Philodendron Gadis

Tanaman Philodendron Gadis Yang Menggairahkan: 5 Jenis

Diposting pada

Philodendron adalah tanaman hias yang sedang naik daun, Bagaikan gadis yang menggairahkan, ada lima jenis tanaman ini yang mencuri perhatian.

tanaman philodendron gadis
Tanaman Philodendron (sumber Kompas.com)

Beritaku.id – Gaya Hidup. Merawat tanaman memiliki ketertarikan sendiri. Golongan tanaman tertentu menghasilkan lebih dari sekedar keindahan.

Oleh Tika (Penulis Gaya Hidup)

Ciri Tanaman Philodendron Gadis Yang Menggairahkan

Salah satu jenis philodendron (Pinterest)

Tanaman hias sedang naik daun saat ini. Tidak hanya harganya yang memukau, tampilannya pun menggairahkan.

Setiap jenis memiliki ciri berbeda. Ada yang berdaun runcing, ada pula yang lebar.

Sebagian tumbuh merambat dan sisanya tumbuh dengan tegak. Namun hampir semuanya memiliki kecintaan pada cahaya.

Ada 500 lebih species philodendron. Warna pada batang dan daun menjadi daya tariknya. Tidak heran jika harganya cukup menguras kantong.

Adapun ciri-ciri pada akar adalah memiliki akar serabut. Ia berwarna kecoklatan dan sedikit gemuk. Gunanya adalah untuk mencari nutrisi dan makanan dalam tanah serta menjadi penyokong tumbuhan.

Philodendron memiliki akar nafas karena sifatnya yang epifit (menumpang pada tanaman lain).

Philodendron juga mmeilikibunga dan bentuknya mirip dengan saudaranya, yaitu Aglonema. Bunga terdiri dari tongkol dan seludang.

Tnaman ini termasuk berumah satu. Serbuk sari di bagian atas dan putik di bawah. Seludang terbuka saat bunga betina matang dan dua hari kemudian bunga jantan pun ikut matang.

Mereka tumbuh di hutan tropis dan menyukai kelembaban yang cukup dengan suhu 24 hingga 29 derajat Celcius.

Bagi pecinta tanaman hias, sudah pasti mengenal Philodendron. Jenis ini memiliki beragam tipe seperti:


1. Philodendron Prince of Orange Sang Gadis Yang Ranum

Philodendron Prince of Orange (Pinterest)


Jenis tanaman terkenal dengan nama lain sebagai Phildendron Orange Juice karena warnanya yang Orange.

Tanaman prince of orange memiliki warna daun oranye yang cukup mencolok. Ketika daun sudah cukup dewasa, warna oranye ini akan berubah menjadi hijau gelap.

Kedua warna pada daun itu pun menghasilkan tampilan yang menawan. Pada bagian ujung meruncing membuatnya semakin indah.

Tanaman hias ini cocok untuk hiasan di kamar maupun di ruang tamu. Letakkan dekat jendela agar ia tetap mendapat cukup sinar matahari. Namun tetaplah berhati-hati karena ia akan rusak di bawah sinar matahari langsung.

Ketinggian tanaman ini bisa mencapai 60 cm di luar ruangan. Ia menikmati kondisi tanah yang lembab. Sebelum menyiramnya kembali, pastikan permukaan tanah mengering.

Siram sekali atau dua kali dalam seminggu. Akan tetapi semua ini juga bergantung pada suhu dan kelembaban lingkungan sekitar.

Awal mulanya jenis ini berharga jutaan. Namun ketika penggandaan di Indonesia berhasil, hukum pasar pun berlaku.

Harganya kini tidak lagi jutaan bahkan ratusan ribu saja tidak.



2. Philodendron Scandens Medio Pictum, Sijambul Manis

philodendron scandens medio pictum (Pinterest)

Jika tanaman Philodendron gadis memiliki ciri khas gadisnya, pada jenis ini ia memiliki jambul yang manis.

Warnanya memang tidak ada bedanya dengan tanaman pada umumnya. Ia berwarna hijau dengan tinggi bisa mencapai 6 meter. Menyukai cahaya medium dengan air yang tidak terlalu banyak.

Philodendron scandens adalah pembersih ruangan. Banyak yang menjadikannya sebagai penetralisir racun dalam ruangan.

Apakah terbukti benar atau tidak, hal itu memang masih sedikit meragukan. Oleh sebab itu, sebaiknya dalam menanamnya fokuslah dulu kepada fungsinya sebagai bagian untuk mempercantik rumah.


3. Tanaman Philodendron Congo Rojo, Si gelap Manis

Tanaman Philodendron Gadis
philodendron congo rojo (Pinterest)

Sebenarnya, tanaman ini tidaklah benar-benar gelap. Hanya saja memiliki lapisan mengkilat pada bagian daunnya. Hal in imembuat tampilannya nampak lebih gelap.

Sekalipun namanya sedikit menyeramkan, namun sebenarnya ia sama saja dengan jenis Philodendron yang lain. Menyukai cukup cahaya dan membenci cahaya terik yang langsung karena dapat membakar daunnya.

Jika cuaca dingin, sebaiknya mengurangi intensitas penyiraman. Lantas apa bedanya dengan jenis lain?

Philodendron Congo Rojo memiliki kondisi batang tegak dan bukan merambat. Satu daun terdiri atas berlapis-lapis daun di dalam satu tangkai.

Pemupukan cukup satu atau dua kali dalam sebulan. Kemudian jangan khawatir jika pertumbuhannya nampak sangat lambat karena ia memang tercipta dengan pertumbuhan yang sangat lambat.

Tanaman ini memiliki masalah khusus yaitu daun yang menguning atau kecoklatan. Diagnosanya adalah, tanaman ini mengalami ketidakseimbangan rasio cahaya dan tanah.

Jadi pemilik harus dapat menganalisa masalah yang terjadi. Penyiraman yang berlebihan membuat tanah menjadi rusak.

Kondisi ini akan membuat perawatan menjadi semakin sulit.

Msalah lainnya adalah ketika batang atau ujung layu nampak kering dan layu. Kemungkinan terjadi dehidrasi pada tanaman. Cara mengatasinya adalah dengan memberikan air selama beberapa jam.

Sementara itu, masalah daun yang terlalu banyak gugur merupakan tanda suhu di sekitar terlalu dingin. Pindahkan peletakan tanaman tersebut ke tempat dengan cahaya ringan hingga sedang.

Ia terdiri atas tiga warna yaitu merah, hitam, dan hijau. Bentuk daunnya yang menyempit membuatnya kurang populer. di Indonesia.

Mengenal Philodenderon Lebih Dekat

Mengenal Philodendron Prince of orange (sumber Pinterest)

Termasuk dalam suku Araceae, Philodendron hidup dengan merambat dan liar. Oleh sebab itu, tidak sedikit yang menanamnya dengan cara mengantungnya.

Antara jenis prince of orange, Congo Rojo, dan Scandens Medio Pictum, harga Prince of orange lah yang termahal. Sesuai dengan namanya yang artinya Pangeran.

Sebenarnya, tidak hanya mereka bertiga saja yang terkenal di muka bumi sejak pandemi ini. Ada beberapa jenis lagi yang cukup fenomenal yaitu:

a. Red Cardinal

Jenis philodendron yang satu ini memiliki warna merah yang memukau. Warna itu bukan tanpa alasan. Ternyata ia memiliki daya tahan yang sangat tinggi terhadap suhu dingin.

Daun tersebut menyerap suhu dingin sehingga lingkungan sekitar menjadi lebih hangat. Jadi, peletakannya akan lebih baik di dalam rumah.

b. Selloum

Apa yang membedakannya dari jenis lain? Bentuk daunnya lah yang membedakan. Ia memiliki bentuk seperti jari. Dengan demikian, tampilannya menjadi semakin menarik.

Mirip dengan daun pepaya, namun tentu saja corak selloum lebih menawan. Perawatannya pun terbilang mudah. Cukup memberi air dengan cukup.

c. Moonlight

Mengapa ia memiliki sinar seperti bulan? Karena warnanya yang terang. Nama lainnya adalah lemon orange juice karena warnanya yang kuning menyala.

Sangat ccok untuk meletakkannya di meja kantor.

d. Monstera Deliciousa

Tidak kalah dari Philodendron Congo Rojo, warna pada daunnya sangat khas.

Bagi pemula boleh mencoba menanam tanaman ini karena perawatannya yang mudah.

Philodendron congo rojo (tampilan) (sumber Pinterest)

e. Epipremnum Aureum

Sekilas ia memang mirip sirih gading. Faktanya corak pada bagian daunnya berbeda. Alasan kemiripanya adalah karena pertumbuhannya yang menjuntai ke bawah. Sangat cocok untuk menggantungnya di atap atau dinding.

f. Monstera Obliqua

Harga relatif terjangkau dengan penampilan yang menarik. Jadi sebaiknya memulai budidaya dengan jenis ini.

g. Baumfreund

Sangat direkomendasikan oleh designer tanaman. Ia memiliki daun mengkilap dan mudah dalam perawatan. Bahkan sebagai interior rumah pun jenis ini cukup menawan.

Alasan Menanam Philodendron

Bagi siapapun yang meletakkan tanaman philodendron gadis di dalam rumah, selamat!

Itu artinya Anda sudah mendapatkan manfaat penting tanaman ini.

Jenis suku Araceae mampu menyerap Formaldehid yang berasal dari debu pada karpet.

Zat tersebut lama kelamaan akan menyebabkan kanker.

Untuk itulah sebaiknya tetap menjaga kesehatan daun pada tanaman ini.

Caranya dengan mengelapnya dengan lap basah setiap hari.

Saat ini philodendron juga merupakan tanaman elemen taman rumah. Jenisnya yang beragam,

Membuat dekorasi taman di rumah menjadi lebih berwarna.

Tidak hanya untuk tampilan luar rumah, bahkan di dalam rumah pun ia menjadi interior yang memukau.

Menggantung atau meletakkannya di sudut ruangan memberi estetika yang indah.

Prospek pemasarannya sangat luas mencakup Pulau Jawa dan sekitarnya hingga Sumatera. Jadi tidak rugi jika membudidayakannya.

Sama halnya dengan tanaman lain, philodendron juga memiliki masalah dengan hama:

a. Belalang

Keberadaannya membuat daun menjadi bolong. Cara terbaik untuk mengendalikannya adalah dengan pemusnahan atau memberi pelindung.

Dengan jaring yang cukup rapat, atau memberi pengawasan khusus, maka belalang dapat ditekan keberadaannya.

b. Cacing

Keberadaannya memang menggemburkan tanah. Akan tetapi, cacing juga menyukai cairan pada akar tanaman.

Mereka menyedotnya hingga tanaman menjadi kerdil. Menabur Furadan adalah salah satu solusi.

c. Keong

Mulai beraksi di malam hari. Ia hidup dengan memakan daun-daun muda. Pengendaliannya adalah dengan pengecekan rutin. Selain itu, campuran dedak dan Metapar WP juga ampuh untuk ini.

Akan lebih baik untuk membersihkan daun dengan rutin sehingga dapat menelisik aktivitas hama ini.

d. Kutu Kapas

Hidup dengan menyerap cairan, ia memberi tanda kehadiran dengan bercak putih ada batang dan daun. Insektisida dengan dosis sesuai dapat memusnahkannya.

Kutu kapas menyukai tempat yang gelap dan lembab. Sekilas tidak nampak seperti hewan dan lainnya. Ia hanya muncul seperti bercak.

e. Ulat

Cara mengetahui adanya hama ulat pada tanaman Philodendron Gadis adalah dengan melihat ada tidaknya daun yang bolong. Insektisida seperti Pevin dapat memusnahkan ulat.

Namun jika masih dalam kapasitas ringan, gunakan cara manual akan lebih baik. Jenis ulat ini bervariasi mulai dari ulat bulu hingga ulat murni berwarna hijau.

Philodendron juga dapat terkena penyakit yang berasal bukan dari hama binatang. Contohnya adalah penyakit Busuk Daun. Penyakit ini menyebabkan kerusakan jaringan.

Daun akan mengeluarkan lendir berbau tidak sedap dan berwarna kecoklatan. Penyebabnya adalah bakteri Erwinina corotovora.

Cara menanganinya adalah dengan memotong daun busuk tersebut dan membakarnya. Kemudian semprotkan bakterisida pada bagian daun lainnya.

Selanjutnya adalah penyakit busuk Fusarium. Ia menyerang pangkal batang tanaman akibat kelembaban yang terlalu tinggi.

Akibatnya tanaman menjadi tidak bertunas.

Adapun cara pengendaliannya adalah dengan membuat media tanam berpori. Potong bagian yang terserang dan semprotkan fungisida. Setelah itu, atur kembali frekuensi penyiraman.

Menanam tanaman memang tidak sellau mudah. Banyak yang mengatakan jika itu ‘tergantung tangan’. Tangan yang dingin dapat menanam dengan baik sedangkan tangan yang panas tidak. Itu hanya istilah saja.

Demikian artikel mengenai Tanaman Philodendron Gadis (congo rojo, prince of orange, dan Scandens medio pictum). Semoga menginspirasi.

Bagikan Ke