara ucapan kata, intonasi dan mimik. Sebab ketidak sesuaiannya akan menjadi lucu maupun ganjil.

Sehingga melatih mimik merupakan hasil daripada latihan menjiwai dari seluruh perkataan.

Contoh:
Suka nonton Film India Ataupun Korea? Nah, perhatikan mereka yang sedang menjiwai dialog pada peran mereka, kadang marah, menangis, sedih dan gembira. Yang kita perhatikan adalah mendengarkan ucapan yang mereka ucapkan serta memperhatikan wajah mereka.

Sehingga tidak heran, ketika pemain Film tersebut menangis, maka penonton ikut mencari tisu. Maknanya adalah pemain film telah membawa kita pada alur mereka “sedih” maupun gembira.

Pembawa acara juga harus begitu, mampu mengantar dan membawa penonton dan pendengarnya pada alurnya.

Ciri kegagalan dalam membawa alur adalah sangat mudah pada saat ini. Ketika kita sedang berbicara, perhatikan sekeliling, apakah masih banyak yang memainkan Android dan Ios mereka?

Kalau masih banyak, berarti mereka sedang tidak tertarik dengan sebuah acara. Jauh lebih menarik ketika mereka bermedsos ria dengan teman-temannya dalam handphone mereka.

Maka latihan mimik penting bagi seorang Magister acara. Hampir sama dengan menonton pemain film tersebut sebelumnya. Bedanya, yang menjadi aktor (artis) adalah pembawa acara tersebut.

Memiliki Kecepatan Dan Analisa Berpikir

Seorang MC setelah melakukan ucapan Pembukaan dalam sebuah acara, maka pada saat itu struktur acara ada pada genggamannya. Hampir sama dengan pimpinan sidang.

Seorang master harus mengendalikan seluruh proses, maka daya analisa lingkungan, kecepatan berpikir untuk mengenali konten petugas acara lainnya. Sangat penting bagi seorang Protokol mengenal dan menguasai garis besar konten.

Seorang Protokol acara harus profesional, ikuti secara total acara, hindari bermain handphone saat petugas acara melaksanakan tugas. Tujuannya adalah mengikuti konten yang mereka bawakan.

Sebab seorang pembawa acara, yang akan beralih dari acara satu keacara lainnya, akan memberikan komentar ringan, menguatkan maupun “Meluruskan”.

Kecepatan dan Analisa lainnya adalah mengetahui komposisi peserta acara, misalnya tiba-tiba ada Tokoh yang baru datang saat berlangsung acara, maka sapalah ia. Dan sambut, hal itu menciptakan suasana ruangan menjadi lebih bersahabat.

Kredibilitas Yang Tinggi

Ini penting, Kredibilitas, yakni terpercaya dan memiliki kemampuan. Terpercaya berhubungan dengan adab ataupun prilaku, sehingga seorang Master Of Ceremonial harus mampu memposisikan pribadi pada adaptasi sosial yang baik.

Selanjutnya, Memiliki keahlian sebagaimana seorang Master.

Adapun latihan keahlian, Sangat mudah untuk kita pelajari, dengan berdiri pada depan cermin maka latihan mimik, intonasi dan gestur bisa kita lakukan secara mandiri.

Akan tetapi sikap dan adaptasi tidak bisa kita evaluasi sendiri, melainkan bersama orang lain atau lingkungan sosial. Maka untuk hal kredibilitas tersebut, kedua faktor yakni Ahli dan terpercaya menjadi satu bagian penting.

Namun, bila melakukan evaluasi diri. Ternyata kita memiliki haters (nih bahas artis nih), atau pembenci. Maka jangan marah kepada pembenci, bisa jadi mereka tidak menyukai prilaku kita. Namun jika telah melakukan evaluasi ternyata prilaku kita benar secara adat maupun agama.

Maka sebaiknya abaikan haters tersebut, sebab pembenci kepada orang yang telah benar, sama dengan “iri”.

Sebab semua orang memiliki hak untuk memperbaiki kepribadian dengan lingkungan pada posisi ia berada.

Kredibilitas sangat penting bagi seorang pembawa acara, tujuannya untuk mendapatkan kepercayaan publik maupun pendengar.

Namun, dalam hal belajar menjadi seorang MC, maka abaikan tingkat pengakuan akan kemampuan anda. Sekarang fokus pada memulai belajar untuk menggali keahlian, toh kalau kita sudah ahli, maka dengan sendirinya pengakuan dan kepercayaan tersebut berjalan dengan sendirinya.

Mampu Mengontrol Pengendalian Mic

Seorang yang terlatih mengetahui cara mendekatkan dan menjauhkan mic, dari posisi suara atau bibir. Selain itu juga menguasai tentang bagaimana memposisikan mic sehingga menghasilkan suara yang baik.

Penggunaan mic merupakan alat bantu komunikasi, sebagai alat bantu maka pergunakan untuk membantu suara asli. Namun jangan terpaku dengan alat bantu tersebut. Sebab pada kondisi alat bantu tidak baik, maka jangan paksakan menggunakan.

Misalnya alat bantunya (mic), memiliki sambungan mic yang kurang bagus sehingga suara hilang timbul, sebaiknya perbaiki mic terlebih dahulu. Maka itulah gunanya melakukan uji coba mic.

MC Acara Korea
MC asal Korea (Foto:Istimewa)

Tugas Master Acara

Setelah memenuhi syarat tersebut, sebagaimana pada pembahasan sebelumnya. Maka selanjutnya akan kita bahas mengenai, apa sih tugas dari seorang Pembawa Acara?

Nah berikut ini beberapa tugas yang harus melekat pada pembawa acara ataupun MC:

  1. Menciptakan Minat
  2. Mengendalikan Jalannya Acara
  3. Mengembalikan Suasana Acara
Menciptakan Minat

Sebuah kegiatan maupun acara, akan menjadi sukses, bilamana audiens (Audiance, Ing.) atau pendengar, masuk kedalam arus acara. Pencipta arus adalah pembawa acara.

Maka tugas MC, kenali acara, suasana dan sambungkan dengan peserta.
Cara menyambungkan antara suasana acara dengan pendengar kita kenal dengan kata “Bridging” kata dasar Brigde (jembatan). Yang bermakna menyambungkan, menjembatani antara porsi acara dengan kondisi peserta.

Misalnya: suasana kegiatan penyambutan mempelai lelaki, maka ciptakan minat mereka dengan sedikit bergurau tentang keindahan hidup pengantin baru.

Pada hakikatnya metode Bridging adalah bentuk menghubungkan antara satu dengan yang lainnya.

Proses menciptakan minat akan terjadi jika pembawa acara dengan peserta dan susunan acara “bersenyawa” ataupun ketiga komponen tersebut menyatu.

Maka kembali membaca mengenai adaptif cultural pada pembahasan sebelumnya.

Pembawa acara juga sebagai injector atau memberikan suntikan energi selain kepada peserta juga kepada pengisi atau petugas acara itu sendiri.

Maka seorang MC harus memiliki daya tarik dengan kepercayadirian yang mereka miliki. Sebab seisi ruangan akan memperhatikan pertama pada posisi awal atau Pembukaan oleh seorang MC.

Minat akan bermula dari permulaan acara ataupun opening sebuah ceremony. Maka tidak heran dalam sebuah acara, seorang MC membuka salam dengan suara tinggi dengan penekanan intonasi yang baik saat memberikan salam.

Tujuannya “merebut” ataupun “mencuri” perhatian pendengar tertuju kepadanya. Biasa pula saat acara baru dibuka oleh MC. Mereka meminta tepuk tangan. Ini namanya Focusing atau menciptakan fokus acara.

Mengendalikan Jalannya Acara

Mengendalikan acara yang ada pada pembahasan ini adalah secara totalisas mengawal acara dari pembukaan hingga penutupan.

Maka biasanya seorang MC tersediakan tempat duduk agar tidak jauh dari posisi mic atau posisi kontrol.

Posisinya adalah menyambungkan acara satu dengan yang lainnya. Dengan penggunaan bahasa yang mudah teranalisasi oleh pendengar.

Misalnya: Pembawa Sambutan, telah melakukan penjelasan, namun ternyata pembawa sambutan tersebut. Bukannya meningkatkan minat tapi sebaliknya menghilangkan gairah peserta, maka Protokol harus mengembalikan serta membangkitkan ketertarikan peserta.

Pembawa acara memiliki kewenangan mutlak dalam sebuah acara sepanjang, sesuai dengan alur dan susunan acara.

Mengembalikan Suasana Acara

Suasana acara yang kita maksud adalah alur acara, biasanya mengalami beberapa masalah sehingga beberapa aktifitas menyebabkan acara tersebut tidak berjalan sesuai dengan perencanaan.

Seperti, kejadian pengisi acara yang kurang bersemangat atau kurang bergairah. Sehingga acara keluar dari alur, dengan beberapa ciri yakni perhatian peserta hilang.

Maka seorang pembawa acara harus mengembalikan kedalam alurnya. Tidak heran, pembawa acara menciptakan yel-yel untuk menciptakan fokus peserta.

Latihan Menjadi MC
Latihan Menjadi MC dilakukan dirumah (foto: Harian7.com)

Pembukaan Oleh MC Dan Susunan Acara

Seorang MC setelah memenuhi syarat sebagaimana tersebut pada paragraf sebelumnya, maka selanjutnya ia memasuki pembukaan acara, dari satu acara ke acara lainnya.

Hampir tidak ada perbedaan antara pembukaan acara dengan pembukaan pada pemberi sambutan, maka Contoh Mukadimah MC bisa menjadi referensi pada Menarik Dan Tidak Membosankan, Mukadimah Pidato Singkat, Penutup Yang Berkesan.

Berikut ini contoh susunan acara pada beberapa acara, tentunya ini menyesuaikan garis besar pada kebutuhan pada saat pelaksanaan.

Susunan Acara Resepsi Pernikahan

Contoh Saat akan menjadi pemandu acara pernikahan, maka seorang MC memiliki catatan pada saat tampil. Maka bahasanya bisa memulai dengan seperti yang ada berikut ini:

Assalamu Alaikum War. Wab.

Mukadimah silahkan buka saja pada artikel lainnya, sebagaimana link diatas, yah?

Bapak Ibu Yang kami hormati, selamat datang pada acara resepsi pernikahan ini. Sebagai salah satu bagian dari acara resepsi pernikahan ini, maka pada saat ini terdapat beberapa susunan acara yang akan menjadi bagian dari acara kita pada hari ini.

  1. Pembukaan Oleh MC,
  2. Pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Qori atau Qoriah:……
  3. Sambutan Tuan rumah yang akan dibawakan oleh:…….
  4. Pembacaan Puisi
  5. Acara Penutup makan bersama

Dalam hal pembuatan susunan acara tersebut yang yang penting adalah pembukaan dan penutup. Sebagai batasan memulai dan mengakhiri sebuah acara.

Susunan acara tersebut diatas merupakan naskah susunan acara, maka selanjutnya akan kita praktikkan, bagaimana melakukan Bridging.

1.Pembukaan Acara Oleh MC

Bapak ibut para hadiri yang kami muliakan, selanjutnya kita akan membuka acara dengan Mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

2.Pembacaan Ayat Suci Alquran
Bapak Ibu yang berbahagia, melanjutkan acara, maka kita akan memasuki acara pembacaan ayat suci Al Quran oleh saudari Nurfaadhilah

Setelah selesai Qariah membacakan ayat suci.

Terima kasih kepada saudari Nurfaadhilah yang telah membacakan ayat suci pada kesempatan ini, semoga bernilai ibadah pada sisi Allah SWT, Amin!

3. Sambutan Keluarga

Biasanya yang memberikan sambutan adalah keluarga yang memiliki jabatan atau pekerjaan. Sehingga MC harus memperkenalkan siapa yang akan menjadi perwakilan keluarga tersebut.

Bapak Ibu yang kami hormati, selanjutnya kita akan mendengarkan sambutan dari tuan rumah yang akan menjadi perwakilan keluarga membawakan sambutan adalah Fauzi Uzi. Beliau saat ini sebagai Anggota DPR RI. Merupakan saudara dari Ramdhan Walid (Mempelai laki-laki).

Setelah Memberikan Sambutan, maka berikan apresiasi.

Terima kasih kepada bapak Fauzi atas sambutannya, semoga bapak terus sukses dalam karier, dan mendapatkan lindungan dari Allah SWT bersama keluarga.

4.Pembacaan Puisi

Ini acara biasanya menjadi acara tambahan, boleh menyanyi maupun membacakan puisi. Namun boleh juga tergantikan dengan acara lainnya.

Bapak ibu yang berbahagia, untuk menambah suasana dan kegembiraan pada hari ini, maka berikut kami akan tampilkan pembacaan puisi, oleh Adik kita Fathi Waldan.

Setelah selesai membacakan puisi

Terima kasih kepada adik kita Waldan yang telah membacakan puisinya, menarik dan memiliki makna yang dalam. Sekali lagi terima kasih.

Selanjutnya kita akan memasuki acara

5.Penutup dan Makan bersama

Setelah acara penutup maka dengan ini kami mengucapkan terima kasih tak terhingga atas perhatian para hadirin, mohon maaf jika ada kekurangan.

Wassalamu Alaikum War. Wab.

Demikian artikel dan contoh susunan acara, dengan Pembukaan sampai Penutup oleh MC atau Master Of Ceremony.

Pada prinsipnya Seorang MC mulai dari pembukaan sampai berakhirnya acara harus mengendalikan seluruh acara tersebut.

Sumber tulisan:

  1. RumahPublikspeaker
  2. Romeltea

Tinggalkan Balasan