Doa Ketika Hujan Petir, Guntur, Serta Dilanda Musibah Banjir

Diposting pada

Doa Ketika Hujan, Petir, Guntur dan Banjir Melanda bagi umat Islam adalah penting. Karena dengan Berdoa maka itu adalah bentuk dari berserah diri pada kekuasaan Allah

Beritaku.id, Berita Islami – Sebagai negara yang terletak di khatulistiwa, Indonesia memiliki iklim tropis dimana hanya mempunyai 2 musim, yakni musim kemarau dan penghujan.

Oleh: Nisyya Izzatin Naila (Penulis Berita Islami)

Hujan Sebagai Berkah Dan Rahmat

Musim penghujan biasanya di mulai pada bulan Oktober hingga Maret. Puncaknya yaitu pada bulan Desember atau Januari.

Hujan merupakan air yang turun dan jatuh dari langit. Ketika matahari memancarkan sinarnya ke bumi, maka air yang ada di permukaan bumi seperti laut, sungai, danau, dan sebagainya mengalami penguapan atau biasa di sebut evaporasi.

Doa Ketika Turun Hujan
Doa ketika turun hujan (Foto: Sekolahnesia)

Uap air akan naik ke udara membentuk titik-titik embun atau biasa di sebut kondensasi. Semakin tingginya suhu udara membuat titik-titik embun menjadi semakin banyak dan membentuk sebuah awan.

Adanya perbedaan tekanan udara menyebabkan terjadinya angin. angin akan membawa awan tersebut ke tempat dengan suhu lebih rendah.

Awan-awan yang mengandung embun tadi berkumpul membentuk awan besar dengan warna kelabu, kemudian mencair dan turunlah ke permukaan bumi sebagai hujan atau presitipasi.

Air hujan kemudian mengalir dengan meresap ke dalam tanah, masuk ke danau, mengalir ke sungai hingga sampai ke laut lagi.

Siklus di atas merupakan siklus air atau biasa di sebut siklus hidrologi. Siklus air berjalan terus menerus, menjaga ketersediaan air bersih di muka bumi hingga saat ini.

Air bersih yang masih tersedia dan cukup jumlahnya berperan penting bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Semua makhluk hidup baik manusia, hewan maupun tumbuhan pasti membutuhkan air untuk bertahan hidup.

Manusia membutuhkan air untuk berbagai macam aktivitasnya, mulai aktivitas domestik seperti konsumsi, mandi, dan cuci, hingga aktivitas industri.

Hewan pun membutuhkan air untuk minum, beberapa di antaranya justru hanya dapat hidup di air. Apalagi tumbuhan,  sangat membutuhkan air untuk proses fotosintesis.

Baca Juga Beritaku:4 Doa Agar Hujan Berkah, Cepat Reda Mencegah Banjir Dan Badai

Surah Tentang Hujan Sebagai Rahmat

Turunnya hujan merupakan berkah dan rahmat dari Allah SWT. Sebab air merupakan unsur esensial dalam kehidupan.  

Tanpa air, makhluk hidup tidak akan dapat bertahan. Manusia, hewan, dan tumbuhan semuanya membutuhkan air untuk hidup dan menjalankan siklus hidupnya.

Oleh karena itu, hujan yang merupakan peristiwa turunnya air dari langit di sebut sebagai berkah dan rahmat.

Allah SWT sendiri menyebutkan dalam beberapa ayat di Al Qur’an bahwa hujan merupakan berkah dan rahmat dari-Nya.

Dalam surat Asy-Syu’ara ayat 28 di jelaskan bahwa hujan adalah rahmat. Berikut bunyi ayatnya:

وَهُوَ الَّذِىۡ يُنَزِّلُ الۡغَيۡثَ مِنۡۢ بَعۡدِ مَا قَنَطُوۡا وَيَنۡشُرُ رَحۡمَتَهٗ‌ ؕ وَهُوَ الۡوَلِىُّ الۡحَمِيۡدُ

Artinya : Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji.

Selain ayat Al-Qur’an, ada pula hadits yang menyebutkan tentang keberkahan hujan. Diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Dawud:

Di riwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya, dan Abu Dawud, dari Anas r.a., berkata: “Nabi SAW saat melihat hujan membuka bajunya.” Riwayat lain dari Abu Dawud, Anas berkata: “Rasulullah SAW menyingkap bajunya hingga terkena guyuran air hujan.” Kami lantas berkata: “Ya Rasulullah, kenapa Engkau berbuat demikian?” Rasulullah menjawab: “Sebab hujan adalah sebuah rahmat yang di turunkan oleh Allah SWT”. (Di tuliskan oleh Imam Abu Bakr Al-Thuthusyi Al-Andalusi dalam kitab Al-Du’a Al-Ma’tsur wa Adaabuhu wa Maa Yajibu ‘alaa Al-Da’i Itya’nuhu wa Ijtinabuhu.

Sebab rahmat dan keberkahannya, maka ketika turun hujan kita di sunnahkan untuk membaca do’a. Waktu hujan turun juga merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdo’a.

Adapaun bacaan do’a yang dapat kita baca saat hujan turun adalah sebagai berikut:

Doa agar Hujan, Petir dan Guntur Berhenti

Turunnya hujan memang membawa berkah dan rahmat. Namun, saat puncak musim hujan, air yang turun begitu deras dengan intensitas yang tinggi, Seringkali pula di sertai angin kencang, pentir, dan guntur.

Hal ini tentunya dapat mengakibatkan bencana seperti banjir, puting beliung, sengatan petir, dan sebagainya.

Selain itu, banyak aktivitas yang menjadi terhambat karenanya.

Dalam situasi hujan yang seperti ini, di khawatirkan menimbulkan bencana, kita diperbolehkan untuk berdoa memohon agar hujan tersebut berhenti.

Hadits yang di riwayatkan oleh Bukhori menceritakan bahwa ada sahabat yang mengadu pada Rasululullah SAW.

Sahabat tersebut mengadu jika hujan deras yang turun selama 6 hari telah membuat masyarakat kehilangan berbagai harta bendanya dan menimbulkan kerusakan fasilitas jalan.

Kemudian saat khutbah shalat Jum’at berlangsung, Rasulullah SAW pun membaca sebuah doa berikut:

Hal yang sama juga dapat kita lakukan ketika muncul petir dan guntur. Hujan yang deras seringkali di sertai dengan petir dan guntur.

Petir dan guntur sendiri muncul akibat udara di sekitar awan memiliki daya isolasi yang rendah karena mengandung banyak air.

Apabila awan dengan muatan positif bertemu dengan awan dengan muatan negatif, maka akan muncul beda potensial listrik.

Ketika beda potensial listrik mengalir lebih besar yang terjadi yaitu elektron akan terlepas dari awan ke bumi dalam bentuk petir.

Baca Juga Beritaku:10 Doa Ketika Hujan Turun, Dan Makna Turunnya Untuk Alam

Doa Ketika Hujan Petir dan Guntur

Petir dan guntur sesungguhnya dapat membahayakan manusia. Banyak kecelakaan terjadi akibat sambaran petir.

Karena itu, agar selamat dari bahaya petir dan guntur, kita bisa berdoa kepada Allah.

Berdasarkan Riwayat Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda “Jika engkau mendengar suara gemuruh seperti petir/guntur, maka berdoalah. Adapun doa yang dapat di baca yaitu:

أللهم لا تقتلنا بغضبك ولا تهلكنا بعذابك وعافنا قبل ذلك

Artinya: “Ya Allah, janganlah binasakan kami dengan murka-Mu, jangan hancurkan kami dengan siksa-Mu. Selamatkan dan ampunilah kami sebelum itu semua.”

Doa ketika Hujan dan Petir sebagai bentuk Berserah Diri

Terjadinya petir maupun guntur merupakan wujud dari kekuasaan Allah SWT. Oleh karena itu, sebagai hamba-Nya yang lemah hendaknya kita berdoa memohon perlindungan Allah SWT.

Doa merupakan wujud kita dalam bertasbih pada-Nya dan memuji kekuasaan-Nya.

Dzikir dan Doa Ketika Hujan Petir dan Guntur disertai Angin Kencang

Hujan
Hujan sebagai Rahmat Dari Allah

Angin kencang terjadi karena adanya pengumpulan massa udara pada belokan angin.

Hal ini menyebabkan massa udara mengalami perlambatan. Kemudian massa udara yang berpotensi membentuk awan cumulonimbus mengalami pengangkatan.

Awan cumulonimbus inilah yang kemudian menyebabkan hujan deras di sertai angin kencang juga petir atau guntur.

Tak bisa kita pungkiri bahwa hujan kerap kali turun bersamaan dengan angin kencang.

Keadaan ini seringkali membuat kita merasa cemas. Beragam kemungkinan bencana pun terjadi. Pohon-pohon tumbang yang menimpa bangunan, menutup jalan bahkan menimpa seseorang yang sedang berkendara.

Apalagi angin-angin kencang berbahaya seperti puting beliung yang dapat merusak bangunan seperti rumah, toko, hingga fasilitas umum.

Sebagai seorang muslim, untuk mengatasi kecemasan tersebut kita bisa berdoa, berdzikir meminta perlindungan pada Allah SWT.

Yazid bin Abdul Qadir Jawis, dalam bukunya tentang do’a dan wirid telah menjelaskannya.

Disebutkan jika Rasulullah SAW bersabda bahwa angin merupakan salah satu rahmat Allah SWT, dimana kehadirannya terkadang membawa rahmat, terkadang membawa azab.

Maka, ketika angin kencang terjadi, kita tidak boleh memakinya. Justru kita berdoa kepada Allah SWT, meminta perlindungan-Nya agar dihindarkan dari bencana.

Adapun doa yang dapat kita baca sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

Artinya:“Ya Allah, sungguh aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, serta aku berlindung kepadaMu dari keburukannya.”

Berdasarkan HR. Imam Abu Dawud, Imam Ahmad, dan Imam al-Baihaqi, riwayat Aisyah ra., ketika terlihat awan pekat (mendung) Rasulullah SAW akan sejenak meninggalkan semua pekerjaannya dan membaca doa terebut

Baca Juga Beritaku:Hujan-hujanan, 5 Manfaat Air Hujan, Jangan Melarang Anak

Doa Ketika Hujan dan Terjadi Banjir

Saat puncak musim hujan tiba, intensitas hujan yang turun begitu tinggi. Hujan kadang kala turun selama beberapa hari berturut-turut tanpa jeda. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya banjir.

Banjir merupakan fenomena tertutup dan tergenangnya suatu kawasan di permukaan bumi oleh air, sehingga menimbulkan kerugian baik secara sosial dan ekonomi.

Pada umumnya banjir terjadi karena faktor alam dan manusia. Faktor alam dapat berupa tipologi daerah dataran rendah yang rawan banijir dan turunnya hujan deras secara terus-menerus.

Sedangkan faktor manusia terjadi karena ulah manusia yang merusak alam, misalnya kebiasaan buang sampah di sungai, penggundulan hutan, alih fungsi lahan menjadi pemukiman ataupun indutri sehingga area resapan berkurang, dan sebagainya.

Kombinasi kedua faktor inilah yang sering menimbulkan bencana banjir.

Bencana banjir terjadi tidak lepas dari tipologi daerah yang berupa dataran rendah rawan banjir. Ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur suatu wilayah dalam waktu yang cukup lama (berhari-hari), otomatis air yang mengalir ke sungai dan harus diserap oleh tanah volumenya begitu besar.

Sungai memiliki kapasitas tertentu sehingga ketika melebihi daya tampungnya maka akan meluap meluber ke wilayah sekitar sungai. Apalagi jika sungai tersebut penuh sampah yang dibuang secara sembarangan oleh manusia.

Begitu pula dengan tanah, penggundulan hutan dan berkurangnya area resapan menimbulkan genangan banjir.

Hal ini karena pepohonan merupakan penyerap air yang baik. Apabila pepohonan ditebangi begitu saja digantikan berbagai macam bangunan, air hujan tidak lagi mempunyai tempat resapan.

Berikut Bunyi Doa Ketika Hujan dan Dilanda Bencana Banjir

Petir
Doa ketika terjadi petir

Terjadinya banjir tentu menimbulkan berbagai kerugian baik secara sosial maupun ekonomi. Aktivitas menjadi terganggu dan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya akibat banjir.

Kerusakan tempat tinggal dan harta benda tak dapat di hindari. Belum lagi penyakit-penyakait yang timbul akibatnya, seperti diare, muntaber, penyakit kulit, dan berbagai penyakit lainnya.

Saat ini, bencana banjir yang terjadi lebih sering karena ulah manusia yang merusak alam. Walaupun hujan deras yang turun dengan intensitas tinggi juga pemicunya, namun kerusakan alam yang semakin menjadi adalah faktor utamanya.

Sebagai seorang muslim yang baik, hendaknya kita menjaga dan melestarikan alam, bukan malah sebaliknya. Allah SWT sendiri dalam Al-Qur’an telah memperingatkan manusia untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi.

Oleh karena itu mari kita mulai membiasakan diri melakukan kegiatan-kegiatan melestarikan alam dan lingkungan, seperti reboisasi, tidak membuang sampah sembarangan di sungai, mencoba menerapkan pola hidup zero waste, dan sebagainya.

Doa Ketika Hujan ataupun Petir Itu Penting Agar Mendapat Perlindungan Dari Allah

Nah ketika hujan deras turun dan banjir terlanjur melanda, yang bisa kita lakukan adalah berdoa memohon perlindungan pada Allah SWT. Dianjurkan untuk membaca doa berikut ini:

Hujan merupakan berkah dan rahmat, namun dapat pula menjadi malpetaka dan bencana. Ketika alam lestari dan keseimbangan terjaga maka hujan yang turun menjadi berkah serta rahmat bagi semuanya. Sebaliknya ketika alam mulai rusak dan  keseimbangan terganggu, hujan yang turun justru dapat menimbulkan bencana.

Oleh karenanya, kita harus selalu berdoa dan meminta perlindungan Allah SWT serta berikhtiyar melakukan upaya-upaya pelestarian alam dan lingkungan.

Selain itu kita juga harus mengurangi kegiatan-kegiatan yang secara langsung maupun tidak langsung merusak alam.

Referensi:

  1. cnnindonesia.com
  2. islami.co
  3. nu.or.id
  4. republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *