Penggembala Tewas Bersama 19 Ekor Kerbau Disambar Petir di Tapanuli. Bagaimana cara menghindari Petir?
Penggembala Tewas Bersama Sapi karena tersambar petir
Penggembala Tewas Bersama 19 Ekor Kerbau Disambar Petir di Tapanuli. Bagaimana cara menghindari Petir?

BERITAKU.ID, TAPANULI – Permasalahan kita bukan untuk mencari nilai-nilai yang lebih baik, tapi untuk setia kepada mereka yang kita anut (John WG), Rabu (21/08/2019), Penggembala Tewas.

Seorang penggembala tewas tersambar petir di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. Sebanyak 19 ekor kerbau yang tengah dijaganya turut mati dalam peristiwa itu.

Korban diketahui bernama Sintor Habeahan (23). Sementara kerbau-kerbau yang mati milik Mikael Simbolon. Keduanya warga Dusun II Desa Uratan, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah.

Berdasarkan informasi dihimpun dari merdeka.com, saat kejadian kawasan Kecamatan Andam Dewi dilanda hujan deras disertai petir.

Penggembala tewas
Penggembala tewas dalam prosesi penguburan (Sumber Foto : Kompas)

Bagaimana Kasus Penggembala Tewas tersebut?

Ketika itu Sintor tengah berada di sekitar kandang untuk mengasapi kerbau-kerbau itu. “Jadi penggembala tewas ini karena disambar petir saat mengasapi kerbau di dalam kandang, karena memang setiap harinya kerbau ini harus diasapi supaya gak diganggu nyamuk,” kata Tupang, seorang warga setempat.

Sambaran petir itu bukan hanya mengenai Sitor. Selain penggembala ini, 19 ekor kerbau di dalam kandang ditemukan tak bernyawa. “Seluruh kerbau yang di dalam kandang mati tersambar petir,” kata Tupang.

Kaur Humas Polres Tapteng Rensa Sipahutar mengatakan, penggembala tewas sudah disemayamkan di rumah duka. Sementara 19 ekor kerbau yang mati disambar petir akan dikubur massal. “Ke-19 ekor kerbau itu akan dikubur massal dengan menggunakan alat berat,” jelas Rensa.

Sementara itu untuk menghindari sambaran petir, maka tipsnya adalah sebagai berikut.

Secara khusus, National Geographic (NatGeo) pernah menulis imbauan untuk menghindari berada di tempat-tempat perlindungan yang berada di dekat atau di bawah pohon-pohon tinggi di mana pun ketika sedang terjadi hujan yang disertai petir.

NatGeo mengimbau agar orang-orang menghindari objek-objek tinggi apa pun ketika sedang terjadi petir, juga menghindari benda-benda terbuat dari logam seperti pagar ataupun pipa-pipa bawah tanah.

Pada kasus Sintor Habeahan diatas, kejadian ini di kandang kerbau, dan melakukan pengasapan sapi, api tersebut menjadi media yang bisa memicu terjadinya perluasan ketika ada petir, sampai ke 19 kerbau yang ada.