Mengenal Baju Adat: Pengertian Hingga 8 Pesona Jenisnya

Diposting pada

Mengenal Baku Adat, adalah satu hal yang sangat esensial bagi Indonesia, mengingat hal tersebut menjadi satu identitas penting di depan negara tetangga. Berikut pembahasan pesona 8 baju wanita, serta pengertiannya.

Beritaku.id, Budaya – Penampilan menjadi salah satu hal yang terpenting pada masa kini. Berpenampilan apik dan juga modis dapat mengesankan kepribadian orang itu sendiri. Tidak sedikit orang mempersepsi karakter seseorang dengan melihat bagaimana orang tersebut berpenampilan.

Oleh: Riska Putri(Penulis Berita Budaya)

Salah satunya pada dunia kerja pada saat ini yang mengharuskan pekerja untuk dapat berpenampilan yang memikat. Tujuannya untuk memberi kesan yang baik terhadap citra perusahaan atau juga lembaga tersebut. Karena pada dasarnya suatu profesi pekerjaan akan terpandang jelas dari penampilan yang dikenakan oleh seseorang. Salah satu tampilannya adalah pakaian.

Pentingnya Pakaian

Pakaian atau baju menjadi benda wajib yang digunakan pada kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan jaman dahulu, ketika manusia belum memiliki bahan dan alat yang memadai untuk membuat pakaian. Namun dengan seiringnya waktu, perkembangan tersebut telah semakin maju.

Pada masa kini, hampir semua orang akan merasa tersipu tatkala melangkahkan kaki keluar rumah tanpa mengenakan pakaian di tubuhnya. Seseorang yang tidak mengenakan baju, mengesankan bahwa ia tidak sopan dan tidak tahu tata krama.

Pakaian yang modis, identik dengan wanita. Para wanita cenderung lebih memperhatikan penampilannya di bandingkan pria.

Tidak sedikit mereka mencoba menarik perhatian atau biasa di kenal dengan istilah nyentrik, dengan menggunakan pakaian yang modis dan unik.

Mereka merasa ingin berada di sentral dan pusat perhatian banyak orang. Pesona penampilan wanita dapat membius para lelaki yang melihatnya.

Namun sayangnya, pada masa sekarang budaya luar telah banyak mengambil alih budaya kita sendiri. Salah satunya adalah model berpakaian.

Tidak sedikit orang mulai mengikuti trend budaya luar untuk diterapkan di negaranya sendiri. Berbagai model dan bahan pakaian di impor dari luar negeri.

Jika hal ini terus dibiarkan, maka budaya pakaian kita akan hilang. Sebagian dari mereka mungkin lupa bahwa Indonesia memiliki beragam baju adat dari setiap daerahnya.

Baju adat tersebut tidak kalah modis dan etnis dibandingkan dengan model baju luar negeri. Berikut penjelasan dan contoh 8 jenis baju adat yang ada di Indonesia.

Pengertian Baju Adat

Baju adat adalah pakaian atau kostum yang menunjukkan ekspresi dan juga identitas suatu daerah. Baju adat tersebut menjadi salah satu ciri khas dan budaya daerah itu sendiri.

Selanjutnya pakaian tersebut biasa di pakai untuk acara-acara formal. Seperti pernikahan, upacara-upacara adat, atau juga perayaan tertentu.

Baju adat dapat menjadi salah satu warisan tradisi yang akan terus lestaru hingga generasi yang akan mendatang.

Pesona dan 8 Jenis Baju Adat Wanita

Mengenal Baju Adat Sumatera

Mengenal Baju Adat
Tampilan Baju Adat Khas Sumatera Barat

Baju adat wanita khas Sumatera adalah Bundo Kanduang. Bundo Kanduang atau biasa disebut juga Limpapeh Rumah Nan Gadang.

Limpapeh memiliki arti tiang tengah dari sebuah bangunan rumah adat yang berasal dari Sumatera Barat. Baju adat ini biasanya di pakai oleh Suku Minangkabau pada kalangan wanita di Sumatera Barat. Masyarakat di Sumatera umumnya menggunakan pakaian yang cenderung tertutup.

Baju Bundo Kanduang ini biasanya di kenakan oleh wanita yang telah berkeluarga, baju ini menjadi salah satu simbol dari peran pentingnya seorang ibu dalam keluarga.

Adapun simbol tersebut di dapat dari aksesoris bagian kepala yang menyerupai atap rumah gadang juga tanduk kerbau.

Hal itu lah yang menjadi simbol bahwa jika rumah itu runtuh maka, seisi rumah tersebut juga akan berantakan. Layaknya peranan seorang ibu dalam keluarga yang harus pandai mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah tangga.

Bundo Kanduang terdiri dari kebaya panjang, kain sarung, dan juga penutup kepala yang berasal dari kain yang di lilit.

Baca Juga Beritaku: ‘Songkok Recca’, Pakaian Adat, Ini 4 Aturan Pakainya

Mengenal Baju Adat Wanita Jawa

Mengenal Baju Adat
Pakaian Jawi Jangkep

Baju adat wanita khas Jawa adalah Jawi Jangkep. Pakaian adat ini berasal dari adat keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah.

Untuk pengunaan baju adat ini, biasanya acara formal di khususkan menggunakan baju dengan warna hitam dan emas. Sedangkan untuk acara non formal, pengguna dapat menggunakan warna lain.

Dalam filosofi Jawa, baju adat Jawi Jangkep ini di kenal juga sebagai Piwulang Sinandhi. Konon, kancing yang di gunakan dalam baju adat ini melambangkan bahwa semua Tindakan harus di ambil dan juga di perhitungkan dengan teliti dan cermat.

Kain untuk bawahan baju adat Jawi Jangkep untuk wanita di lilit hingga membentuk postur tubuh. Hal ini menjadikan para wanita Jawa Ketika berjalan terkesan anggun dan pelan.

Mereka tidak boleh berlari dan melakukan Tindakan semena-mena ketika memakai baju adat karena menjaga etika dan tata krama yang berlaku.

Mengenal Baju Adat Wanita Kalimantan

Mengenal Baju Adat
Ciri Khas Pakaian Adat Suku Dayak Kalimantan

Baju adat wanita khas Kalimantan adalah Bulang Burai. Pakaian adat ini merupakan salah satu pakaian yang paling terkenal dan banyak juga di pakai oleh masyarakat sekitar.

Setiap anggota masyarakat di daerah Kalimantan, wajib mempunyai pakaian ini dan menggunakannya pada saat terjadinya upacara-upacara adat.

Pakaian ini memiliki desain yang sangat mencolok. Hal ini menjadikan pakaian adat ini terkenal unik dan mewah. Pakaian ini berhias oleh mutiara dan bulu Hornbill yang indah dan rapi.

Selanjutnya pada bagian atasan baju adat ini, hampir semua kain tertutupi oleh manik-manik yang menghiasi baju. Manik-manik tersebut di ukir sesuai pola yang mengesankan keindahan baju adat tersebut.

Bentuk baju Bulang Burai lebih dominan tidak berlengan. Hal ini memberi kesan gagah dan juga berani pada seorang wanita.  

Baca Juga Beritaku: Baju Bodo dan Jas Tutup Ramaikan Semarang Night Carnaval 2019

Mengenal Baju Adat Wanita Sulawesi

Mengenal Baju Adat
Pakaian adat dari daerah Sulawesi

Baju adat wanita khas Sulawesi adalah Pokko. Masyarakat kalangan wanita berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Suku Toraja, menggunakan baju adat ini setiap hari sabtu.

Hal ini bertujuan untuk melestarikan budaya suku Toraja. Hal ini juga menjadi ciri tingkatan sosial dalam masyarakat tersebut. Para wanita yang memiliki golongan atas yang hanya dapat memakai baju Pokko ini.

Baju atasan Pokko memiliki lengan yang pendek dan berwarna merah, kuning, dan juga putih. Pada bagian ujung lengan dan kerah, baju ini memiiki motif ciri khas daerah Toraja yang mempercantik baju tersebut.

Kemudian juga baju ini memberi kesan wibawa terhadap seorang wanita yang mengenakannya. Kharisma seorang wanita akan semakin terpancar ketika menggunakan baju adat ini.

Mengenal Baju Adat Wanita Nusa Tenggara

Mengenal baju adat
Pakaian adat perempuan Nusa Tenggara Timur

Baju adat wanita khas Nusa Tenggara adalah Lambung. Pakaian ini digunakan oleh wanita untuk menyambut kedatangan tamu dan juga upacara-upacara adat, yang biasa dikenal dengan nama Mendakin atau Nyongkol.

Baju adat Lambung berwarna hitam dengan kerah yang mirip dengan huruf V. Baju ini di buat tanpa lengan dan juga memiliki hiasan manik-manik yang indah pada tepi jahitan baju.

Pakaian ini juga digunakan bersama selendang yang memiliki corak Ragi Genep. Selendang terbuat dari bahan songket yang berasal dari suku Sasak.

Pada bagian bawah baju, terdiri dari kain panjang yang memiliki motif border segitiga atau kotak di pinggirannya. Juga sebuah ikat pinggang yang biasa di kenal sebagat sabuk anteng  berbentuk kain yang di untaikan ke pinggang kiri.

Dalam menggunakan baju adat ini, para wanita juga biasanya menggunakan aksesoris sepasang gelang tangan dan kaki yang berasal dari bahan perak, juga anting bulat yang menghiasi telinga. Anting tersebut berasal dari daun lontar.

Baju Adat Wanita Bali

Mengenal Baju Adat
Payas Agung yang merupakan pakaian adat Bali

Baju adat wanita Khas Bali adalah Payas Agung. Pakaian ini memiliki kesan mewah, etnis, dan juga spesial bagi masyarakat Bali. Karena itu, pakaian ini tidak digunakan sembarangan melainkan pada acara-acara tertentu.

Pakaian ini biasanya di kenakan untuk busana pengantin. Baju adat ini berwarna emas, merah, dan putih. Aksesoris kepalanya adalah sebuah mahkota indah.

Kemudian bagian bawah baju adat ini menggunakan kain atau sesanteng dengan motif yang indah yang di lilitkan pada bagian atas tubuh.

Mahkota yang digunakan oleh wanita pada saat menggunakan baju adat ini sangat indah. Mahkota yang besar berwarna emas dengan detail yang terukir indah, sangat menarik perhatian semua orang.

Kecantikan dan keanggunan seorang wanita akan terpancar begitu jelas ketika menggunakan baju adat Payas Agung.

Bagian atas baju ini cenderung tidak berlengan, atau biasa di sebut dengan kemben. Atasan ini menjadi salah satu ciri khas baju adat Bali.

Tetapi, bagian dada mereka di tutuli oleh kalung yang menjuntai hingga ke dada. Tujuannya untuk menjaga aurat wanita dan mengesankan kesopanan mereka.

Baca Juga Beritaku: Suku Tercantik Indonesia: 5 Daftar Yang Wajib Diketahui

Baju Adat Wanita Ternate

Mengenal Baju Adat
Pakaian adat khas dari daerah Ternate

Baju adat wanita khas Ternate adalah Koja. Pakaian ini diperuntukkan untuk pemuda dan pemudi yang berasal dari kalangan bangsawan.

Baju ini memiliki warna kuning dan hijau terang yang cerah. Warna pada baju ini melambangkan semangat jiwa yang dimiliki pemuda dan pemudi disana. Baju Koja untuk wanita muda terdiri dari kebaya dan kain songket.

Tujuan pemberian warna yang cerah pada baju ini untuk menarik perhatian publik. Bagi para wanita atau lelaki yang sudah berkeluarga, maka tidak dapat menggunakan baju adat ini.

Aksesoris yang digunakan wanita pada baju ini adalah anting yang panjang dan hiasan kepala yang mengesankan keanggunan.

Pakaian Adat Wanita Papua

Mengenal Baju Adat
Baju adat wanita Papua bernama Sali

Pakaian adat wanita khas Papua adalah Sali. Baju adat ini diperuntukkan untuk wanita yang belum menikah. Tujuannya untuk membedakan para wanita yang masih lajang dengan wanita yang sudah berkeluarga.

Baju ini terbuat dari kulit pohon yang sudah kering. Warna kulit pohon yang digunakan harus berwarna cokelat. Untuk bagian bawah baju ini biasanya menggunakan rok rumbai. Rok rumbai terbuat dari susunan daun sagu yang telah mengering.

Bagi masyarakat papua di pedalaman, mereka memanfaatkan alam sekitar untuk memenuhi kebutuhan mereka. Termasuk pakaian, mereka memanfaatkan sumber daya alam untuk mengolahnya menjadi pakaian yang layak untuk digunakan.

Aksesoris yang digunakan untuk baju adat ini adalah hiasan kepala yang terbuat dari serabut yang disusun menyerupai mahkota dan hiasan gelang tangan dan kaki yang terbuat dari alam sekitar.

Daftar Pustaka

  1. Mustinda Lusiana. 2021. Pakaian Adat Bali, Ini Nama dan Keunikannya untuk Pria dan Wanita.
  2. Bajuwanitahits.com
  3. pariwisataindonesia.id
  4. rumus.co.id
  5. moondogiemusic.com
  6. perpustakaan.id
Bagikan Ke