Trump: Cuci dan Pakai Masker Medis, Jangan Hanya 1X Pakai

Trump, silahkan Cuci dan Pakai ulang masker pakai (Donuld Trum)

Beritaku.Id, Kesehatan – Ditengah kelangkaan masker dipasaran dan dunia, Presiden Amerika serikat memberikan saran, agar masker bekas yang telah dipakai, di cuci atau bersihkan ulang, Ahad (22/3/2020)

Presiden Donald Trump pada Sabtu tersebut, memberikan saran kepada seluruh tenaga medi, membersihkan dan menggunakan kembali sungkup wajah ketika merawat pasien coronavirus.

Alasannya, daripada “membuang” masker yang kekurangan pasokan.

“Saya harus memberi tahu Anda, jangan lakukan pembohongan publik, mencari untung sendiri, hanya dengan sekali pakai” turu Trump saat melakukan briefing coronavirus Gedung Putih pada hari Sabtu dikutip dari CNN.

Trump: Cuci Dan Pakai Ulang Masker Bekas

Untuk menyampaikan keseriusan Donald Trump, presiden kontroversial tersebut, dengan idenya yang melampaui batas kajian kesehatan.

Dirinya menyarankan agar petugas di instansi kesehatan mencci atau membersihkandan menggunakan kembali.

Presiden mengatakan:

“Kami memiliki cairan (antiseptik) yang sangat baik untuk membersihkan dan mencuci masker” Katanya

“Dan hal itu adalah sesuatu yang segera dilakukan diseluruh dunia, mereka harus segera mencuci dan membersihkan”

Tidak jelas jenis masker apa yang dimaksud sang Presiden, tetapi pedoman Administrasi Makanan dan Obat AS.

“Tidak boleh dibagikan atau digunakan kembali.”

Baik pedoman dalam FDA maupun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, tidak pernah memberikan saran kemungkinan, sanitasi untuk digunakan kembali secara aman.

Selama briefing, Dr. Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, memperingatkan bahwa rumah sakit harus berkonsultasi dengan pedoman CDC untuk penggunaan yang lebih lama dan penggunaan kembali jenis N95 yang terbatas.

Tapi Fauci, berprofesi sebagai seorang dokter dari Institut Kesehatan Nasional selama lebih dari 50 tahun, tetap mempertimbangkan gagasan penggunaan kembali.

“Ada pedoman CDC tentang bagaimana Anda dapat meminimalkan penggunaannya, sehingga kebutuhan akan berkurang ditengah kelangkaan bahan tersebut” kata Fauci.

Bahkan, panduan CDC tentang coronavirus menyebutkan “menghindari penggunaan kembali” untuk mencegah “tidak diketahui apa potensi transmisi kontak” untuk coronavirus.

Ini juga menyatakan bahwa “tidak semua Alat Pelinding Diri dapat digunakan kembali”
Pedoman CDC sementara melakukan upaya tempat untuk kemungkinan penggunaan kembali jenis N95, termasuk penggunaan pelindung wajah yang dapat dibersihkan.

Bagaimana Bentuk N59, Untuk DI Pakai Ulang

Dengan kode N95 sudah merupakan jenis yang sangat efektif untuk melindungi saluran pernafasan dari polusi.

Memiliki lapisan yang bisa melakukan penyaringan terhadap partikel yang sangat kecil sekalipun, termasuk ukuran PM2.5 (Particular Matter) hingga 95%.

Jenis Masker N59
Jangan Hanya Sekali : Trump, meminta petugas kesehatan untuk Cuci Ulang Jenis N59 Dipakai Ulang

Telah mendapatkan sertifikat NIOSH (National Institute for Occupational Safety and Health) yang ada dikemasan.

Jenis ini digunakan untuk untuk melindungi diri, dari partikel yang sangat halus, karena proses pembuatannya dengan memenuhi standar internasional.

Jenis N95 ini, mampu mencegah masuknya udara bebas kedalam hidung tanpa proses filter, dan bisa menghasilkan udara bersih, dengan rata-rata 97,5% kadar oksigen.

Cara untuk mengukur, ketepatan dalam memakainya tersebut, maka silahkan dipasangkan pada wajah, kemudian semprotkan gas menyengat didepan hidung.

Jika bau masih menyengat masih tajam, maka cara memasang masih belum tepat.

N59 bukan untuk kebutuhan anak-anak, dan tidak dipakai untuk keperluan sehari-hari, tapi biasanya dipakai dalam lingkungan industri atau kesehatan.

Berita Lain:

Barang Susah, Calegnya Kemana?

Ditengah badai Virus Corona atau Covid-19 yang melanda seluruh negeri dengan kategori pandemi, pada penyakit yang mematikan tersebut, Ahad (22/3/2020).

Semua merasa was-was, semua merasa ketakutan, dan semua serba waspada dengan penyakit yang menular melalu cairan di saluran pernafasan tersebut.

Harganya yang mahal, dan langkah dipasaran, juga mengusik beberapa kepala daerah untuk “menggertak” para penimbun.

Namunpun begitu, barangnya tetap langka, ibarat hilang ditelan bumi, dan sangat susah untuk dijumpai dipasaran.

Spekulasi Penimbunan

Ditengah kelangkaan dipasaran tersebut, diduga dimainkan oleh para penimbun.

Pada spekulasi lain, beberapa memanfaatkan barang tersebut untuk dikirim keluar negeri, hal ini berdasarkan temuan beberapa pelaku yang saat ini sedang mendekam di tahanan Polresta Makassar.

Data Corona

Data Corona pada hari Sabtu 21 Maret 2020, terus meroket dan melesat cepat, hampir setiap hari mengalami penigkatan 2 kali lipat dari hari sebelumnya.

Hanya dalam beberapa minggu, ditemukan kasus baru sebanyak 81 orang, sehingga total 450 orang, dari 450 orang tersebut, 20 orang dinyatakan sembuh, atau 5% dari seluruh kasus.

Sebanyak 17 Provinsi, sampai saat ini dinyatakan telah menjadi tempat penyebaran Virus kiriman dari Wuhan China tersebut.

Pulau yang masih relatif aman dari serangan virus ini adalah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Sementara 3 Pulau Besar, Jon Andalas, Jon Java dan Jon Celebes, saat ini sedang disibukkan untuk melakukan tracing terhadap kasus yang terjadi.

Caleg Pada Kemana, Hanya Janji

“Jangan hanya dulu itu caleg, semua manis ucapannya, dan memberikan janji manis berjuang untuk rakyat, sekarang ini setelah mereka berhasil, maka rakyatnya berjuang sendiri” Ungkap Nitizen yang enggan menyebutkan namanya.

Saat ini, 1 lembar sangat mahal, bahkan langka dipasaran, lebih susah menemukan selembar masker dibandingkan 1 gram emas.

Entah kalau pertimbangan kelangkaan tersebut, membuat Trump mengeluarkan steatemen, agar Masker bekas di cuci untuk dipakai ulang.

Namun Standar Operasional menyebutkan bahwa barang tersebut, bukanlah alat pelindung yang dipakai ulang meski dibersihkan atau di cuci.

Penulis: Fauzi

PILIHAN Beritaku

Komentar