Pidato Argumentatif
Pidato Argumentatif

Pidato Argumentatif: Definisi dan 2 Gagasan

Diposting pada

Pidato Argumentatif bertujuan untuk meyakinkan para pendengarnya agar memiliki pemikiran yang sama dengan dirinya. Sehingga, naskahnya sendiri bukan hanya berupa gagasan maupun  pendapat, tapi juga logika.

Beritaku.id, Organisasi dan Komunikasi –  Keindahan dari suatu Pidato Argumentatif, terkadang dapat mengubah pandangan dunia, akan sesuatu hal yang bermakna bagi setiap individu yang mendengarnya.

Secara umum, Pidato merupakan cara untuk menyampaikan gagasan maupun ide kepada orang lain. Dan dalam penyampaiannya dapat menggunakan, dan menggabungkan  dengan logika, seni dan keindahan.

Pengertian Pidato Argumentatif

Pidato - Pidato Argumentatif
Pidato

Pidato Argumentatif merupakan pidato yang bertujuan untuk dapat meyakinkan para pendengarnya, untuk dapat mengikuti keyakinan pembicara. 

Hal ini dapat tercapai, jika penyampaiannya menyertakan data serta fakta pendukung, yang dapat menguatkan argumen tersebut.

Semua bukti fisik ini dapat membantu para audiencenya, untuk dapat menangkap isi pidato, dengan penalaran logika yang lebih baik.

Baca juga beritaku: Penulisan Pidato: Metode Penyusunan Dan 5 Jenis Menggugah Audiens

Fakta pendukung yang menjadi lampiran, dapat berupa angka statistik, grafik, jurnal, laporan, maupun benda lainnya yang bersifat konkret.

Pengertian Dan Fungsi Argumentasi

Argumentasi Pidato Argumentatif
Argumentasi

Argumentasi merupakan pernyataan atau pendapat dalam bentuk verbal maupun tertulis, untuk dapat meyakinkan orang lain. Dan pastinya, isi dari pernyataan atau pendapat tersebut memiliki bukti, alasan, tujuan, dan juga hubungan sebab akibat.

Sedangkan fungsi dari suatu Argumentasi adalah, untuk dapat menerima suatu keyakinan, berdasarkan logika serta fakta sebenarnya, dan bukan emosi semata. 

Perbedaan Naskah Pidato Argumentatif Dan Persuasif

Naskah Pidato Argumentatif dan Persuasif, sekilas memang terlihat memiliki kemiripan. Atau dengan kata lain, hampir tidak terlihat adanya perbedaan yang mencolok antara kedua naskah tersebut. 

Selain itu, kedua jenis naskah ini juga memiliki elemen tujuan untuk mengajak, meyakinkan, dan mempengaruhi setiap orang.

Adapun perbedaan dari kedua jenis naskah pidato tersebut adalah:

  • Argumentatif, terbentuk dari tiga struktur utama, yaitu pendahuluan, argumen, dan kesimpulan. 
  • Persuasif, terbentuk dari tiga struktur utama, yaitu alinea pembuka, batang tubuh dan penutup. 

Naskah Argumentatif

Suatu Naskah Argumentatif,  memiliki tujuan untuk mempengaruhi audiensnya, agar sependapat dengan orang yang berpidato

Argumentasi sendiri berarti pendapat. Sehingga secara umum, naskahnya merupakan bentuk dari pendapat seorang pembuat naskah. 

Namun walaupun begitu, pendapat tersebut memiliki dasar dari suatu alasan logis, 

yang memiliki alasan, penjelasan, pembuktian, dan hubungan sebab akibat. 

Selain objektif, daftar tersebut juga memiliki fakta fisik sebagai penguat argumen, seperti  jurnal hasil penelitian, data statistik, analogi, dan lainnya.

Dengan menyertakan semua bukti tersebut, harapan dan tujuannya adalah, agar lebih dapat meyakinkan pembaca, atau pendengar pidatonya.

Ciri-Ciri Naskah Argumentatif

  • Memiliki penjelasan tentang suatu pendapat, pandangan dan keyakinan dari pembicara, untuk dapat meyakinkan pendengarnya
  • Mempunya data faktual, berupa gambar, grafik, laporan,dan bukti konkret lainnya.
  • Menggali dari nara sumber dari pengalaman,hasil pengamatan  dan penelitian
  • Lengkap dengan penutup sebagai kesimpulan, yang lebih merupakan suatu pendapat, daripada pengulangan dari rangkuman topik utama.
  • Penjelasannya berupa penguraian suatu permasalahan, dengan cara analisa hingga menghasilkan sebuah contoh dan analogi.
  • Bersifat ilmiah, dan memiliki hubungan sebab akibat

Naskah Persuasif

Suatu Naskah Persuasif adalah, karya tulis yang dapat membuat para pembaca dan pendengarnya terpengaruh, hingga dapat memiliki pendapat yang sama. 

Konten pada naskah ini umumnya bersifat subjektif, karena merupakan sudut pandang pribadi dari pembuat naskahnya. Namun walaupun begitu, tetap menyertakan data pendukung di dalamnya, untuk menguatkan gagasan dari naskah tersebut.

Ciri-Ciri Naskah Persuasif

  • Memiliki kata atau kalimat yang bersifat “mempengaruhi, membujuk, atau himbauan”.
  • Menyertakan alasan, data dan fakta yang konkrit dalam naskahnya
  • Konten dari naskah, berfungsi untuk dapat mempengaruhi  pembacanya atau pendengarnya, agar mempercayai isinya.
  • Terdapat kata – kata  yang bersifat ajakan, dan sering muncul di dalamnya. Contohnya seperti “lakukanlah, ayo, mari”, dan lain sebagainya. 

Bagian Penting Dalam Pidato Argumentatif

Naskah Pidato Argumentasi
Argumentasi

Argumen merupakan bagian terpenting saat menyampaikan Pidato Argumentatif. Karena sebelum dapat mengidentifikasi, membangun, dan mengevaluasi nya, harus melalui proses pemikiran terlebih dahulu.

 Dalam melakukan Pidato Argumentatif, bukan berarti harus menyerang atau mengkritik golongan atau individu tertentu. Argumen dalam konteks ini, lebih merupakan pernyataan, untuk mendukung sebuah sudut pandang.

Aspek lain yang terdapat dalam pidato tersebut adalah, tiga komponen utamanya, yang terdiri dari “Premis, Klaim, dan Kesimpulan”.

Baca juga beritaku: Model Manuscript dan Memoriter: 4 Kekurangan dan Kelebihan, Contoh

Premis merupakan pernyataan dari suatu fakta, yang dapat menjelaskan alasan, dan buktinya, untuk dapat mempercayai suatu “Inferensi atau Klaim”

Klaim atau Inferensi, merupakan suatu bentuk penyelesaian pernyataan, yang terdapat di akhir argumen. Apabila argumennya bersifat sederhana, kemungkinan hanya memiliki beberapa “Premis dan Kesimpulan”.

Kesimpulan merupakan penalaran, dari suatu argumen, dan juga merupakan jenis “Inferensi” akhir.

Cara Membuat Pidato Argumentatif Berhasil

Pada dasarnya, sebuah pernyataan tidak selalu harus berbentuk argumen. Karena untuk dapat membuat suatu argumen, seseorang yang mengkonsepkan “Klaim” tersebut, harus memiliki sumber dan bukti yang konkrit.

Hal tersebut sangatlah penting, untuk dapat membuat pernyataan selanjutnya. Paling tidak, sumber atau bukti tersebut memiliki teori, yang dapat mendukung “Interferensi” pernyataannya 

Apabila suatu “Klaim” tidak memiliki bukti pendukung yang cukup kuat, besar kemungkinan Pidato Argumentatif nya akan mengalami kegagalan.

Pasalnya, pidato tersebut memiliki tujuan untuk menetapkan nilai kebenaran dari suatu “Proposisi”, atau pernyataan.

Cara membuat ajakan pada Pidato Argumentatif

Etika, yaitu menggunakan pendekatan melalui konsep “Etika”, atau analisis mengenai teori baik, buruk, benar dan salah

.Emosi, yaitu dengan cara menggugah perasaan para audiensnya

Logika yang artinya, bahwa suatu Pidato Argumentatif harus selalu mengedepankan logika.

Contoh Naskah Argumentatif

Contoh Naskah Pidato Argumentatif
Contoh Naskah Argumentatif

Dibawah ini, adalah beberapa contoh dari Naskah Argumentatif.

Contoh 1, Bijaklah Dalam Menggunakan Media Sosial

Pendahuluan:

Pada era digital saat ini, kita telah mendapatkan cara yang unik dan juga berbeda, dalam hal berkomunikasi. Masyarakat dunia mulai banyak yang menggunakan Media Sosial sebagai sarana untuk berkomunikasi. Bukan hanya itu, mereka juga dengan rela untuk berbagi kehidupan pribadinya melalui platform ini..

Argumen:

Media Sosial juga telah menawarkan berbagai hiburan kepada para penggunanya. Mereka dapat saling berbagi cerita, baik itu melalui dokumentasi pribadi, maupun percakapan umum, hingga ke seluruh dunia.

Selain itu, media sosial juga dapat berfungsi sebagai ajang silaturahmi, dan juga media bisnis untuk berjualan. Dengan kata lain, Media Sosial seakan dapat menawarkan banyak hal.

Sayangnya, anggapan tentang platform dunia ini tidaklah benar sepenuhnya. Banyak orang yang kehilangan kendali atas dirinya, hanya karena melihat kehidupan orang lain yang terlihat sangat indah di Media Sosial.

Siapa sangka jika fenomena keindahan semu ini, malah dapat membuat depresi kehidupan orang biasa. Malangnya lagi, bahkan dapat berakibat fatal bagi bagi kesehatan mentalnya. 

Selain itu, Media Sosial juga memiliki sisi gelap, yaitu dalam hal pencurian data pribadi. Banyak data pribadi yang mudah untuk diambil, tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Dengan kecanggihan teknologi di zaman modern ini, data dari pengguna Media Sosial, dapat menjadi ladang bisnis bagi pihak tertentu. Permasalahannya adalah, hal tersebut bukan berarti suatu keuntungan bagi orang lain.

Kesimpulan:

Benang merahnya disini adalah, hidup berdampingan dengan Media Sosial itu, selalu ada sisi terang dan sisi gelapnya. Hal tersebut akan menjadi pilihan bagi masing-masing pemakainya. 

Baca juga beritaku: Pidato Tersingkat Dengan 3 Contoh Penyusunan Menarik

Penggunaan Media Sosial yang baik, akan mendatangkan banyak manfaat bagi setiap penggunanya. Namun jika terlalu berlebihan dan tidak bijak dalam menggunakannya, pasti akan mendatangkan kerugian yang besar bagi penggunanya. 

Contoh 2, Memilih Jalur Pendidikan Yang Tepat

Pendahuluan:

Indonesia mencanangkan wajib belajar pada usia 12 tahun. Walaupun, pemerintah  tidak memberikan banyak pilihan untuk pendidikan tingkat sekolah dasar dan menengah. 

Namun lain halnya dengan tingkat setelahnya, yang memiliki pilihan lebih bervariasi, yaitu Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Sayangnya, masih belum banyak pihak yang menggunakan pilihan ini secara maksimal, karena 

paradigma masyarakat yang beredar. 

Mereka lebih banyak memilih untuk melanjutkan ke sekolah SMA daripada ke SMK. Padahal, keduanya memiliki potensi dan kualitas yang sama, sebelum menuju ke jenjang berikutnya.

Argumen:

Semua orang terlahir dengan bakat yang berbeda-beda. Tidak semuanya terlahir dengan bakat dan kemampuan akademis yang sama. Ada yang memang memiliki kemampuan akademis yang baik, namun banyak juga yang terlahir dengan kemampuan lainnya. 

Tidak ada yang baik dan buruk mengenai keduanya. Setiap individu memiliki peluang yang sama, untuk dapat berprestasi di bidangnya masing-masing.

Sudah saatnya bagi para orangtua, untuk dapat mengarahkan putra-putrinya, agar memilih jalur pendidikan yang tepat. Jika terlihat memiliki bakat pada jalur profesi, maka SMK bisa menjadi solusi yang tepat. 

Bagi anak dengan bakat akademis yang lebih menonjol, maka SMA adalah pilihan yang benar dan bijak. Karena pada dasarnya, keduanya memiliki potensinya yang tidak berbeda.

Kesimpulan:

Dengan memilih jurusan yang tepat, potensi setiap anak dapat menjadi lebih terarah, dan terasah di sekolah yang tepat. Hingga pada akhirnya, mereka dapat berkarya sesuai dengan bakat mereka. 

Jika langkah ini berjalan dengan baik, maka kondisi tingkat pengangguran yang tinggi pun dapat berkurang, seiring dengan berjalannya waktu. 

Contoh 3, Pemerataan Pendidikan 

Pendahuluan:

Pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia saat ini, sangatlah tidak merata. Secara garis besar, kualitas pendidikan di perkotaan terlihat lebih baik dari wilayah pelosok. 

Kondisi ini terjadi, karena fasilitas kota yang memang jauh lebih memadai daripada wilayah pelosok. Oleh karena itu, akhirnya membuat banyak wilayah pelosok yang sulit untuk  berkembang.

Argumen:

Terkait dengan pernyataan di atas, bahwa fasilitas di wilayah kota lebih memadai. Sebagai salah satu contoh, beberapa universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Padjajaran. 

Ketiga universitas tersebut terletak di wilayah perkotaan. Sehingga, masyarakat perkotaan dapat dengan mudah mendapatkan akses, untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Namun lain halnya dengan masyarakat di wilayah pelosok, mereka perlu merantau dahulu, jika ingin mendapatkan tempat di ketiga universitas tersebut.

Selain itu, fasilitas penunjang lain di perkotaan juga lebih lengkap, seperti  perpustakaan, dan fasilitas lainnya. Belum lagi, tambahan sarana pendukung lain seperti transportasi umum, yang sebagian besar tidak tersedia di daerah pelosok.

Kesimpulan:

Kualitas pendidikan yang tidak merata tersebut, memiliki banyak faktor penyebab. Namun yang paling utama adalah, fasilitas untuk mendapatkan pendidikan tersebut. 

Wilayah perkotaan memiliki berbagai sarana penunjang dan kemudahan, untuk mendapatkan pendidikan. Namun tidak begitu halnya dengan wilayah pelosok. Perlu upaya yang lebih keras, untuk dapat melakukan pemerataan pendidikan di Indonesia. 

Salah satu upaya yang terbaik adalah, dengan membangun fasilitas dan akses yang lebih mudah, untuk seluruh wilayah pelosok di Indonesia.

Demikianlah, ulasan tentang Pidato Argumentatif, beserta kelengkapan detailnya. Semoga dapat bermanfaat, bagi Sobat semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *