Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha, Dari Sumur, Penjara dan Tahta Raja
Kisah antara Nabi Yusuf dan Zulaikha, menjadi bagian kenabian dari Nabi Yusuf AS yang taat kepada Allah SWT
Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha, Dari Sumur, Penjara dan Tahta Raja

Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha, Tidak Seperti kisah Novel ataupun Film-film yang biasa kita saksikan. Namun kisah keduanya adalah kesungguhan adrenalin yang menjadi penyerta antara Nabi Yusuf yang beriman dengan Zulaikha Yang Jatuh hati padanya.

Beritaku.Id, Kisah Islami – Selanjutnya kisah dari Urutan Lengkap 25 Nabi Dan Rasul Wajib dalam Islam. Dari 313 urutan Nama Nabi dan Rasul Allah, kali ini kita akan membahas tentang kisah perjalanan Nabi Yusuf Dan Zulaikha.

Dimana kisah Nabi Yusuf tersebut termasuk dalam kisah asmara mendalam dan Cinta Zulaikha. Kisah kebencian 11 saudara Nabi Yusuf Bin Yaqub tersebut.

Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha

Adalah kisah bermula dari sumur. Tempatnya Nabi Yusuf dibuang. Menjadi kisah awal pertemuannya dengan Zulaikha. Meski bukan Zulaikha yang pertama menemukannya, tetapi para pedagang.

Suatu ketika pedagang bersama rombongan berhenti untuk mengambil air pada sumur, sementara dalam sumur tersebut Nabi Yusuf berada.

Para musafir dan rombongan pedagang ini, sangat senang bertemu dengan Yusuf, sengan bukan karena menemukan anak lelaki.

Tapi senang karena menjadikan temuannya (Nabi Yusuf) tersebut sebagai suatu komoditas ekonomi baru, untuk menjualnya ketika sampai pada kota Mesir.

Pada masa itu, perbudakan masih merajalela, maka transaksi jual beli tidak hanya dengan material, tapi juga manusia, menjadi jualan pedagang.

Pada “pasar” Mesir tersebut, Nabi Yusuf AS, terjual kepada seorang bangsawan kaya raya dan terkenal bernama Futifhar seorang dari Kaum Qibti.

Selanjutnya, Niat sang bangsawan tersebut, adalah lelaki anak muda tampan ini membantu istrinya Zulaikha

Kisah Pertama Zulaikha Dan Nabi Yusuf AS Bertemu

Setelah melakukan transaksi dengan membeli anak muda tersebut, selanjutnya Futifhar pulang kerumah, membawa budaknya tersebut.

Sampai pada rumahnya yang mewah, Futifhar menyampaikan kepada istrinya yang anggun dan jelita:

“Wahai istriku, berikanlah anak muda ini tempat yang terbaik. Dan anak ini akan sangat membantu dan berguna bagi kita. Bahkan, jika kau berkenan kau bisa menjadikan anak tersebut sebagai anak angkat”

Futifhar dan Zulaikha memiliki kisah belum memiliki keturunan, hingga bertemu dengan Nabi Yusuf.

Nabi Yusuf Menjadi Anak Yang Jujur Dan Kerja Struktur

Setelah membantu seluruh pekerjaan Futifhar dengan Zulaikha, Kisah Nabi Yusuf selanjutnya adalah memperlakukannya sangat baik, sebab pekerjaannya yang sangat teratur dan kerja yang terstruktur.

Semua pekerjaan yang menjadi beban kepadanya, terselesaikan dengan jujur dan sistematis, sebab Nabi Yusuf mendapat bekal oleh Allah SWT dengan ilmu yang sangat luas, pengetahuannya dan kemampuannya tersebut menunjang seluruh pekerjaan yang teramanahkan kepadanya.

Bekerja Dengan Batin Yang Sedih

Tahun-tahun ia lewatinya dengan semangat kerja atau etos kerja yang sangat baik, meski dalam hatinya penuh dengan kesedihan.

Sedih bukan karena bekerja secara langsung, tapi karena kerinduan kepada Ayahnya yang tidak lain Nabi Yaqub AS.

Hari-hari terlewatinya dengan bayangan ayahnya yang sangat menyayanginya, namun harus mengadu kemana, sebab pada saat itu, dunia televisi dan telpon belum terkoneksi dan belum ada.

Meski dengan tekanan batin yang Nabi Yusuf rasakan, tidak membuatnya untuk tidak berdaya dalam melasanakan tugas-tugasnya.

Pembelajaran ini adalah mengarahkan kita pada imajinasi, membayangkan etos kerja yang luar biasa meski dengan tekanan jiwa.

Pengalaman yang berharga bagi Nabi Yusuf dengan kisah yang terjalaninya pada rumah Zulaikha dan Futifhar, bisa mengadopsi pada etos kerja kekinian bagi seorang pekerja.

Fokus bekerja, fokus dengan tugas, meskipun tekanan batin mendera dan menyelimuti, sebegitu penggambaran jiwa Nabi Yusuf AS.

Hari terlewati dan menjadi minggu, kemudian minggu terakumulasi dengan bulan, selanjutnya tahun berganti tahun, fasilitas Nabi Yusuf AS yang mereka dapatkan sangat istimewa karena pekerjaannya yang istimewa dari keluarga Kaum Qibti tersebut.

Dari masih anak kecil hingga menjadi dewasa kini.

Menjadi Laki-laki Yang Tampan Rupawan

Kisah antara Nabi Yusuf dan Zulaikha
Ilustrasi Kisah hubungan Nabi Yusuf dan Zulaikha

Perlahan namun pasti, Nabi Yusuf AS tumbuh menjadi pria yang sangat tampan, dan ketampanannya memikat hati semua wanita.

Remaja, gadis bahwa ibu rumah tangga yang telah bersuami pun, banyak yang jatuh hati kepada Nabi Yusuf yang tampan tersebut.

Termasuk Zulaikha tidak lain sebagai perempuan terhormat, namun tidak bisa menahan syahwat dan akhirnya jatuh cinta kepada Nabi Yusuf.

Masyarakat sekitarpun menjadikan berita cinta Zulaikha kepada Nabi Yusuf AS, sebagai materi gosip hangat (ala dunia masa kini).

Akhirnya, kondisi itu membuat Zulaikha sangat geram kepada lingkungan sekitarnya.

Wanita Mengiris Tangan
Ilustrasi Tamu Zulaikha, Yang Mengiris Tangan Tanpa Sakit karena ketampanan Nabi Yusuf

Berniat memberikan penjelasan, tidak dengan secara langsung melakukan klarifikasi, tapi kisah Zulaikha berpikir matang untuk menjelaskan alasan kenapa ia bisa terbawa arus perasaannya kepada Nabi Yusuf.

Strategi sudah matang,  Zulaikha mengundang tetangga untuk jamuan makan buah segar, pada meja berisi buah segar dan pisau tajam, kemudian jumlah pisau tersebut sesuai dengan jumlah tetamu.

Setelah para wanita-wanita ini memegang buah dan bisau mulai mengupas buah tersebut, konon kisah selanjutnya Zulaikha memanggil Nabi Yusuf untuk lewat pada hadapan mereka.

Seketika perempuan tersebut, gadis, remaja maupun wanita yang bersuami, perlahan mengiris sendiri jari-jarinya.

Mereka kehilangan rasa sakit, seakan telah teranestesi (memberikan penghilang sakit), mereka tenggelam dengan ketampanan Nabi Yusuf AS.

Jika terkumpulkan semua lelaki pada muka bumi ini, adakah kira-kira lelaki yang ketampanannya saat memandangnya, membuat kita kehilangan rasa sakit? Seperti itulah cara Zulaikha menjelaskan kepada penduduk sekitarnya, yang menjadi alasan kenapa Zulaikha jatuh hati kepada Nabi Yusuf tersebut.

Kisah Cinta Zulaikha Dan Nabi Yusuf Yang Tragis

Kisah rasa cinta Zulaikha kepada Nabi Yusuf yang tampan, sebenarnya tidak langsung seperti cinta yang tidak bisa membendungnya.

Akan tetapi bermula dari rasa empati dengan kepribadian yang melekat pada Nabi Yusuf AS.

Selain itu ketampanannya yang memikat, kemudian Zulaikha sering berdandan cantik depan Nabi yusuf AS.

Nabi Yusuf AS, tetap tidak bergeming dengan sikap takutnya kepada Allah SWT, yang meyakini bahwa berada pada tempat sunyi sekalipun Zat Maha Kuasa tersebut, pasti melihatnya.

Prahara dan Kisah Kejadian Dalam Kamar Antara Zulaikha dan Nabi Yusuf

Pakaian yang menggoda, tidak membuat Nabi Yusuf tergoda, akhirnya Zulaikha menaikkan tempo godaannya, hanya untuk mendapatkan kehangatan dan pelukan Nabi Yusuf AS.

Zulaikha mememanggil Nabi Yusuf datang kekamarnya, ketika itu suami Zulaikha Futifhat keluar kota.

Dalam kondisi yang sulit tersebut, Nabi Yusuf AS, tidak goyah walaupun dalam beberapa riwayat dan kisah, Zulaikha telah melepaskan pakaian luarnya.

Zulaikha dengan penampilan yang menawan, anggun, terhormat dengan wajah yang cantik, jatuh cinta kepada laki-laki yang selama ini membantu pekerjaan rumahnya.

Dengan melihat keadaan sulit tersebut, Nabi Yusuf berlari keluar dari kamar, dan dari arah belakang Zulaikha meraihnya.

Nabi Yusuf tidak melakukan penolakan dengan cara kasar, tetap tidak mau berzina dengan sang majikan tersebut.

Nabi Yusuf berhasil keluar dari kamar, meski pada bagian belakang bajunya telah robek oleh tarikan Zulaikha.

Setelah berhasil keluar kamar dari aksi saling tarik menarik tersebut, ternyata kejadian naas berikutnya, suaminya Futifhar ada tepat menatapnya.

Zulaikha Membela Kehormatan, Menuduh Nabi Yusuf

Sebagai wanita yang tetap memiliki rasa takut kepada suaminya, ketika kejadian tersebut, Zulaikha menuduh bahwa Yusuf yang berusaha menggodanya.

Nabi Yusuf AS, membela Kehormatannya, sehingga keduanya sama-sama memberikan argumen untuk membenarkan prilaku dengan kejadian tersebut.

Untuk menyesaikan masalah, maka Futithar yang bijak membawa kejadian itu kepada saudaranya yang bijak.

Dari saudaranya memberikan penjelasan yang luar biasa, yakni ketika robekan baju Yusuf pada bagian depan, maka yang melakukan kesalahan adalah Nabi Yusuf.

Namun jika sebaliknya, bilamana baju Yusuf robeknya dari belakang, maka yang salah adalah Zulaikha.

Futhifar menoleh kepada Yusuf lalu ia melihat baju yang robek pada bagian belakang. Hal ini menandakan bahwa istrinya yang telah berdusta.

Kejadian itu membuat Futifhar sangat kecewa kepada istrinya yang cantik tersebut.

Walaupun berusaha agar terus mereka rahasiakan, peristiwa ini akhirnya tersebar juga. Zulaikha, akhirnya menjadi bahan gunjingan pada kalangan para istri pejabat mesir.

Hal tersebut membuatnya resah karena ia pun merasakan bahwa pribadinya memang bersalah. Zulaikha kemudian mengundang wanita-wanita yang menggunjingnya untuk bertamu ke rumahnya, seperti kejadian sebelumnya mereka mengiris jari-jarinya sendiri

Doa Nabi Yusuf atas Ujian yang Menimpanya

Peristiwa yang telah menjadi pengalaman Nabi Yusuf menjadikannya khawatir terhadap ketampanannya. Ia takut dengan sikap Zulaikha kepada orang-orang yang sekitarnya.

Lalu ia pun berdoa, sebagai berikut:

“Wahai Tuhanku penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Jika tidak Engkau hindarkan segala tipu daya mereka atasku, aku takut aku tidak mampu menghindari ajakan mereka sehingga aku termasuk orang-orang yang merugi.”

Doa Nabi Yusuf pun terkabulkan oleh Allah. Setelah peristiwa ini, hati Futhifar menjadi gelisah.

Kisah Nabi Yusuf AS dan Zulaikha Dalam Penjara

Untuk menjaga kehormatan dan nama baiknya, ia pun berniat memisahkan Yusuf dan Zulaikha tentara memenjarakannya.

Walaupun ia tahu istri yang melakukan kesalahan, akan tetapi ia tetap membuat strategi agar yusuf diadili dan dipenjara.

Dan benar, akhirnya pun Nabi Yusuf terjebloskan kedalam penjara.

Terpenjara lebih mulia bagi Yusuf, jika membandingkan mengikuti syahwat Zulaikha.

Dalam kondisi dalm penjara, Nabi Yusuf AS tetap bertawakkal kepada Allah SWT, mengabaikan perasaannya yang terfitnah oleh Zulaikha.

Mukjizat Nabi Yusuf AS, Bermula dari Penjara

Dengan kondisi terpenjara, Nabi Yusuf terus berdoa kepada Allah SWT, dan akhirnya memberikan kemampuan berupa Mukjizat menafsirkan mimpi.

Sekaligus memberikan perintah oleh Allah SWT untuk menegakkan keadilan, menghadapi kedzaliman dan saling mengasihi serja menjauhi nafsu syahwat.

Bertemu prajurit Firaun, sang Raja Mesir Yang Dzalim, suatu ketika menceritakan mimpi kecia prajurit tersebut.

Pegawai pertama berkata “Sungguh aku telah bermimpi memeras anggur”.

Semengtara prajurit kedua “Sesungguhnya aku telah bermimpi membawa roti atas kepalaku, lalu datang burung gagak dan memakan roti roti tersebut”

Kami mohon kepadamu agar kamu menafsirkan arti dari mimpi kami karena kami yakin bahwa kau adalah orang yang mampu melakukannya.

Yusuf pun menafsirkan mimpi mereka berdua:

  1. Kepada Prajurit yang pertama ia berkata “Wahai saudaraku, sesungguhnya engkau akan terbebaskan dari penjara, ini setelah itu kau akan mendapatkan pekerjaan kembali oleh sang raja”,
  2. Pada prajuri kedua Yusuf berkata “Akan tetapi engkau saudaraku, kuharap engkau bisa tabah karena arti dari mimpimu adalah kau akan menerima hukuman mati”

Beberapa waktu kemudian, tafsir mimpi tersebut menjadi kenyataan.

Selanjutnya ramai orang yang mendatangi Nabi Yusuf AS, untuk menafsir mimpi, dan keadaan itu termanfaatkan Yusuf untuk berdakwah.

Mereka menganggap Yusuf adalah seorang Nabi.

Mimpi Raja Firaun

Dalam tidur Firaun bermimpi melihat tujuh ekor sapi gemuk termakan oleh tujuh ekor sapi yang kurus-kurus.

Firaun juga melihat tujuh tangkai gandum hijau di samping tujuh tangkai yang sangat kering.

Tidak ada satupun yang bisa menafsirkan mimpi tersebut, hingga prajurit yang sebelumnya bertemu Nabi Yusuf dalam penjara menjelaskan kepada Firaun.

Akhirnya Firaun mengutus menemui Yusuf tersebut, dan begini tafsir mimpi raja oleh Nabi Yusuf:

“Hendaklah kamu menanam bersungguh-sungguh tujuh tahun berturut-turut, kemudian apa yang kamu tuai biarkanlah dia pada tangkai-tangkainya; kecuali sedikit dari bahagian yang kamu jadikan untuk makan. Kemudian akan datang selepas tempo itu, tujuh tahun kemarau yang besar, yang akan menghabiskan makanan yang kamu sediakan baginya; kecuali sedikit dari apa yang kamu simpan (untuk dijadikan benih). “Kemudian akan datang pula sesudah itu tahun yang padanya orang ramai beroleh rahmat hujan, dan padanya mereka dapat memerah (hasil anggur, zaitun dan sebagainya)”. (Surat Yusuf : 47-49)

Mankanya, mesir akan mengalami masa berbeda dalam 14 tahun, yakni 7 tahun pertama yang subur dan 7 tahun kedua yang kekeringan.

Maka diperlukan persediaan makanan yang banyak untuk menghadapi musim kemarau tersebut.

Raja Firaun Membebaskan Nabi Yusuf

Namun Nabi Yusuf tidak menginginkan dibebaskan tanpa melewati proses hukum, maka dibukalah kembali pengadilan untuk membebaskan Nabi Yusuf AS tersebut.

Maka Saksinya adalah Zulaikha, yang mengakui bahwa Nabi Yusuf tidak pernah melakukan Zina dengannya, dan Nabi Yusuf tidak bersalah.

selanjutnya Kisah antara Nabi Yusuf AS dan Zulaikha dengan kasus dipenjaranya Nabi Yusuf berakhir dengan kebebasan buatnya.

Selanjutnya Nabi Yusuf diangkat sebagai bendahara kerajaan, kemudian untuk mengatur logistik kerajaan, termasuk persiapan untuk menghadapi musim kemarau yang akan terjadi. Berdasarkan tafsir mimpi raja tersebut.

Alhasil Sejak saat itu pula, nabi Yusuf pun bekerja keras untuk melaksanakan amanah yang dititahkan oleh Firaun. Semasa kedudukannya menjadi seorang bendahara kerajaan, dirinya mampu membawa Mesir menjadi negeri yang makmur, adil dan damai.

Namun Tak hanya itu, dia pun semakin giat untuk berdakwah dan menyampaikan ajaran tauhid kepada para rakyatnya sehingga pengikutnya kian hari kian bertambah.

Sebagaimana yang pernah diramalkan oleh Nabi Yusuf, pada akhirnya Mesir pun mengalami krisis serta musim kemarau yang panjang. Banyak rakyat yang kehabisan persediaan gandum.

Bencana Yang Mendatangkan Saudaranya Yang 11 Orang

Selanjutnya Dengan kemarau ini, rakyat pun berbondong-bondong datang ke pusat Kerajaan untuk meminta persediaan gandum yang dimiliki.

Maka Saudara-saudara Yusuf yang pernah mencelakainya dengan memasukkannya kedalam sumur seperti awal pembahasan kisah ini, ke Mesir untuk meminta persediaan Gandum.

Ketika saudara-saudaranya sampai di Mesir, mereka pun langsung menuju pusat Kerajaan. Ketika Yusuf melihat mereka seketika Yusuf langsung Mengenali satu persatu dari mereka. Tetapi saudaranya tidak ada yang mengenali Nabi Yusuf.

Lalu, nabi Yusuf pun memberikan gandum kepada mereka semua. Akan tetapi dengan syarat jika mereka ingin kembali untuk mengambil gandum lagi, maka mereka harus serta merta membawa saudara bungsu mereka (Bunyamin).

Awalnya mereka merasa heran dengan syarat ini, akan tetapi dikarenakan kondisi yang sangat sangat darurat mereka tidak terlalu menghiraukannya.

Karena mereka pikir, permasalahan kekeringan yang mereka alami jauh lebih besar dibandingkan harus memikirkan keanehan syarat tersebut.

Maka Setibanya dirumah, mereka pun langsung menyampaikan apa yang disampaikan Yusuf kepada ayahnya. Mereka berkata “Wahai Ayah, sesungguhnya kita tidak akan bisa mendapatkan gandum lagi jikalau kita tidak membawa Bunyamin. Oleh karenanya, izinkanlah Kami membawa Bunyamin agar kami bisa mendapatkan gandum yang lebih banyak lagi. Tak usah khawatir, kami akan menjaga Bunyamin dengan baik.”

Kekhawatiran Nabi Yaqub Akan Sama Kejadian Sebelumnya

Selanjutnya, Mendengar hal ini, Nabi Yaqub pun ragu dan tidak percaya kepada mereka. Maka Ia sangatlah khawatir peristiwa yang ditimpa oleh Nabi Yusuf akan terulang kembali menimpa anak bungsunya tersebut.

Namun, saudara dari Nabi yusuf pun kembali membujuk ayahnya hingga akhirnya Nabi Yaqub menyetujuinya. Alhasil Dengan syarat dari ayahnya mereka harus berjanji untuk selalu menjaga Bunyamin dengan sebaik mungkin.

Maka, Mereka pun akhirnya kembali berangkat ke kerajaan untuk mengambil gandum kembali. Sehingga Sesampainya di kerajaan mereka disambut baik oleh Nabi Yusuf. Mereka dijamu dan diberikan tempat istirahat yang nyaman.

Kemudian Mereka sangat senang sekali perlakuan tersebut. Namun Di saat mereka sedang menikmati jamuan, yusuf diam-diam memasukkan gelas milik kerajaan ke dalam kantong jubah Bunyamin.

Sehingga Ketika para penjaga memeriksa di luar, mereka mendapati Bunyamin membawa gelas tersebut. Akhirnya para pengawal pun menangkap Bunyamin sehingga dia tidak bisa pulang bersama dengan saudaranya.

Selanjutnya Saudara-saudara berusaha dan memohon kepada Yusuf untuk membebaskan adiknya. Kemudian Mereka berkata “Tolonglah kami Tuan, kami memiliki Ayah yang sudah sangat tua renta. Apabila mengetahui hal ini dia akan sangat bersedih, maka Untuk itu, ambillah salah seorang dari kami sebagai pengganti Bunyamin”

Tapi Nabi Yusuf menjawab “Sungguh kami telah menangkap adikmu karena dirinya telah terbukti telah mengambil barang yang dimiliki oleh kerajaan. Jika kalian ingin dirinya kembali, maka kembalilah ke sini dengan membawa Ayah kalian”

Akhirnya mereka pun pulang dengan perasaan yang sangat sedih, tidak ada ceriah terpancar dimuka mereka.

Mereka merasa sangat bersalah. Mereka telah berjanji kepada Nabi Yakub bahwasannya mereka akan terus selalu menjaga adiknya.

Akan tetapi pada akhirnya mereka gagal dalam menepati janji tersebut.

Namun Sesampainya di Palestina, mereka menceritakan semua yang terjadi kepada ayahnya. Dia juga menceritakan perihal syarat yang harus dipenuhi untuk membebaskan Bunyamin.

Mendengar hal tersebut Nabi Yaqub pun malah menjadi jatuh sakit dan kedua matanya menjadi buta.

Persediaan Gandum Yaqub AS Telah Habis

Selanjutnya Pada suatu hari, persediaan gandum mereka pun habis. Maka Nabi Yaqub kembali memerintahkan mereka untuk pergi ke kerajaan Mesir dan meminta kembali persediaan gandum yang ada.

Sesampainya di kerajaan, mereka pun langsung menceritakan kondisi yang dialami ayahnya sekarang. Salah satu dari mereka berkata “Wahai tuan, sesungguhnya kami sedang mengalami krisis dan kesengsaraan. Ayah kami sangat sedih telah kehilangan dua anaknya. Setiap hari dirinya selalu menangis dan menyebabkan ia buta. Untuk itu, ambillah barang-barang kami ini demi ditukarkan dengan sekarung gandum”

Nabi Yusuf Membuka Tabir Siapa Dirinya

Sangat rindu dan mencitai ayahnya, mendengar ayahnya sakit dan buta Nabi Yusuf pun menjadi sangat sedih dan Iba. Ia tak mampu menahan luapan kesedihan dan air matanya.

Ia pun langsung menjelaskan kepada saudaranya bahwa dirinya adalah yusuf yang dulu pernah mereka ceburkan ke dalam sumur.

Mendengar hal tersebut saudara-saudara yusuf pun kaget bukan kepalang. Mereka lalu menyesal dan memohon maaf Yang sebesar-besarnya kepada Yusuf. Dan mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan bertobat kepada Allah.

Lalu Yusuf pun berpesan kepada mereka agar kembali ke rumah. Ia pun menitipkan makanan serta selembar kain baju Yusuf. Dia berpesan agar mengusapkan kain tersebut ke mata ayahnya.

Kembalinya Gairah Hidup Nabi Yaqub AS

Mengetahui Yusuf masih hidup, nabi Yaqub pun gembira bukan kepalang. Benar saja, setelah dioleskan kain baju sekolah saudara-saudaranya maka beliau pun kembali sembuh dari kebutaannya.

Beliau akhirnya menuju Mesir untuk menemui anaknya sudah lama hilang.

Sesampainya di sana, yusuf pun berkata “Ayahku, sesungguhnya ini merupakan takbir dari mimpiku yang dulu pernah aku ceritakan kepadamu. Sungguh, Allah telah menjadikannya suatu kenyataan”

Kisah Raja dan Nabi Yusuf Menikah dengan Zulaikha

Setelah berhasil melewati krisis serta kemarau yang panjang, akhirnya Nabi Yusuf pun diangkat menjadi seorang raja. Dia pun mengikuti Mesir dengan Makmur, adil dan damai.

Prahara cinta Zulaikha yang tidak kesampaian pada Nabi Yusuf yang harus menjadikan penjara sebagai ruang untuk menyakiti Nabi Yusuf.

Ternyata diam-diam zulaikha masih mencintai Nabi Yusuf. Sebab Zulikha telah menjadi janda karena suaminya yang meninggal.

Pesona dan kencatikan Zulaikha tidak pudar, dan akhirnya mereka berdua menikah, serta memiliki keturunan 2 orang yakni Minsya dan Ifratsim, dan Nabi Yusuf AS tidak pernah berhenti berdakwah dijalan Allah SWT

Nabi Yusuf AS takut hanya kepada Allah SWT. Kisah Nabi Yusuf dan Nabi Yaqub, diceritakan singkat pada Kisah Lahir Hingga Wafat 25 Nabi dan Rasul Bagian Kedua.

Demikian Kisah Nabi Yusuf AS dan Zulaikha, yang melewati banyak kisah dan perjalanan, pada sisi lain Nabi Yusuf sangat tegar menghadapi cobaan.

Tinggalkan Balasan