Kupu-Kupu Malam, Gadis, Janda atau Wanita Bersuami, Bagaimana Hukumnya
Ilustrasi Wanita Jadi Kupu-Kupu Malam (Foto:Berpositif)
Kupu-Kupu Malam, Gadis, Janda atau Wanita Bersuami, Bagaimana Hukumnya

Teringat lagu Titiek Puspa Tetang Kupu-kupu malam, yang identik dengan wanita penghibur lelaki hidung belang, Bagaimana hukumnya dalam Islam?

Beritaku.id, Budaya – Ada yang butuh dirinya, Ada yang benci dirinya, ada yang berlutut mencintainya, ada pula yang kejam menyiksa dirinya. Ini hidup, wanita sikupu-kupu malam. Bekerja bertaruh sepenuh jiwa raga… (Lagu Titiek Puspa tentang Wanita Kupu-kupu malam).

Kenapa Diberi Nama Kupu-Kupu Malam?

Pertanyaan ini menarik, sebab majas perumpamaan ini menjadikan kupu-kupu sebagai perumpamaan. Wanita ibarat kupu-kupu. Yang bekerja di malam hari.

“Jadi, sebenarnya kupu-kupu itu kan tampilannya indah tapi hidupnya singkat. cuma semalam dinikmatinya,” Kata Remy Sylado penulis novel ‘Ca Bau Kan, dikutip dari detik.com.

Meski tidak diketahui siapa yang pertama kali menyebutkan kata kupu-kupu malam tersebut. Namun makna dari kata itu adalah menggambarkan pekerjaan wanita yang hidup dengan dunia hiburan malam.

Kemajuan kota, berbanding lurus dengan gemerlap lampu temaram yang menghias ruangan dengan remang. Pertanda kota telah melakukan restrukturisasi budaya dan peradaban.

Kehidupan wanita (gadis, janda maupun wanita bersuami), telah menjadi amfibi untuk hidup dan keluarganya. Meski dalam beberapa survey, ada yang mengerjakan pekerjaan tersebut. Bukanlah karena terpaksa.

Tapi karena sedang mengikuti alur kesenangannya yang tidak terukur.

SiKupu-Kupu Malam bukanlah pekerjaan baru. Melainkan telah terjadi di zaman dahulu kala.

Pabalso Di Zaman Yunani

Mereka para pekerja malam telah ada dizaman Yunani diperkirakan tahun 400-an SM, Plato, Aristophanes, Xenophon menulis tentang kisah klasik wanita penghibur di zaman itu. Atau sekitar 2400 tahun yang lalu.

Bernama Aspasia atau Pabalso. Yang sangat dicintai oleh Pericles (seorang bangsawan termasyur di Yunani). Aspasia tersebut menjadi wanita penghibur sang raja. Meski ia berstatus sebagai wanita simpanan raja.

Dan sang raja, memiliki cinta yang tertaut kepada aspasia, hingga akhirnya ia memiliki keturunan seorang putra darinya.

Meski memiliki putra darinya, seorang raja tidak bisa menikah dengan pabalso, sebab dia adalah orang asing. Dan pekerjaannya tidak pantas untuk menjadi seorang istri raja.

Aspasia tahu diri, dan tidak memaksakan diri untuk dinikahi oleh raja, cukup anaknya (putra raja) yang diberikan makan dan kebutuhan lainnya.

Aspasia tidak melakukan perlawanan dengan hukum di Athena tersebut.

Namun berbeda dengan Pericles. Yang sangat menyayangi Aspasia. Dan hendak melakukan pemberontakan terhadap budaya dan aturan.

Sayangnya banyak yang mengingatkan raja, bahwa jalan keluar terbaik adalah cukup menikmati sang Aspasia, tanpa harus menikahinya.

Datangi atau datangkan ketika butuh, selebihnya buang ketika sudah tidak dibutuhkan lagi.

Hetaera Di Athena

Menjadi wanita pelayan, banyak diantara mereka (Hetaera = p3l4cur), yang memiliki kecerdasan yang tinggi. Dan tidak sedikit dari mereka menjadi seorang diplomat untuk urusan tertentu dalam misi kerajaan.

Socrates melukiskan mereka sebagai wanita yang memiliki kercedasan yang tinggi.

Dan Plato memperumpamakan mereka sebagai seorang orator handal yang mampu mempengaruhi lawan bicaranya, meski fisiknya menjadi taruhan.

Realitas Pekerja Malam (Gadis, Janda Hingga Wanita Bersuami) Di Indonesia

Mereka pekerja malam, banyak mengisi ruang-ruang diskotik sebagai pemandu lagu, menanyi dan menghibur. Digoda dan menggoda.

Mereka memiliki status berbeda, ada yang berstatus lajang (gadis atau janda) namun ada pula yang berstatus memiliki suami.

Alasan perut menjadi argumen klasik, sehingga mereka terjun dalam dunia gemerlap malam. Meski dalam kenyatannya, ada yang mengerjakan pekerjaan tersebut, dengan misi lain.

Pada beberapa waktu lalu, Bupati Kendal menyebutkan:

Bahwa Wanita malam adalah pahlawan bagi keluarga, sebab mereka bekerja untuk menghidupi keluarga. Karena Alasan tersebut, maka P3l4cur4n tidak boleh di tutup.

Widya Kandi Susanti

Dalam catatan sejarah negara, Soekarno sangat mengkomodir mereka para pekerja malam.

Mereka pekerja malam adalah mata-mata terbaik didunia, dan mereka merupakan anggota yang taat dan patuh. Maka PNI memiliki anggota dari kalangan mereka sebanyak 670 orang

Soekarno Dalam Buku Penyambung Lidah Rakyat Indonesia Karya Cindy Adam.

Dari hal tersebut diatas, dimata beberapa pemimpin, baik daerah maupun nasional. Para PSK mendapat tempat dan perhatian.

Mereka para pekerja malam dipandang sebagai suatu pekerjaan “terpaksa”. Namun tidak harus membenci mereka. Sebab mereka, selain memanfaatkan pekerjaannya. Juga mereka bisa dimanfaatkan dalam urusan Politik.

Hukum Wanita Berzina Di Dalam Islam

Kisah kehidupan wanita malam yang malang, terjadi pula di zaman Rasulullah Muhammad SAW. Disana seorang wanita penghibur bernama Anaq telah hidup.

Dan seorang sahabat bernama Martsad begitu dekat dengan Anaq, hingga suatu malam ia digoda oleh wanita tersebut, namun ia menolaknya.

Rasulullah bersabda kepada Martsad sebagai berikut:

الزَّانِي لا يَنْكِحُ إِلا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنْكِحُهَا إِلا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“Pezina tidak menikah kecuali dengan pezina juga atau wanita musyrik. Dan wanita pezina tidak menikah kecuali dengan laki-laki perzina atau orang yang musyrik, dan wanita pezina diharamkan bagi orang-orang yang beriman (yang tidak pernah berzina).”

Semenjak itu Martsad tidak lagi membangun komunikasi dengan Anaq, dan menghindarinya. Meski pada kenyataan sebelumnya Martsad tidak pernah berzibna dengannya.

Efek Maksiat Dalam Kajian Islam

Dalam urusan hidup didunia dengan segala hukum yang mengatur, maka pekerjaan makziat (zina). Yang dilarang.

Bukanlah tanpa alasan, sebab perbuatan tersebut. tidak hanya menciptakan bencana buat yang mengerjakan, tapi juga bencana buat yang ada disekitarnya

Rasulullah bersabda:

إنّى أخاف على امّتى أعمالا ثلاثة : زلّة عالم , وحكم جائـر, وهوى متّبع. رواه الشهاب

“Akan riskan terkena pada umatku tiga perbuatan, yaitu : penyimpangan ulama, hukum yang dzalim, dan hawa nafsu yang diikuti”. HR. as-Shihab

Beberapa kejadian yang menimpa berupa bencana, bisa jadi karena perbuatan maksiat dari hambanya.

Menjadi peringatan buat kita semua, semoga kita termasuk yang mendapatkan lindungan dari Allah SWT. Wallahu Wa’lam.

Beritaku: Model Pelacuran Zaman Nabi Muhammad SAW Dan Bentuk Perkawinan

Lengkapi Komentar