Perbuatan Maksiat, Membuat Kekal Di Neraka, Tapi Bisa Diampuni

01/06/2020-Berita Islami

Muslim yang menyerahkan diri secara total kepada Allah SWT senantiasa melakukan perbuatan yang baik menjauhi Zina dan maksiat. Sebab perbuatan tersebut membuat siksaan berlipat di neraka, Meski Begitu tetap ada jalan mensucikan diri.

Beritaku.id, Kajian Hadist – Zina dan maksiat merupakan pembuatan yang keji dan hina, sebagaimana Firman Allah SWT:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan Janganlah Kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (Qs: Al-Isra/17:32).

Maksiat ibarat narkotika yang membuat pelakunya kecanduan. Membuatnya ingin selalu mengulang dan merencanakannya.

Apa Itu Perbuatan Maksiat?

Maksiat tidak hanya berhubungan dengan Zina. Tapi Maksiat secara epistemologi merupakan perbuatan amoral (tidak bermoral) yang melanggar ketentuan hukum Agama Islam. Perbuatan dosa itulah maksiat.

Bermaksiat itu melakukan perbuatan untuk mencapai sebuah kepuasan tertentu mengenai panca indera.

Misalnya:

  1. Maksiat mata dengan memandang aurat orang lain.
  2. Maksiat telinga dengan mendengar pembicaraan yang salah,
  3. Maksiat hidung dengan mencium yang bukan haknya,
  4. Maksiat lidah dengan ucapan yang melanggar seperti berbohong,
  5. Maksiat kulit dengan menyentuh secara nafsu, dan
  6. Maksiat syahwat dengan melakukan perzinahan.

Yang melakukan perbuatan zina atau bemaksiat, adalah orang yang telah hilang iman dalam dirinya. Telah lenyap rasa takutnya oleh Allah dan karenanya Allah menjauhkannya dari sisiNya.

Bagaimana perasaan kita, ketika pimpinan dikantor mengabaikan kita?

Kecewa dan serba salah. Ini masih manusia yang mengabaikan. Dan bagaimana ketika yang mengabaikan adalah pemilik Alam semesta. Yang memberikan ampunan dan hukuman kepada hambaNya.

Dalam hadits Hasan disebutkan:

 لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ

orang yang berzina itu. tidak beriman saat dia melakukan perbuatan zina [HR al-Bukhâri dan Muslim]

Akibat dari perbuatan maksianya, maka dijelaskan dalam hadits:

مَنْ زَنَا أَوْ شَرِبَ الْخَمْرَ نَزَعَ اللهُ مِنْهُ اْلإِيْمَانَ كَمَا يَخْلَعُ اْلإِنْسَانُ اْلقَمْيصَ مِنْ رَأْسِهِ

Siapa yang berzina atau minum khamr maka Allah mencabut keimanan dari orang itu. Sebagaimana seorang manusia melepas bajunya dari arah kepalanya. [HR Al-Hâkim dari hadits Abu Hurairah]

Proses Terjadinya Berbuat Zina

Proses terjadinya perbuatan Zina, dijelaskan oleh Ibnu Qayyim, ada empat, terdiri dari:

Al-Lahazhat (Melihat)

Dari mata turun kehati, namun kadang dari mata turun ke nafsu lalu naik keotak.

Terdapat beberapa hadits yang secara jelas memberikan penjelasan tentang adab menjaga pandangan.

Secara subjek memberikan perintah kepada yang memandang. Maksudnya adalah yang diharuskan adalah menjaga pandangan dalam melihat sesuatu.

Misalnya seseorang melihat aurat wanita di tempat keramaian. Maka diharuskan kepada yang melihat aurat untuk tidak mengulang pandangannya. Sebab dengan melihat berulang sebagai perbuatan dosa. Dan awal dari sebuah perbuatan untuk melakukan kemaksiatan itu sendiri.

“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah panah iblis. Maka barang siapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita,ihlas karena Allah semata, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari kiamat.” (HR. Ahmad). 

Dalam susunan panca indera manusia, mata, telinga, hidung, lidah dan perasa (kulit). Mata menduduki posisi teratas dari telinga, hidung dan mulut.

Ibarat sebuah menara, mata dapat menjangkau secara luas pandanganya. Menyaring yang mana yang harus diterima dan kelola otak dan mana yang harus dihindari.

Melihat merupakan hal awal dalam menginterpretasi sebuah objek.

Al-Khatharat (Memikirkan Atau Membayangkan), 

Maksiat awal ada mata. Tanpa telinga mendengar apapun konten dari yang dilihat oleh mata. Otak akan mengolahnya. Dalam otak manusia memiliki banyak memori yang tersimpan. Disamping itu otak memiliki kemampuan interpretasi. Yang menghubungkan dengan memori-memori lainnya.

Misalnya dengan melihat Aurat, akan menghubungkan dengan kenikmatan syahwat. Maka otak senantiasa mengolah diarea angan dan khayalan kenikmatan.

Sebab otak dan angan maksiat menjadi raja pada jiwa yang kosong. Mengendalikan semua isi pikiran dalam suatu hipotesa-hipotesa ketidak pastian dan kepastian.

Misalnya melihat aurat, maka otak akan berupaya untuk bertanya dan mengkalirifikasi. Bisakah saya berkenalan dengan orang tersebut. Bisakah saya mendekatinya. Bisakah saya menikmati syahwat dengannya?

Otak akan berpikir keras ketika melihat sesuatu. Itulah sebabnya kenapa seseorang dilarang untuk ketemu berdua-duaan. Sebab otak akan mengelola pikiran secara leluasa. Disamping memang dihaditskan ada setan sebagai yang ketiga pada orang berduaan.

Al-Lafazhat (Mengatakan), 

Mengatakan. Kata. Ucapan. Perkataan. Pengecapan. Rasa (asam manis pahit). Itu oleh lidah.

Dan lidah adalah disamping sebagai perasa makanan atau masakan yang kita konsumsi. Maka lidah juga sebagai keterwakilan hati dan isi pikiran dan syahwat.

Dalam diri, ada pikiran, hati dan syahwat. Dalam teori komunikasi menyebutkan bahwa berkomunikasi (bicara) adalah 80% aktifitas manusia. Sementara yang dominan dalam komunikasi adalah ucapan (bicara). Sebagaimana komunikasi terdiri ucapan, mimik dan gestur.

Yang disepahamkan oleh pikiran, mengolah untuk dikaitkan dengan hati (kejernihan hati dan iman). Ataukah disebarkan ke syahwat (nafsu). Semua kesimpulan pikiran, akan diolah baik dan setelah disimpulkan akan diucapkan oleh lidah. Berbicara dan berucap.

Lidah merupakan ujung tombak dari isi hati dan pikiran serta nafsu. Dalam teknologi sekarang lidah bisa diwakilkan kepada teknologi.

Meski tidak sama mengucapkan dengan mengirim lewat media sosial. Tapi apa yang diucapkan atau yang ditulis dalam whatsapp merupakan ujung tombak isi pikiran dan hati.

Baca juga: Strategi Komunikasi Rasulullah Nabi Muhammad SAW Yang Akurat

Firman Allah dalam Surat Annisa Ayat 148:

لا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلا مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Artinya:

Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Allah maha mendengar dan maha mengetahui segala ucapan. Apapun yang diucapkan. Termasuk dengan menciptakan panah Zina dan syahwat.

Rayuan maksiat adalah ucapan atau perkataan yang buruk. Dan Allah dalam ayat diatas disebutkan tidak menyukainya.

Al-Khuthuwat (Melakukan)

Ini adalah puncak dari perbuatan berupa maksiat atau Zina. Misalnya tadi dimulai dengan melihat aurat saja, memikirkan dalam otak, mengucapkan ucapan yang mengarah untuk merayu. Dan yang terakhir adalah melakukannya.

Di fase inilah yang akan diukur sebagai sebuah perbuatan zina yang melanggar norma agama. Tata krama, nilai budaya dan sopan santun.

Pelanggaran tata krama maksudnya adalah merusak sekelilingnya, dan merusak orang-orang yang ada didekatnya (pelaku zina). Betapa bahayanya maksiat dan Zina.

Perbuatan zina ibarat memproduksi sampah berbau, yang akan berefek menciptakan bau disekelilingnya.

Misalnya; Seorang lelaki beristri berzina dengan wanita lain. Atau pula wanita bersuami berzina dengan lelaki lain. Maka efeknya adalah membuat penderitaan bagi pasangannya. Termasuk risiko tertular penyakit, gangguan sosial dan sebagainya.

Firman Allah Dalam Surat Annur Ayat 3

الزَّانِي لا يَنْكِحُ إلا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنْكِحُهَا إِلا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

Artinya:

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.

Efek Fitnah Perbuatan Zina Yang Berlipat Ganda

Jangan sembarang menuduh dan jangan menfitnah. Fitnah maksudnya tidak melihat dengan mata kepala. Atau tidak ada bukti nyata dari sebuah perbuatan.

Orang yang Sholatnya bagus, puasa dan Zakatnya tidak ketinggalan akan menjadi orang bangkrut (tidak ada persiapan) dihari akhir. Karena fitnah atau tuduhannya.

Sebagaimana Sabda Rasulullah Muhammad SAW:

Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut (dihari akhir)? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Nabi Saw kemudian berkata, ” Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim)

Menuduh orang berzina akan menjadi bangkrut di hari pembalasan. Bagaimana dengan yang melakukan Zina itu sendiri. Sementara yang menyebarkan fitnah zina saja mendapatkan balasan yang sangat berat.

Kekalnya Di Surga Pelaku Zina

Mendekati perbuatan Zina dilarang, apalagi melakukaknya. Sehingga perbuatan tersebut (Saat maksiat dilakukan) akan mendapatkan balasan berlipat ganda.

Allah SWT berfirman :

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

Dan orang-orang yang tidak menyembah Ilah yang lain beserta Allah dan tidka membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya). Kecuali dengan alasan (yang benar). Dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu. Niscaya dia mendapatkan pembalasan dosanya. Yakni akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. (Al-Furqan/25: 68-69).

Baca juga: Maksiat Berakibat Memperpendek Umur Bagi Pelakunya

Menyembah benda atau hal lain selain Allah sebagai dosa terbesar, namanya syirik. Membunuh orang lain tanpa alasan menurut syariat Islam sebagai dosa kedua terbesar. Dosa ketiga adalah maksiat atau zina.

Betapa banyak kasus yang ditemukan dari efek maksiat zina. Misalnya membunuh janin dalam kandungan atau membuang bayi karena takut ketahuan perbuatannya (maksiat). Disamping efek pribadi juga efek kepada keluarga dan lingkungan sosial.

Taubat Dari Perbuatan Jenis Maksiat

Neraka paling rendah tingkatannya adalah dengan menempelkan 2 butir api dan panasnya tersebut sampai mendidihkan otak.

Bagaimana dengan level tertinggi. Membayangkannya adalah otak tidak mampu. Dan semua orang takut dengan azab Allah SWT di dunia apalagi di akhirat.

Baca juga: Faedah Sholat Tahajjud, Jalan Menuju Surga Dan Sehat Jiwa Raga

Dan yang telah melakukan perbuatan maksiat dan Zina, jangan berpikir bahwa dunia sudah berakhir. Sebab diantara keburukan perbuatan-perbuatan manusia. Allah yang maha pengampun menyiapkan skenario dan fasilitas untuk menjauhi neraka dan memasuki Surga Allah SWT.

Dari perbuatan berupa maksiat, Allah senantiasa menerima taubat hambanya.

Allah berfirman,

قُلْ يَاعِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar: 53)

Sumber:  Konsultasisyaria.com

Taubatnya adalah Taubat Nasuha

Langkah awalnya jika benar ingin mendapatkan Ridha Allah SWT dan cahayanya adalah “Menyesali seluruh perbuatan maksiat yang pernah dilakukan tersebut”

Bertaubat merupakan perbuatan yang disukai oleh Sang Maha Khalid Allah SWT.

Sebagaimana Firman Allah SWT

قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Az Zumar: 53)

Allah maha pengampun dan Allah maha penyayang. Bahwa dosa sebanyak buih dilautan luas seluas samudera sekalipun. Maka lebih luas dari itu ampunan Allah bagi hambanya yang senantiasa bertaubat.

Sabda Rasulullah Muhammad SAW:

“Sesungguhnya Allah merentangkan tanganNya. Pada malam hari memberi kesempatan taubat bagi pelaku kesalahan pada siang hari dan merentangkan tanganNya pada siang hari. Memberi kesempatan taubat bagi pelaku kesalahan pada malam hari, sampai kelak matahari terbit dari Barat (hari kiamat). (HR. Muslim)”

Baca Juga: Manfaat Surat Yasin Setelah Melaksanakan Sholat Tahajud

Bagi yang melakukan perbuatan kemaksiatan, selagi nafas dan ruh belum sampai ketenggorokan (sakaratul maut). Maka selama itu pula pintu taubat kepada Allah senantiasa terbuka (diterimaNya).

Tata cara sholat taubat untuk meminta ampunan dari perbuatan maksiat akan dibahas pada artikel lainnya. Bagaimana Cara Sholat Taubat Nasuha, Agar Dosa Di Ampuni Allah?

PILIHAN Beritaku