Pelatihan Destinasi Wisata di Kabupaten Takalar, Semoga Ini Bukan Cuma Formalitas
Kegiatan Pelatihan Destinasi Wisata Kabupaten Takalar (Foto : Beritaku.Id)
Pelatihan Destinasi Wisata di Kabupaten Takalar, Semoga Ini Bukan Cuma Formalitas

Pelatihan Destinasi Wisata di Kabupaten Takalar Sebagai Langkah memberikan Pemahaman kepada Pemuda

BERITAKU.ID – Gelap mulai membayangi senja, meski begitu, keindahan senja tidak akan ada yang menggantikan, meski gelap semakin pekat.

Dinas Parawisata, Pumuda dann Olahraga menggelar pelatihan destinasi wisata yang Di laksanakan di Wisata Sampulungan Gelaseong Selatan dari tanggal 19-21 September.

Peserta Pelatihan Destinasi Wisata Takalar

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh ASN, KNPI, Pengelolah Wisata, dan warga dari setiap Desa.

Salah satu peserta yang hadir, Muhammad Yusuf berharap kegiatan ini bukan sekedar diadakan tanpa ada tindak lanjutnya.

“Semoga ini bukan hanya sekedar untuk menghabiskan aggaran atau formalitas belaka, akan tetapi butuh bukti,” ujar Yusuf.

Pelatihan Destinasi Wisata
Peserta Kegiatan Pelatihan Destinasi Wisata

KABID PTKP HIPERMATA Kom. UNM, Muhammad Hasyim mengritik Dinas Pariwisata karena tidak merawat tempat wisata yang ada di Kab. Takalar salah satunya pulau Sanrobengi dan Bantimurung Ko’mara.

“Beberapa bulan lalu saya masuk di Dinas Parawista terlihat jelas disitu ada beberapa exbanner yang terpajang indah tentang wisata yang ada di Kab.Takalar yaitu Pulau Sanrobengi dan Bantimurung Ko’mara dan lain-lain, jujur sangat miris melihatnya karena Bantimurung Jo’mara dan Pulau Sanrobengi pada hari ini tak ada satupun perubahan yang dilakukan oleh Dinas Parawisata,” ujar Hasyim, Jumat (20/9/2019).

“Sedangkan di dalam ruangannya sangat jelas dengan adannya pajangan exbanner itu yang sangat menarik untuk memanipulasi orang datang ke Dinas Parawasita tersebut,” ujarnya.

Ia menyebut, Pemerintah terkait tidak memiliki inovasi untuk mengelola tempat wisata tersebut.

“Tak ada satupun niat pemerintah untuk mengelolanya, ia cuma pasang di dalam ruangan sebagi bumbu kemunafikan semata,” tegasnya.

Hasyim berharap dengan adanya pelatihan, Festival Sanrobengi kembali di adakan dan juga pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat.

“Harapan saya semoga dengan adanya pelatihan ini, FESTIVAL SANROBONENGI kembali di adakan di bulan 12 ini dan Bantimurung Ko’mara bisa di kelola dengan baik dengan perbaikan fisik, jalanannya direnovasi agar para pengunjung bisa menjangkaunnya,” harapnya.

“Dan semoga Pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama agar dapat menarik pengunjung untuk menikmatinya,” tutupnya.