Contoh Pembukaan Pidato, Sambutan Atau Ceramah Terbaik
Dengan pembukaan Terbaik pada Pidato dan Ceramah Akan memberikan kesan positif bagi pendengar (Foto:sharefaith.com)
Contoh Pembukaan Pidato, Sambutan Atau Ceramah Terbaik

Membuat dan Menggunakan variasi bahasa, kalimat, teks atau naskah pembukaan ceramah. Sambutan dan pidato atau kalimat terbaik pembukaan dalam suatu acara

Beritaku.Id, Komunikasi – Jangan pakai bahasa yang terlalu sering. Atau menggunakan Opening (pembukaan) yang biasa-biasa. Harus luar biasa, baru dan inovatif. Tapi tidak keluar dari konteks. Jangan terlalu ilmiah.

Sebab pada kenyataannya, ada pembicara terlalu memaksakan bahasa baku, dari awal hingga akhir. Pendengar kagum namun tidak menangkap substansi ceramah yang dibawakan.

Bahasa baku dalam hal pidato dari pembukaan hingga akhir maksudnya adalah Bahasa asing yang di bakukan, contoh : implementasi, edukasi, koneksi. Rasionalisasi dan sebagainya.

Boleh saja menggunakan kata dan bahasa tersebut. Tapi jangan berlebihan. Dan gunakan sesuai kebutuhan serta harus mengetahui apa makna kata tersebut. Dan sebaiknya setiap kata baku atau kata baru, disertai dengan penjelasan makna kalimat.

Yang pertama pada awal pidato adalah kesan, untuk lanjut pada pembahasan isi pidato berikutnya..

Tampil elegan, mengesankan. Membuat peserta terkesima. Adalah harapan bagi banyak orang ketika tampil diatas mimbar. Biarkan saja mereka lupa mengatupkan rahang.

Mengharapkan semua orang terperangah dan fokus dengan alunan suara yang menarik. Isi pidato yang harus tercerna, menjadi pecahan-pecahan arti terserap buat mereka.

Perlu diingat bahwa retorika dengan gaya intonatif saja tidak cukup, tanpa konten yang menarik dan mudah dicerna.

Baca juga : Adab Komunikasi Rasulullah, Media Dakwah Penyebaran Agama Islam

Ketika tampil didepan orang banyak, ceramah, pidato atau memberi sambutan. Dalam kalimat atau kata pembuka menjadi cerminan awal dari setiap orang yang tampil tersebut.

Tampilan pertama adalah kesan pertama.

Untuk yang baru belajar tampil didepan orang banyak, maka harus menguasai 3 hal dalam komunikasi massa.

Kurangi Memakai Kata Yang Umum Pada Pembukaan Pidato

Gampang ditebak, gampang disimpulkan. Hindari itu, tapi buatlah patahan sederhana. Dan jangan menggunakan istilah atau bahasa yang sering didengar.

Bahasa yang paling sering didengar adalah “Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas rahmat dan karuniaNya sehingga kita bisa hadir ditempat ini, dan seterusnya”.

Pelajari juga : Ombak Komunikasi, Dalam Gelombang Organisasi

Kalimat ini adalah kalimat yang paling sering, dan seakan menjadi budaya, bahwa hanya kalimat diatas yang benar.

Padahal sebenarnya banyak formulasi bahasa dan kalimat yang bisa dipergunakan untuk Pembukaan Pidato atau ceramah.

Kalimat Terbaik Pembukaan Pidato, Ceramah dan Sambutan Variatif

Kalimat Pembukaan saat tampil didepan orang banyak, perlu dilakukan variasi terbaik, Saat Ceramah islami, sambutan atau pidato.

Ceramah dan Pidato substansinya sama dengan sambutan, hanya saja sambutan lebih formal karena biasa berlaku untuk kegiatan institusi atau institusi pemerintah maupun swasta. Lebih kepada organisasi dengan acara resmi.

Lebih resmi dalam hal ini pidato dan sambutan.

Meskipun demikian tidak ada kesalahan ketika melakukan variasi kalimat pembukaan terbaik untuk pidato maupun ceramah.

Pembukaan Terbaik maksudnya adalah pembukaan yang gampang dicerna, dan bahasanya tidak sulit namun variasi lebih bagus.

Pembukaan pidato adalah ibarat teras rumah dengan hiasannya yang indah.

Ceramah terbaik maksudnya adalah isi yang menarik perhatian pendengar. Sementara ketertarikan pendengar adalah disamping isi yang lebih segar, juga bahasa yang digunakan.

Pidato dan sambutan dengan pembukaan terbaik, untuk penyampaian isi pidato.

Karena keharusan untuk menyampaikan isi pidato terbaik tersebut, maka menarik perhatian pendengar dipembukaan adalah hal yang harus dilakukan.

Rebut Mata Pendengar, Kunci Pendengarannya

Pendengar itu, adalah mahluk sosial yang pikirannya bisa melayang. Namun dengan pembukaan yang baik. Akan mengarahkannya dan membuatnya fokus.

Sebab dengan cara demikian, pendengar akan mengarahkan semua pandangan kepada pembicara.

Hal itu disebabkan, menggunakan bahasa yang tidak biasa atau tidak lazim atau hal baru dan ilmiah. Segar isi dan bahasanya, atau menarik perhatian karena indah isinya.

Adopsi Perkataan Pakar Secara Bijak, Saat Pembukaan Pidato

Alternatif lain dari pembukaan pidato, bisa juga menggunakan pendapat para ahli yang bisa diterima karena pendapat pakar.

Misalnya: Para hadirin yang berbahagia, “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu. Tapi tanyakan apa yang bisa kamu berikan kepada negara (John F. Kennedi)”

Untuk menemukan bahasa atau pesan orang bijak, bisa menggunakan fasilitas google.

Namun jika kurang dalam hal pembendaraan kata-kata orang bijak maka bisa menggunakan kalimat yang ada berikut ini.

Dalam pidato, sambutan atau ceramah didepan orang banyak, maka seorang pembicara harus mengingat 2 menit pertama, sebagai waktu yang menentukan.

2 Paragraf Pertama Yang Menggoda

Pidato, sambutan atau ceramah dibagi dengan beberapa bagian di pembukaan, yakni paragraf 1, 2 dan 3.

Adapaun skema pembukan pidato Islami:

  1. Ucapan Syukur, Mukaddimah
  2. Paragraf Kedua, Memuji Allah SWT
  3. Paragraf Ketiga, Mengirimkan Sholawat.

Paragraf pertama, adalah memberi salam dan Muqaddimah pembukaan pidato, dalam Islam menggunakan bahasa seperti sampel atau contoh dibawah ini.

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahi Rabbil Alamin Wassalatu Wassalam Ala Asyrofil Anbiya’i Wal Mursalim, dan seterusnya. Kalau ini jang mencoba merubahnya, sebab kalau salah, akan mendatangkan dosa.

Ini kami sebut sebagai paragraf pertama dalam pidato, sambutan atau ceramah. Jangan merekayasa kalimat pembuka diatas, dengan menambah atau menguranginya. Mengganti dengan muqaddimah lain, silahkan saja.

Selanjutnya kita akan masuk pada paragraf kedua.

Paragraf kedua ini yang dimaksud dalam pembahasan ini, dimana menggunakan bahasa yang berbeda, pada pembukaan tersebut.

Selama ini yang kita dengar adalah Syukur Alhamdulillah Kita Panjatkan Kehadiran Allah SWT dan seterusnya. Nah kalau ini, formulasi kata sambutannya bisa divariasi.

Paragraf Kedua Ceramah Islami

Contoh kalimat menggunakan variasi dalam Pembukaan Pidato, sambutan atau ceramah:

  1. Hanya Kepada Allah SWT kita harus menyembah dan memperhadapkan diri dan wajah kita dalam pengabdian kepadaNya. Untuk itu mari menunjukkan rasa syukur itu, dan meyakini bahwa semua itu adalah pemberianNya.
  2. Bahwa kita yang hadir dalam ruangan ini, semua sama rendahnya, yang membedakan adalah derajat kita di hadapan Allah SWT, untuk itu mari kita mengingat Allah SWT sebab Dialah penentu tinggi rendahnya derajat manusia. Agar kita termasuk manusia yang mensyukuri Nikmat.
  3. Dari bangun hingga tertidur kembali, semua atas RahmatNya, begitulah kesempatan dan kesehatan yang kita rasakan pada hari ini, semua atas kuasaNya, mari kita mengingatNya agar kita selalu diberikan kekuatan untuk beraktifitas dan bersilaturrahim.
  4. Kehebatan Thomas Alfa Edison, Orvile Wrighe, John F.Kennedy sampai Soekarno sang Proklamator kemerdekaan, tidak ada apa-apanya kalau bukan karena Pemberian Allah SWT, semoga kitapun yang hadir ditempat ini diberikan pula kekuatan dan semoga derajat kita diangkat oleh Allah sang pemilik alam semesta.
  5. Perjalanan kisah dari para Rasul, dengan 25 Nabi dan Rasul yang Wajib kita ketahui, dimana para Nabi dan Rasul dikirim Allah kebumi untuk meluruskan agama penduduk bumi, untuk menghilangkan rasa sombong umat. Untuk itu mari kita menundukkan eksistensi kesombongan diri dengan mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT.
  6. Pergantian siang dan malam, bertiupnya angin dari timur kebarat, ataupun dari barat ketimur, semua itu karena kuasa Allah SWT, maka mari kita mensyukuri nikmatnya, sebab nafas yang ada dalam diri kita adalah pinjaman dariNya.

Contoh Lain Paragraf Kedua Pembukaan Pidato

Contoh Kalimat atau teks Pembukaan disaat Pidato, Sambutan atau Ceramah Yang lain. Jika mau menggunakan bahasa pembukaan yang puitis:

  1. Angin bertiup di pinggir pantai menciptakan desahan ombak yang melebur dipasir atau menghempas batu karang. Butiran airnya melembut menyentuh kaki anak negeri yang menikmati sore, itu keindahan alam. Namun itu hanyalah bagian kecil nikmat Allah untuk kita semua, mari kita mensyukuri pemberianNya. Semoga bertambah kenikmatan yang diberikan kepada kita semua.
  2. Di lereng gunung yang menghijau, air terjun jatuh menciptakan butiran-butiran air yang terbawa angin semilir. Suasana alamiah membawa kita pada pengakuan bahwa alam ini tidak datang begitu saja. Tapi karena ada penciptanya, dan itu adalah Allah SWT, maka dari itu kepadaNya harus diperhadapkan seluruh amalan kita dibumi ini.
  3. Para petani membajak sawah, para petani mengairi sawahnya untuk padinya yang menghijau, sebentar lagi buah padi akan menguning. Bagaimana bisa dari satu biji benih menghasilkan banyak bulir? Itu semua karena Allah SWT. Untuk itu mari kita bersyukur kepada Zat yang Maha Perkasa.

Perhatikan kata perkata yang diberikan penebalan huruf diatas. Tujuannya sama pada kalimat pembukaan yang berbeda. Memuji Allah SWT. Yang berbeda adalah variasi kata yang ada didalamnya.

Paragraf Ketiga Sambutan Pidato Islami

Diatas itu adalah contoh kalimat pembuka ceramah, sambutan dan pidato pada paragraf kedua, berikutnya kita akan masuk pada paragraf ketiga.

Pada paragraf ketiga ini adalah mengirimkan salam dan sholawat kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Yang paling sering adalah “mari kita mengirimkan salam kepada junjungan Nabiullah Muhammad SAW, karena dia yang membawa kita dari jalan gelap menuju jalan yang terang”

Berikut beberapa variasi kalimat pembuka pada paragraf ketiga.

  1. Jika Nabi dan Rasul pertama hingga ke 24 di kirim ke bumi mengajarkan kebenaran hanya untuk kaumnya. Maka berbeda dengan Rasulullah Nabi terakhir Nabi Muhammad SAW, yang dikirim kebumi untuk seluruh kaum. Untuk itu mari kita kirimkan salam dan sholawat kepadanya, semoga saja di hari pembalasan mengakui kita sebagai ummatnya.
  2. Diturunkan di jazirah arab di masa belum mengenal Islam, untuk mengislamkan seluruh manusia dibumi. Dengan perjuangannya yang panjang dan dikenang sepanjang masa. Namun sampai diakhir hayatnya tetap sederhana dalam hidupnya, untuk itu mari mengirimkan Salam Dan Sholawat kepada Rasulullah Muhammad SAW.
  3. Atas kebenaran Islam dibawakannya, seorang Budak kurus hitam. Rela di jemur majikannya yang dihukum karena telah memeluk Islam namun keyakinannya tidak goyah. Untuk itu mari kita mengirimkan Doa sang pembawa kebenaran Agama Islam, yakni Muhammad SAW, beserta para sahabat-sahabat beliau.
  4. Seorang lelaki yang keras dan ditakuti di tanah Arab. Bahwa hendak membunuh Rasulullah disaat belum memeluk Islam, namun setelah memeluk ajaran Islam. Dia menjadi orang terdepan membela Agama Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Untuk kebenaran yang dibawa kebumi, maka sebagai ummatnya, mari kita mengirimkan salam dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  5. Hijrah dari Mekkah ke Madinah, sebagai suatu bentuk perjuangan menegakkan Islam. Adalah salah satu perjuangan Nabi menegakkan ajaran Islam di muka bumi. Hingga sampai kepada kita sekalian, untuk itu mari kita mengirimkan salam dan sholawat kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Demikian beberapa contoh kalimat atau teks pembukaan saat pidato, serta sambutan atau ceramah yang tidak monoton, atau menggunakan variasi.

Inti Kalimat Pembukaan Ceramah, Pidato Islami Terbaik

Perlu diingat bahwa makna dari kesemua diatas adalah Mensyukuri Nikmat Allah serta Mengirimkan Salam Dan Sholawat Kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Artinya memanjatkan rasa syukur serta mengirim sholawat adalah kalimat yang harus ada dalam pembukaan setiap berpidato atau berceramah.

Soal variasi, silahkan diatur. Sepanjang tidak melanggar adat dan budaya.

Silahkan kopi paste dari kalimat diatas dan disesuaikan dengan kebutuhan. Atau silahkan membuat variasi bahasa yang lainnya.

Intinya kalimat pembuka adalah kalimat yang boleh di variasi, sepanjang tidak merusak isi dari pidato yang dibuat. Termasuk tidak melanggar norma agama, budaya dan sebagainya.

Untuk memperkaya pengetahuan tentang komunikasi massa, maka bisa dengan mempelajari metode Imphas Pilar.

Tinggalkan Balasan