Bangga, 31 Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Fenomenal

20/12/2019-Agenda, Beritaku, Nasional, Opini, Politik, Sorot Utama-305 dilihat

Beritaku.Id, Makassar – Bugis Makassar melahirkan banyak tokoh-toko Nasional, dan berpengaruh, berikut beberapa tokoh dibeberapa bidang (Agama, Akademisi, Militer dan Kepala Negara).

Daftar Isi sembunyikan
1. Berikut Beberapa Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar di Berbagai Bidang

Berikut Beberapa Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar di Berbagai Bidang

AGAMAWAN

K.H. Ali Yafie (Ketua MUI) – Wajo
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Sulawesi

Yang berani berdebat habis dengan Gusdur adalah ulama yang satu ini

AG. H. Ali Yafie (lahir di Donggala, 1 September 1926; umur 93 tahun), namun kedua orangtuanya adalah keturunan Bugis Makassar, jabatan yang pernah disandangnya adalah : Pengadilan Negeri Ujungpandang dan Inspektorat, Pengadilan Agama Indonesia Timur (Mencakup SulamPapua sekarang), Dekan kemudian Rektor IAIN Ujungpandang (sekarang UINAM) tahun 1965 -1971, anggota DPR RI, Rais Aam NU tahun 1991.

Sebagai Ulama dan pakar Fiqih sosial, yang pemikirannya banyak diadopsi dan disegani oleh banyak ulama.

Masih ingat KH.Abdurrahman Wahid/Gusdur (Cucu Pendiri NU), yang berani berdebat habis dengan Gusdur adalah ulama yang satu ini, saat itu terjadi perdebatan keduanya tentang bantuan dana dari Yayasan Dana Bakti kesejahteraan Sosial

Quraisy Shihab (Ahli Hadits/Dubes) – Sidrap
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Sulawesi

Setelah menguasai bahasa arab, berprestasi dan akhirnya dikirim ke Kairo

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Muhammad Quraish Shihab. Ia lahir tanggal 16 Februari 1944 di Rappang, Kab. Sidrap, Sulawesi Selatan. Ia keturunan Arab Quraisy-Bugis, yang merupakan keturunan Rasulullah dari marga Shihab, yang terpelajar. 

Alumni SMP di Makassar, lanjut pendidikan menjadi santri di Pesantren Darul Hadis al-Faqihiyah Kota Malang, tidak butuh lama, dirinya telah menguasai bahasa arab, berprestasi dan akhirnya dikirim ke Kairo.

Selanjutnya melanjutkan pendidikan di Universitas Kairo, dengan jurusan mendalam Kajian Hadits, namun berprestasi luar biasa.

Kembali ke tanah Air mengabdi di IAIN sebagai Pembantu Rektor tahun 1973, Rektor UIN Jakarta tahu 1992 – 1998 (2 Periode), kemudian menteri Agama, Dubes RI di Arab Saudi Tahun 1998.

Dalam hal kuliah/ceramah, menggunakan bahasa yang mudah dicerna dan dipahami, bijak dalam ucapan.

Syamsi Ali (Imam Besar Masjid New York, Amerika Serikat) – Bulukumba
Pemakzulan Presiden
Tokoh Nasional Asal Sulawesi Selatan : Shamsi Ali, Imam Besar New York

Syamsi Ali membangun komunikasi terhadap presiden Adidaya tersebut, sehingga Trump memiliki pemahaman baik tentang Islam.

Lahir di Bulukumba, ke Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul-Arqam Makassar. Setelah tamat dari pesantren 1987, Syamsi Ali enggan kembali ke Bulukumba, tetapi memilih mengajar di pesantrennya tersebut 1988.

S1 dan S2 diselesaikannya di Pakistan, Tahun 1995 mendapatkan tawaran mengbadi pada The Islamic Education Foundation, Jeddah, Arab Saudi

Penampilannya tahun 1996, Syamsi Ali ketika didaulat menjadi penceramah di Konjen RI di Jeddah, disinilah awal mula namanya semakin dikenal, karena Duber RI untuk PBB, menawarkan padanya ke New York 1997.

Dari tahun 1997 – Sekarang dia menjadi Imam Besar Masjid di Kota New York, pada saat Presiden Donald Trump terpilih yang lebih dikenal dengan aksi-aksi pencekalan terhadap kegiatan-kegiatan Islam.

Syamsi Ali menunjukkan perannya dengan membangun komunikasi terhadap presiden Adidaya tersebut, sehingga Trump memiliki pemahaman baik tentang Islam.

Syech Yusuf Tajul Khalwati, (Ulama, Penyebar Islam. Pahlawan Nasional Afrika Selatan) – Gowa
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Sulawesi : Syekh Yusuf

Belanda ketakutan dengan gerakan penyebaran agamanya, sehingga dipindahkan ke 2 negara

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Saat berusia 15 tahun, tidak seperti remaja kebanyakan, dirinya menghabiskan masa remaja dengan belajar agama di Cikoang, Gurunya adalah Daeng Ri Tassamang (Guru Sultan Alauddin/Sombayya/Raja Gowa 1 Masuk Islam).

Tidak puas dengan itu, Syekh Yusuf ke Sultan Banten dan Aceh, Tahun 1644 menunaikan ibadah Haji, dan tinggal di Mekkah untuk memperdalam ilmu yang dimiliki.

Kemudian ketika Kerajaan Gowa runtuh, Syekh Yusuf diasingkan ke kerajaan Banten, namun ditempat tersebut, Syekh Yusuf bersinar dengan banyaknya pengikut, menjadikan Banten sebagai pusat penyebaran agama.

Tahun 1682, Kerajaan Banten di Taklukkan, dirinya diasingkan ke SriLangka, harapan Belanda adalah mematikan langkah Syekh Yusuf, namun tidak demikian.

Di Sri Langka Syekh Yusuf mendapatkan banyak pengikut termasuk dari India, hingga Belanda hampir kehabisan akal, untuk mematikan langkahnya.

Tahun 1693, dipindahkan ke Afrika Selatan, dan tetap berdakwa ditempat itu hingga wafat pada tahun 1699. Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela menjadikannya Putra Afrika Selatan.

Dirinya menjadi pahlawan Nasional di 2 negara yakni Indonesia dan Afrika Selatan.

AKADEMISI, ILMUAN dan AHLI

Anhar Gonggong, (Sejarawan) – Pinrang
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Sulawesi Selatan : Anhar Gonggong

“Ada, kalau itu (Supersemar) ada. Saya tidak pernah ragu untuk mengatakan itu ada. Dan itu yang menjadikan Soeharto menapaki kedudukannya sampai presiden,”

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Banyak yang berpikir, dia bukan orang Bugis, Anhar Gonggong itu asli Putra Pinrang, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 1943. S1 di UGM, S2 di Belanda, S3 di UI.

Ilmuan sejarah ini, menjadi pengajar dibeberapa perguruan tinggi ternama, diantaranya Universitas Indonesia, UGM.

Pernyataannya yang lantang tentang Supersemar, yang membuat Soeharto menjadi Presiden dibenarkannya, tapi tidak perlu diperdebatkan sebab Soeharto dan Soekarno telah Wafat.

Soekarno hari ini masih dianggap lebih hebat dari Soeharto, ya wajar karena pengaruhnya kuat di PDIP, begitupun Soeharto mau membangun nama baiknya lewat partai berkarya (besutan Tommy Soeharto), sah saja.

Silahkan mereka membangun dinasti masing-masing, itu haknya, demikian pemaparan lugas sejarwan asal Bumi Sawitto tersebut

Mario Teguh (Motivator dan Konsultan) – Makassar
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Sulsel : Mario Teguh (Foto : Lipunan6)

Namun dirinya harus diakui, memiliki kemampuan penyampaian motivasi yang lebih rasional dengan pendekatan tasawuf dan sinergi dengan emosi.

Whats? Mario Teguh orang Makassar?

Lha iya benar, beliau lahir di Makasar pada tanggal 5 Maret 1956 

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar ini, Lulusan New Trier West High Program arsitektur pada tahun 1975 di Chicago, Amerika Serikat.

Kemudian ke Indonesia dan melanjutkan sekolahnya di Jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) di Malang Jawa Timur,

Mario Teguh dengan program “Golden Ways” di salah satu channel televisi swasta tahun 2006 hingga 2016, meski pada akhirnya dirinya diterpa dengan isu kontroversil mengenai perjalanan kariernya.

Taruna Ikrar (Ilmuwan) – Makassar
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Sulawesi Selatan

“Saya baru diangkat jadi dekan di School of Biomedical Sciences, National Health University, California. Ini salah satu universitas terbaik di dunia” Ungkapnya kepada Suara.Com

Lha, siapalagi ini Taruna Ikrar, nah banyak orang Makassar tidak mengetahui siapa dirinya, memang di tanah Air namanya tidak sebesar yang lain, sebab dia berkarier di Amerika Serikat, Negara Adidaya.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Dia Aktifis sekelas Anas Urbaningrum, di HMI menjadi unsur Ketua di PB HMI, tahun 1997 dan 1998 aktif menjadi demonstran menentang rezim Soeharto.

Pemilu berikutnya dia harusnya duduk sebagai Anggota DPR RI, namun dirinya tidak memilih sebagai Politisi, tapi lebih memilih melanjutkan pendidikannya di Jepang, Italia dan Amerika, kemudian selama 10 tahun terakhir memilih tinggal di California.

Dia orang Bugis Makassar, lahir di Makassar, 15 April 1969; umur 50 tahun

Remy Sylado (Sastrawan/Aktor) – Makassar
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Sulsel

Banyak Buku Sastra dan Puisi telah di ciptakannya, diantaranya Novel Kerajaan Pangeran Diponegoro.

Lha siapa lagi itu Remy Sylado, tidak familiar namanya di Sulawesi.

Ini bernama Yapi Panda Abdiel Tambayong (ER: Japi Tambajong) atau lebih dikenal dengan nama pena Remy Sylado.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Dia lahir di Makassar, Sulsel, 12 Juli1945 dia seorang sastrawan ternama tanah air dengan beberapa karyanya yang spektakuler.

Pendidikan: SMA, Akademi Teater dan Akademi Seni Rupa di Solo & Akademi Bahasa di Jakarta. Telah menulis dan main drama sejak SMP. Sejak kecil hobinya ialah membaca.

Dunia perfilman, dia dikenal baik dengan beberapa karya yang telah dibuatnya, diantaranya : Mahkota Majapahit 1994, tahun 1992 pernah menonton Film Mendung bergulung diatas Majapahit, Serial Tutur Tinular IV, nah yang menjadi Ramapati itu Remy Sylado.

Berikut keaktorannya dibeberapa Film : Pertama kali terjun ke film bikin ilustrasi musik dalam Pelarian (1973). Penulis skenario dalam Dua Kribo (1977). Pertama kali main jadi peran pembantu dalam Film Tinggal Sesaat Lagi (1986). Menulis buku-buku teori dan ensiklopedi. Juga main sinetron. Antara lain dalam Siti Nurbaja. 

AKTIVIS

Abraham Samad, (Ketua KPK) – Makassar
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Bone, Sulawesi

Siapa tidak kenal lelaki asal Bone yang satu ini? Musuh besar para Koruptor Tanah Air.

Lelaki Asal Bugis Makassar ini, lahir pada tanggal 27 November 1967, di Makassar,

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Ketua KPK Tahun 2011 – 2015, menyeret beberapa mafia korupsi tanah air.

Menyelesaikan pendidikan SMP Nasional tahun 1980, kemudian SMA Katolik Cendrawasih Tahun 1983, Melihat nama depannya dan SMAnya di Katolik, bukan berarti dia Nasrani.

Dia Islam Tulen, aktif di HMI ketika kuliah, S1, S2 dan S3, mencintai kampus merah Unhas. kaier awalnya sebagai Advokat, kemudian mendirikan ACC (Anti Corruption Committee).

Sampai hari ini, masih gencar untuk melakukan kampanye Anti Korupsi ditanah air.

Chairani Kalla (Aktivis Kesehatan) – Makassar
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Bone, Sulawesi

Ya, putri bungsu JK tersebut memiliki suami bernama Marah Langit C. Noor (putra Arifin C Noor/Sineas terkenal Indonesia)

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Membaca namanya, pasti sudah bisa menebak, ada hubungan darah dengan JK (Jusuf Kalla), sebab sama-sama memakai familiar Kalla.

Benar, dia adalah anak kelima dari Jusuf Kalla dan Mufidah, lahir pada tanggal 16 Oktober 1980, apakah masih gadis?

Jangan tanya itu, sebab nanti marah Marah Langit? Lho kok?

Ya, putri bungsu JK tersebut memiliki suami bernama Marah Langit C. Noor (putra Arifin C Noor/Sineas terkenal Indonesia), menikah pada 23 Agustus 2013. Kenal siapa Arifin C Noor? Nah beliau itu adalah Sutradara Film G30/S/PKI, sampai disini paham?

Chairani Kalla Saat ini aktif, dan menjadi Direktur di Rumah Sehat Kemang Medical Care (KMC) yang berpusat di Kemang, Jakarta Selatan.

Zohra Andi Baso (Aktivis Perempuan) – Pangkep
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Pangkep, Sulawesi

Jangan menganiaya perempuan, sebab yang 1 ini aktifis perempuan perlindungan perempuan, dan juga aktif dilembaga anti korupsi.

Lahir di Labakkang, 17 April 1952, Pendiri Yayasan Lembaga Konsumen Sulsel (YLKI), yang selama ini banyak melakukan pembelaan terhadap konsumen yang dirugikan oleh pengusaha atau produsen.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Alumni Unhas, IPB dan pernah kursus di Amsterdam tersebut, masuk dalam nominasi perempuan berpengaruh di tanah air, karena gerakan-gerakannya yang berani. 

APARAT KEAMANAN NEGARA

TNI
Dicky Wainal Usman (PangDam) – Makassar
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Sulawesi (Foto : Kodam Mulawarman)

Penulis Buku “Harmoni dalam Demokrasi: Merajut Komponen Bangsa dalam Mewujudkan Peradaban dan Keutuhan NKRI”

Pangdam VI Mulawarman, Lahir di Makasar – Sulsel, 28 April 1957, Perwira Tinggi TNI, dengan Pangkat Terakhir Mayor Jenderal.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Danton Denzipur-4 Dam VII/Wrb (1980), Kasrem 041/ Gamas Dam II/Swj (2000), Irdya Lat Pra Itops Itjen TNI (2002), Asrena Kasad (2012) dan menjabat Pangdam VI/Mlw TMT, 24 September 2012.

Penugasan operasi yang pernah dilaksanakan oleh Mayjen TNI Dicky Wainal Usman S.Ip, M.Si. yaitu Operasi Tim-Tim (1978,1980 dan 1989), Operasi Linkam Papua (1990), Operasi Linkam Aceh (2000). Sementara untuk keluar negeri yang pernah dilaksanakan seperti ke Kamboja (1980), Singapura (1996), Bosnia (1997), U.S.A (2005).

George Toisutta (KSAD) – Makassar
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Sulawesi Selatan

“Saya berdoa agar Allah SWT memberikan kesehatan dan kesembuhan untuk beliau, juga kepada keluarga beliau agar tetap kuat dan tegar,” ungkap Prabowo

George Toisuta, lahir di Makassar, 1 Juni 1953

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Toisutta memulai karier militer setelah lulus dari Akademi Militer (1976), Pendidikan terakhir yaitu KRA-XXXIV Lemhannas (2001), Jabatan yang pernah diembannya dengan 6 jabatan terakhir yakni :

– Kasdam Jaya
– Pangkoops TNI di Aceh
– Panglima Divisi-1/Kostrad
– Pangdam XVII/Trikora
– Pangdam III/Siliwangi
– Panglima Kostrad
– KSAD ( Dilantik oleh Presiden SBY)

Geerhan Lantara (PangDam) – Parepare
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Sulsel

Bila prajurit teledor, langsung diberi tendangan dan bogem mentah

Lahir Parepare, 25 Mei 1956 adalah lulusan Akademi Militer tahun 1978. Pangdam XII/Tanjungpura.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Tragedi Santa Cruz di Dili pada 12 November 1991. Geerhan Lantara (masih berpangkat mayor) ditemukan terkapar di jalanan, karena ditikam peserta aksi. Pada saat itu, Mayor Geerhan yang berpakaian sipil (tapi membawa radio HT), berusaha menenangkan massa. Geerhan saat itu menjawab sebagai Wakil Komandan Batalyon Linud 700.

Tsunami Aceh Geerhan memainkan peran penting dalam menggerakkan pasukan TNI dalam melakukan aksi evakuasi awal korban tsunami tahun 2004.

5 Jabatan terakhir Geerhan

Wakil Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (2008)
Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad (2010)
Panglima Kodam XII/Tanjungpura (2010)
Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (2011)
Inspektur Jenderal TNI (2012–2014)

Leonardus JP Siegers, (Staf Khusus Panglima TNI) – Makassar
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Sulsel

Leonardus JPS, lahir di Makassar, 20 Agustus 1956 adalah lulusan Akademi Militer tahun 1978 yang berasal dari kecabangan Artileri Pertahanan Udara.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Dia pernah menjabat sebagai Panglima Daerah Militer I/Bukit Barisan (Mei 2010 – September 2011).

Lukman Hasyim, (Dan Pasmar 1) – Makassar
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Nasional Asal Sulawesi

Lukman Hasyim, lahir di Makasar, Sulawesi Selatan, 28 Mei 1964adalah seorang perwira tinggi TNI-AL yang saat ini telah menjabat Kasgartap III/Surabaya.

Dan sebelumnya pada tanggal 10 Agustus 2015 sampai dengan 13 Maret 2018 resmi menjabat Komandan Pasukan Marinir 1 menggantikan Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang, SH yang menempati jabatan Kepala Staf Korps Marinir.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Lukman Hasyim, lulusan AAL 34. Ta. 1989 ini berasal dari Intai Amfibi, Korps Marinir. Sebelumnya menjabat sebagai Asintel Dankormar.

M. Jusuf (Menhankam/Pangab) – Bone
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar
Tokoh Besar Asal Bone, Sulawesi

Tidak ada lelaki seberani dia menggebrak meja, didepan Soeharto (Presiden RI 2)

Jendral Andi Muhammad Jusuf Amir nama lengkapnya, namun lebih dikenal dengan Panglima Yusuf, keturunan Bone ini dikenang sepanjang masa di tubuh TNI, Lahi di Bone Selatan, 23 Juni 1928.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Mantan Menteri Preindustrian dalam enam periode kabinet (1964-1978) Sebagai Panglima TNI (saat itu masih bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau ABRI).

Dia dilantik tahun 1978 sebagai Menhankam/Pangab, sangat dekat dengan prajurit TNI, dengan kebiasaannya untuk blusukan ke asrama-asrama.

Maka ketenarannya, semakin naik, bahkan disejajarkan dengan Soeharto (mulai berkembang bahwa ada 2 matahari di TNI, yakni Soeharto dan Jusuf). Dari hal itu, dirinya disebut-sebut sebagai calon Wakil Presiden, atau bahkan Presiden RI.

Setelah jabatan Menhankam tersebut, dirinya diparkir sebagai anggota BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) oleh Soeharto.

Sebagai Panglima ABRI, Jusuf yang rajin menyambangi bawahan menjadi populer di kalangan prajurit ABRI. Bahkan, ia kerap memberi kenaikan pangkat langsung di lapangan. Hal ini menimbulkan isu bahwa Jusuf hendak menggantikan Soeharto sebagai presiden.

Suatu ketika, Soeharto mengumpulkan jenderal-jenderalnya. Ada Menteri Dalam Negeri Amir Machmud, Menteri Sekretaris Negara Sudharmono, serta Asisten Intel Hankam LB Moerdani.

Menanggapi tuduhan itu, dalam pertemuannya dengan Soeharto itu, Jusuf menggebrak meja (Padahal tidak pernah ada yang berani melakukan hal seperti itu didepan Soeharto)

“Bohong! Itu tidak benar semua! Saya ini diminta untuk jadi Menhankam/Pangab karena perintah Bapak Presiden. Saya ini orang Bugis. Jadi saya sendiri tidak tahu arti kata kemanunggalan yang bahasa Jawa itu. Tapi saya laksanakan tugas itu sebaik-baiknya tanpa tujuan apa-apa,” kata Jusuf seperti dicatat dalam biografi M. Jusuf yang ditulis Atmadji Sumarkidjo, Jenderal M Jusuf: Panglima Para Prajurit (2006).

Panglima Yusuf, memiliki anak bernama Jaury Jusuf Putra, sayangnya, sang Putra Tunggal tersebut lebih dulu menuju Surga, dan diabadikan di RS Akademis. Sehingga kita tidak bisa menemukan, keturunan langsung dari Panglima.

Tokoh di Makassar yang memiliki pertalian darah adalah Andi Heri Iskandar (Mantan P.j Walikota Makassar), dan Andi Oni Tenri Gappa.

M. Yunus Yosfiah, (PangDam/Menteri) – Sidrap
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar

Hentikan penayangan Film G-30/S/PKI

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Letnan Jenderal M. Yunus Yosfiah, lahir di Rappang, 7 Agustus 1944

Pernah menjabat Menteri Penerangan di era presiden Presiden BJ Habibie. Ia adalah lulusan Akmil tahun 1965.

3 Jabatan terakhir yang pernah di sandangnya

  • Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri TNI-AD
  • Panglima Daerah Militer II/Sriwijaya
  • Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI
Muslimin Akib, (Pati TNI AD) – Wajo

Lahir di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, 19 Januari 1960

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Akademi Militer tahun 1985, Kecabangan Infanteri

  1. Danrem 132/Tadulako Kodam VII/Wirabuana (2011)
  2. Paban III/Siapsat Sopsad (2013)
  3. Pendidikan Lemhannas (2014)
  4. Waasops Kasad (2015)
  5. Staf Khusus Kasad (2015)
Sjafrie Sjamsoeddin, (WaMenHan) – Makassar

Sjafri Sjamsoeddin, menodongkan Pistol Kepengawal PM Israel (Yitzak Rabin), hingga membuat pasukan Mossad tersebut hampir kencing celana didalam lift

Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin lahir di Makassar,30 Oktober 1952. Menyelesaikan pendidikan AKABRI tahun 1974 dengan mengawali karirnya di Komando Pasukan Khusus tahun 1975 atau dikenal dengan pasukan baret merah, sebagai salah satu pasukan elit TNI.

Mantan Paspamres Soeharto. Memiliki pengalaman menarik, adu kecepatan menodongkan pistol dengan pengawal PM Israel (Yitzak Rabin) tahun 1995, dari satuan Mossad (pasukan elit Israel).

Ketika itu Pengawal PM Israel, mencurigai Sjafri Sjamsoeddin, melarangnya masuk lift, dengan cepat pasukan Mossad tersebut menempelkan senjata jenis Uzi keperut dan lehernya, namun dengan tidak kalah cepat, Sjafri Sjamsuddin lebih gesit menempelkan pistol jenis Barreta di perut pasukan Mossad tersebut, dan akhirnya pengawal PM Israel tersebut hampir kencing celana didalam lift dibuatnya.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Bertugas sebagai Ketua Delegasi Indonesia dalam kegiatan Kerjasama Internasional di bidang pertahanan sejak 2005-2014, Wakil Ketua Dewan Pembina Pusat Kajian Strategi Nasional (PPSN). Saat ini dipercaya negara selaku Wakil Ketua Pelaksana Indonesia Asian Games (INASGOC) 2018

  1. Kapuspen TNI (2002-2005)
  2. Sekjen Kementerian Pertahanan RI (2005-2010)
  3. Wakil Menteri Pertahanan (2010-2014).
Theo Syafei (DanSesko ABRI) – Makassar
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar

“Ganti saja gambar di duit.” Pernyataan Theo ini ditujukan kepada selembar duit yang bergambar Presiden Soeharto.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Mayjen TNI (Purn) Theo Syafei, lahir di Makassar, 30 Juni 1941 adalah seorang politikus Indonesia dan juga purnawirawan perwira tinggi TNI-AD.

  1. Komandan Korem-081/Kodam V/Brawijaya (1987-1988)
  2. Kepala Staf Divisi Infanteri-1/Kostrad (1988-1989)
  3. Panglima Divisi Infanteri-1/Kostrad (1989-1991)
  4. Panglima Kolakops TNI Timor Timur
  5. Panglima Kodam IX/Udayana (1993-1994)
  6. Komandan Sesko ABRI (1994-1995)
Tanribali Lamo (Pj. Gubernur) – Bone
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar

Anak Mantan Gubernur Yang Jadi Spesialis Pejabat Gubernur, sebab beliau menjabat Pj Gubernur di 4 Provinsi,

Mayor Jenderal TNI Achmad Tanribali Lamo, lahir di Bone, 15 November 1952 adalah Mantan Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bawah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Tanribali merupakan anak dari mantan Gubernur Sulawesi Selatan Achmad Lamo.

Beberapa jabatan yang pernah di emban Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar tersebut :

  1. Direktur Ajudan Jenderal TNI AD
  2. Wakil Asisten Personel Kepala Staf TNI Angkatan Darat
  3. Asisten Personel Kepala Staf TNI Angkatan Darat (2003)
  4. Pejabat Gubernur Sulawesi Selatan (2008)
  5. Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa & Politik Kementerian Dalam Negeri RI (2009–2015)
  6. Pejabat Gubernur Sulawesi Tengah (2011)
  7. Pejabat Gubernur Papua Barat (2011–2012)
  8. Pejabat Gubernur Maluku Utara (2013–2014)
Zainal Basri Palaguna (Gubernur) – Bone
Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar

“Beliau itu baik waktu masih jadi Pangdam (Wirabuana), Gubernur Sulsel dan masa pensiunnya sangat suka pergi menangkap ikan di sungai dekat sini,” kata Syamsuddin

Mayjen TNI (Purn.) H. Zainal Basri Palaguna, lahir di Enrekang, 9 Maret 1939 adalah Gubernur Sulawesi Selatan tahun 1993 hingga tahun 2003.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Ia dilantik sebagai Gubernur Sulawesi Selatan menggantikan Ahmad Amiruddin.

  • Danrem 132/Tadulako (1986–1988)
  • Danpusterad (1990–1991)
  • Pangdam VII/Wirabuana (1991–1993)
Kepolisian
Burhanuddin Andi, (Kepolda Sulselbar) – Soppeng

“Banyak kegiatan sosial yang dilakuka. Dan itu dilakukan pribadi beliau dengan ikhlas tanpa pamrih,” ungkap Endi.

Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Burhanuddin Andi, S.H., M.H. lahir di Soppeng, 26 April 1959 adalah lulusan Akpol 1983

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, dengan Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.

Riwayat Jabatan : Kapolwiltabes Makasar Polda Sulawesi Selatan (2008), Wakapolda Banten (2009), Kapolda Bengkulu (2010), Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol (2013), dan Kapolda Sulawesi Selatan (2013)

Idham Azis (Kapolri) – Bone
(Foto : TribunNews)

Tidak takut menghadapi terorist termasuk menangkap Santoso, tapi gemetar ketika mengetahui dirinya ditunjuk sebagai Kapolri

Komjen Pol Drs Idham Azis, MSi,lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Januari 1963, lulusan Akpol 1988, berdarah Bugis Bone, dari ayahnya.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Sejak 22 Januari 2019 menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

Berikut beberapa jabatan di kepolisian yang pernah diduduki :

  1. Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (2014)
  2. Kadiv Profesi dan Pengamanan Polri (2016)
  3. Kapolda Metro Jaya (2017)
  4. Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (2019)
  5. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (2019), Menggantikan Tito Karnavian yang menjadi Menteri Dalam Negeri.
Syarief Gunawan, (Kapolda Sumut) – Makassar

Irjen Pol Drs. Syarief Gunawan, S.H. lahir di Makassar, 8 Maret 1957 lulusan Akpol 1982.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Jabatan yang pernah diemban adalah:

  1. Wakakor Brimob Polri (2009)
  2. Kapolda Maluku (2010)
  3. Widyaiswara Utama Lemdikpol (2012)
  4. Kapolda Sumut (2013)
  5. Sahlisosbud Kapolri (2014)
Syafruddin (Wakapolri) – Makassar

Satu-satunya Wakapolri, yang terpilih menjadi Menteri

KomJend Polisi Drs. Syafruddin Kambo, M.Si, lahir di Makassar, 12 April 1961 adalah Menteri PANRB Indonesia pada Kabinet Kerja.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Ia adalah pensiunan perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Wakapolri pada tahun 2016 hingga 2018.

  1. Wakapolda Sumut ( 2009 )
  2. Kapolda Kalsel (2010)
  3. Kadivropam POLRI (2012)
  4. Kalemdikpol (2015)
  5. Wakapolri 2016

KEPALA NEGARA

BJ Habibie, Presiden RI ke III (Parepare)

Membawa cinta abadinya buat Ainun sampai akhir hayat

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, BJ Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1936

  • Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan (1978–1998)
  • Ketua Tim Keputusan Presiden
  • Wakil Presiden RI (1998)
  • Presiden RI (1998–1999)

BJ Habibie ke Jerman, sementara Ainun kuliah kedokteran di Jakarta. 7 tahun kemudian Habibie pulang ke Indonesia.

Pada kesempatan itu, Habibie menemui Ainun dan keluarganya.

Kisah asmara keduanya berakhir dengan lamaran. Mereka menikah pada 12 Mei 1962 lalu berbulan madu ke Kaliurang Yogyakarta, Bali, dan Ujungpandang (Sekarang Makassar).

Jusuf Kalla (Wapres ke 10 dan 12) – Bone

Wakil Presiden di 2 Presiden Berbeda

Jusuf Kallah, Lahir 15 Mei 1942 di Watampone, Bone, Anak ke 2 dari 12 Bersaudara, menikah dengan Hj Mufida, memiliki 5 orang anak, 1 lelaki dan 4 perempuan.

Tokoh Nasional Asal Bugis Makassar, Wakil Presiden ke 10 dan 12 Republik Indonesia, ketika Periode Pertama menjadi Wakil Presiden, biasa disebut sebagai The Real President, karena beberapa hal yang diselesaikannya :

  1. Menyelesaikan kasus konflik Aceh
  2. Penyelesaian kasus konflik Palu dengan perjanjian Malino

Alumni Univeristas Hasanuddin, aktif di HMI semasa kuliah.

Anggota DPRD Sulsel dari Golkar (1965–1968), Anggota MPR Fraksi Golongan Karya (1982–1999), Menperindag (1999–2000), Menko Kesra (2001–2004), Ketua Umum Partai Golongan Karya (2004–2009)

“Di hari Minggu yang sama setengah abad yang lalu, kita duduk bersanding dengan penuh bahagia. di aula hotel negara, Makassar yang pada waktu itu cukup terpandang. Sekarang sudah bubar itu hotel,” ucap JK disambut tawa tamu saat menghadiri pernikahan emas JK – Mufidah di kawasan Jakarta Selatan.

Sulawesi harus berbangga khusunya Sulsel, memiliki BJ Habibie, Jusuf Kalla, Panglima Yusuf, Idham Azis serta Abraham Samad, karena mereka menduduki posisi, menjadi yang terbaik pada jabatan yang hanya satu di Indonesia.

Tanpa bermaksud membandingkan dengan tokoh yang lain, namun harus diakui bahwa kelimanya menduduki jabatan yang bermuatan berat.

Penulis: Dhilah

PILIHAN Beritaku

Komentar