Marketing Communication
Marketing Communication

Marketing Komunikasi: 6 Prospek Kerja di Era Digital

Diposting pada

Marketing Komunikasi merupakan bidang pekerjaan, yang banyak menggunakan media digital seperti iklan, pemasaran langsung, dan branding. Adapun tujuan dari strategi tersebut adalah, sebagai upaya untuk mencapai target penjualan.

Beritaku.id, Organisasi dan KomunikasiProfesi Markom atau Marketing Komunikasi, seolah menjadi primadona pada era digital ini. Tanggung jawabnya bukan hanya sekedar mendatangkan laba bagi perusahaan, namun juga menaikan pamor suatu produk.

Oleh: Novi (Penulis Organisasi dan Komunikasi)

Ingin tahu lebih lengkap mengenai Marketing Komunikasi ? Yuk, kita simak  penjelasan berikutnya.

Pengertian Marketing Komunikasi 

Pengertian Marketing Komunikasi
Marketing Komunikasi Dan Aktivitasnya

Marketing Komunikasi atau Komunikasi Pemasaran, adalah suatu profesi dalam perusahaan, yang bertugas untuk dapat berkomunikasi dengan pasar. Bentuknya dapat berupa iklan, branding, pemasaran langsung, aktivitas PR, sponsorship, aktivitas online, dan lain sebagainya. 

Hal paling penting dalam menerapkan konsep marketing ini adalah ,cara pemasaran yang tepat sasaran. Apabila strategi pemasarannya cukup menarik, bukan hanya produknya yang laku terjual, pelanggan pun akan menjadi loyal terhadap produknya.

Namun permasalahannya adalah, upaya membuat suatu konsep marketing cukup besar persentase kegagalannya. Terutama dalam mendapatkan perhatian dari konsumen, akibat kesalahan dalam pemilihan strategi pemasaran.

Faktor penting untuk meminimalisir kegagalan tersebut adalah, menentukan positioning perusahaan terlebih dahulu. Berdasarkan strategi, positioning dapat memberikan gambaran yang jelas akan suatu produk, terhadap target pasarnya.

Pentingnya Marketing Komunikasi Pada Era Digital 

Dengan menerapkan Marketing Komunikasi, berarti akan mengupayakan suatu strategi pemasaran dalam jangka waktu yang panjang. 

Proses mendapatkan laba dari perencanaan suatu Marketing  Komunikasi, tidaklah sesederhana layaknya Marketing Tradisional. Karena akan membutuhkan waktu yang lebih panjang, untuk dapat mencapai hasil yang maksimal.

Tahap pertama adalah, menciptakan suatu “brand awareness” terhadap pasar atau masyarakat, dalam memperkenalkan perusahaan dan produknya. Hal Ini berlaku untuk “start up company” atau perusahaan  baru, maupun “existing company”, atau perusahaan lama.

Yang kedua, Markom memiliki peran penting dalam mengubah persepsi pasar atau masyarakat, apabila  terjadi kesalahpahaman. Terutama yang terkait  dengan produk, dan profile perusahaan.

Tujuan ketiga adalah, memotivasi pasar untuk selalu kembali membeli. Strategi Ini biasanya menggunakan media iklan persuasif, berupa promosi produk unggulan, berbanding dengan produk dari kompetitor.

Baca juga beritaku: Membangun Relasi Dengan Investor, 7 Teknik Strategi Komunikasi

Selain itu, dapat juga melakukan “direct selling”, atau penjualan langsung. Salah satu cara yang cukup efektif adalah, melakukan interaksi dua arah dengan masyarakat , agar mereka dapat mencoba produknya secara langsung.

Mekanisme lain dari sistem penjualan langsung, contohnya seperti pemberian sampel, atau menawarkan uji coba gratis dalam waktu tertentu. Dan setelah masa uji cobanya berakhir, tahapan berikutnya adalah menawarkan penawaran lainnya, yang bersifat berlangganan.

Strategi Dalam Marketing Komunikasi

Marketing Komunikasi dalam Era digital
Era Digital Dan Media Sosial

Strategi dalam Marketing Komunikasi mutlak sifatnya, karena berhubungan dengan pencapaian target penjualan, dan juga jumlah pelanggan. Beberapa bentuk dari metode dari strateginya, seperti yang tertera berikut ini.

Tentukan Dan Mengenali Target Pasar

Hal pertama yang sangat penting adalah mengetahui dan menentukan “target market” atau sasaran pemasarannya. Untuk melakukan hal tersebut, perusahaan perlu menentukan segmentasi pasar yang tepat.

Menentukan “Unique Selling Point” (USP)

Strategi berikutnya, pastikan para Markom menentukan USP, dari produk yang akan menjadi unggulan. Pada dasarnya, setiap produk memiliki keistimewaan sendiri, yang membuatnya berbeda dengan milik kompetitor. 

Untuk dapat melakukan hal tersebut, salah satu caranya dengan melakukan studi banding. Pastikan juga, bahwa produk yang akan mendapatkan eksposur, dapat memberikan solusi yang berharga bagi pasarnya.

Branding Yang Konsisten Dan Mudah Diingat

Pasar dalam dunia marketing merupakan ruang yang sangat ramai, dan dapat menggunakan  media pemasaran yang beragam. Namun kunci dari kesuksesan dalam memasarkan produk adalah, jika mekanisme brandingnya paling menonjol.

Menyampaikan pesan yang unik sebagai mekanisme branding, harus selalu terlaksana dengan selaras dan konsisten, agar menjadi populer di masyarakat.

Gunakan Bahasa dan Gaya Berkomunikasi Yang Sesuai

Strategi penting lainnya adalah, menggunakan gaya berkomunikasi dan bahasa, yang sesuai dengan target marketnya. Selain itu, sesuaikan juga tema pesannya dengan kebutuhan, agar hasilnya dapat berjalan selaras.

Contohnya, jika target market nya merupakan golongan millennial, sebaiknya menggunakan gaya bahasa dan jargon kekinian. Jika ingin menggunakan font, pilihlah yang modern dengan desain minimalis.

Pilih Media Marketing Yang Tepat

Jangan pilih media marketing yang tidak tepat sasaran. Sebagai contoh, jika sasaran utamanya  adalah generasi millennial, sebaiknya banyak memanfaatkan media sosial dan aplikasi digital. Alasanya, karena kedua platform tersebut selaras dengan dunia mereka.

Keahlian Dalam Marketing Komunikasi

Banyak perusahaan yang menggunakan Komunikasi Pemasaran, sebagai alat untuk mempromosikan produk dan pelayanannya. Mengingat setiap produk, pasti memiliki brand audiens yang berbeda. 

Oleh karenanya, setiap profesi Markom juga harus memiliki kemampuan untuk menjalin suatu hubungan baik dengan klien dan relasi publiknya. 

Baca juga beritaku: Media Sosial, Strategi Komunikasi Pemasaran Dan Prospek Kerja

Secara umum, tugas dari Marketing Komunikasi adalah membuat dan mengorganisir strategi, penjualan, pengembangan dan anggaran pemasaran. Selain itu, Markom juga  akan terlibat dalam memproduksi siaran pers atau press release.

Lebih spesifik lagi seorang Markom idealnya memiliki beberapa skill dasar, yang dapat menunjang tugas dan tanggung jawabnya. Beberapa dari skill dan kemampuan tersebut adalah:

Penulis Konsep Pemasaran
Penulis Konten Pemasaran

Menulis adalah salah satu pondasi dari bidang Marketing Komunikasi. Beberapa media seperti press release, newsletter dan blog, memerlukan suatu rangkaian kata, untuk dapat berfungsi sebagai bagian dari strateginya.

Sehingga bagi seseorang yang ingin memilih profesi ini,  sebaiknya memiliki kemampuan dasar dalam SEO dan copywriting. Selain itu, dalam proses menulis juga akan memerlukan beberapa kemampuan dalam melakukan riset dan analisis.

Kemampuan Dalam Public Speaking

Seorang Marketing Komunikasi juga harus menguasai kemampuan “public speaking” yang baik, karena tugasnya akan berhubungan dengan orang banyak. Bukan hanya menjadi pembicara terhadap manajemen, namun juga masyarakat, dan semua profesi terkait.

Memiliki Empati Dan Kepekaan

Kemampuan lainnya adalah memiliki empati, yang penyampaiannya akan terlihat melalui komunikasi non verbal seperti ekspresi wajah, dan intonasi suara. 

Namun dalam situasi tertentu, empati non verbal tersebut juga dapat terlihat dari “gesture” atau bahasa tubuh. Selain itu, skill lainnya adalah memiliki kepekaan, dalam memahami setiap respons dari masyarakat dan konsumen.

Desain Grafis

Skill dalam desain grafis, sebenarnya hanyalah berupa tambahan, atau bukan kebutuhan besar. Beberapa perusahaan bahkan tidak mengharuskan adanya profesi ini.

Namun tidak ada salahnya, jika  memiliki keterampilan dalam mendesain, karena akan menjadi sebuah nilai plus. Profesi seorang desain grafis dapat memberikan arahan, serta mengembangkan suatu ide secara lebih tertata dan imajinatif.

Beberapa Bidang Pekerjaan Marketing Komunikasi 

Profesi Markom memiliki bidang pekerjaan yang cukup luas, terutama pada era digital seperti saat ini. Beberapa bidang pekerjaan yang cukup banyak peminatnya adalah:

Media Social Specialist

Media Sosial Spesialis dan Tugasnya
Profesi Social Media Specialist

Kegiatan mengarungi samudra di dunia maya, merupakan agenda rutin bagi hampir seluruh generasi Y dan Z. Media sosial sudah menjadi bagian dari gaya hidup dalam keseharian. Bagi pelaku bisnis, fenomena ini adalah peluang pasar untuk berpromosi.

Membuat strategi marketing termudah adalah melalui media sosial. Bukan hanya gratis, tapi juga memiliki jangkauan pasar yang lebih luas, daripada offline. Setiap orang dapat mengaksesnya, untuk mendapatkan informasi

Tugas dari seorang social media specialist yang utama adalah, menyusun strategi dan menganalisa pasar. Selain itu, tugasnya  juga membuat suatu profil data base, dari para pengguna media sosial.

Langkah tersebut adalah salah satu cara jitu untuk mendapatkan formula, dalam membuat program promosi yang efektif dan tepat sasaran. 

Baca juga beritaku: ‘Menujah’ Kontemporer Perpolitikan Pilkada Bulukumba 2020

Profesi ini, idealnya sudah memahami aturan dari setiap media sosial platform, yang terpilih sebagai portal untuk sarana berpromosi. Selain itu, juga memiliki koneksi yang luas dengan pemain media sosial seperti influencer dan blogger. 

Content Writer

Seorang content writer, masuk dalam kategori Marketing Komunikasi. Tugas utamanya adalah menulis ulasan atau konten, sebagai ajang untuk mempromosikan produk dan jasa perusahaan.

Profesi ini tidak sama dengan jurnalis, yang tugasnya lebih menitik beratkan dalam menginformasikan suatu fakta dan peristiwa. Sedangkan content writer, lebih kepada mempromosikan suatu produk dan jasa. 

Copywriter

Seorang copywriter sangat berbeda dengan content writer. Profesi copywriter lebih memiliki tujuan untuk melakukan branding pada sebuah produk dan jasa. Jika menuangkannya dalam bentuk tulisan, maka akan merupakan tulisan singkat yang memiliki pesan sponsor.

Karya tulisannya juga lebih bersifat persuasif, karena akan memilih kata-kata ampuh, yang dapat menggugah pasar. Tujuannya adalah, membuat setiap orang akan selalu mengingat suatu “jargon kalimat”, sehingga tertarik dengan produknya. 

Contoh sederhana sebuah “jargon kalimat” yang ampuh, biasanya tertuang dalam “tagline” atau slogan produk unggulan, selama masa promosi berlangsung.

Graphic Designer

Penggunaan sebuah tampilan visual, dapat menjadi sangat penting dalam era digital. Karena, hal pertama yang akan menjadi fokus utama dari suatu pasar, adalah tampilan grafisnya. Sehingga dalam prosesnya, harus menampilkan desain produk yang menarik.

Profesi graphic designer, sepatutnya, memiliki skill design dengan menggunakan software. Mengingat, semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, harus dapat dikendalikan melalui perangkat digital seperti komputer dan HP.

Influencer dan Selebgram

Influencer & Selebgram
Influencer & Selebgram

Seiring dengan pesatnya perkembangan media sosial, sehingga memiliki dampak pada perilaku penggunanya. Para pengguna media sosial akan mencari idola, atau sosok yang berpengaruh untuk menjadi “follower” atau pengikutnya.

Sosok tersebut lebih terkenal dengan julukan “influencer” dan “selebgram”. Saat ini, kedua profesi tersebut sudah menjadi suatu pekerjaan. Walaupun tidak semua perusahaan membutuhkannya, namun secara fakta, pengaruh kedua profesi itu, dapat berdampak positif terhadap penjualan.

Dengan maraknya berbagai  media sosial seperti Instagram, Twitter dan YouTube, semua platform tersebut mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, juga dapat menjadi lebih efektif, karena memiliki sasaran pasar yang tepat.

Sebagai contoh, jika suatu perusahaan ingin mempromosikan produk baju pria, maka akan mencari “influencer”, yang terkenal fashionable. Selain itu, biasanya juga akan memilih sosok yang memiliki kepribadian dan karakter yang baik, serta cocok dengan  produknya.

Dan tugas influencer selanjutnya, adalah mempromosikan produk tersebut, kepada para pengikutnya. Sistem kerja seorang  influencer adalah “paid promote” dan “endorse”

Dalam sistem “endorse”  perusahaan akan mengirimkan produk yang akan mereka pakai, sekaligus memproduksi video dan foto promosinya. Sedangkan “paid promote”, hanya bersifat mengunduh saja, karena materi promosi sudah tersedia.

Account Executive

Profesi  Account Executive memang masih belum terlalu umum di Indonesia, terutama  apalagi bagi perusahaan berskala kecil. Tugas dari profesi ini, lebih sering bertemu dengan klien, untuk melakukan negosiasi bisnis.

Selain itu, bagian terpenting dari tugas seorang Account Executive adalah, memikirkan strategi keuntungan bagi perusahaan.

Product Owner

Posisi seorang “product owner”, lebih memiliki tugas dalam mengembangkan suatu produk, agar tetap dapat bertahan di pasaran. Oleh sebab itu, profesi ini akan selalu bergelut dengan kreatifitas untuk dapat menciptakan inovasi terbaru, sebelum memasarkannya

Pekerjaan ini, biasanya hanya terdapat di perusahaan berskala besar, atau yang sudah mampu mengaplikasikan sistem dan teknologi modern.

Penutup

Untuk kedepannya, posisi Marketing Komunikasi tidak hanya sebatas gelar saja. Karena inovasi teknologi yang semakin berkembang, membuat profesi ini sudah mengepakkan sayapnya, ke berbagai media. Oleh karena itu,akan selalu membutuhkan skill yang lebih beragam.

Beberapa kemampuan yang menjadi pondasi dari profesi ini adalah, menulis, mendesain, public speaking, fotografi, komunikasi, dan sebagainya. Namun tidak menutup kemungkinan, akan terus membutuhkan skill lainnya di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *