Israel
Israel

Nabi Ishaq AS Nenek Moyang Bangsa Israil

Diposting pada

Dari seluruh Nabi yang ada, mana Nabi Ishaq AS sebagai Nenek Moyang Bangsa Israil juga menjadi Nenek moyang pada Nabi yang dilahirkan untuk misi meluruhkan orang-orang Israil atau Izrail.

Beritaku.Id, Kisah Islami – Setelah membahas urutan lengkap 25 Nabi dan Rasul, selanjutnya akan dibahas tentang Kisah mengenai Nabi Ishak Bin Ibrahim AS, yang kahir pada 1717 SM dengan usia dibumi 180 tahun.

Nabi Ismail dan Nabi Ishak bersaudara merupakan keturunan dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS dari istri kedua Nabi Ibrahim yakni St Hajar, sementara Nabi Ishak AS dari Sarah.

Sarah yang merupakan istri Ibrahim AS yang setia menemaninya dan menegakkan kalimat Allah SWT.

Kisah Nabi Ishak AS Nenek Moyang Israil
Nabi Ishak AS sebagai Nenek Moyang Bangsa Israil dan Romawi

Turunan Bangsa Israil

Kelak dari St Sarah lahir nenek moyang bangsa Israil dengan tarikan keturunan Nabi Ishaq AS.

Patuh kepada suami, dan tunduk. Termasuk ketika mengetahui dirinya tidak bisa memiliki keturunan, dirinya mengizinkan suaminya menikah lagi dengan St Hajar.

Kesabaran dan keteguhannya tidak pernah goyah, selalu meminta kepada Allah agar diberikan juga keturunan.

Hingga Allah SWT mengabulkan doanya, dan mengutus malaikat untuk menemuinya, dan menyampaikan kabar gembira, bahwa dirinya akan diberikan keturunan.

Mereka juga memberitahukan tujuan mereka yang lain, yaitu pergi mendatangi kaum Luth untuk menimpakan azab kepada mereka.

Sebagai tuan rumah yang baik, Nabi Ibrahim menyambut sebaik mungkin para malaikat ketika itu datang bertamu pada Nabi Ibrahim.

Nabi menjamunya, namun para malaikan enggan untuk makan hidangan persembahan Ibrahim, sehingga Ibrahim ketakutan.

Lalu para malaikat menyampaikan niatnya untuk datang menemuinya, bahwa akan diberikan kepadanya anak yang berilmu.

St Sarah yang ikut mendengar pembicaraan mereka, kemudian berpikir bahwa tidak mungkin mereka punya keturunan sebab mengingat usia mereka yang sudah lanjut usia pada umur 90 tahun.

Mana mungkin kami memiliki keturunan, saat umur saya sudah tua begini, begitupun usia suami saya yang mulia Nabi Ibrahim AS. Kami heran dengan kabar bahwa kami akan segera punya anak keturunan.

Namun Para malaikat menyampaikan “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. Adz Dzaariyat: 30)

Nabi Ibrahim sangat bersyukur mendengarkan penyamapian malaikat tersebut, sebab apa yang didoakannya dikabulkan oleh Allah SWT.

Setelah itu, St Sarah benar telah hamil, dan kemudian lahirlah Nabi Ishak ketika Nabi Ibrahim measuki umur 1 abad.

Sejarah kelahiran Nabi Ishak dan Nabi Ismail

Nenek moyang kaum Israil Nabi Ishaq memiliki jarak kelahiran dengan kakaknya Ismail 14 tahun.

Berbeda dengan nabi lain, kisah Nabi Ismail tidak secara jelas disebutkan dalam Alquran, namun Allah memberikan pujian kepadanya, dalam beberapa ayat.

“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (QS. Shaad: 45-47)

Nabi Muhammad SAW juga memuliakan Nabi Ishak AS, dalam sabdanya:

الكَرِيمُ، ابْنُ الكَرِيمِ، ابْنِ الكَرِيمِ، ابْنِ الكَرِيمِ يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ

“Yang mulia putera yang mulia, putera yang mulia dan putera yang mulia adalah Yusuf putera Ya’qub, putera Ishaq, putera Ibrahim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pernikahan Nabi Ishak, Istri Mandul

Nabi Ishak menikah pada umur 40 tahun, atau pada saat itu umur Nabi Ismail 54 tahun.

Nabi Ishak menikah dengan Rafqah Binti Batu’il, saat itu Nabi Ibrahim masih hidup.

Namun hampir sama dengan Nabi Ibrahim, Nabi Ishak tidak begitu cepat memiliki keturunan.

Maka saat itu Nabi Ishak berdoa, dan istrinya Rafqah hamil dan melahirkan 2 orang anak sekaligur atau berkembar.

Yakni Iish dan Ya’qub, Iish adalah nenek moyang dari romawi, sementara Ya’qub menjadi nenek moyang Bani Israil

Kelak dari Nabi Ibrahim, ke Nabi Ishak melahirkan Nabi Ya’qub kemudian Nabi yusuf, dan seterusnya sampai pada keturunan Nabi Isa AS.

Berbeda dengan jalur keturunan Rasulullah Nabi Muhammad SAW, merupakan turunan Nabi Ibrahim dengan jalur keturunan dari Siti Hajar, Nabi Ismail.

Sehingga penyebutan kedua keturunan Ibrahim Ismail dan Ishak kadang diidentikkan, bahwa Ishak nenek moyang Israil sementara Ismail untuk Bangsa Arab.

Selanjutnya, Nabi Ishak mendapatkan pendidikan langsung dari Nabi Ibrahim, seperti kakanya Nabi Ismail yang juga dibimbing oleh ayahnya.

Menarik untuk dikaji antara Nabi Ismail dan Nabi Ishak, termasuk mengkaji 2 jalur keturunan nabi-nabi setelahnya.

Nabi yang lahir setelah keduanya, hanya berasal dari dua keturunan tersebut, keturunan Ismail atau Ishak.

Bangsa Israil, Romawi dan Bangsa Arab

Perlu diketahui pula, bahwa percabangan pada dasarnya pada Nabi memiliki garis keturunan langsung satu sama lainnya.

Nabi Ishaq memiliki keturunan sebagai nenek moyang untuk bangsa Israil dan Romawi, sementara Nabi Ismail untuk Bangsa Arab.

Bangsa Israil, dalam kajian keturunan Nabi tersebut, dalam beberapa catatan sejarah, merasa memiliki ras paling tinggi di muka bumi.

Sebab merasa sebagai keturunan Bani Israil dengan jumlah Nabi dari 25 Nabi yang wajib, sebagian besar dari keturunan mereka.

Sementara Nabi Ismail, hanya memiliki 1 keturunan yakni Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir.

Kajian-kajian tersebut yang membuat Bangsa Israil menjadi bangsa yang paling sombong di muka bumi.

Bagikan Ke