Asal Usul Dangdut Koplo, Jenis Dan Warna Musik Indonesia
Deretan Penyanyi Dangdut, Menjual Suara Secara Profesional, Tanpa Goyangan Keluar Batas (Foto: Istimewa)
Asal Usul Dangdut Koplo, Jenis Dan Warna Musik Indonesia

Tanpa Dangdut, maka Koplo tidak ada, Bagaimana Asal Usul aliran musik Indonesia tersebut. Dengan warna tersendiri menghasilkan penggemar hingga saat ini.

Beritaku.id, Budaya – Dangdut kampungan? Itu hanya ucapan yang mendiskreditkan musik yang memiliki penggemaar terbanyak di NKRI.

Musik dangdut ketinggalan Zaman? Justru jika dibandingkan dengan musik pop tahun 80-an, kini mulai miskin penggemar.

Berbeda dengan dangdut yang ketika dilakukan recovery. Dengan penyanyi lain. Biasanya mendatangkan viewer yang banyak.

Hal itu menunjukkan bahwa aliran musik dangdut memiliki penggemar tersendiri.

Bagaimana Sejarah Dan Asal Usul Dangdut Koplo dan Yang Lainnya?

Arah dan sejarah aliran Dangdut tanah air. Dangdut masuk ke Indonesia sejak Tahun 1950.

Untuk Di Pentaskan (Dipublikasikan)

Siapakah yang pertama membawa dangdut ke tanah air?

Kemungkinan akan dijawab bahwa Rhoma Irama, Imam S. Arifin atau Meggy Zakariah.

Ternyata sejarah mencatatkan, bahwa yang memperkenalkan dangdut ke tanah air, bukan nama-nama diatas.

Melainkan, Ellya Khadam, Munif Bahasuan, dan A. Rafiq. Dalam waktu tahun 1950 – 1960. Dikutip dari meramuda.com.

Pada masa itu, dangdut identik dengan musik Arab dan berpadu dengan India. Penggemar tidak banyak.

Rhoma Irama Merestrukturisasi Aliran Musik

Musik Dangdut bukanlah musik asli Indonesia, tetapi merupakan musik Arab India, yang dilakukan perubahan. Hingga menghasilkan dangdut Original

Dengan hadirnya Rhoma Irama tahun 1980 – 1990, memberikan warna tersendiri dengan dangdut.

Tidak membuang aliran musik asalnya (India Arab). Namun gelombangnya dibuat variasi, menghasilkan dangdut seperti sekarang ini. Rhoma Irama melakukan restrukturisasi musik.

Perlahan penduduk Indonesia mulai menikmati lagu-lagu Dangdut Rhoma Irama, A. Rafiq, dan sebagainya. Menyaingi musik tradisional kecapi dan gambus.

Dimana musik Gambus dan Kecapi diminati penduduk Indonesia tahun 50-an hingga tahun 80-an.

Merubah perhatian pecinta musik tanah air dari tradisional ke dangdut, bukanlah pekerjaan mudah. Sebab penikmat musik dominan ke lagu religi, seriosa dan sebagainya.

Adapun Dangdut versi Rhoma Irama, mendapatkan tempat. Karena syairnya bernafaskan Islami. Dan seketika mendapat tempat dihati penggemar.

Di era setelah eksisnya dangdut, melahirkan banyak penyanyi dangdut ternama. Misalnya Meggy Z, Leo Waldy, Imam S.Arifin, Elvy Sukaesi.

Rhoma Irama menaikkan kreasi dengan ikut menciptakan Film “Gitar Tua Oma Irama” tahun 1977. Meskipun sebenarnya Rhoma Irama telah memainkan film sejak tahun 1957 dengan judul “Djendral Kantjil”.

Berikutnya film Gitar Tua, terjadi perpaduan adegan film, dengan musik-musik dakwah Rhoma Irama. Dan hampir semua film Rhoma Irama, bernafaskan Islam.

Tidak hanya sampai disitu, akan tetapi Rhoma seringkali menyanyi dalam alur cerita film yang dimainkan. Dengan musik dangdut yang telah dibuatnya.

Impersonate Penggemar Rhoma Irama

Kampanye Dangdut Rhoma Irama dengan memainkan film dan musik, sangat komunikatif. Menyentuh hati para penggemar dengan adegan yang dimainkan.

Asal usul Dangdut Koplo
Desain Poster, Film Menggapai Matahari (Foto: RhomaIrama.Info)

Hingga penggemar mulai mengikuti gaya dan suara Rhoma Irama (impersonate).

Contohnya: “Tercatat tahun 1980, banyak yang mengikat kepala mengikuti gaya pada film Menggapai Matahari. Kemudian dilanjutkan mengikuti gaya menyanyi dangdut Rhoma Irama”

Dengan demikian, kampanye lagu dangdut berjalan dua arah, yakni: dengan kaset (pita) yang diputar langsung di radio. Atau dengan menonton film dengan variasi musik dangdut didalamnya.

Semenjak itu, pecinta dangdut tanah air kian meningkat, sekaligus mencatatkan deretan artis dengan aliran musik tersebut.

Serangan Teknologi Terhadap Dangdut

Dangdut menghasilkan banyak Bintang, dengan Biodata yang bisa ditemukan di daring. Variasi dangdut juga mengalami perubahan.

Hal itu tercatat sejak tahun 2000, hingga tahun 2020, terjadi pergeseran variasi dangdut. Karena dipengaruhi oleh banyaknya aliran musik yang mulai menancapkan pengaruhnya.

Di tahun 2000 merupakan transisi penyanyi, dari lagu dengan rekaman memakai pita kaset, menjadi cassette disk (CD).

Posisi penyanyi lama masih bertahan. Sebab pusat rekaman masih dipegang kendali oleh pemilik rekaman besar di Jakarta dan Jawa.

Tidak menunggu lama, sekitar tahun 2005, serangan media semakin kencang. Dan perangkat komunikasi meningkat, sehingga file lagu, tidak lagi disimpan di dalam CD. Melainkan dalam bentuk file kedalam hardware.

Pada masa itu, lagu dengan mengandalkan pita kaset, telah tertinggal oleh penggemarnya. Pilihannya hanya 2, memakai cd, atau file.

Perlahan namun pasti, blantika musik dangdut ibarat hutan belantara. Dengan “Ratu dan Raja” hutan. Menghitung waktu, akan melahirkan generasi baru.

Tahun 2010 – 2015. Sebagai sejarah awal Dangdut Koplo dengan asal usul dari Jawa Timur. Melahirkan Inul, Uut Permata Sari, Via Valen dan Nella Kharisma.

Namun kehadiran mereka dengan aliran Koplo, tidak bisa mengkudeta Dangdut kontemporer. Sebab dangdut kontemporer menghasilkan banyak penyanyi. Seperti Ikke Nurjanah, Erie Susan, Nasar, Lesty dan sebagainya.

Namun Koplo menjadi terdengar, sebab penampilan fenomenal Inul Daratista dengan Goyang Ngebor.

Padahal terdapat banyak aliran Dangdut, selain dangdut koplo.

Jenis-jenis Dangdut

Adapun jenis-jensi dangdut yang ada ditanah air terdiri dari:

  1. Dangdut Kontemporer (Klasik)
  2. Disco Dangdut
  3. Remix
  4. Dangdut Koplo
  5. Rock Dut

Dangdut Kontemporer atau dangdut klasik. Biasa disebut dengan dangdut Original atau Asli. Ciri-ciri dangdut ini adalah memiliki perpaduan musik, dan gendang dua, seruling, gitar dan sebagainya.

Penyanyi Kontemporer
Penyanyi Dangdut, dengan Suara ia menciptakan kesejukan. Tidak dengan pakaian terbuka (Foto: Istimewa)

Aktor dan Aktris aliran kontemporer adalah Rhoma Irama, Issi Dahlia, Elvie Sukaesih, Rita Sugiarto, Ine Sintya, Ike Nurjanah, Meggy Z, Mansur S. Imam S. Arifin. Cara mengenali penyanyinya sangat gampang. Cengkoknya ada, dan biasanya memakai Intro lagu dipembukaan.

Ada ciri lain yang menarik dari penyanyi beraliran kontemporer: Pakaian tidak seksi dan goyangan sangat minim. Murni vokal yang indah.

Disco Dangdut, Tahun 90-an. Aliran musik ini tidak memakai seruling, dengan tempo lagu yang energik dan menghentak. Dunia Hiburan malam masuk ke tanah Air.

Sehingga dunia musik melakukan ekspansi dengan memanfaatkan pasar baru tersebut. Di Era ini, Bazooka (Sound dengan bass yang khas) menjadi sangat laku dipasaran.

Artis untuk aliran ini adalah Ade Irma, Ratna Anjani.

Remix, Menambahkan beberapa unsur alat musik didalamnya, untuk mengcounter serangan lagu Disco Dangdut.

Aliran ini antara Kontemporer dengan Disco Dangdut. Aktor di aliran ini adalah Camelia Malik, Rama Aipama, Rita Sugiarto, Amri Palu dan Neng Anjarwati.

Koplo, Berbeda dengan ketukan gendang dua, memiliki variasi tersendiri dari musik aslinya yang kontemporer.

Rock Dut, Nah ini merupakan perpaduan musik timur dan barat. Meski tidak ada aktris yang khusus dan permanen dengan lagu jenis ini. Namun jenis aliran ini, kadang di nyanyikan oleh aktris seperti Rhoma Irama, dan beberapa penyanyi beraliran kontemporer.

Demikian asal usul Dangdut, termasuk aliran didalamnya, Koplo Remix, Rockdut, Disco maupun kontemporer.

Beritaku, musik: Anak Pengais Sampah, Alif Aulia LIDA 2019, Alis Fans

Lengkapi Komentar