Mengenal zona laut Indonesia
Zona laut Indonesia (Foto: cerdika.com)

Mengenal Zona Laut Indonesia: 5 Jenis dan 3 Wilayah

Diposting pada Anda Pembaca Ke 129 Hari Ini

Mengenal zona laut Indonesia yang sangat kaya ini terbagi ke dalam 5 zona. Pembagian tersebut didasarkan pada posisi, proses, kedalaman, kejangkauan matahari, dan ekosistem. Selain itu, terdapat 3 wilayah laut penting bagi Negara Indonesia. Apa sajakah?

Beritaku.id, Lestari – Ombak biru lautan nampak saling berkejaran, berlomba untuk mencumbu bibir pantai. Hantaman ombak kian tak segan untuk melebur karang yang berdiri tegak dan menghempaskan bebatuan yang menghalanginya.

Oleh: Riska Putri (Penulis Lestari)

Ombak menjadi teman setia yang menemani laut dikala sepi. Ombak biru itu terus terseret oleh angin yang menepikannya hingga ke samudera.

Udara segar lautan nampaknya dapat menyapu resah dalam dada seketika, merebut paksa segala gundah, menghapus ingatan cerita kelam yang terus terngiang dalam pikiran, yang kemudian membawanya ke dasar samudera untuk dilenyapkan.

Berdiri sambil memandang laut yang luas, membuat kita enggan untuk beranjak dan ingin menyelami dasar laut untuk mencari arti ketenangan yang sesungguhnya.

Di kedalaman samudera, nampak segala kekayaan laut yang luar biasa mempesona. Segala hewan laut terlihat berlalu lalang menikmati indahnya keadaan sekitar.

Beragam terumbu karang terlihat berbaris anggun sembari menggoda hewan laut yang melewatinya. Mereka hidup di permukaan lautan yang senyap dan dingin.

Laut tersebut terbentang luas, menutupi sebagian wilayah dengan air asinnya. Dalam pandangan sejauh mata memandang, laut ini nampak tak berbatas.

Padahal, jauh di dasar laut, terdapat lapisan yang dinamakan zona laut. Terdapat 3 bagian penting dalam zona laut Indonesia.

Selain itu, zona laut juga memiliki beberapa pembagian lagi yang ditinjau berdasarkan posisi, proses terjadi, kedalaman air, kejangkauan matahari, dan ekosistem.

Pembagian 5 Jenis Zona Lau

Zona Laut Berdasarkan Posisinya.

Berdasarkan posisinya, zona laut terbagi menjadi 3 jenis.

  1. Laut pedalaman. Laut ini memiliki posisi yang menjorok ke pedalaman dan berada tepat di tengah sebuah benua. Pada laut ini, arus samudera tidak memiliki pengaruh dan tidak mengalami proses pasang surut. Contoh laut pedalaman adalah Laut Mati, Laut Kaspia, Laut Hitam.
  2. Laut Pertengahan (Continental sea). Laut ini memiliki posisi yang berada diantara dua benua. Contoh laut pertengahan adalah Laut Mediteran yang juga dikenal dengan nama Laut Tengah. Sebagaimana Laut ini dikelilingin oleh Benua Afrika, Asia dan juga Eropa.
  3. Laut Tepi (Marginal sea). Laut ini memiliki posisi di landas benua serta memiliki hubungan bebas dengan samudera. Inilah yang menjadikan arus tepi selalu dipengaruhi oleh arus samudra.  Contoh laut tepi adalah Laut Cina Selatan, laut ini dipisahkan oleh kepulauan milik Negara Filipina dan Indonesia.

Zona Laut Berdasarkan Proses Terjadinya.

Berdasarkan proses terjadinya, zona laut terbagi menjadi 3 jenis.

  1. Laut Transgresi. Bahwa Laut ini terjadi karena adanya peningkatan perubahan permukaan laut yang terjadi akibat permukaan air laut yang naik atau daratan yang mulai menyusut, sehingga menjadikan daratan tersebut tergenang oleh air.
    Laut transgresi umumnya terdiri dari laut dangkal yang kedalamannya kurang dari 200 meter. Contoh laut transgresi di wilayah Indonesia antara lain Laut Cina Selatan, Laut Jawa, Selat Karimata, Selat Malaka, dan Laut Arafura.
  2. Laut ingresi. Laut ini terjadi karena adanya penyusutan perubahan permukaan laut. Biasanya penurunan tanah tersebut akan membentuk palung dan lubuk laut. Kedalaman laut ingresi pada umumnya lebih dari 200 meter. Contoh laut ingresi di wilayah Indonesia antara lain Laut Banda, Laut Flores, dan Laut Maluku.
  3. Laut Regresi. Ini merupakan laut yang terbentuk akibat penyempitan laut itu sendiri yang disebabkan oleh pengendapan bebatuan seperti pasir, lumpur, atau material lain yang dibawa aliran air sungai yang pada akhirnya bermuara di laut. Contohnya Laut Banda, Lubuk Laut Flores. dan Selat Makassar.

Zona Laut Berdasarkan Kedalaman Air

Berdasarkan kedalaman air, zona laut terbagi menjadi 4 jenis.

Zona Litoral (Wilayah Pasang Surut)

Zona litoral adalah wilayah antara garis pasang dan garis surut air laut. Ketika wilayah sedang terjadi air pasang, maka wilayah ini akan tergenang air. Sementara ketika wilayah sedang terjadi air suruh, maka wilayah ini akan mengering dan biasanya berubah menjadi pantai. Karena itulah maka zona ini seringkali disebut dengan daerah pasang surut.

Baca juga beritaku: Panel Surya: Definisi, 3 Jenis Hingga Isu Percepatan Kiamat

Pasang surut air laut terjadi karena pengaruh oleh gaya gravitasi dan tarikan gravitasi dari benda-benda angkasa lain.

Berikut beberapa jenis pasang surut air laut:

  • Pasang surut harian ganda
  • Pasang surut harian tunggal
  • Kemudian Pasang surut campuran condong ke harian ganda
  • Pasang surut campuran condong ke harian tunggal
  • Dua pasang purnama (semi pasang)
  • Dua pasang perbani (neap tides)

Pengaruh suhu udara serta sinar matahari yang terdapat pada zona litoral sangat kuat. Zona ini dijadikan sebagai habitat bagi beberapa spesies laut. Selanjutnya, Zona litoral biasanya terdapat di daerah yang pantainya landai.

Zona Neritik (Laut dangkal)

Zona Neritik adalah wilayah perairan dangkal yang terletak dekat dengan pantai. Kedalaman dari zona ini adalah berkisar antara 50 hingga 200 meter. Kawasan ini dapat tertembus sinar matahari dengan sangat baik. Contoh wilayah zona neritik perairan ini adalah laut dangkal di Paparan Sunda dan Paparan Sahul di wilayah perairan Indonesia.

Zona Bathial (Laut Dalam)

Zona Bathial merupakan Wilayah perairan yang memiliki kedalaman yang berkisar antara 200 hingga 2000 meter. Wilayah ini tidak dapat ditembus oleh sinar matahari. Hal tersebutlah yang menjadikan kehidupan diwilayah zona bathial tidak seramai di zona neritic.

Zona Abisal (Laut sangat Dalam)

Zona Abisal ini merupakan bagian laut yang memiliki kedalaman lebih dari 2000 hingga 6000 meter. Wilayah ini memiliki suhu yang sangat dingin. Pada zona ini sinar matahari tidak mampu menembus sehingga suhu sangat rendah dan mencapai titik beku air.

Hal ini menyebabkan zona abisal memiliki sedikit spesies hewan laut dan tumbuhan laut. . Contoh laut pada zona abisal adalah Palung Laut Banda (7.440meter) dan Palung Laut Mindanao (10.830 meter). 

Zona Laut Berdasarkan Kejangkauan Matahari

Berdasarkan kejangkauan matahari, zona laut terdiri dari 3 jenis.

Zona Epipelagic (eufotik)

Zona epipelagic adalah wilayah perairan paling atas dan disebut juga sunlight zone. Pancaran cahaya matahari pada zona ini dapat menembus perairan ini dan mendukung terjadinya proses fotosintesis. Hal ini menyebabkan banyak habitat hewan dan tumbuhan yang tumbuh di zona ini.

Zona Mesopelagic (disphotic)

Zona Mesopelagic merupakan zona laut yang hanya mendapatkan sejumlah kecil penerangan sinar matahari. Sebagaimana Zona ini juga disebut twilight zone, karena kelangkaan cahaya yang didapat. Suhu dari zona mesopelagic berkisar dari 5 – 4 derajat Celcius atau sekitar 41 – 39 derajat fahrenheit.

Zona Bathypelagig (aphotic)

Zona Bathpelagig ini merupakan zona laut yang terdalam, di zona ini sama sekali tidak ada cahaya matahari yang dapat menembus zona tersebut. Kemudian Zona ini disebut juga sebagai midnight zone dengan lingkungan yang gelap dan tanpa cahaya. Tekanan air sangat tinggi sekali dan suhunya sangat rendah. Suhu yang terdapat pada zona ini berkisar 0 – 6 derajat Celcius.

Zona laut Berdasarkan Ekosistem

Berdasarkan ekosistem, zona laut terdiri dari 3 jenis.

Zona Litoral (perairan dalam)

Hewan-hewan yang hidup di zona litoral memiliki mata yang sangat peka terhadap cahaya. Organisme yang hidup di zona ini hanya bertindak sebagai konsumen dan sebagai pengurai saja. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya cahaya matahari yang dapat menembus kawasan itu.

Spesies-spesies yang ada di zona ini biasanya mendapatkan makanan yang bersumber dari plankton-plankton yang mengendap. Hal ini menyebabkan kurangnya habitat hewan dalam zona ini, jika terus dibiarkan maka tidak akan ada lagi populasi hewan yang dapat tumbuh di zona litoral.

Zona Neritic (perairan dangkal)

Luas wilayah zona neritic adalah mencakup pesisir, zona ini mendapatkan pencahayaan matahari yang sangat baik. Berbagai jenis ekosistem dapat hidup di zona tersebut. Contoh hewan yang hidup di zona neritic adalah ganggang laut, terumbu karang, dan berbagai rerumputan.

Zona Oseanic

Zona oseanic merupakan wilayah laut yang sinar mataharinya tidak dapat menembus hingga ke dasar permukaan laut. Hal ini menyebakan terjadinya perbedaan suhu di dalam zona tersebut yang terjadi akibat air yang ada dipermukaan tidak dapat bercampur dengan air yang ada dibawahnya.

Wilayah Laut Indonesia

Kovensi Hukum Laut Internasional (1982) menetapkan wilayah Indonesia terbagi ke dalam 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

Zona Teritorial

Zona teritorial adalah garis khayal yang memiliki jarak sekitar 12 mil dari garis dasar ke laut lepas. Suatu negara atau wilayah memiliki kedaulatan yang penuh terhadap lautnya hingga batas teritorial, akan tetapi negara tersebut juga berkewajiban terhadap penyediaan alur pelayaran baik di bawah maupun permukaan laut.

Kedaulatan yang dimaksud meliputi seluruh bagian wilayah tersebut, termasuk pada ruang udaranya. Jika terdapat tindakan atau ancaman yang dicurigai, maka negara tersebut berhak untuk membuat keputusan karena memiliki kekuasaan.

Zona Landas Kontinen

Secara geologi dan morfologi, zona ini merupakan lanjutan dari suatu benua, zona landas kontinen ini memiliki kedalaman lautnya mencapai 150 meter. Landas kontinen diukur dari garis dasar, yaitu paling jauh 200 mil laut.

Indonesia memiliki zona landas kontinen karena berada diantara dua buah kontinen, yaitu Asia dan Australia. Pada zona ini suatu negara memiliki kekuasaan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di dalam wilayah laut tersebut. Negara tersebut juga harus menyediakan jalur pelayaran yang terjamin keselamatan dan keamanannya.

Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Zona Ekonomi Ekslusif ini merupakan jalur perairan (laut) yang memiliki lebar 200 mil dari garis dasar ke arah laut terbuka. Selanjutnya, Zona ini diumumkan pada tanggal 21 Maret 1980.

Baca juga beritaku: Eksploitasi Alam dan Budaya: Kriteria, 7 Landasan Hukum

Zona Ekonomi Eksklusif adalah zona yang luasnya 200 mil laut dari garis dasar pantai. Indonesia memiliki hak untuk dapat berwenang dalam wilayah laut ZEE ini, diantaranya adalah:

  • Melakukan eksplorasi, eksploitasi, pengelolaan dan konservasi sumber daya alam.
  • Berhak melakukan penelitian, perlindungan, dan pelestarian laut.
  • Mengizinkan pelayaran internasional melalui wilayah ini dan memasang berbagai sarana perhubungan laut.

Melakukan kewenangan di zona ekonomi eksklusif juga harus didasari oleh norma dan aturan yang berlaku. Tujuannya agar tidak terjadi perselisihan yang mengakibatkan keamanan negara menjadi terancam.

Pentingnya Mengenal Zona Laut

Sebagai warga Negara, kita tentunya memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan asset tanah air kita. Supaya anak cucu serta keturunan kita dapat menikmati anugerah alam yang melimpah ruah ini.

Bayangkan betapa menyedihkannya jika ikan, kerang, udang, dan biota laut yang kita ketahui saat ini hanya menjadi sebuah cerita sejarah. Semuanya punah akibat ulah kita sendiri dan masyarakat di masa depan hanya akan melihat keindahan alam itu dari buku-buku semata.

Dengan mengenal zona laut serta berbagai makhluk yang menghuninya, kecintaan akan otomatis tumbuh dalam hati. Dan keinginan untuk melindunginya pun akan membara dalam jiwa. Selain itu, kita juga lebih memahami hak kita sebagai warga Negara untuk mengeksploitasi lautan.

Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Serta siapa saja yang boleh mengeksploitasi wilayah tersebut. Sehingga bila suatu saat warga Negara lain ada yang mengeruk kekayaan alam kita tanpa ijin, kita bisa mengusir mereka dengan kekuatan hukum.

Daftar Pustaka

  1. Redaksi Ilmu Geografi. 2019. Zona Laut: Jenis dan Macam-Macamnya. https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/laut/zona-laut
  2. Sitemap. 2016. Pengertian Laut Teritorial dan Laut Bebas. http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-laut-teritorial-dan-laut-bebas/
  3. Gadek. 2021. Batas Wilayah Laut Indonesia beserta Zona Ekonomi Eksklusif. https://www.ayoksinau.com/batas-wilayah-laut-indonesia/
  4. Ajim Nanang. 2017. Zona Laut Menurut Proses Terjadinya, Letak, dan Kedalamannya. https://www.mikirbae.com/2017/10/zona-laut-menurut-proses-terjadinya.html
  5. Guru Geografi. 2017. Zona Laut Menurut Kedalamannya dan Intensitas Matahari. https://www.gurugeografi.id/2017/04/zona-laut-menurut-kedalaman-dan.html
  6. Iqbal. 2019. Pasang Surut Air Laut – Pengertian, Penyebab dan Manfaat. https://materigeografi.com/pasang-surut-air-laut/