Spesialisasi Para Nabi Dan Rasul, Dan Periodisasi Penyempurnaan

04/06/2020-Berita Islami

Disamping mukjizat yang diberikan kepada Para Nabi dan Rasul, juga terdapat beberapa spesialisasi atau keahlian khusus buat mereka. Dan hal ini bisa dilihat dengan penyempurnaan ajaran secara periodik.

Beritaku.Id, Kisah Islami – Setelah mengetahui, umur, mukjizat 25 Nabi dan Rasul yang telah dibahas pada artikel sebelumnya. Maka Beritaku.Id, saat ini akan menulis tentang spesialisasi mereka dalam menghadapi prilaku umat yang dihadapinya.

Sebagaimana, urutan lengkap dari para nabi dan rasul dituliskan sebelumnya.

Spesialisasi Dari Para Nabi Dan Rasul

25 Nabi dan Rosul yang wajib dalam Islam, kepadanya masing-masing diberikan kekhususan. Dan keutamaan. Sehingga hal ini menjadi landasan untuk mengenal mereka. Terdapat keahlian para nabi dan rasul secara khusus.

Mengenal ketauhidan, mengenal ajaran dan mengenal sifat serta kemampuan khusus. Untuk memberikan penggambaran, bahwa Ilmu yang ada dan dipelajari sekarang sebenarnya telah dilakukan oleh para Nabi sebelumnya.

Untuk menjelaskan pula, bahwa kata terpilih bagi seorang Nabi dan Rasul. Berarti memiliki nilai lebih dari manusia lain, sebagai pilihan Allah SWT.

Pengetahuan Umum, Nabi Adam AS

Pengetahuan, akan menjawab tentang Apa. Dengan mengenal nama, umur dan sebagainya. Pengetahuan tersebut pertama kali diajarkan kepada Nabi Adam AS. Dimana malaikat, syetan dan mahluk lain tidak mengetahui nama-nama mahluk dan benda yang ada di Surga.

Sehingga dalam pengertian ini, malaikat dan setan tidak mengetahui nama-nama benda yang ada. Kecuali ketakwaan kepada Allah SWT. Malaikat tidak mengenal dan tidak mengetahui nama tumbuhan, dan hewan. Tapi Nabi Adam AS mengetahuinya.

Ketika awal akan diciptakannya manusia oleh sang Maha Pencipta, dimana Malaikat. Ketakutan jika manusia hanya akan menciptakan kerusakan di Bumi Allah dan berbunuh-bunuhan.

Firman Allah SWT, Dalam Surat Al Baqarah Ayat, 33:

قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ

Yang artinya:

Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

Malaikat diberikan kemampuan menjalan perintah dengan tingkat akurasi dan ketakwaan yang tinggi.

Nabi adama sebagai sampel buat Malaikat bahwa pada sisi manusia terdapat “otak” dengan kemampuan memori yang dimilikiya. Sehingga menjadikannya bisa menciptakan budaya. Yang bersumber dari Cipta, Karsa dan Rasa.

Cipta bersumber dari pikiran, khayalan, yang memikirkan dan menimbang serta menyimpulkan benar atau salah.

Rasa bersumber pusat pada hati. Qalbu. Emosi. Senang. Bahagia. Gembira adalah produk dari hati yang halus.

Karsa bersumber pada Hasrat, keinginan, kebutuhan, yang memiliki ledakan-ledakan. Didalamnya ada nafsu makan, nafsu syahwat, nafsu ekonomi. Keinginan atau kebutuhan. Karsa namanya.

Malaikat Tidak Sempurna

Malaikat memiliki ketakwaan yang luar biasa dan hanya tunduk kepada Allah SWT. Begitupun Syetan pada masa sebelum diciptakannya Nabi Adam AS. Sangat patuh kepada Allah.

Kedua Mahluk ini (malaikat dan Syetan), sama-sama beriman pada saat itu pada dimensi sifat yang berbeda.

Malaikat dengan keluhuran dan dedikasinya, sementara syetan Syetan dengan hasratnya yang menggebu.

Penciptaan Nabi Adam sebagai gambaran Allah SWT membutuhkan 1 mahluk hidup, yang didalam dirinya meliputi Hati, kehendak/hasrat, pikiran.

Skenario penciptaan manusia oleh Allah, berikutnya menciptakan sebuah pengetahuan baru bahwa. Syetan itu sombong. Melekat dalam dirinya kesombongan. Dan sifat sombong tidak akan hidup dalam surga.

Surga tanpa setan. Setan Ridha, setan tidak akan hidup dalam surga.

Namun berikutnya oleh godaan setan membuat St Hawa dan Nabi Adam memakan buah terlarang yakni buah khuldi.

Maka Nabi Adam AS dan St Hawa telah bermaksiat kepada Allah SWT. Dengan tidak menjalankan amanah. Maka hal ini pula memberikan gambaran bahwa yang bermaksiat tidak akan masuk surga.

Baca juga: Perbuatan Maksiat, Membuat Kekal Di Neraka, Tapi Bisa Diampuni

Pertanyaan akan muncul, sebelumnya setan dihukum dikeluarkan dari surga, belakangan Adam dan Hawa digoda oleh setan. Bagaimana bisa Setan keluar masuk surga sementara ketentuan dan kehendak Allah tidak bisa dilampaui? (Keluar masuk surga).

Surga dan batas luarnya bukanlah batas negara yang dimana seseorang bisa keluar masuk dengan cara ilegal. Surga dijaga ketat oleh malaikat yang tidak akan lengah.

Bagaimana bisa Setan masuk dalam surga menggoda?

Maka jawabannya adalah setan melekat pada diri manusia yang bisa di lahirkan dan bisa ditutupi. Bisa ditampakkan dan bisa disembunyikan.

Setan itu adalah nafsu itu sendiri. Namun nafsu itu berdampingan dengan keinginan, kepuasan dan kebutuhan. Ketidak puasan akan mencari kepuasan. Rasa penasaran akan berusaha untuk menjawab rasa penasaran.

Penasaran kepada ilmu atau pengetahuan akan menghasilkan sebuah pencarian, dan jika pencarian tidak ditemukan, maka akan melakukan penelitian. Semua untuk menjawab rasa penasaran.

Sementara penasaran dengan kepuasan (makan, syahwat) akans elalu menjawab rasa penasaran tersebut.

Bedanya adalah, mengetahui hukum dalam hal penasaran tersebut. Jika saja rasa penasaran pada objek telah memiliki ketentuan agama. Diperbolehkan atau dilarang. Maka lakukan sesuai dengan hukum yang ada.

Budaya telah dimulai, pengetahuan dengan panca indra (pengetahuan) telah ada sejak Nabi Adam AS. Manusia telah mengembangkan budaya tersebut dengan panca indra yang dimiliki.

Manusia telah hidup secara keturunan, dimuai dari Nabi Adam AS sebagai generasi pertama. Dengan Kabil dan Habil, Iklima dan Labuda. Menghasilkan perbuatan dosa pembunuhan pertama oleh Qabil dengan membunuh Habil.

Bacaan lain, Dari Republika.

Menulis Dan Ilmu Ukur, Nabi Idris AS

Berikutnya Spesialisasi dari Para Rasul adalah Nabi Idris AS, dengan kemampuan menulis yang dimiliki. Sekaligus misi utamanya memerangi keturunan Qabil Bin Adam AS yang melakukan pengrusakan di muka bumi. Qabil memerankan sifat buruk. Iri, dengki, tidak ikhlas dan sebagainya. Dan telah menjadi budaya bagi keturunannya.

Nabi Idris AS sebagai keturunan keenam Nabi Adam, dimana melakukan pengembangan pengetahuan menjadi Ilmu.

Jika Nabi Adam AS pada konsep pengetahuan dengan mengenal nama. Maka Nabi Idris AS dengan menggabungkan pengetahuan satu kepengetahuan lainnya.

Menuliskan pengetahuan tersebut untuk menjadi bahan bacaan bagi generasi berikutnya.

Menghubungkan kain satu dengan kain lainnya untuk menghasilkan satu baju. Budaya memakai baju dimulai dari sini. Dimana selebelumnya orang-orang memakai dedaunan untuk menutup aurat.

Inovasi Nabi Idris AS

Pembaca artikel ini semuanya memakai pakaian, maka pakaian yang dipakai sekarang. Merupakan hasil dari cipta, karsa dan rasa dari Nabi Idris AS. Itulah inovasi Nabi Idris AS. Sebab sebelumnya tidak ada yang memakai pakaian dengan karya menjahit.

Ilmu Astronomi atau perbintangan dimulai dimasa Nabi Idris AS. Astronomi tidak akan terjawab tanpa ilmu perhitungan. Ilmu Matematika dan berhitung dimulai oleh Nabi Idris AS.

Siapapun kita yang mengetahui penamaan dan penghitungan musim, maka ilmu itu ada sejak Nabi kedua Nabi Idris AS.

Di bumi banyak hewan, kuda, onta, bebek kambing dan sebagainya. Nabi Idris memiliki kemampuan untuk merawat kuda. Dimana sebelumnya tidak ada yang melakukan hal tersebut.

Namun yang spesialisasi paling tersohor dari inovasi dari Nabi Idris AS dari para umat. Di bumi adalah menulis dan berhitung serta dunia menjahit pakaian.

Pakaian. Semenjak Nabi Adam AS dan St Hawa, diangkat tabirnya (hijabnya) dibuka oleh Allah SWT di surga. Karena melanggar perintah dengan memakan buah terlarang.

Belum ada manusia yang mampu memikirkan bagaimana secara efektif menciptakan pakaian sesuai dengan ukuran tubuh.

Wisata Pertama Yang Istimewa

Sebutkan tempat Wisata yang paling luar biasa? Atau sebutkan apa nama makanan kuliner yang termahal. Ternyata perjalanan wisata Nabi Idris AS yang pertama sekaligus sangat mencengankan.

Karena dia menjadi Nabi pertama yang diberikan kesempatan pertama untuk berwisata ke Surga dan juga neraka. Sebuah perjalanan yangs angat mengesankan. Sebab menyaksikan surga dan neraka membuatnya harus pingsan karena ketakutan dan takjub.

Ketakutan melihat penyiksaan neraka membuatnya tidak sadarkan diri. begitupun ketika melihat surga dan isinya membuatnya pingsan.

Kisah Nabi Idris dijelaskan dalam Firmannya,

Surat Al Anbiyya, Ayat 85

وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ

Yang Artinya:

Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.

Bacaan lainnya, dari Republika.

Kemaritiman, Nabi Nuh AS

Allah SWT Air, menciptakan lagit dan bumi, Menciptakan gunung-gunung sebagai penyeimbang alam. Dengan “akar gunung sampai ke dasar lautan”

Air menjadi pemisah antara satu pulau dengan pulau lainnya.

Saat budaya dibumi mulai berkembang secara sederhana. Kini semakin meninggalkan eksistensi manusia sebagai hamba Allah SWT. Malah mereka menciptakan berhala bernama Wadd, Yaghuts. Ya’uq, Suwa’, dan Nasr sebagai Dewa yang dibuat oleh penduduk disepanjang sungai, memajangnya ditepi sungai untuk disembah.

Bergeser ketauhidan Umat ketika itu, dari mengesakan Allah SWT dan membuat tuhan sesembahan baru. Nabi Nuh AS telah mengingatkannya namun Nuh dianggap sebagai manusia yang tidak waras.

Kekeringan melanda, tanaman ternak mati kelaparan. Namun umat tidak kembali kejalan Allah SWT. Berhalanya tetap dijadikan sandaran untuk memohon doa dan pertolongan.

Firman Allah SWt dalam Surat Nuh Ayat 1:

إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Yang artinya:

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”.
Bahtera Kapal Nabi Nuh AS

Nabi Nuh AS, dengan kemampuan dan keilmuan yang dimiliki. Memiliki inovasi dengan menemukan cara membuat kapal 3 tingkat.

Sebuah inovasi luar biasa ketika semua orang tidak mengetahui apa kegunaan dari perahu besar tersebut.

Setelah melewati masa kekeringan panjang, pori-pori tanah terbuka, tanah memiliki kontur yang terpisah satu sama lain. Dan Azab Allah diturunkanNya dengan hujan yangs angat lebat.

Membuat tanah yang terpisah tersebut membentuk campuran lumpur dan air yang besar. Mengakibatkan banjir besar. menenggelamkan banyak orang didalamnya. Termasuk putra dari Nabi Nuh AS.

Ini menjadi pelajaran bahwa mengesakan Allah SWT. Lebih dari segalanya. Untuk menjaga iman kepada Allah SWT. Maka Nabi Nuh AS lebih memilih jalan kepada Robnya dibandingkan tinggal menyekutukan dengan tuhan lain.

Seperti yang disembah oleh anaknya.

Spesialisasi dan inovasi dari Nabi Nuh AS dari para Rasul adalah perkapalan. Konsep perkapalan yang ada sekarang mengadopsi konsep-konsep yang telah dilakukan oleh Nabi Nuh AS.

Hancurnya Arsitek Bangunan Dari Gunung, Nabi Hud AS

Ilmu Pengetahuan berkembang pesat, dari Adam kepada Idris dengan ilmu hitung dan menulis. Nabi Nuh dengan ilmu perkapalan (dengan 70% bumi adalah laut). Membuat negeri-negeri berlomba menciptakan maha karya.

Adalah kaum Aad. yang merupakan keturunan dari Sam Bin Nuh. Dengan kemampuan yang dimiliki berupa Arsitektur bangunan.

Tubuh mereka yang besar dan tinggi. Membuat mereka bisa menciptakan arsitektur rumah dengan menggabungkan 2 bukit atau gunung.

Kemampuan mereka membuat mereka makmur dan memiliki kekayaan yang berlimpah.

Sayangnya mereka tidak mentauhidkan Allah SWT. Mereka menjadi orang yang sombong. Sementara diketahui bahwa sifat sombong adalah sifat yang pertama dikeluarkan dari Surga yang dilakukan oleh Syetan.

Nabi Hud AS telah memperingati mereka namun mereka tidak mau mengikuti dakwah Nabi Nud AS. Malah sebaliknya memperolok-olok Nabi dengan menyebutnya sebagai orang tidak waras.

Hancurnya Bangunan Arsitek yang monumental, setelah Allah memberikan musibah buat mereka.

Meski dengan rancang bangun yang besar dan sepektakuler. Karena membuat perancangnya Syirik. Sehingga Nabi Hud AS diantara para Nabi disebut memiliki Spesialisasi untuk meluluhlatakkan bangunan mewah sekalipun. Atas kekuasaan Allah SWT.

Sekaligus peringatan buat umat yang ada sekarang mengenai prilaku kaum aad tersebut.

Surat Al-A’raf Ayat 74:

وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الأرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا فَاذْكُرُوا آلاءَ اللَّهِ وَلا تَعْثَوْا فِي الأرْضِ مُفْسِدِينَ

Yang artinya:

Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.

Hancurnya Konstruksi Bangunan Kaum Dari Nabi Shaleh AS

Kaum Aad Dan Tsamud, masing-masing memiliki kemampuan rancang bangunan yang hebat. Ketika Kaum Aad adalah membuat bangunan dengan memanfaatkan gunung. Maka kaum Tsamud lebih kepada keindahan Bangunan.

Ilmu memahat batu dimulai dari kaum tsamud. Dengan memanfaatkan dan merekayasa batu menjadi bangunan.

Tsamud merupakan kaum yang kembali menjadi Raja setelah runtuhnya Kaum Aad Nabi Hud AS.

Sisa bangunan dan sifat kaum Aad kembali dikembangkan dan kombinasi oleh kaum Tsamud. Mereka makmur dan sejahtera. Dan mereka menyembah berhala dan mempertuhankan pengetahuan dan kekayaan yang dimiliki.

Nabi Shaleh AS memiliki spesialisasi sebagai bagian dari perjuangan menegakkan agama, dari para kaum musyrik Tsamud.

Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Asyyura Atah 141:

كَذَّبَتْ ثَمُودُ الْمُرْسَلِينَ

Yang artinya:

Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul (Qs: Assyura: 141)

Karena perbuatannya tersebut, maka Allah melenyapkan mereka dari bumi. Seluruh bangunan diruntuhkan dan tersisa hanya puing-puing saja. tercatat 1500 orang Kaum Tsamud tewas dalam kondisi kafir.

Yang tersisa hanyalah 110 orang yang menjadi pengikut Nabi Shaleh AS.

Dari Spesialisasi Para Nabi tersebut diatas, mengajarkan kepada kita bahwa periodisasi mereka kebumi memiliki tugas masing-masing. Serta memiliki ilmu khusus yang dimilikinya. Untuk melawan dari ilmu dari para kaumnya.

Namun semua perbedaan ilmu para Nabi terdapat persamaan. Yakni keyakinan kepada Allah SWT yang maha Esa dan hanya Allah serta tidak ada tuhan lain yang memiliki hak untuk disembah.

Dengan cipta, karsa dan rasa, menghasilkan budaya. Budaya inilah merupakan hasil produk manusia yang membuatnya ditinggikan martabat dan derajatnya dibandingkan Malaikat. Namun karen ahal itu juga menjatuhkan martabat manusia lebih rendah rasi syetan.

Spesialisasi untuk nabi berikutnya akan dibahas pada artikel lain.

Penulis: Dhilah

PILIHAN Beritaku