Wanita Solehah Zaman Nabi
Wanita hebat dan Sholehah di Zaman Rasulullah Muhammad SAW

Wanita Solehah Zaman Nabi, 9 Orang Syahid Dan Mengabdi Pada Suami

Diposting pada

Kisah wanita solehah di zaman nabi berikutnya adalah shahabiyah Rasulullah, yang hidup dalam masa perjuangan Rasul dalam Islam.

Beritaku.Id, Berita Islami – Wanita Solehah Di Zaman Rasulullah Nabi Muhammad SAW, yang berjuang dalam Islam. Dan memperjuangkan syiar Islam di muka bumi.

Daftar Wanita Solehah Zaman Nabi

Terdapat wanita-wanita Solehah dengan prilaku baik di zaman Rasulullah, diantaranya:

Ummu Mutiah, Wanita Pertama yang Menghuni Surga

Seorang wanota di pinggiran Kota Madinah, yang disebut dalam Sabda Rasulullah Muhammad SAW dalam berita Islami.

Dengan prilakunya yang agung dan tunduk kepada suaminya hingga ia dijamin wanita pertama masuk surga.

Sabda Rasulullah Nabi Muhammad SAW “Wahai Fatimah, jika dirimu ingin (mengetahui) seorang wanita yang pertama masuk surga selain Ummul Mukminin. Maka dirinyaa adalah Ummu Mutiah” Sumber : Fimela.

Rufaidah Al-Anshariah (wafat 35 H)

Rufaidah Al-Anshariyah, merupakan perawat terkemuka di zaman Nabi SAW.

Dalam sejarah peradaban Islam mencatat pengabdiannya. Di dunia keperawatan dengan sejarah keemasan.

Bahkan, dia telah dinobatkan juga sebagai seorang perintis keperawatan modern, dan diakui terutama oleh kaum muslimin.

Ia dilahirkan di Yastrib (sekarang Madinah) pada 570 M. Dan dia wafat pada 632 M.

Rasulullah SAW pada abad pertama Hijriah. Ia merupakan golonan kaum Anshar. Ilmu keperawatan yang ia kuasainya dia pelajari dari ayahnya. Dengan profesi sang ayah sebagai tabib atau dokter.

Rumaisha Binti Milhan (Wafat 30 H)

Dia seorang wanita yang dijamin masuk Surga oleh Rasulullah Muhammad SAW. Salah satu Nama wanita muslimah bernama Rumaisha Binti Milhan. Atau Ar-Rumaisha` Ummu Sulaiman bin Malhan.

Dalam Sabda Rasulullah “Aku memasuki surga lalu mendengar suara langkah kaki di depanku. Ternyata ia adalah ar-Rumaisha` Ummu Sulaim binti Malhan.”

Rumaisha Binti Sulaiman Bin Malhan, merupakan seorang wanita teguh yang memeluk Islam, dan melawan suaminya yang kafir.

Dalam kisah selanjutnya, ia dilamar oleh seorang lelaki kaya rata saat menjanda. Bernama Abu Thalha. Namun ia menolaknya karena Abu Thalhah seorang Kafir.

Akhirnya Abu Thalhah menjadi muslim. Maka Rhumaisha disebut Rasulullah sebagai wanita muslim dengan mahar termahal.

Subaiah binti Harits

Selanjutnya perempuan solehah dalam cerita tentang Rasulullah adalah Subaiah Binti Harits. Seorang wanita muslimah yang menjadi janda. Ketika selesai masa iddahnya, ia dilamar oleh seorang musafir.

Namun ternyata musafir tersebut masih kafir, setelah itu ia datang ke Rasulullah dan meminta untuk bercerai.

Sementara suaminya ikut menemui Rasulullah dan menuntut istrinya dikembalikan atau mahar dikembalikan. Maka seluruh mahar dan nafkah dikembalikan pada musafir tersebut.

Subaiah binti Harits, meninggal karena terkena penyakit At Thoun.

Syifa Binti Abdullah Al-Adawiah Al-Qurasyiah (wafat 20 H)

Merupakan Shahabiyah Rasulullah Muhammad SAW, yang mengetahui cara membaca dan menulis. Dan dia menjadi guru buat muslimah-muslimah yang ada di Mekkah.

Ketika Rasulullah Hijrah, maka ia ikut hijrah didalamnya. Ia menjadi seorang dokter ahli mata dimasa itu.

Sehingga ia diberikan rumah oleh Rasulullah untuk merawat pasien-pasien yang sakit tersebut.

Ummu Athiyah Al-Anshariah (Wafat 8 H)

Kisah sahabat nabi yang mengharukan adalah Nusaibah binti Al Harits atau yang dikenal dengan Ummu Athiyyah Al Anshariyyah. Dialah yang bersemangat menyambut Rasulullah Muhammad SAW.

Dia ikut dalam medan perang, dengan menjaga tenda dan memasak untuk seluruh pasukan jihad Islam.

Dalam perang Uhud, ketika banyak yang Mati Syahid, Rasulullah juga terkena sabetan pedang saat itu.

Ummu Athiyah mempersenjatai diri untuk mengevakuasi Rasulullah Muhammad SAW.

Ada 12 luka yang mengenai tubuhnya ketika itu, namun ia tidak mengeluh dan tidak meminta belas kasihan. Meski saat itu ia kehilangan putranya menjadi syuhada.

Ummu Athiyah pula yang memandikan putri Rasulullah ketika meninggal.

Ummu Darda (Hujaimah binti Huyay al-Awshabiyah) (wafat 30 H)

Nama wanita islami berikutnya adalah Ummu Darda (Hujaimah binti Huyay al-Awshabiyah), Dia merupakan istri dari Abu Darda, istri kedua. Yang awalnya dibawah pengasuhan Abu Darda.

Sepeninggal Istrinya, Khairah binti Hadrad. Abu Darda melamarnya dan meminangnya. Dia menjadi soerang istri yang juga aktif dalam emngajarkan nilai-nilai Islam kepada orang lain.

Ummu Kulsum binti Uqbah bin Muit (wafat 40 H)

Ummu Kultsum merupakan saudara perempuan Usman bin Affan dari pihak ibu.

Ia nama wanita muslimah dan merupakan wanita pertama yang hijrah menuju Madinah dari kabilah Hadnah Hudaibiyah.

Ia masuk Islam semenjak di Makkah secara sembunyi-sembunyi. Ia telah dibaiat oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW sebelum melakukan hijrah tersebut.

Ketika keluarganya mengetahui. Saudara lelakinya bernama Walid dan Imarah. Memintanya menjauhi agama Islam.

Namu Permintaan tersebut ditolaknya. Dan ia lantas pergi menuju rumah Ummu Salmah.

Ketika Nabi SAW menjenguknya, Ummu Kultsum meminta Nabi SAW agar tidak mengembalikannya kepada keluarganya di Makkah. 

Betapa ia sangat mencintai Islam, dan keteguhan hatinya tidak goyah.

Ummu Waraqah Binti Abdullah Bin Harits (Wafat 15 H)

Dalam kisah perang badar, ia hendak ikut dengan Rasulullah untuk berperang.

“Wahai Rasulullah, izinkanlah aku untuk ikut (denganmu) dalam perang bersamamu. Aku (akan) merawat orang yang sakit dari kalian. Semoga Allah menganugerahkan kesyahidan juga kepada diriku.” Sumber Hadits, Islampos.com.

Namun Nabi SAW bersabda, “Tetaplah kamu di rumahmu, karena Allah Ta’ala telah menganugerahkan kesyahidan kepadamu.” (HR: Abu Dawud, 591, hasan).

Rumahnya senantiasa di datangi Rasulullah Muhamamd SAW. Dia memiliki 2 orang budak yang senantiasa melayaninya. Budak lelaki dan perempuan.

Dalam suatu kesempatan, Ummu Waraqah yang ahli ibadah tak terdengar suara mengajinya di masa Khalifah Umar bin Khattab.

Ternyata dia dibunuh oleh kedua budaknya, dan Umar Bin Khattab memerintahkan pasukan untuk mencari kedua budak tersebut.

Wanita yang Sholehah Zaman Nabi tersebut membuat Umar Bin Khattab berduka. Dan setelah ditemukan kedua pembunuhnya, maka pembunuh tersebut dibunuh dengan cara di salib di Madinah.

Demikian kisah wanita-wanita Solehah dan perempuan hebat di zaman Nabi Muhammad SAW.

Beritaku: 170 Urutan Shahabiyah dan Sahabat Nabi Muhammad SAW

Bagikan Ke