6 Cara Menghadapi Dan Mengikhlaskan Pasangan Tidak Menghargai

Diposting pada

Selalu ada lika-liku dalam sebuah hubungan dua manusia. Seringkali pasangan tidak dapat menghargai perasaan kita. Beberapa cara dapat kita lakukan untuk menghadapinya. Melepaskan, mengikhlaskan dan segera move on adalah hal yang harus kita lalui.

Beritaku.id, Lifestyle – Hati ini bagaikan kuncup yang telah kau sirami dengan penuh kasih sayang. Tanpa sadar, secara perlahan merekah satu demi satu. Bermekaran dengan sangat indah, membuat sesak semua ruang yang ada. Nafas berhimpit dan degup tak menentu. Merasuk hingga ke jiwa, hingga melayang jauh ke atas awan.

Oleh: Riska Putri (Penulis Lifestyle)

Sejuta harap telah ku panjatkan. Beribu imaji dan ekspektasi telah ku dambakan. Berdiri sekuat tenaga, melawan seluruh goncangan dan hembusan angin. Berpijak dengan kokoh dengan penuh keyakinan. Tak jarang kulangkahkan kaki sedikit demi sedikit, untuk mengejar yang sulit terkejar.

Memanfaatkan segala daya yang ku miliki, bahkan menciptakan daya yang awal nya tidak ku miliki. Semua itu ku lakukan hanya untuk menjadi bunga terindah bagi mu. Tak peduli bahkan jika harus menggerogoti jiwa, hingga berteriak kelelahan.

Ketika Pasangan Tidak Menghargai

Kau terbangkan aku terlalu tinggi di atas awan. Hingga ku merasa takut, apakah engkau genggam erat? Atau akan kah aku terjatuh terlalu jauh dari ketinggian ini?

Kini ku dapatkan jawabannya, melalui sepasang bola mata mu. Menyiratkan apa yang akan terjadi. Membawa sebaris kata yang menenggelamkan taman bunga yang ku miliki. Merontokkan satu demi satu kelopaknya. Hanya menyisakan akar tak bernyawa.

Kini kau ingin melepaskan genggaman mu. Membiarkan ku untuk terjatuh. Tanpa ada satupun yang dapat menahanku di bawah sana. Lalu kemana harus ku pijakkan kaki ini? Kemana tangan ini harus singgah?

Derap gerimis yang pongah, menghujam tajam merasuk hingga ke relung. Menyisakan lubang kosong yang begitu gelap dan hampa. Membuang segala hal tentang cinta dan rindu.

Setelah semua pengorbanan yang aku lakukan, hanya ketidakberdayaan yang aku dapat. Segala usaha yang kulakukan dengan susah payah, ternyata tidak lah kau anggap berarti. Perasaan ini kau anggap tak memiliki harga, hingga kau tega untuk mencabik nya.

Ketika Pacar Tidak Menghargai Perasaan Kita

Pasangan Tidak Menghargai
Pertengkaran dalam sebuah hubungan asmara

Tentulah sosok kekasih telah menjadi tempat kita bersandar. Mempercayai bahwa ia akan menopang jiwa dengan penuh kehangatan. Sebuah hubungan yang terjalin tentulah terbentuk dari kedua pihak.

Masing-masing harus dapat saling memberi. Tidak hanya dalam arti materi, namun memberi sungguhlah sangat luas cakupannya. Ketika kita telah memulai sebuah hubungan, itulah awal mula kita memberikan perasaan kita kepada sang pasangan.

Setelah berjalannya hubungan tersebut, tentulah kita harus dapat memberikan kebahagiaan padanya. Tidak hanya itu saja, pengertian dan pemahaman harus kita berikan juga. Karena pada hakikatnya, kita adalah sepasang insan yang memiliki dua pikiran. Tentulah tidak akan pernah mudah untuk menyatukannya.

Untuk melakukan hal-hal tersebut, tidak hanya sedikit usaha yang harus kita lakukan. Bahkan kebiasaan-kebiasaan yang dulu tidak pernah terpikirikan, dengan ikhlasnya kita lakukan juga. Menembus limit yang tak pernah kita bayangkan, hanya demi sang kekasih.

Namun ketika semua usaha yang kita lakukan tidak terlihat oleh oleh pasangan kita, bahkan mereka menganggapnya tak berarti. Rasa tekhianati membuncah, bahkan membuat kita merasa hilang asa. Luluh lantak semua rasa. Menyayat ketulusan dan rasa yang telah kita berikan.

Baca Juga Beritaku: Cedera Serviks Perempuan Saat Gareddo Dengan Pasangan

Sikap Dan Perkataan Pasangan Yang Tidak Menghargai

Tidak hanya usaha yang terabaikan, beberapa sikap dan perkataan pasangan juga dapat menjadi sebuah tindakan mereka tidak menghargai kita.

Salah satunya adalah ketika pasangan kita tidak segan berkata kasar seperti “kamu orang yang egois”, “kamu sok tau”, “kamu itu tidak pernah salah dan paling benar”, “mana usahamu?” atau “aku telah berbuat banyak untuk mu, tapi kamu tidak pernah”. Kata-kata ini dapat mereka jadikan sebagai bentuk hukuman untuk mu.

Seringkali kita mendengar kalimat “jika bukan aku, maka tidak ada satupun yang akan menerima mu lagi”. Hal ini adalah sebuah tindakan psikologis untuk menjerat kita berkubang dalam sebuah hubungan yang toxic.

Mereka tidak menghargai semua kemampuan dan kelebihan yang kita miliki. Sehingga membuat kita berpikir bahwa kita tidaklah memiliki arti. Hal ini juga dapat mengikat kita dalam sebuah hubungan dan tidak ingin pasangan meninggalkan kita.

Cara Menghadapi Pasangan yang Tidak Menghargai Kita

Pasangan Tidak Menghargai
Menghadapi pasangan yang tidak menghargai

Jika kamu sedang ada di posisi yang sama seperti ini, alangkah baiknya jika kamu melakukan beberapa tindakan pada dirimu sendiri dan pasangan mu.

Berikut adalah beberapa cara untuk menghadapi pasangan yang tidak menghargai sebuah hubungan:

1. Alasan berhubungan

Tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu menjalani hubungan ini atas dasar cinta atau hanya untuk mempertahankan status. Terkadang banyak insan terjebak dalam sebuah hubungan karena sudah terlanjur dan terlalu lama.

Bahkan banyak sekali jiwa yang merasa hanya pasangannya yang dapat mencintai dirinya. Jika mereka memutuskan hubungan tersebut, maka asumsi nya tidak akan ada orang lain yang dapat mencintainya.

2. Tinjau usaha kedua pihak

Dalam menjalani sebuah hubungan, tentu saja usaha harus dua arah. Renungkan kembali usaha apa saja yang telah pasanganmu lakukan untuk hubungan kalian. Apakah sejauh ini hanya dirimu saja yang usaha? Seberapa banyak perbandingan usaha yang telah kalian lalukan?

3. Masalah pemicu

Sikap pasangan yang tidak menghargai kita, bisa saja tersulut oleh suatu hal. Renungkan kembali selama ini masalah yang pernah timbul antara kalian. Pemicu tersebut juga dapat berakar dari pemikiran, sikap maupun perkataan kita yang tidak sesuai dengannya. Lalu kita bisa mengkomunikasikan dengan pasangan dan mencari solusinya bersama.

4. Bicara dari hati ke hati

Komunikasi yang baik serta jujur merupakan suatu hal yang paling penting dari sebuah hubungan. Kita dapat menyampaikan apapun yang kita pikirkan, rasakan dan kita inginkan. Begitu pula dengan pasangan mu, berikan dia kesempatan untuk menyampaikan hal tersebut.

Untuk dapat bicara dari hati ke hati, kita harus berbicara dalam suasana tenang. Sampaikan dengan lembut secara perlahan dan sesungguhnya. Jangan sampai tersulut oleh emosi.  

Bangunlah suasana yang dapat membuat hatinya dapat terbuka untuk menerima semua pernyataanmu. Kamu pun harus bisa mendengarkan secara seksama ketika pasanganmu menyampaikan isi hatinya.

Dengan cara seperti ini, secara perlahan dapat membangun sebuah pengertian. Kita dapat memahami satu sama lain dan melihatnya dari berbagai sudut pandang. Bahkan kita dapat mencari solusi bersama untuk memperbaiki hubungan.

5. Cintai diri sendiri

Bagaimanapun kita harus lebih mencintai diri sendiri terlebih dahulu, baru kita dapat memberikan cinta pada orang lain. Jika kita melakukan hal-hal yang membuat kita menderita, maka pastilah kita juga memberikan jalan pada orang lain itu untuk menyakiti kita.

Berikan ruang untuk diri kita, lakukan hal yang memang ingin kita inginkan. Perluas lingkungan sosial positif yang dapat mendukung kita. Jika kamu memiliki hobby, maka kembangkanlah.

Jangan batasi diri hanya terikat dengan pasangan. Sehingga kita tidak akan terlalu bergantung dengan pasangan. Kita juga dapat memberikan apresiasi terhadap diri sendiri.

6. Berpisah

Jika semua cara halus telah kamu lakukan, namun tidak membuahkan hasil dan pasanganmu tidak berubah, maka berpisah adalah tindakan yang tepat. Jika mereka tidak mendengarkan perasaan kita bahkan meremehkannya, maka tinggalkanlah.

Pola yang terus berulang menandakan bahwa kamu sedang berada dalam hubungan yang mengekang dan manipulatif. Hal ini tidak akan pernah menjadi baik untuk mu. Jika kamu lakukan terus, maka hal ini akan berakibat negatif untuk psikologi, jiwa dan raga.

Tugas pasangan adalah untuk melengkapi dan mendukung satu sama lainnya. Jika pasangan kita tidak dapat menghargai kita, maka bagaimana mereka dapat mendukung dan mengarahkan kita menjadi lebih baik?

Bukalah pintu hati untuk seseorang yang memang pantas untuk kau berikan hatimu. Jangan terlalu membuang waktu pada orang yang tidak tepat. Memang sulit untuk berpisah, namun melangkah lebih baik daripada berdiam diri dan akhirnya tersungkur dalam kelam.

Baca Juga Beritaku: 4 Gaya Bercinta Ini Diam-Diam Tak Disukai Pasangan Wanitamu (Anda Suka Yang Mana?)

Melepaskan dan Mengikhlaskan

Tuhan telah menciptakan umatnya secara berpasangan. Seperti darah yang mengalir pada nadi, pasangan menjadi sebuah dukungan dalam menjalani hidup.

Namun adakalanya kita salah dalam menilai. Ekspektasi yang menguasai pikiran dan perasaan seringkali membuai kita dalam angan-angan. Ketika berpisah menjadi sebuah pilihan, tentulah sangat sulit untuk kita lalui.

Segalamacam memori kebahagiaan selalu terulas kembali. Setiap melangkah melewati tempat bersejarah dengannya, pasti lah terbesit kebersamaan yang telah kita lalui bersama. Setiap kata yang pernah kita dengar darinya, pastilah akan selalu terngiang dalam keheningan malam.

Begitu banyak kenangan indah, namun warna pelangi hanyalah semu. Hilang tersalip dalam bayang awan dan angin yang menderu.

Jalan yang harus kita tempuh telah bercabang. Mengantarkan masing-masing ke tujuan yang berbeda. Melangkah jauh dalam setiap kenangan. Menuju sebuah harapan baru yang telah menanti.

Perpisahan bukanlah sebuah akhir, tapi sebuah permulaan. Jika kita takdir telah berbicara bahwa kita harus bersama, maka perpisahan ini adalah waktu yang tepat untuk kita dapat memperbaiki diri. Jika kita sama-sama melangkah menjadi lebih baik, maka pada waktu yang tepat kita akan bersatu kembali.

Namun jika kita bukan lah sebuah takdir, maka perpisahan adalah sebuah kesempatan untuk membuka pintu untuk yang lain. Tuhan telah menyelamatkan kita dari orang yang salah, dan segera menuntunmu pada belahan jiwa yang tepat.

Maka lepaskan lah hubungan yang dapat menyakitimu. Ikhlaskan dia untuk pergi, meninggalkan setiap kenangan dan luka yang telah tergurat. Biarkan dia bertemu dengan takdirnya, dan dirimu dengan dengan belahan jiwa yang telah Tuhan sediakan.

Move On!

Jatuh akibat cinta tidak pernah mudah. Rasa sakit menggerumus memberikan bekas yang tak akan pernah bisa sembuh. Berbagai cara kita lakukan untuk mengalihkan rasa sedih dan terpuruk. Namun terkadang hanya amnesia semata, lalu kembali nyata.

Percayalah, rasa kelam itu dapat terlalui dengan bergulirnya waktu. Kamu dapat melakukan beberapa hal untuk membuatmu merasa lebih baik, antara lain dengan cara memberikan waktu untuk berduka.

Berduka adalah hal yang sangat wajar ketika putus cinta. Namun kita harus ingat bahwa sebelum kita mengenal dia dan memulai hubungan, kita pun bisa melalui semuanya sendirian. Maka ketika berpisah, kita juga dapat melakukannya lagi.

Jadilah seperti pohon kelapa, seberapa kuat nya terpaan angin mereka akan berdiri tegak kembali. Jalani aktivitas seperti biasa. Refleksi diri dan perbaiki kearah lebih baik.

Berdamai dan memaafkan diri sendiri. Luangkan waktu dengan keluarga dan teman-teman yang mendukungmu. Berpikir positif untuk siap menjalani ketika akan memulai hubungan yang baru.

Baca Juga Beritaku: Bermesum Di Bulan Ramadhan, Pasangan ini Terjaring Razia

Pacaran Dalam Pandangan Islam

Sesungguhnya budaya pacaran itu adalah budaya asing yang masuk ke Indonesia akibat globalisasi. Tidak sedikit yang akhirnya terjerumus dalam budaya tersebut. Padahal dalam agama Islam, pacaran merupakan sebuah perbuatan yang dilarang.

Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh muhrimnya.” (H. R. Muslim)

Islam melarang pacaran bukan tanpa sebab. Pacaran itu, selain daripada mendekati zina yang merupakan dosa besar, juga bisa menimbulkan berbagai macam bahaya yang tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain.

Laki-laki sudah seharusnya menjaga pandangannya dari perempuan, dan perempuan pun harus sadar diri akan keberadaannya di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya. Hadist dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, mengatakan:

“Rasulullah SAW berkata kepada Ali: Hai Ali, janganlah ikuti pandangan pertama dengan pandangan kedua. Karena pandangan pertama untukmu (dimaafkan) dan pandangan kedua tidak untukmu (tidak dimaafkan).” (H. R. Abu Dawud)

Bahkan, jika ada yang mengaku pacaran LDR (long distance relationship), maka sama saja perkaranya. Zina bukan berarti bertemu lantas melakukan hubungan intim tanpa ada ikatan pernikahan.

Bahkan ketika laki-laki mengirimkan pesan pendek kepada perempuan, hal itu juga bisa jadi sudah termasuk dalam zina hati dan pikiran. Memikirkan betapa bahagianya saat mengirimkan pesan tersebut sambil membayangkan wajah satu sama lain, bertambahlah lagi dosanya.

Tak sedikit jiwa yang tergoda imannya. Mengatasnamakan cinta, seringkali mereka hanya mengingat wajah kekasih setiap hari, namun lupa pada Allah SWT. Demi cinta pada kekasih, cinta pada Sang Pemilik Nyawa pun terabaikan.

Cintailah manusia karena Allah SWT. Jika kamu merasakan seseorang tersebut tercipta untukmu, maka menikah adalah cara yang paling mulia.

“Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu.” (H. R. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).

Daftar Pustaka:

  1. Dalamislam. Pacaran Dalam Islam – Hukum, Bahaya dan Akibatnya. https://dalamislam.com/akhlaq/larangan/pacaran-dalam-islam
  2. Wolipop. 2014. Saat Pasangan Sudah Tak Menghargai Hubungan, Perlukah Dipertahankan? https://wolipop.detik.com/love/d-2712442/saat-pasangan-sudah-tak-menghargai-hubungan-perlukah-dipertahankan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *