Krisis Akhlak Pendidikan
Penulis : Krisis Akhlak Dunia Pendidikan (Foto: Pribadi)

Krisis Akhlak Dunia Pendidikan Oleh Teknologi

Diposting pada

Krisis Akhlak Pendidikan Yang dirasakan saat ini mengancam mutu peserta didik sebagai generasi masa datang.

Beritaku.Id, Kolom – Akhlak merupakan sesuatu yang sangat pokok dan mendasar serta penting dalam kehidupan.

Oleh : H. Muhammad Nur Karim, MA*

Baik kehidupan sesama manusia dan umumnya sesama makhluk Tuhan.

Dengan memiliki akhlakul karimah, maka seseorang akan terangkat derajatnya dimanapun dia berada. Dan sebaliknya tanpa memiliki akhlakul karimah, maka seseorang akan menjadi terhina di manapun dirinya berada.

Nabi Terbaik Untuk Krisis Akhlak Dunia

Rasulullah Nabi Muhammad SAW adalah sosok manusia yang di utus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak. Beliau merupakan Nabi Terbaik dari seluruh Nabi dan Rasul yang diutus kemuka bumi.

Sebagaimana pernyataan beliau dalam haditsnya “Sesungguhnya aku di utus untuk menyempurnakan akhlak”.

Hadits tersebut menunjukkan bahwa beliau adalah manusia yang memiliki akhlak yang sangat mulia, menghindari krisis.

Logika mengatakan, tidak akan mungkin seseorang mengajarkan orang lain suatu kebaikan sedangkan dirinya tidak pernah mengerjakan kebaikan tersebut. Dan sikap inilah yang sangat di cela oleh Allah dalam alquran (QS.2 : 44) dan (QS. 61 : 2dan 3).

Dengan akhlak mulia. Ajaran yang di sampaikan oleh Rasulullah SAW dapat di terima dengan cepat oleh penduduk Mekkah. Dan sekitarnya dalam masa waktu yang sangat singkat yakni tiga belas tahun.

Lalu terkadang kita bertanya, bagaimana kemuliaan akhlak yang di miliki oleh Rasulullah SAW. Sehingga dengan mudahnya ajaran Islam tersebar luas sampai ke kepelosok dunia hingga hari kiamat.

Hal inilah yang pernah di tanyakan oleh para sahabat kepada Siti ‘Aisyah RA, lalu beliau menjawab, “Akhlaknya adalah Alquran”. Jauh dari Krisis Akhlak

Maksud dari ungkapan tersebut adalah bahwa segala kebaikan yang di lakukan oleh setiap orang. Maka Rasulullah SAW adalah orang yang pertama kali mengerjakan dan mencontohkannya.

Sehingga beliau mendapat pujian dan kemuliaan dari Allah dengan julukan “USWATUN HASANAH” seperti yang tercantum dalam alquran (QS. 33 :21).

Di samping itu juga beliau selalu mendidik dan mengajarkan para sahabatnya dengan didikan akhlak yang sangat sempurna.

Beliau mengajarkan bagaimana sikap antara anak dengan orang tua, antara adik dengan kakak. Antara istri dengan suami, antara rakyat dengan pemimpin dan juga antara murid dengan guru.

Akhlak Murid dan Guru

Dalam artikel ini hanya di bahas tentang akhlak. Antara seorang murid dengan gurunya sehingga bisa di ketahui terjadinya “KRISIS AKHLAK DALAM DUNIA PENDIDIKAN”.

Sedangkan “Pendidikan” merupakan media dan sarana untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan dan juga kehidupan yang bahagia di masa depan. Walaupun kaidah ini tidak bisa di jadikan patokan ataupun tolak ukur keberhasilan seseorang. Sebab ada juga keberhasilan seseorang bukan dari faktor tingginya pendidikan.

Krisis Pada Akhlak Pendidikan Masa Kini

Krisis dengan akhlak dalam dunia pendidikan bisa di sebabkan oleh beberapa faktor:

Pertama, Kurangnya pembelajaran Akhlak

Hal ini di beberapa sarana pendidikan dari pendidikan dini sampai pendidikan tingkat tinggi yakni universitas. Sebagian besar tempat pendidikan lebih mementingkan nilai materi yang di ajarkan oleh para anak didik tanpa menghiraukan nilai akhlaknya. Dengan tujuan yang penting anak didiknya banyak yang memiliki nilai ujian yang bagus sehingga mereka bisa lulus.

Kedua, Tidak Ada Figur

Tidak adanya seorang figur yang menjadi panutan mereka dalam kehidupannya, baik di sekolah maupun dirumah.

Sehingga mereka tidak bisa meniru dan bercermin dari seseorang yang bisa membuat mereka memiliki akhlak dan budi perkerti yang baik. Bahkan ironisnya, ada sebagian guru ataupun orang tua yang memberi contoh perilaku yang tidak baik kepada anak-anaknya atau anak didiknya.

Krisis Akhlak semakin menjadi karena panutan yang tidak ada

Ketiga, Pengaruh Lingkungan

Pengaruh lingkungan yang memiliki dampak yang besar dalam kehidupan mereka. Terutama mereka yang tinggal di lingkungan rawan kejahatan dan kemaksiatan.

Keempat, Pembekalan Agama Minim

Pembekalan agama yang sangat minim yakni kehidupannya jauh dari ajaran agama seperti jauh dari masjid, majelis taklim. Tokoh agama dan tempat-tempat kebaikan yang lainnya.

Kelima, Konsep Berubah

Tidak adanya keinginan untuk mengubah dirinya menjadi manusia yang bermanfaat. Krisis pada kondisi akhlak yang rapuh harusnya menciptakan manusi bergerak untuk berubah.

Keenam, Intervensi Pemerintah Yang Kurang

Kurangnya perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah akan kesejahteraan sarana pendidikan.

Pemerintah berwenang untuk melakukan intervensi pada akhlak yang mengalami krisis tersebut.

Baik terhadap pembangunan sekolahan, sarana dan prasana serta kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan guru.

Hal ini memiliki dampak yang besar dari pada terjadinya krisis akhlak dalam dunia pendidikan.

Bagaimana tidak (jerjadi krisis akhlak), apabila sarana pendidikan tidak memiliki bangunan yang layak untuk kegiatan belajar – mengajar. Yang membuat peserta didik tidak nyaman dalam kegiatan tersebut, maka dampaknya negatif buat mereka.

Ketujuh, Tayangan Tidak Bermutu

Krisis Akhlak pendidikan semakin menjadi Ramainya tayang-tayangan di dunia televisi yang menampilkan film-film yang tidak berkualitas.

Dari sisi pendidikan dan akhlak sehingga memiliki dampak yang negatif terhadap karakter seorang anak di tambah lagi dengan adanya HP.

Atau gajet yang memiliki berbagai macam game atau permainan anak. Namun ironisnya hal-hal tersebut tidak terlalu dipermasalahkan oleh pemerintah.

Maupun sebagian orang tua akan bahayanya tayangan – tayangan yang merusak atau menyebabkan krisis akhlak dan budi pekertinya.

Semoga artikel ini menjadi bahan evaluasi kita bersama sebagai orang tua. Sebagai guru dan sebagai pemerintah agar kita semua dapat mendidik dan mengajarkan anak didik kita semua. Serta memberi contoh yang baik agar bisa di tiru oleh mereka untuk mengatasi krisis akhlak bangsa.

Sumber lain: Hidayatullah.Com
* Penulis Sebagai salah satu dosen tetap yang masih atif diSTBA DINAMIKA PEMBANGUNAN sebagai dosen ilmu bahasa arab.

*Pernah menempu dunia pendidikan S1 di UNIAT Jakarta. Jurusan bahasa arab dan S2 di UIJ jurusan Pemikiran.

*Dan juga sebagai nara sumber perjalanan umroh dan haji di beberapa travel.

Bagikan Ke
  • 1
    Share