Syarifah Wahdania, Ini Mahasiswi Unismuh Peraih Harapan Satu Lomba Karya Tulis Ilmiah
Foto- Syarifah Wahdania Mahasiswi Jurusan PGSD Unismuh Makassar
Syarifah Wahdania, Ini Mahasiswi Unismuh Peraih Harapan Satu Lomba Karya Tulis Ilmiah

BERITAKU.ID MAKASSAR- Syarifah Wahdania adalah salah satu mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini, berhasil menorehkan prestasi apik untuk almamater kampus, Senin, (13/5/2019).

Bersama dua rekannya, Rezkita Mutia Angrana Ansar, dan Diah Fitriani, berhasil menyabet juara harapan satu dalam lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang dilaksanakan di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogjakarta 19 Maret hingga 4 Mei 2019 lalu.

Pencapaian tersebut merupakan yang pertama kali ia dan rekannya raih di ajang tingkat nasional, akan tetapi, capaian ini tak langsung dicapai lantaran banyak hal yang menjadi tantangan.

Diantaranya, dalam meminimalisir waktu, mengigat padatnya jadwal kuliah serta deadline dari lomba yang juga sangat mepet, sehingga hal tersebut yang terkadang membuat ia dan rekannya merasa kewalahan dalam mengerjakan Karya Tulis Ilmiah (KTI).

“Yang sulit juga menyatukan pendapat dari anggota tim yang kadang menjadi kesulitan kami. Karna pemikiran dari tiap anggota tentu berbeda selama penyusunan KTI,” kata Syarifah.

Namun yang paling berkesan, ketika dirinya mengingat proses belajar dalam menulis, ia bahkan telah lakukan tersebut sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Menurutnya sejak SMP memang telah tertarik menulis tulisan dasar hingga sebuah cerpen.

Semenjak diperkenalkannya lembaga kreatifitas yang dikenal LKIM PENA menjadi wahana keantusiasannya untuk menulis.

“Hal yang memotivasi saya Karna banyak senior-senior dalam lembaga ini yang bisa keliling ke kota lain bahkan sampai mancanegara berkat karya tulisannya. Makanya saya terus belajar,” ungkap Syarifah.

Kedepannya dia dan rekannya berharap mampu mempersembahkan yang lebih baik, sehingga dapat membantunya untuk meraih cita-cita sebagai dosen profesional.

“Kalau selalu membuat karya tulis ilmiah, tentu menjadi buah dikemudian hari. Karena saya ingin menjadi dosen profesional,” tutur Wahda.(WK*)

 

Editor: Dicky Minion

Tinggalkan Balasan