Dzikir Setelah melaksanakan Dhuha
Jenis Dzikir setelah Sholat Dhuha (Foto:Perjalanandoa)

Dzikir Setelah Sholat Dhuha, Untuk Mendapatkan Rezeki

Diposting pada

Sholat dhuha merupakan ibadah untuk mendapatkan kemudahan dalam mencari rezeki, Bahkan dzikir dan doa pada sholat Dhuha juga mengatur tentang harapan terhadap rejeki Allah.

Beritaku.id, Berita Islami – Dan Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk di dunia. Tugas mereka hanyalah beribadah pada Nya.

Oleh Tika (Penulis Berita Islami)

Terkadang kita tidak yakin dan terlalu ngotot mencari rejeki hingga melupakan dzat pemberi rejeki. Kita juga kerap kali khawatir kehilangan lima menit waktu kita untuk beribadah hanya karena khawatir rejeki akan hilang dalam lima menit tersebut.

Baca juga beritaku:Karomah Surah Al Waqiah: Doa Pembuka Rezeki, Setelah Tahajjud Dan Dhuha

Jenis Dzikir Setelah Dhuha

Setelah melakukan sholat Dhuha maka akan lebih baik untuk berdzikir, Dzikir adalah mengingat Allah.

Ada banyak cara untuk mengingat Allah. Salah satunya dengan berdzikir. Pertama adalah memohon ampun pada Allah.

Zikir setelah melaksanakan Sholat Dhuha
Jenis Dzikir setelah melaksanakan Sholat Dhuha (Foto: Slide)

Astaghfirullahal’azim 33x

Atau dapat juga dengan bacaan istighfar yang lebih panjang.

Astaghfirullahal’azim. Alladzi la ila ha illa huwal hayyul qoyyum wa atubu ilaih. Aku memohon ampun kepada Allah.

Ahamdulillah 33x.

Allahu akbar 33x.

Dapat juga dengan menambahkan bacaan lain seperti

Subhanallah wal hamdulillah wa la ila ha illallah wallahu akbar.

Doa Sholat Dhuha

Kemudian melanjutkan dengan doa sholat Dhuha.

Allahumma innad-dhuha a dhuha’uka. Walbaha a baha’uika. Wal jamala jamaluka wal quwwata quwwatuka. Wal qudrota qudrotuka. Wal’ismata ‘ismatuka. Allahumma in kana eizqi fis sama’i fa anzilhu. Wa in kana fil ardi fa akhrijhu, Wa in kana mu’siron fa yassirhu. Wa in kana haroman fa tohhirhy, Wa in kana ba’idan fa aqribhu. Bi haqqi duha’ika wa baha’ika wa jamalika wa quwwatika wa qudrotika atini ma ataita ‘ibadikassolihin.

Beberapa pendapat juga menyarankan untuk membawa surat Al Waqi’ah. Surat ini dapat memberi kelancaran dalam mencari rezeki.

Tidak hanya itu, dengan rutin mengamalkan surat Al Waqi’ah di selepas shubuh dan sore hari juga dapat mendatangkan rezeki dari arah tak disangka-sangka.

Ada pula dzikir setelah dhuha, sesuai tuntunan Rasululah yang tercantum dalam Al ma’tsurat.

Dalam Al ma’tsurat terdapat banyak sekali amalan untuk memperlancar rejeki, menghindari hutang, hingga menjadi pribadi yang jauh dari kefakiran dan kemiskinan. Wallahu a’lam bishhawab.

Baca juga beritaku:Sholat Dhuha Dan Megahnya Istana Di Surga Yang Dijanjikan Allah SWT

Tata Cara Dzikir, Doa Resky Setelah Dhuha

Cara berdzikir setelah sholat Dhuha sama halnya dengan sholat fardhu. Bedanya adalah pada doa sholat Dhuha. Setelah salam, maka dapat melanjtkannya dengan dzikir.

Doa Rezeki
Jalan Menuju Rezeki (Foto: Matamadura)

Posisi duduk boleh bersila namun alangkah lebih baik jika tetap dalam posisi tasyahud akhir.

Menghadap kiblat dengan kondisi masih memiliki wudhu. Memuji Allah dengan jumlah yang ganjil.

Contohnya adalah ketika membaca subhanallah, allahu akbar, alhamdulillah, dan astaghfirullah dengan jumlah yang ganjil.

Contohnya adalah 11 kali, 33 kali, dan sebagainya. Lanjutkan dengan membaca doa sholat Dhuha.

Allahumma innad-dhuha a dhuha’uka. Walbaha a baha’uika. Wal jamala jamaluka wal quwwata quwwatuka. Wal qudrota qudrotuka. Wal’ismata ‘ismatuka. Allahumma in kana eizqi fis sama’i fa anzilhu. Wa in kana fil ardi fa akhrijhu, Wa in kana mu’siron fa yassirhu. Wa in kana haroman fa tohhirhy, Wa in kana ba’idan fa aqribhu. Bi haqqi duha’ika wa baha’ika wa jamalika wa quwwatika wa qudrotika atini ma ataita ‘ibadikassolihin.

Artinya

Ya Allah, sesugguhnya waktu Dhuha ini adalah DhuhaMu. Segala keagungan merupakan keagunganMu. Adanya keindahan merupakan keindahanMu. Segala kekuatan adalah kekuatanMu. Dan semua penjagaan adalah penjagaanMu. Ya Allah, jika memang rejekiku masih tergantung di langit, maka turunkanlah. Namun jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sulit maka buatlah agar mudah, Jika haram maka sucikanlah. Jika rejekiku masih jauh maka dekatkanlah. Maka dengan kebaikan Dhuha Mu, kekuasaanMu, keagunganmu, keindahanmu, dan kekuatanmu maka berikanlah padamu apa yang Engkau berikan kepada orang-orang shalih.

Tidaklah lantas seorang muslim hanya melakukan sholat dan berdzikir terus-terusan tanpa adanya ikhtiar menjemput rezeki. Bahkan seekor burung pun akan meninggalkan sarangnya di pagi hari untuk mencari rejeki. Lalu kemudian ia akan kembali di sore hari. Oleh karena itulah kita harus tetap berusaha dan Allah lah yang akan mencukupkan.

Sama halnya dengan syair yang populer baru-baru ini.

Allahul kaafii robbunal kaafi

Qoshodnal kaafi wajadnal kaafi

Likulin kaafi kafaa nal kafi

Wani’mal kaafi alhamdulillah

Hasbunallah wa ni’mal wakil

Ni’mal maula wa ni’man nashir

Artinya adalah

Allah yang mencukupi, rabb kami yang mencukupi

Tujuan kita adalah Allah yang mencukupi, dan kita menemukan bahwa Allah yang mencukupi

Terhadap sesuatu yang kita butuhkan, Allah yang mencukupi, dan Allah lah yang memenuhi segala kebutuhan kita.

Dan Allah adalah sebaik-baik dzat yang mencukupi

Segala puji bagi Allah.

Allah Maha penolong dan sebaik-baik penolong

Hindari Takabbur

Namun kita harus menghindari terjadinya sifat takabbur. Seolah diri merasa bahwa dengan melakukan sholat Dhuha secara rutin maka tidak akan miskin. Dengan dasar itu kemudian kita menjadi malas berikhtiar. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang dzolim.

Sekali lagi kita perlu mengingat bahwa rezeki bukan hanya berupa sesuatu yang dapat diukur dengan angka. Rejeki berupa materi bukan satu-satunya tujuan dari do’a kita. Perlu kita perhatikan bahwa saat masih dapat membuka mata di pagi hari juga merupakan rejeki. Banyak orang sekarat yang menginginkan kehidupan dan Allah masih memberikan itu pada kita.

Semoga artikel ini menambah wawasan kita dan semoga memberikan manfaat.

Waktu pelaksanaan Sholat dhuha

Islam mengatur ibadah sedemikian rupa dalam sholat. Kita mengenal ada lima waktu sholat wajib dan berbagai sholat sunnah.

Sholat sunnah taubat untuk bertaubat, sholat istikharah untuk menetapkan pilihan, sholat Taraweh dan Witir di bulan Ramadhan, dan sholat dhuha untuk memohon datangnya rezeki yang berkah.

Rezeki tidak hanya sebatas materi yang nampak dan terhitung. Rezeki memiliki pengertian yang luas.

Sahabat yang sholih, keluarga yang tentram, kesehatan, bahkan terlindung dari musibah merupakan rezeki. Allah memang telah menjamin rezeki setiap makhlukNya. Namun semua itu tetap memerlukam ikhtiar.

Ikhtiar manusia dalam memperoleh rezeki adalah dengan berdoa dan berupaya. Sholat Dhuha adalah salah satu bentuk upaya doa dalam mendapatkan rezeki.

Waktu Mendirikan Dhuha
Waktu Mendirikan Dhuha (Foto: Palontaraq)

Orang-orang yang menjalankan sholat Dhuha adalah golongan yang tidak lalai. Bahkan sebagian mereka juga tergolong orang yang baik, taat, hingga sukses.

Waktu Baik Untuk Dhuha

Waktu sholat Dhuha adalah sejak terbitnya matahari hingga sebelum waktu sholat Dzuhur. Sholat Dhuha terdiri dari paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak 12 rakaat.

Sunnah dalam sholat Dhuha adalah membaca Al Fatihah dan surat Assyams pada rakaat pertama. Pada rakaat kedua membaca surat Al Fatihah dan surat Dhuha.

Tata cara pelaksanaan sholat Dhuha sama dengan sholat wajib. Berwudhu, menghadap kiblat, dan takbiratul ikhram.

Sholat ini terdiri dari dua rakaat lalu salam. Jika ingin melakukan sholat sebanyak 4 rakaat, maka setiap 2 rakaat harus mengakhiri dengan salam. Demikian seterusnya.

Jika enam rakaat maka melakukan 3 kali salam. Jika 12 rakaat maka melakukan 6 kali salam.

Sholat Dhuha akan menjamin rezeki hingga sore hari. Tidak ada keharusan untuk melaksanakannya.

Namun jika mengerjakan solat Dhuha maka akan mendapat pahala. Jika tidak melakukannya tidak mendapat dosa. Itulah mengapa sholat Dhuha memiliki hukum sunnah.

Sholat Dhuha tidak perlu secara berjamaah. Berbeda halnya dengan sholat Tarawih, gerhana, hingga sholat jenazah dan ghaib. Jumlah rakaat boleh memilih.

Melakukan sholat Dhuha sebaiknya dengan penuh keikhlasan. Tujuannya adalah agar mendapatkan manfaat yang sebenarnya.

Keutamaan Melaksanakan Sholat Dhuha

Hakikat Rezeky
Hakikat Rezeky (Foto: Muhammadiyah)

Setelah membahas tentang macam-macam dzikir setelah melaksanakan sholat dhuha, maka harus kita ketahui pula Salat Dhuha memiliki banyak keutamaan antara lain:

Pahalanya sama dengan bersedekah.

Sedekah maksudnya dalam hal ini adalah sedekah dari persendian tubuh ketika kita ikhlas mengerjakannya. Sebanyak 360 sendi bersedekah melakukan gerakan sholat. Allah memberikan nilai sedekah pada tiap-tiap sendi tersebut. bayangkan saja berapa banyak pahala yang didapat dalam 2 rakaat sholat Dhuha.

Allah akan mencukupi kebutuhannya.

Ketika seseorang melakukan shalat Dhuha pada awal hari maka Allah menjanjikan tercukupinya rezeki. Tidak hanya itu, kebutuhan seseorang tersebut di akhir hari juga menjadi jaminan Allah.

Allah juga berjanji untuk mencukupi apa yang menjadi kebutuhannya sebagai imbalan atas waktu yang diberikan hambanya untuk mengingat Allah di waktu Dhuha. Jika rutin melakukannya maka kehidupannya terjamin seterusnya.

Mendapatkan pahala haji dan umroh

Apabila sebelum mengerjakan shalat Dhuha seseorang telah melakukan sholat di waktu fajar maka pahalanya bagaikan haji dan umroh. Namun imbalan ini hanya jika seseorang melakukan sholat Shubuh berjamaah dan melanjutkan dengan shalat Dhuha.

Menggugurkan dosa.

 Meskipun dosanya itu sebanyak buih di lautan, Allah akan menerima taubatnya.

Meninggikan Derajat

Allah juga memberikan kedudukan bagi orang-orang yang melaksanakan salat Dhuha.

Allah telah memberikan catatan khusus bagi orang-orang yang mengerjakan shalat Dhuha. Untuk yang menjalankan 2 rakaat, maka tercatat sebagai orang yang tidak lalai. Bagi yang mengerjakan 4 rokaat tercatat sebagai orang yang berbuat baik.

Orang yang mengerjakan 6 rakaat maka tercatat sebagai hamba yang taat. Jika mengerjakan lebih dari itu maka Allah akan membangunkan sebuah rumah yang mewah di surga.

Allah akan membebaskan manusia tersebut dari musibah. Selamat dari musibah adalah sebuah rezeki. Bahkan masih dapat bernafas saja juga merupakan rezeki.

Allah sangat menghargai umatnya yang mengucapkan syukur dan terima kasih atas rezeki dari Allah. Itulah sebabnya melalui sholat Dhuha, manusia sebenarnya sedang bersedekah.

Orang yang mengerjakan 8 rakaat tercatat sebagai hamba yang sukses dan orang yang mengerjakan 12 rakaat maka akan Allah buatkan sebuah rumah di surga.

Namun semua ini tidak lepas dari pengaruh keikhlasan dalam menjalankannya. Bahkan kuantitas tidaklah lebih menjamin kemulian jika tidak berkualitas.

Jadi bukan lantas seseorang yang mengerjakan 12 rakaat adalah yang lebih baik daripada 2 rakaat. Jika 2 rakaat namun khusyu’ sedangkan 12 rakaat namun tergesa-gesa, maka 2 rakaat merupakan yang paling baik. Sebaiknya juga mengerjakannya dengan rutin. Dua rakaat setiap hari jauh lebih baik daripada dua belas rakaat setiap seminggu sekali.

Akan sangat lebih baik untuk meluangkan sedikit waktu dan khusyu’ dalam melakukan sholat Dhuha.

Terkadang kesulitan dan ketergesaan dalam melaksanakan sholat merupakan tipu daya syetan. Di pagi hari umumnya, manusia akan sibuk dengan urusannya. Semua terkesan tergesa-gesa.

Itulah yang menjadi tantangan untuk dapat istiqomah dalam melakukan sholat Dhuha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *