Takalar Anggarkan 3,1 M Untuk Qif-19, Dikritik Warga

03/04/2020-Politik

Menghadapi Kondisi Emergensi Qif-19, Takalar Anggarkan 3,1 M untuk penanganan

Beritaku.Id, Kesehatan – Pemerintah Kabupaten Takalar memutuskan dengan menganggarkan biaya 3,1 Miliar Untuk Penanganan Covid-19 atau Qif-19. Mendapatkan sorotan dari masyarakat, Jumat (3/4/2020)

Setelah melalui Pembahasan yang Sangat Panjang, Akhrinya DPRD Kab.Takalar Telah Menyetujui usulan Pergeseran Anggaran.

Dimana Pemkab Takalar Anggarkan uang senilai 3,1 M Untuk Penangulangan Dampak Penyebaraan Covid-19 atau Qif-19.
Perstujuan Itu Tercapai melalui Rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Takalar pada hari senin yang lalu.

Adapun Dana Yang di setujui oleh DPRD Takalar Sebanyak 3,1 M. Dari Dana Intansi Dinas Kesehatan,Dinas PU dan RSUD Padjonga Daeng Alle

Kritik Masyarakat, Atas Kebijakan Takalar Anggarkan Uang Senilai 3 M

Muhammad Hasyim salah satu Pengurus GEMA NUSA Foundation, yang juga Masyarakat Takalar Mengritik Tentang Anggaran ini.
“Seharusnya Pemkab Kab.takalar Dan DPRD memberikan Transparansi” Jelasnya

“Rincian Takalar Anggarkan uang senilai 3.1 Miliar tersebut harus di Ketahui Oleh Masyarakat Melalui Media media Humas Pemkab Takalar. Jangan Sampai Anggaran 3,1 M Cuman 5 % yang Tepat Sasaran” Lanjutnya.

“Untuk penanggulangan Penyebaran covid-19 Dan Jangan Sampai Anggaran 95 %. Tidak Berkaitan Dengan Penanggulangan Penyebaran covid 19, Jangan Ambil Keuntungan Di balik musibah Covid-19 Ini” Tegasnya.

Ketika Anggaran Ini Betul Betul Tidak Sesuai Tepat Sasaran Untuk Covid-19 Saya Katakan Kabupaten Takalar Darurat!
Seharusnya Pemerintah Daerah, Perintahkan Kepada Camatnya Untuk melakukan Penyemportan Desinfektan Setiap Rumah. Untuk Warga Sekaligus Pemberian masker Oleh Masyarakat Dan Pemerintah Daerah Seharusnya.

Dan harus Cepat Membeli APD Untuk Para Dokter maupun tenaga kesehatan lainnya untuk menghindari korban yang.

Ini untuk mengurangi jumlah korban di Takalar, demikian ucapan Hasim kepada Beritaku.Id

“Kan Sudah adami Dananya 3,1 M Seharuanya Pemerintah Bertindak secara Cepat untuk Penyebaran Covid-19 Agar semua Masyarakat Selalau Di Jauhi dari Covid 19″ Tandas lelaki pemerhati kesenian tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa 2 hari lalu, diumumkan, 1 orang warga Takalar dinyatakan positif Qif-19 atau Covid-19 sehingga pemerintah mengambil langkah cepat untuk melakukan upaya preventif.

Hanya saja, disemua Kabupaten (termasuk) Takalar, tidak memiliki anggaran atau alokasi khusus Corona, sehingga pemerintah daerah melakukan upaya penganggaran dari anggaran yang sudah ada di intansi.

Penulis: Waldan

PILIHAN Beritaku

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *