Pembukaan Pidato Terkeren Dalam Sebuah Acara Formal Dan Semiformal

Diposting pada

Dalam membuat pembukaan pidato,seseorang yang akan tampil menawan dan terkeren menjadi hal terpenting dalam setiap penampilan.

Beritaku.Id, Organisasi dan Komunikasi – Tampil terbaik didepan orang banyak dengan kemampuan komunikasi yang luar biasa. Ditunjang dengan persiapan yang matang. Pada acara formal maupun semi formal.

Dalam hal pidato, terdapat 3 bagian yang penting:

  1. Pembukaan
  2. Penjelasan (Isi)
  3. Penutup

Dengan opening atau pembukaan yang baik, akan membuat pendengar menjadi terkesan dan terkesima. Jelas ini harapan bagi banyak orang.

Terbaik Contoh Pembukaan Pidato, Terkeren sambutan Atau Ceramah
Tampil Terbaik didepan umum, berikut contoh Kalimat Pembukaan Saat Ceramah, Sambutan atau Pidato

Banyak yang menginginkan penampilan memukau. Namun mungkin lupa memperbaiki bagaimana cara untuk memukau.

Pandangan pertama adalah begitu menggoda, maka pidato atau ceramah, pendengaran pertama begitu memukau.

Pembukaan sebuah ceramah dan pidato didepan umum. Adalah formulasi kata yang digunakan ketika tampil didepan orang banyak. Menggunakan bahasa yang gampang dicerna atau dipahami pendengar.

Baca juga: Kerangka Komunikasi Pada Bahasa Tubuh Saat Tampil

Dalam formulasi bahasa tersebut, lihat pendengar. Gunakan bahasa pendengar. Maksudnya, bahasa yang dipahami oleh mereka. Pembicara jangan egois dengan menggunakan bahasa sendiri.

Terkeren, Pembukaan Pidato Atau Ceramah

Berhadapan dengan petani maka pakai bahasa petani. berhadapan dengan mahasiswa maka gunakan bahasa dengan mengambil dari beberapa literatur.

Tapi jangan menabur garam kelaut. Maksudnya, jangan mengajari, jangan menjelaskan teori matematika pada dosen matematika.

Jika dihidangkan 2 makanan, satu segar sementara yang lainnya kurang segar. Maka ketika ditanya memilih makanan yang mana? Jawaban atas pertanyaan ini jelas.

Baca juga: Metode Sidang Pleno Dan Komisi Dalam Sebuah Organisasi

Begitupun Pidato atau ceramah. Menggunakan opening yang segar akan memberikan kesan. Sementara menggunakan opening yang banyak digunakan akan membuat pendengar terkesan biasa saja.

Pembukaan Dengan menggunakan kalimat seperti dibawah ini:

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan kesehatan kepada kita semua untuk hadir ditempat ini. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan kita pada hari ini, dan seterusnya ….

Sangat biasa dan lazim, usia SD, SMP, SMA, Kuliah dan pejabat menggunakannya. Ketika tampil, maka seseorang bisa menebak kata perkata yang diucapkan.

Kenapa demikian?

Karena pembukaannya menggunakan kata yang tidak segar, ingatkembali teori makanan.

Sehingga fokus pendengar terpecah. Sebab rasa penasarannya telah terjawab dengan bahasa yang digunakan.

Dalam sebuah acara formal maupun non formal. Soal opening atau pembukaan pidato atau ceramah. Seorang pembicara memiliki kebebasan untuk memilih kalimat yang dipakai.

Teori Komunikasi Aristoteles telah menyebut bahwa ada 3 bagian dalam komunikasi: Etos, Pathos dan Logos

Etos adalah kredibilitas yang bersumber pada etika dan kemampuan seorang pembicara.

Pathos adalah seni atau keindahan yang berpusat pada kelihaian menggunakan gaya retorika.

Loghos adalah logika yang bersumber pada logika. Nalar dan kemampuan menggunakan isi pikiran yang tertanam dalam memori yang berpusat di otak. Sumber-sumber naratif dalam setiap berbicara ada pasa logika. Dengan kemampuan olah memori kata-kata.

Bagaimana membuat Pembukaan Pidato Terbaik

Jangan meniru, jangan memakai yang sering dipakai orang banyak. Namun lakukan variasi kata-kata. Biar nuansa bahasanya perbeda.

Pembukaan Pidato Variatif :

Bapak Ibu yang berbahagia, kita hadir disini. Menjadi suatu kehormatan buat kita semua, meski begitu. Diantara penghormatan yang ada. Maka mengucapkan Puji Syukur kepada sang maha pencipta adalah nilai yang harus kita tanamkan. Untuk itu mari kita mengucapkan Alhamdulillah atas semua karunia yang kita rasakan pada hari ini.

Ini hanya satu contoh pembukaan pidato variatif terkeren. Dan akan dibahas pada artikel berikutnya.

Baca juga: Pengertian Organisasi, Tujuan, Bentuk dan 4 Ciri