Putra 01 Konawe Melamar Putri Bupati Jeneponto Dengan Mahar 13 M

Beritaku.Id, Lifestyle – Mahar 13 M Vs Uang Panaik 3 M. Belum cukup sebulan, Viralnya pernikahan seorang dokter di Soppeng yang dilamar dengan uang panaik Rp 3 Miliar. Yang dilamar oleh orang ternama dari Kabupaten Gowa, Kamis (20/2/2020)

Hari ini, Putri Bupati Jeneponto dilamar dengan mahar Tanah 12,5 Hektare dan 30 Sapi dan 3 Kerbau.

Bedanya antara putri Bupati Jeneponto dengan Gadis Soppeng sebelumnya adalah penyebutan Uang Panaik dan Mahar. (Perbedaan Uang Panaik dan Uang Mahar di bahas diakhir artikel ini)

Putri kedua dari 4 bersaudara Bupati Jeneponto ini bernama Irma Dwiyani Iksan. Dalam waktu dekat akan menjadi Ny Fachry Pahlevi Konggoasa, yang tidak lain adalah juga anak dari 01 Konawe, Sulawesi Tenggara.

Nampak meriah Acara lamaran tersebut yang dilangsungkan di rumah Jabatan Bupati Jeneponto. Dengan pengantar keluarga dari Konawe sebanyak 600 orang tepatnya hari Kamis Tanggal 20 Februari 2020.

Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar bersama nyonya (Hamsiah Iksan). Bersebelahan dengan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa. Yang juga datang bersama Ketua TP PKK Konawe Titin Nurbaya Saranani.

Nampak hadir diantara mereka kedua calon mempelai, Irma Dwiyani Iksan Karaeng Ngici, dan Fachry Pahlevi Konggoasa.

Keterangan Panitia Mengenai Mahar 13 M

Untuk tertibnya acara besar tersebut, maka panitia dibentuk jauh hari sebelumnya, termasuk pengaturan lalu lintas dan penjemputan.

Meriah, dan rasa bahagia menyelimuti kedua keluarga besar Bupati Jeneponto dan Konawe tersebut.

Mustaufik yang diberikan amanah keluarga Ikhsan Iskandar Untuk mengatur seluruh acara menyampaikan. Bahwa penjemputan keluarga dari Konawe dilakukan dengan tradisi adat dan budaya Butta Turatea, Kabupaten Jeneponto.

Proses Angngaru tidak ketinggalan, dengan memakai pakaian adat, tampat seorang lelaki dengan suara Makassar yang khas.

Mencabut badik dengan bunyi yang jelas diiringi musik, mengacungkan badik keudara, membuat bulu merinding.

“Tabe Karaeng….” lantunan ini terus berlangsung dengan diiringi musik yang menjadi khas.

Sampai semua rombongan memasuki ruangan.

Diantara Tamu Undangan yang hadir, tampak Bupati Gowa Adnan Purichta IYL, diantara meja dan kursi tempat lamaran.

“Mahar pernikahan seluas kurang lebih 12,5 hektar tanah beserta isinya. Juga di dalamnya terdapat 30 ekor sapi. Ditambah 3 ekor kerbau. Jadi kalau untuk uang panaiknya tidak disebutkan berapa jumlahnya,” ujar Mustaufiq.

Uang Panaik tidak dibahas, hanya menyebut Mahar, dari penelusuran taksiran nilai tanah 12,5 Hektar. Dengan harga terendah Rp 100.000/meter = 12.5 Miliar.

Ditambah Sapi dan Kerbau Senilai Rp 500 juta maka nilai mas kawin. Putri Kedua Ikhsan Iskandar tertaksir senilai Rp 13 M.

Rencana resepsi pernikahan ada 2 tempat yakni tanggal 25 Juli 2020 bertempat di Jeneponto.

Selanjutnya tanggal 27 Juli, di Makassar yang akan dilaksanakan di salah satu Hotel Mewah.

Mahar 13 M
Irma Ikhsan (Putri Bupati Jeneponto) dan Reza Fahlevi (Putra Bupati Konawe)

Sementara itu Calon mempelai laki-laki, Fachry Pahlevi Konggoasa mengatakan semua jodoh ditentukan oleh Allah SWT. Dan pertemuannya dengan Putri Bupati Jeneponto, tidak lepas dari ketetapan dan kuasaNya (Allah)

“Ini berbicara masalah hati. Saya memilihnya untuk menjadi pendamping hidup saya seumur hidup. Pertama-tama kita harus yakin, bahwa jodoh itu, ketetapan Allah Swt. Dalamnya lautan bisa diukur, dalamnya hati siapa yang tahu,” ujarnya.

Biodata Lengkap Keduanya, Klik disini

Perbedaan Uang Panaik dan Mahar

Banyak yang menyebut bahwa Uang Panaik dan Mahar adalah sama.

Namun pada dasarnya bagi budaya Bugis Makassar berbeda. Sebab Uang Panaik adalah uang belanja atau yang biasa dipakai untuk resepsi pernikahan.

Uang Panaik dipakai untuk membiayai seluruh rangkaian acara seperti konsumsi, tenda, dan lain sebagainya termasuk biaya pembuatan undangan.

Sementara Mahar atau Mas Kawin biasa juga disebut Sunrang. Dan sunrang bagi orang Makassar biasanya berupa benda, serta kebanyakan berupa tanah.

Mahar atau Sunrang ini adalah dibawa oleh orangtua atau keluarga mempelai lelaki. Dalam hal ini digunakan oleh kedua mempelai sebagai tempat untuk mencari makan (penggarapan lahan mahar).

Mahar bagi orang Makassar adalah keikhlasan dari Mempelai lelaki, Video Youtube Klik Disini

Klarifikasi mengenai judul berita ini, klik disini

Penulis: Fauzi

PILIHAN Beritaku

Komentar