Kejayaan Majapahit Menjadi Kerajaan Besar Agraris Dan Faktor Kontoversi Kekuasaan
Patung Mahapatih,Kerajaan Majapahit, Gajah Mada, Foto:Wikipedia/Tirto.Id
Kejayaan Majapahit Menjadi Kerajaan Besar Agraris Dan Faktor Kontoversi Kekuasaan

Terdapat faktor yang menyebabkan kejayaan majapahit menjadi kerajaan besar agraris dan perdagangan, dengan beberapa peristiwa.

Beritaku.id, Budaya – Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan besar yang pernah ada di Indonesia. Berdiri sekitar abad ke XIV sampai abad ke XV.

Adapun Kerajaan Majapahit merupakan sebuah kerajaan yang didirikan oleh Raden Wijaya. Dia merupakan menantu dari Raja Kertanegara (Kerajaan Singasari).

Kejayaan Majapahit Menjadi Kerajaan Besar Agraris

Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dengan Panglima Perangnya Gajah Mada.

Mahapatih Gajah Mada dengan sumpah palapanya telah berhasil menguasai seluruh jawa. Dan beberapa pulau lain di Nusantara (ketika itu belum ada Indonesia).

Kerajaan Majapahit bisa berkembang menjadi pesat dengan kejayaan yang besar dalam hal agraris dan perdagangan. Kemakmurannya Dikarenakan berbagai faktor antara lain:

Faktor pertama; Lembah Sungai Brantas dan Bengawan Solo.

Sungai Brantas dan Bengawan Solo, menjelma menjadi sumber pengairan di dataran rendah Jawa Timur utara.

Hal itu menyebabkan sangat cocok untuk kegiatan pertanian padi. Sehingga wilayah dibawah kerajaan Majapahit memiliki tanah yang subur

Pada masa jayanya kerjaan Majapahit, kerajaan ini membangun berbagai infrastruktur irigasi untuk kebutuhan rakyat. Sekaligus sebagai dukungan pemerintah untuk membangun tanah jawa.

Disamping itu, sungai juga menjadi sumber pencaharian penduduk (ikan air tawar). Serta memungkinkan untuk menjadi salah satu lalu lintas penduduk melalui perairan.

Faktor Kedua, Pelabuhan Majapahit di Pantai Utara Jawa

Kondisi laut di Pantai utara Jawa yang cocok untuk pelabuhan. Sehingga berdiri pelabuhan pangkalan untuk mendapatkan suplai komoditas rempah-rempah Maluku.

Mulai dikenal dengan Pajak yang dikenakan pada komoditas rempah-rempah yang memasuki pelabuhan tersebut. Selanjutnya akan di suplai (diedar) keseluruh Jawa.

Pajak ini merupakan sumber pemasukan penting bagi Majapahit.

Terdapat Beberapa kota pelabuhan yang penting pada zaman kerajaan Majapahit, antara lain: Canggu, Surabaya, Gresik, Sedayu, dan Tuban.

Faktor Ketiga, Kondisi Politik Yang Stabil

Masa pemerintahan Hayam Wuruk melanjutkan pemerintahan Ibunya Tribhuwana Wijayatunggadewi. Dengan mahapatih Gajah Mada tersebut mampu meningkatkan kondisi ekonomi rakyat.

Dengan memanfaatkan kondisi alam yang tersebut diatas, hal ini membuat warga merasa tenang dengan kehidupannya. Dan tidak ikut dalam gerakan politik yang lebih sebagaimana terjadi sebelumnya. Dimasa pemerintahan Jayanegara.

Faktor Keempat, Memiliki Armada Laut Yang Kuat

Dengan kondisi perairan yang luas, menjadikan kerajaan Majapahit dibawah kepemimpinan Hayam Wuruk membentuk pasukan kerajaan dengan keahlian laut.

Dengan kehidupan ekonomi yang bagus, dalam kerajaan, sehingga memungkinkan untuk melakukan pembenahan pasukan.

Faktor Kelima, Hubungan Kerajaan Yang Luas

Disamping mengendalikan wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit di daratan Jawa, Kerajaan ini juga melakukan kerjasama dengan beberapa kerjaan yang terletak (sekarang) Siam, Birma, Kamboja, Anam, India, dan Cina. Mereka adalah menjadi Mitreka Satata, yang bermakna (merupakan) negara (Kerajaan) sahabat.

Itulah 5 Faktor utama kerajaan Majapahit memiliki kejayaan menjelma menjadi sebuah kerajaan besar agraris dan perdagangan.

Kontroversi Kekuasaan Kerajaan Majapahit

Diantara semua kalimat kehebatan Kerajaan Majapahit yang dibaca dalam buku sejarah SD hingga keperguruan tinggi. Memunculkan pertanyaan besar.

Benarkah Kerajaan Majapahit menguasai Nusantara?

Dalam pemerintahan abad XIV dan XV, hanya dalam waktu 100 tahun menaklukkan beberapa kerajaan di Nusantara.

Misalnya kerajaan Sriwijaya di Sumatera yang besar, Kerajaan Mataram, Bali, Gowa Tallo di Sulawesi dan Kerajaan lainnya.

Pertanyaan ini muncul karena proses penelusuran sejarah, didapati. Bahwa hampir tidak ada jejak kerajaan Majapahit terhadap kerajaan-kerajaan tersebut diatas.

Sementara kerajaan selain dari Majapahit, jauh lebih eksis dalam pemerintahan di wilayahnya. Berjaya tidak hanya 100 tahun, seperti Kerajaan Majapahit yang hancur dalam waktu yang singkat.

Mahapatih Gajah Mada yang dalam sejarah disebutkan sebagai seorang Panglima Perang terhebat. Menjadi pertanyaan, pada peristiwa perang didaerah mana yang menunjukkan bahwa seorang Gajah Mada berhasil menaklukkan kerajaan lain.

Penyerbuan Kerjaan Padjajarang dengan 10.000 pasukan, menyerang sebuah pesta yang berjumlah 200 orang. Bukanlah sebuah peristiwa heroik. Dan setelah peristiwa tersebut, Padjajarang tidak runtuh. Bahkan lebih eksis.

Tidak bermaksud melawan perjalanan sejarah, namun harus melakukan perimbangan antara tulisan sejarah dengan rasionalitas.

Sumpah Palapa yang menyebutkan tidak akan memakan rempah-rempah, sebelum menyatukan seluruh negeri.

Negeri yang dimaksud dalam sejarah, adalah negeri yang mana? Dan proses atau tindakan apa yang dilakukan oleh seorang Gajah Mada untuk menyatukan seluruh nusantara. Misalnya sumpah pemuda tahun 1928. Atau peristiwa apapun untuk menyatukan nusantara.

Tidak ada literatur yang menyebutkan tentang proses yang dibuat oleh Mahapatih untuk mewujudkan sumpah Palapanya tersebut.

Beritaku, Budaya: 2 Kerajaan Menikah, Gowa Bima, Sebagai Kekuatan Nusantara