Jenis Sholat Hajat malam
Jenis Sholat hajat malam Untuk Melunasi Hutang (Foto: Muslim.Or.Id)

Jenis Sholat Hajat Malam Untuk Melunasi Hutang, 10 Adab Piutang

Diposting pada

Melunasi hutang, tak hanya dengan ikhtiar, tapi juga doa, termasuk melaksanakan jenis sholat hajat malam untuk bermohon kepada Allah SWT.

Oleh: Sri Damayanti
Penulis Berita Islami

Beritaku.Id, Berita Islami – Sholat hajat, dengan jenis sholat malam, sebagai permohonan untuk melunasi hutang, sesuatu yang menjadi keharusan

Persoalan hutang memang bisa membuat seseorang menjadi cemas atau memiliki perasaan yang sangat rasa was-was.

Hal ini karena beban hutang mempengaruhi psikologi seseorang. Setiap orang yang berhutang tentu ingin agar terbebas dari segala hutang.

Karena sesungguhnya hutang itu wajib untuk dilunasi. Perkara hutang akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di akhirat.

Maka sebelum berhutang, alangkah baiknya memikirkan terlebih dahulu baik dan buruknya, agar kelak kita bisa terhindar dari dosa karena memakan hak orang lain.

Banyak cara untuk bisa terbebas dari hutang, yaitu dengan rutin mengamalkan doa-doa agar terhindar dari hutang dan melaksanakan sholat malam. Kali ini kita akan membahas salah satu jenis sholat malam untuk melunasi hutang.

Hukum Hutang Piutang
Hukum Hukum Piutang Dalam Islam (Foto: Dinie Hz)

Hukum Hutang Piutang Dalam Islam

Jenis sholat malam untuk melunasi hutang – Dalam bahasa Arab hutang terdapat ketentuan bernama Al-Qardh, yang berarti memotong.

Sedangkan menurut syar’i berarti memberi harta dengan berdasarkan kasih sayang. Terhadap siapa saja yang sedang membutuhkan dan benar-benar akan memanfaatkan. Dan akan kembali kepada orang yang memberikan harta tersebut.

Lalu, bagaimana hukumnya hutang piutang menurut pandangan Islam?.
Di dalam Islam, hutang piutang hukunya adalah mubah (boleh), sebagaimana firman Allah yang tertulis dalam Al Qur’an :

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepadaNya lah kamu dikembalikan.” (Surat Al Baqarah: 245).

Dalam Islam terdapat beberapa syarat dalam melakukan hutang piutang. yakni sebagai berikut :

  1. Harta yang akan terhutangkan ialah harta yang beeasal dari rejeki yang halal.
  2. Orang yang memberi hutang tidak akan mengungkit-ungkit tentang masalah hutang dan juga tidak menyakiti perasaan orang yang telah meminjam.
  3. Orang yang meminjam haruslah memiliki niat untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT dengan mempergunakan harta tersebut secara benar.
  4. Harta yang akan kita pinjamkan tidak akan mengambil suatu keuntungan kepada pihak yang memberi hutang.

Baca juga beritaku: Mukjizat Tahajjud Untuk Membayar Hutang Dan Memenuhi Kebutuhan

Adab Hutang Piutang Dalam Islam

Selain itu, juga terdapat Adab dalam melakukan hutang piutang di dalam Islam. Yaitu adalah sebagai berikut ini :

  1. Ada perjanjian secara tertulis dan juga saksi yang bisa terpercaya.
  2. Pihak yang memberi hutang tidak mengambil suatu keuntungan kepada pihak yang memberi hutang.
  3. Pihak yang berhutang sadar atas hutangnya, dan harus melunasi hutangnya dengan harta yang halal serta berniat untuk melunasinya.
  4. Sebaiknya meminjam harta kepada orang yang sholeh dan mempunyai penghasilan yang halal.
  5. Berhutang hanya jika sedang dalam hal terdesak atau darurat.
  6. Hutang piutang tidak boleh disertai dengan adanya jual beli.
  7. Mengabarkan kepada pihak yang memberi hutang jika terlambat melunasi hutang.
  8. Pihak yang berhutang menggunakan harta tersebut dengan baik dan benar.
  9. Bagi Pihak yang berhutang sadar akan hutangnya dan berniat untuk segera melunasinya.
  10. Pihak yang memberi hutang (pinjaman) boleh memberi penangguhan, bila pihak yang berhutang kesulitan dalam melunasi hutangnya.

Hutang dapat menjadi seuatu hal yang sensitif di dalam hubungan antar sesama manusia. Meskipun di dalam Islam berhutang itu diperbolehkan. Dan tentunya dengan syarat-syarat yang telah jelas sebelumnya. Dan kita mendapatkan anjuran hanya dalam keadaan darurat atau terdesak. Jika tidak dalam keadaan yang darurat (mendesak) sebaiknya menghindari utang piutang tersebut.

Kebiasaan Berhutang, Merupakan Kebiasaan Buruk

Kebiasaan dalam berhutang meskipun tidak sedang dalam terdesak, akan memberikan suatu dampak yang buruk terutama bila hutang tersebut belum sempat kita lunasi karena orang yang berhutang telah meninggal.  Selain itu, berhutang juga bisa membahayakan diri sendiri, keluarga dan juga lingkungan sekitar.

Berhutang bisa menyebabkan seseorang mengalami susah tidur, stress, tidak fokus hingga tidak nafsu makan. Hal ini karena seseorang yang berhutang selalu kepikiran bagaimana cara melunasi hutangnya, hingga menyebabkan mudah merasa sedih. Dan merasa dipandang rendah oleh orang lain karena hutangnya.

Hal ini yang akan membuat kondisi psikis menjadi semakin tertekan, kemudian lagi fisik yang lemas, maka tingkat stress pun menjadi semakin tinggi.

Bagi orang yang menyerahkan segala urusannya kepada Allah SWT, maka insyaa Allah dapat melaluinya dengan ikhlas.

Kebiasaan melakukan hutang justru bisa merusak akhlak. Karena berhutang bukanlah termasuk suatu kebiasaan yang baik, layaknya seperti kebiasaan berbohong.

Sabda Rasulullah SAW di dalam Hadits Riwayat Al Bukhari :

“Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka dia sering berkata lantas berdusta, dan berjanji lantas memungkiri.”

Seseorang yang terjerat hutang akan mudah terpengaruh oleh iblis untuk malakukan maksiat demi untuk melunasi hutangnya dengan melakukan berbagai cara, seperti mencuri atau pun merampok.

Dalam sebuah Hadits Riwayat Ibnu Majah, bersabda Rasulullah SAW :

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.”

Kisah Zaman Rasulullah Tentang Utang Piutang

Peristiwa hutang piutang juga terjadi pada zaman Rasulullah, dan menjadi sebuah petikan hikmah untuk kita sama-sama renungkan sebelum berhutang atau memberi hutang kepada orang lain.

Ppada masa Rasulullah SAW suatu perkara yang mana Rasulullah SAW tidak bersedia mensholatkan jenazah salah seorang umatnya.
Hal ini karena jenazah tersebut semasa hidupnya belum melunasi hutangnya dan tidak meninggalkan sedikitpun harta untuk melunasi hutangnya.

Hingga kemudian seorang sahabat bersedia untuk melunasi hutang jenazah tersebut, barulah beliau bersedia mensholakan jenazah itu.

Mati Syahid Tidak Melunasi Hutang

Dosa bagi orang yang tidak membayar hutang tidak akan terampuni meskipun mati syahid. Betapapun, seorang syuhada atau syahidah, tidak akan terlunaskan hutangnya.

Hal ini sesuai dalam sabda Rasulullah SAW, Hadist Riwayat Muslim :

“Semua dosa orang yang mati syahid Akan terampuni (oleh Allah), kecuali hutangnya.”

Bahkan Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa perihal dalam berhutang ini akan menyebabkan tertundanya seseorang masuk ke surga, jika tidak melunasinya.

Dari Tsauban, bersabda Rasulullah SAW :

“Barang siapa yang rohnya terpisah dari jasadnya dalam keadaan terbebas dari tiga hal, niscaya ia akan masuk surga, yaitu bebas dari sombong, bebas dari khianat, dan bebas dari tanggungan hutang.”

Apabila seseorang yang memiliki hutang tidak sempat untuk melunasinya karena telah meninggal. Maka saat di akhirat pahalanya akan diambil untuk melunasi hutangnya. Bahkan jiwa seseorang yang berhutang masih menggantung hingga sampai dia  melunasi hutangnya.

Baca juga: Umat Rasul Dirindukan Surga, Dan Orang Yang Dimuliakan Oleh Nabi

Maka penting bagi orang yang berhutang untuk selalu berniat dan berusaha melunasi hutangnya dengan segera.

Selain itu istiqomah dalam melaksanakan amalan dalam Islam yang bisa membantu terbebas dari hutang.

Salah satunya dengan sholat malam, adapun jenis sholat malam untuk melunasi hutang, salah satunya adalah sholat hajat pada sepertiga malam akan kita bahas pada artikel ini.

Jenis Sholat Hajat Malam Yang Penting

Hukum Menagih Hutang
Hukum dalam Menagih Hutang (Foto: Radio Mutiara)

Segala macam usaha kita lakukan agar bisa melunasi hutang, termasuk berikhtiar dengan doa. Memohon bantuan kepada Allah SWT, agar memberikan kemudahan dalam melunasi hutang. Karena sesungguhnya atas kehendak-Nya lah semua bisa terjadi.

Salah satu ikhtiar untuk bisa terlepas dari hutang yaitu dengan melakukan sholat malam.

Salah satu jenis sholat malam untuk melunasi hutang adalah sholat hajat. Sholat hajat merupakan amalan sunnah di dalam Islam, yang mana atas ijin Allah SWT dapat mengabulkan segala hajat.
Salah satunya yaitu hajat untuk terbebas dari hutang.

Sholat hajat merupakan salah satu dari sekian banyak sholat sunnah yang memiliki keutamaan mengabulkan hajat (atas seijin Allah SWT).

Berikutnya, Sholat hajat termasuk jenis sholat malam untuk melunasi hutang, namun maksud dari hal ini bukanlah bisa menurunkan uang secara instan.

Sholat sunnah ini merupakan amalan agar rejeki bisa lancar dan tentunya di ikuti dengan usaha serta istiqomah dalam mengamalkannya. Inshaa Allah, atas ijin Allah SWT bisa melunasi dengan segera.

Kisah Melunasi Hutang Dengan Sholat Malam

Pernah terkisahkan pada masa Rasulullah SAW ada seorang sahabat beliau yang terlilit hutang dengan seseorang dari kaum Yahudi.

Nama dari sahabat Rasulullah itu adalah Muaz bin Jabal. Sahabat Rasulullah SAW ini pernah menjadi tahanan berhari-hari karena berhutang kepada kaum Yahudi tersebut.

Setelah terbebaskan oleh kaum Yahudi, sang sahabat menceritakan menceritakannya kepada Rasullullah SAW.

Lalu berkata  Rasulullah SAW kepada sahabatnya Muaz bin Jabal :  “Aku akan mengajarkanmu dua potong ayat. Jika kau mengamalkannya, rejekimu akan Allah luaskan untuk melunasi seluruh hutangmu, meskipun hutangmu banyaknya sebesar gunung”.

Doa Melunasi Hutang

Tak hanya ikhtiar atau usaha, namaun juga kita membutuhkan doa, Adapun doa Rasulullah adalah sebagai berikut ini :

Doa ke 1

مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ رَحْمَانُ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ تُعْطِيهُمَا مَنْ تَشَاءُ وَتَمْنَعُ مِنْهُمَا مَنْ تَشَاءُ ارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

Artinya :

“Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Wahai Pemberi Kasih dan Maha Pengasih didunia dan diakhirat. Engkau memberi anugerah kepada siapapun yang Engkau kehendaki dan menolak (untuk memberi anugerah) kepada siapapun yang Engkau kehendaki. Kasihanilah kami sehingga kami tidak membutuhkan kasih sayang dari selain Engkau”.

Doa ke 2

تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya :

“Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”.

Amalan Setelah Sholat Fardhu Dan Hajat

Setelah sholat 5 waktu bacalah ke dua doa itu dengan khusyuk sebanyak 3 kali.

Selanjutnya, lakukan sholat hajat 2 rakaat pada waktu sepertiga malam. Niatkan hajat agar dapat segera melunasi hutang.
Setelah salam, kemudian melanjutkan dengan membaca kedua doa di atas masing-masing 11 kali. Lalu tutup dengan bacaan surat Al Fatihah 3 kali.

Lakukan amalan ini  40 hari tanpa henti secara istiqomah, Insyaa Allah atas ijin Allah SWT semua hutang anda secepatnya bisa lunas dan juga rejeki lancar.

Adapun Sholat hajat yang bisa kita lakukan pada waktu sepertiga malam merupakan jenis sholat malam untuk melunasi hutang yakni Tahajjud.

Meski demikian, jangan lupa juga harus mengimbangi dengan usaha yang halal. Bekerja dengan giat dan yakin kepada Allah SWT.

Bahwa setiap kesusahan pasti akan ada jalan, asalkan mau berusaha dan bersabar serta ikhlas dalam menerima ketetentuan dari-Nya.

Demikianlah sedikit paparan tentang doa dan jenis sholat malam untuk melunasi hutang.

Semoga kita semua bisa terhindar dari segala hal yang berhubungan dengan hutang piutang. Dan mendapatkan kelancaran dan keberkahan rejeki. Aamiin allahumma aamiin.

Referensi:

  1. Hukumonline, Hukum Hutang Piutang
  2. Konsultanhukum, Pidana Hutang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *