kerajaan sri bunga tanjung

Kerajaan Sri Bunga Tanjung

Posted on

Kerajaan Sri Bunga Tanjung menjadi salah satu bentuk kebudayaan pada masa lampau. Kerajaan ini memiliki lokasi yang strategis dan kisah yang mengharukan hati. Kepemimpinan dalam kerajaan ini mengajarkan pentingnya kepercayaan. 2 bukti peninggalan kerajaan ini menjadi unsur sejarah yang bernilai.

Beritaku.id, Berita Pendidikan – Manusia selalu berevolusi dan berkembang. Sama halnya dengan lingkungan dan kebudayaan sekitar kita. Lingkungan dan kebudayaan akan terus mengalami akulturasi mengikuti perkembangan jaman. Pada masa lampau, manusia hidup dibatasi oleh suatu kerajaan yang berdiri disekitarnya. Orang-orang memiliki ruang gerak yang terbatas untuk dapat mencari arti kata kehidupan.

Oleh: Riska Putri (Penulis Berita Pendidikan)

Kerajaan memaksa orang-orang untuk dapat patuh terhadap sang raja. Siapapun yang membantah larangan sang raja akan mendapatkan hukuman yang kejam. Tetapi, kerajaan ini juga yang melindungi dan menaungi masyarakat sekitarnya. Kerajaan menjadi suatu benteng ketika ada ancaman yang datang dari luar.

Kerajaan merupakan pusat segala aktivitas pada masa lampau. Semua orang yang bekerja di kerajaan di haruskan untuk mengabdi semasa hidupnya kepada raja. Tidak jarang beberapa kerajaan mengalami konflik permasalahan. Konflik tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman dan sifat egois dari kedua pihak.

Konflik tersebut juga terjadi karena adanya rasa persaingan dari banyak kerajaan. Setiap orang dapat bebas membangun kerajaan di berbagai daerah. Hal ini menyebabkan berkembangnya suatu kerajaan yang tidak sesuai dengan norma dan etika. Di Indonesia, banyak sekali cerita atau sejarah mengenai berbagai kerajaan yang di bangun pada masa lampau. Salah satunya adalah kerajaan Sri Bunga Tanjung. Sudahkah Anda ketahui lebih mendalam mengenai kerajaan Sri Bunga Tanjung?

Kisah Kerajaan Sri Bunga Tanjung

Durian Bertakuk Raja adalah sebuah negeri kecil yang berada di dekat muara takus. Tempat ini di anggap memiliki hubungan yang erat dengan kerajaan Sri Bunga Tanjung yang berada di hulu sungai Dumai. Dumai adalah sebuah kota yang berada di Riau. Tempat ini berawal dari dusun kecil yang berada di pesisir timur.

Kisah ini berawal dari cerita hidup seorang ksatria yang gagah berani dan seorang gadis yang sangat cantik dan anggun. Ksatria itu bernama Raden Sipadaksa dan gadis itu bernama Sri Tanjung. Raden Sipadaksada adalah keturunan bangsawan yang memiliki hubungan erat dengan Negeri Sindurejo.

Sri Tanjung merupakan putri dari bidadari yang turun dari langit dan menikah dengan seorang manusia. Ia memiliki wajah yang cantik dan hati yang baik. Karena itulah Raden Sipadaksada tidak berpikir lama untuk segera meminangnya. Raden Sipadaksada menikah dengan Sri Tanjung dan membawanya ke kerajaan Negeri Sindurejo.

Tak di sangka bahwa raja kerajaan Negeri Sindurejo menyimpan perasaan kepada Sri Tanjung. Ia berkeinginan untuk merebut istri dari Raden Sipadaksada tersebut. Dengan cara liciknya, raja Negeri Sindurejo mengutus Raden Sipadaksada untuk pergi menemui dewa. Raden Sipadaksada di utus untuk mengirimkan secarik kertas kepada dewa.

Karena sifat baik Raden Sipadaksada, makai a menyanggupinya dan segera berangkat meninggalkan kerajaan. Setelah memberikan kertas tersebut, Raden Sipaksida tak menyangka bahwa dewa memberikan hukuman yang berat baginya. Raden Sipadaksada merasa kebingungan dengan apa yang terjadi. Ternyata isi dari kertas tersebut adalah sebuah fitnah yang di tulis oleh raja kerajaan Negeri Sindurejo.

Sumpah Sri Tanjung

kerajaan sri bunga tanjung
Kota Dumai

Setelah menjelaskan bahwa ini semua adalah kesalahpahaman, maka dewa melepaskan Raden Sipadaksada tersebut. Raden Sipadaksada tersulut oleh kemarahan yang membara. Ia pulang dengan perasaan yang tidak karuan.

Sedangkan di kerajaan, raja kerajaan Negeri Sindurejo terus menggoda Sri Tanjung. Ia terus mendekati Sri Tanjung dengan berbagai cara. Sri Tanjung yang setia kepada suaminya tidak sedikitpun tergoda, ia tidak ingin menghianati suaminya sendiri.

Namun sangat sayang ketika Raden Sipadaksada pulang, ia melihat raja kerajaan Negeri Sindurejo sedang berpelukan dengan Sri Tanjung. Ia mengira bahwa mereka sama-sama menghianatinya. Padahal raja kerajaan Negeri Sindurejolah yang memaksa Sri Tanjung untuk berbuat tindakan yang melanggar aturan.

Raja kerajaan Negeri Sindurejo mencoba untuk memutarbalikan fakta dan berkata bahwa Sri Tanjung yang menggodanya. Karena kepercayaan yang dimiliki oleh Raden Sipadaksada kepada raja kerajaan Negeri Sindurejo, maka ia mempercayainya.

Di waktu yang bersamaan, Sri Tanjung berkata bahwa ini semua adalah bohong. Dan ia bersumpah jika ia tidak bersalah maka ketika ia terbunuh, maka bukan darah yang akan mengalir melainkan sebuah air yang harum.

Karena kemarahan yang membara, Raden Sipadaksada membunuh istrinya tersebut. Alangkah terkejutnya bahwa yang di katakan oleh Sri Tanjung benar. Air yang harum mulai mengalir ketika keris sakti Raden Sipadaksada menembus jantung Sri Tanjung. Raden Sipadaksada merasakan penyesalan yang luar biasa dan kesedihan yang menyeruak dalam dirinya.

Tidak membutuhkan waktu lama, Raden Sipadaksada segera membunuh raja kerajaan Negeri Sindurejo. Ia merasa kehilangan yang mendalam karena istrinya yang ia bunuh dengan tangannya sendiri. Ia memaki dirinya dan mengakui kesalahan yang telah ia perbuat.

Dari situlah Raden Sipadaksada meninggalkan kerajaan Negeri Sindurejo dan membangun kerajaannya sendiri. Kerajaan yang di dirikannya bernama kerjaan Sri Bunga Tanjung. Penamaan kerajaan tersebut di ambil dari nama istrinya dan sebuah bunga yang harum, yaitu bunga tanjung.

Baca Juga Beritaku: Peninggalan Kerajaan Majapahit, Sriwijaya, dan Kutai, 25 Situs Budaya

Lokasi Kerajaan Sri Bunga Tanjung

Untuk saat ini, lokasi kerajaan Sri Bunga Tanjung berada di Kecamatan XIII Koto Kampar, lebih tepatnya di Kabupaten Kampar, Riau.

Kerajaan Sri Bunga Tanjung berada di kota Dumai. Kota ini berada di Provinsi Riau, Indonesia. Dumai merupakan kota yang memiliki wilayah administrasi terluas ketiga di Indonesia. Kota ini berasal dari sebuah dusun kecil yang berada di pesisir timur Provinsi Riau. 

Kepemimpinan Ratu Sri Bunga Tanjung

kerajaan sri bunga tanjung
Ilustrasi kisah cik sima

Kerajaan Sri Bunga Tanjung mulanya di pimpin oleh seorang ratu cantik bernama Cik Sima. Cik Sima memiliki tujuh putri yang cantik jelita. Di antara ketujuh putrinya tersebut, putri bungsunya lah yang memiliki parah wajah paling cantik di bandingkan dengan keenam lainnya. Putri bungsunya tersebut bernama Mayang Sari.

Putri Mayang Sari memiliki aura yang terpancar dari dirinya. Ia memiliki tubuh yang indah, wajah merona yang menyejukkan, dan kulit yang lembut bak kain sutra. Ia juga memiliki rambut panjang ikal yang terurai. Karena inilah Putri Mayang Sari punya julukan dengan nama Mayang Mengurai.

Kecantikan Putri Mayang Sari membuat banyak pria tergoda untuk mendekatinya. Salah satu pria tersebut adalah seorang pangeran bernama Empang Kuala. Pangeran tersebut berniat untuk meminang Putri Mayang Sari, namun sangat di sayangkan bahwa pangeran tersebut di tolak oleh ibu dari Putri Mayang Sari.

Cik Sima memiliki pendapat bahwa putri tertualah yang harus menikah dahulu. Mendengar pendapat Cik Sima, Pangeran Empang Kuala memutuskan untuk mengutus bawahannya guna menyerang kerajaan Sri Bunga Tanjung. Cik Sima yang terkejut mendapat serangan mendadak, segera melindungi ketujut putrinya. Ia melindungi putri-putrinya dengan memasukan mereka kedalam sebuah lubang yang cukup besar.

Cik Sima mengira bahwa Pangeran Empang Kuala akan menyerang kerajannya dengan waktu yang sebentar. Ternyata diluar dugaan bahwa Pangeran Empang Kuala menyerang kerajaan Sri Bunga Tanjung habis-habisan. Perang tersebut menghasilkan kerusakaan yang cukup parah di kerjaan Sri Bunga Tanjung. Hasilnya banyak rakyat yang tewas akibat peperangan tersebut.

Baca Juga Beritaku: Banten Kota Bandar Yang Sibuk Sejak Zaman Kerajaan Tahun 1526

Penyesalan Cik Sima

Melihat keadaan tersebut, Cik Sima merasa panik dan bergegas pergi ke bukit Hulu Sungai Umai. Tujuan Cik Sima pergi kesana untuk menemui jin dan meminta bantuannya. Akhirnya jin tersebut menyanggupi permintaan Cik Sima.

Beberapa hari kemudian, ketika menjelang malam, terjadi suatu peristiwa yang mengerikan. Pangeran Empang Kuala dan pasukannya yang sedang istirahat tertimpa buah bakau dengan jumlah yang banyak. Buah tersebut jatuh menimpa dan menusuk badan mereka. Kemudian mereka semuapun seketika berhasil di lumpuhkan dalam waktu yang sebentar.

Cik Sima yang sebelumnya sibuk untuk meminta bantuan jin, merasa senang karena pasukan Pangeran Empang Kuala berhasil di lumpuhkan. Namun seketika ia sadar bahwa ketujuh putrinya masing terjebak di dasar lubang. Ia pun segera bergegas pergi ke lubang, namun nahas ketujuh putrinya sudah tidak bernyawa akibat kehabisan bahan makanan.

Karena kesedihan yang menyeruak kedalam hati seorang ibu, maka ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya juga. Ia ingin menyusul kepergian ketujuh putrinya dan menebus rasa dosanya kepada mereka. Pengorbanan seorang ibu seolah hilang begitu saja karena keteledoran yang dilakukan oleh Cik Sima.

Bukti Keberadaan Kerajaan Sri Bunga Tanjung

Terdapat pesanggrahan yang berada di Komplek PT Pertamina RU II di daerah Dumai.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, tempat ini merupakan tampat persembunyian ketujuh putri Kerajaan Sri Bunga Tanjung. Tempat persembunyian ketika kerajaan tersebut diserang oleh Pangerang Empang Kuala. Tempat ini merupakan sebuah lubang besar dan dalam.

Bentuk peninggalan dari kerajaan Sri Bunga Tanjung adalah cerita rakyat yang biasa dikenal dengan karya sastra berbahasa Jawa dalam bentuk kidung.

Cerita tersebut disebarkan lewat lisan yang dinyanyikan. Cerita ini biasanya diceritakan ketika ada acara-acara tertentu atau upacara-upacara tertentu. Masyarakat disana menceritakan dan menyebarkan cerita ini kepada anak hingga cucu mereka. Tujuannya agar cerita ini dapat terus dilestarikan hingga akhir kehidupan.

Baca Juga Beritaku: Kehidupan Ekonomi, Politik & Budaya Kerajaan Majapahit 1293 – 1518

Kepercayaan Tentang Kerajaan Sri Bunga Tanjung

Semua orang berhak memilih keyakinannya terhadap apapun. Maka keberadaan kerajaan Sri Bunga Tanjung ini menghasilkan persepsi mengenai benar tidaknya sesuatu itu ada. Sebagian orang menilai bahwa kerajaan Sri Bunga Tanjung ini ada karena di dukung oleh bukti peninggalan beserta cerita yang tersebar di lingkungan sekitar mereka. Kepercayaan ini juga biasanya tumbuh karena budaya yang di anutnya. Mereka menilai bahwa kerajaan ini memang ada sejak dahulu kala dan menjadi peninggalan kebudayaan yang abadi.

Namun sebagian orang lainnya menilai bahwa keberadaan kerajaan Sri Bunga Tanjung ini tidak nyata. Mereka tidak mempercayai bukti peninggalan dan cerita yang tersebar. Banyak yang menganggap bahwa bukti peninggalan tersebut merupakan hasil dari revolusi manusia pada jaman dahulu. Mereka menganggap bahwa sesuatu yang terjadi di masa dulu tidak ada kaitannya di masa sekarang. Selain itu mereka juga beranggapan bahwa cerita kerajaan pada jaman dulu hanyalah sebuah rekayasa untuk membuat cerita sejarah yang menarik.

Dari penjelasan dan bukti peninggalan mengenai kerajaan Sri Bunga Tanjung, menurut Anda apakah kerajaan tersebut mitos ataukah fakta?

Daftar Pustaka

  1. Imron Muhammad. 2019. Kisah Legenda Sri Tanjung, Awal Mula Banyuwangi. https://www.kuwaluhan.com/2019/06/kisah-legenda-sri-tanjung-awal-mula.html
  2. Faizin Eko. 2021. 12 Tempat Wisata Hits Dumai, Suguhkan Sejarah hingga Keindahan Hutan Bakau. https://riau.suara.com/read/2021/02/20/141754/12-tempat-wisata-hits-dumai-suguhkan-sejarah-hingga-keindahan-hutan-bakau
  3. Pirawa. 2016. Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh. https://www.riaumagz.com/2016/06/cerita-rakyat-melayu-riau-legenda-putri.html
  4. Siswoyo Agus. 2018. Cerita Rakyat Kepulauan Riau: Legenda Puteri Tujuh Dari Kerajaan Seri Bunga Tanjung. http://agussiswoyo.com/sejarah-nusantara/cerita-rakyat-kepulauan-riau-legenda-puteri-tujuh-dari-kerajaan-seri-bunga-tanjung/
  5. Riau One. 2016. Kisah Sejarah Asal Mula Kerajaan Sri Bunga Tanjung di Riau. https://riauone.com/global/Kisah-Sejarah-Asal-Mula-Kerajaan-Sri-Bunga-Tanjung-di-Riau
Bagikan Ke