Pemain Voli Nasional
Pemain Voli Nasional/Rivan Nurmulki Foto: Denotasi

Permainan Bola Voli: Eksistensi, Sejarah Sejak Abad 18, Induk Organisasi

Diposting pada

Bola Voli sebagai salah satu permainan olahraga yang memiliki banyak peminat, bagaimana sejarah dan eksistensinya, serta apa nama induk organisasinya?

Beritaku.id, Olahraga – Di Indonesia, bola voli adalah permainan sekaligus olahraga yang eksistensinya tidak pernah pudar.

Oleh: Veronika (Penulis Olahraga)

Voli menjadi salah satu permainan wajib untuk kelompok yang muncul dalam kompetisi atau pertandingan tingkat rukun tetangga hingga berskala nasional.

Terbentuknya induk organisasi para atlet voli nasional merupakan salah satu bukti keseriusan pemerintah Tanah Air dalam mengembangkan olahraga ini.

Pemain Voli Tercantik Dunia
Sabina Altynbekova Menjadi Pemain Voli Tercantik Dunia (Foto:Istimewa)

Tidak sampai di situ saja, bola voli juga menjadi salah satu olahraga wajib bagi para siswa di tingkat sekolah formal tertentu.

Cabang Olahraga (cabor) bola voli merupakan salah satu olahraga permainan yang menggunakan net dan bola.

Baca juga beritaku: Definisi Cabor Indonesia, Daftar Induk Organisasi Dan Tahun Berdiri

Sama seperti cabang olahraga lainnya, permainan bola voli kemudian terbagi menjadi voli lapangan dan voli pantai.

Keduanya punya ciri dan peraturan yang sangat berbeda.

Sejarah dan Perkembangan Permainan Bola Voli di Dunia

Sebelum masuk lebih dalam, kita perlu mengetahui bagaimana sejarah dan perkembangan permainan voli di dunia.

1. Mintonette, olahraga ciptaan William G. Morgan

Terinspirasi oleh nama permainan bulu tangkis, seorang instruktur pendidikan jasmani di Young Men’s Christian Association atau YMCA bernama William G. Morgan menciptakan permainan olahraga bernama mintonette.

Penemuan yang dilakukan beliau terjadi di Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat pada tanggal 9 Februari 1895.

Kala itu beliau menciptakan mintonette sebagai permainan kelompok di dalam ruangan yang menghibur mereka pada musim dingin.

Dalam penciptaan permainan mintonette, William G. Morgan menerapkan beberapa karakteristik dari empat olahraga lain.

Mulai dari tenis, baseball dan bola tangan atau handball, hingga olahraga indoor lainnya, seperti basket yang populer di Springfield saat itu.

Sedari awal, mintonette sudah terancang sebagai olahraga yang tak terlalu kasar laiknya.

Tujuannya supaya permainan olahraga ini bisa dimainkan anggota YMCA yang lebih tua namun tetap mengandalkan tenaga atletik meski tak sebesar basket.

2. Perubahan Nama Mintonette ke Volleyball

Pertunjukan eksibisi untuk permainan mintonette terlaksana pada tahun 1896 di Sekolah Pelatihan Internasional YMCA atau International YMCA Training School yang kini bernama Springfield College.

Di sana turut hadir Dr. Luther Halsey Gulick sebagai direktur sekolah pelatihan profesional pendidikan jasmani sekaligus direktur eksekutif departemen pendidikan jasmani  dari komite internasional YMCA, serta seluruh instruktur pendidikan jasmani.

 William G. Morgan kemudian mendemonstrasikan permainan mintonette dengan kedua tim yang sudah hadir.

Masing-masing tim beranggotakan lima orang pemain. Beliau juga menjelaskan bahwa mintonette merupakan permainan yang fleksibel karena dapat menggunakan lapangan dalam maupun luar ruangan.

Beliau turut menambahkan bahwasanya mintonette tidak memiliki batasan jumlah pemain dengan sasaran permainan pertahanan bola supaya tetap bergerak melewati net.

Saat memerkenalkan mintonette sebagai permainan regu pada eksibisi pertamanya pada tahun 1896, perubahan nama terjadi.

Seorang pengamat bernama Alfred Halstead memerhatikan sifat dasar dari permainan tersebut.

Alhasil permainan ini kemudian lebih dikenal sebagai volleyball yang sebenarnya tereja ke dalam dua kata, yaitu volley ball atau bola voli dalam bahasa Indonesia.

Setelah pergantian nama, olahraga bola voli mengalami modifikasi aturan sebelum YMCA memerkenalkannya ke seluruh penjuru negeri.

 3.  Bola Voli sebagai Permainan Olahraga Dunia

Kanada adalah negara pertama di luar Amerika Serikat yang mengadopsi olahraga bola voli.

Mengenal permainan ini pada tahun 1900, Kanada mulai memainkan bola voli sebagai kompetisi rutin antar kota di Ottawa, Montreal dan Toronto.

Pada tahun 1936 Olimpiade Berlin terlaksana. Terdapat 22 perwakilan negara yang terlibat dalam pembahasan organisasi bola voli.

Usainya Perang Dunia II membuat permainan voli memiliki banyak peminat. Sebagai tindak lanjut dari fenomena tersebut, terbentuklah Federasi Bola Voli Internasional atau International Volleyball Federation yang kerap disebut FIVB pada tahun 1947.

Kejuaraan dunia bola voli pria atas prakarsa federasi internasional itu terselenggara pada tahun 1949, sementara untuk wanita menyusul pada tahun 1952.

Sejak tahun 1980-an, bola voli mulai terkenal di beberapa negara. Mulai dari benua Eropa, negara di Eropa Timur, Brasil, Rusia, serta negara lain di belahan benua Asia termasuk Cina.

Sejarah dan Perkembangan Bola Voli di Indonesia

Penjajahan tidak hanya membawa kerugian dan duka yang mendalam, melakinkan pengetahuan dan pengalaman yang mahal harganya.

Selama Indonesia menjadi wilayah jajahan Belanda, banyak ilmu pengetahuan dan kebudayaan baru yang datang secara tidak sengaja.

Salah satu hal berharga yang masuk ke Indonesia kala itu adalah olahraga bola voli.

Baca juga beritaku: 6 Pemain Voli Tercantik Dunia, Adakah Indonesia?

Olahraga bola voli masuk ke Indonesia sekitar tahun 1928. Terbawa oleh kompeni, awalnya olahraga ini hanya boleh dimainkan oleh Belanda dan bangsawan.

Pemain Voli Nasional
Para Atlit Bola Voli Nasional Indonesia Foto: Beritavoli

Seiring berjalannya waktu, guru pendidikan jasmani yang berasal dari Belanja serta para tentara memainkan bola voli dan mengadakan berbagai pertandingan antar kelompok mereka sendiri.

Tidak disangka, bermain bola voli menjadi olahraga tim yang berkembang pesat di Tanah Air.

Hampir seluruh lapisan masyarakat memainkan bola voli sebagai hiburan maupun yang bersifat kompetisi.

Hal ini kemudian membuat para atlet dan tokoh besar mendirikan klub voli di beberapa kota besar di Indonesia.

Untuk memersatukan semua klub voli yang ada di Tanah Air, kemudian pada tanggal 22 Januari 1955 terbentuk Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia di Jakarta.

Munculnya induk bola voli nasional ini bersamaan dengan pelaksanaan kejuaraan nasional voli pertama di Indonesia.

Baca juga Beritaku: Atlet Muda 23 Tahun Cantik, Hoby Berpose Sexy, Bikin Lelaki Menelan Air Liur

PBVSI sebagai Induk Voli Indonesia

Wajib tahu, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia atau PBVSI merupakan induk organisasi bola voli di Indonesia.

Berdiri di Jakarta pada tahun 1955, organisasi ini bergerak di bawah perlindungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI.

Logo PBVSI
Logo Resmi Induk Organisasi Bola Voli Indonesia, Sumber: Foto: PBVSI

Perjalanan yang cukup panjang melatarbelakangi pembentukan PBVSI sebagai organisasi induk untuk bola voli di Indonesia.

Sebelum terbentuk PBVSI, pertandingan bola voli sebagai cabang olahraga baru telah terlaksana pada Pekan Olahraga Nasional atau PON II di Jakarta pada tahun 1951.

Tiga tahun setelahnya, Ikatan Perhimpunan Volleyball Soerabaia atau IPVOS dan Persatuan Volleyball Indonesia Djakarta atau PERVID melakukan pertemuan dalam rangka pembentukan induk organisasi bola voli untuk seluruh Indonesia.

Terbentuk pada tanggal 22 Januari 1955, PBVSI juga menunjuk ketua pertamanya, yaitu Wim J. Latumeten.

Kongres pertama terlaksana pada tanggal 28-29 Mei 1955 di Jakarta. Pada tahun yang sama PBVSI menjadi anggota federasi voli internasional, yaitu Fédération Internationale de Volleyball atau lebih terkenal dengan nama FIVB.

Fédération Internationale De Volleyball, Induk Organisasi Voli Internasional

Fédération Internationale de Volleyball (FIVB) merupakan induk organisasi organisasi voli internasional saat ini.

Sebelum federasi ini terbentuk bola voli merupakan bagian dari Federasi Bola Tangan Amatir Internasional atau International Amateur Handball Federation.

Logo Induk Permainan Bola Voli dunia FIVB
Logo Resmi Induk Permainan Bola Voli dunia FIVB (Foto: FIVB)

Terkenal dengan akronim FIVB, federasi tersebut berdiri di Perancis pada bulan April tahun 1947.

Federasi internasional untuk voli yang kemudian bernama FIVB menjadi pembahasan utama beberapa federasi nasional Eropa sejak tahun 1940.

Akhirnya pada tahun 1947, pelantikan kongres konstitutif terjadi pada tanggal 18-20 April 1947.

Tujuan utamanya ialah terlaksananya perhelatan besar bola voli internasional untuk pria dan wanita.

Meskipun Kejuaraan Dunia Bola Voli Pria dan Wanita terlaksana pada waktu yang berbeda, event tersebut berjalan dengan lancar.

Masuknya Bola Voli Sebagai Cabang Pada Olimpiade

Komite Olimpiade Internasional mendukung masuknya bola voli sebagai salah satu cabang olahraga Internasional yang dipertandingkan, sejak tahun 1964.

Waktu itu anggota FIVB sudah mencapai 89 federasi nasional. Kemudian pada tahun 1969, Piala Dunia menjadi gelaran internasional baru yang kemudian berubah menjadi event Olympic Games tahun 1991.

Sejak terbentuk hingga pengunduran diri oleh ketuanya, kantor FIVB berpusat di kota Paris, Perancis.

Setelah pergantian presiden federasi, akhirnya FIVB berpindah ke Lausanne, Swiss pada tahun 1984.

Tidak hanya pindah kantor saja, FIVB juga membuat terobosan baru dengan cara memromosikan voli sebagai cabang olahraga ke seluruh dunia.

Sebagai langkah pertamanya, federasi internasional ini kemudian membuat kompetisi tahunan untuk bola voli putra dan putri serta voli pantai dengan perubahan aturan main dalam rangka peningkatan visibilitas publik.

Sejak tahun 2020 tercatat bahwa sebanyak 222 federasi nasional bola voli sudah berafiliasi dengan FIVB.

Tugas FIVB sebagai Induk Organisasi Voli Internasional

FIVB mengemban tugas yang berkaitan dengan permainan olahraga bola voli kancah internasional.

Tugas utama FIVB adalah merencanakan dan mengorganisir pertandingan bola voli di seluruh dunia, serta bertanggung jawab atas hubungannya dengan badan pengatur internasional lainnya, seperti Komite Olimpiade Internasional atau IOC.

Di sana FIVB turut dalam menentukan kebijakan; baik dalam kualifikasi, formula kompetisi untuk turnamen, hingga beberapa detail spesifik yang meliputi susunan pemain dan batasan penggantian, serta tempat dan tuan rumah.

FIVB juga turut mengambil bagian langsung dalam suatu gelaran pertandingan bola voli kontinental untuk kelas internasional. Untuk meningkatkan perhatian publik terhadap bola voli sebagai cabang olahraga internasional, FIVB juga berkampanye menggunakan berbagai sarana.

Di Roma, organisasi tersebut menggunakan poster, baliho dan patung pemain voli pantai untuk meningkatkan pamor cabang olahraga tersebut dan profil para atletnya. Promosi tersebut kemudian dinamai “FIVB Heroes”. 

Penanggung jawab atas standarisasi peraturan bola voli juga merupakan tanggung jawab dari FIVB. Induk organisasi bola voli internasional ini sudah membuat banyak perubahan sejalan dengan visi promosi dan pemasaran.

Bahkan peraturan untuk berseragam juga merupakan hasil keputusan dari FIVB.

FIVB memiliki otoritas tertinggi dalam penyelenggaraan kompetisi bola voli dan hakim atas permasalahan yang timbul.

Adapun permasalahan yang kerap muncul berkaitan dengan doping, regulasi transfer pemain, perubahan kewarganegaraan dan determinasi jenis kelamin.

Dalam penempatan di kompetisi internasional, FIVB juga berperan untuk menerbitkan Peringkat Dunia untuk cabang olahraga bola voli.

Jenis Dan Aturan Bermain Voli

Bola voli terbagi menjadi dua macam, yaitu voli lapangan dan voli pantai.

Setidaknya terdapat lima perbedaan dasar antara keduanya, simak selengkapnya berikut ini!

1. Jumlah pemain dalam setiap tim

Kedua macam olahraga bola voli ini punya jumlah pemain yang berbeda. Satu tim voli lapangan biasanya berjumlah sepuluh orang.

Enam orang merupakan pemain inti, sementara empat lainnya adalah pemain cadangan.

Selanjutnya jumlah pemain untuk voli pantai hanya dua orang saja setiap timnya. Pada tim voli pantai, tidak tersedia pemain cadangan.

 2. Tempat permainan berlangsung

Dari namanya sudah bisa tertebak bahwa voli lapangan dan voli pantai dimainkan di tempat yang berbeda.

Voli lapangan merupakan pertandingan olahraga bola voli yang mengambil lokasi di dalam maupun luar ruangan namun lantai atau alasnya harus keras.

Sementara pertandingan voli pantai mengambil lokasi di dekat pantai dengan lantai atau alas berpasir.

Secara ukuran, tempat permainan voli lapangan dan voli pantai juga berbeda.

Voli lapangan punya tempat permainan yang lebih luas, yaitu panjang mencapai 18 meter dan lebarnya 9 meter.

Lapangan untuk voli ini dilengkapi dengan garis batas serang untuk pemain belakang hingga 3 meter dan garis tengah.

Garis tepi lapangannya adalah 5 meter.

Untuk voli pantai punya tempat permainan dengan panjang 16 meter dan lebar 8 meter.

Di lapangan voli pantai juga tidak dilengkapi garis luar 3 meter, tidak ada garis serang dan panjang netnya hanya 8,5 meter saja.

Untuk ketinggian net putra 2,43 meter dan putri 2,24 meter, sama seperti voli pantai.

 3. Jenis bola dan net yang digunakan

Ternyata voli lapangan dan voli pantai menggunakan dua jenis bola yang berbeda.

Bola yang lebih besar dan lebih kecil dan cenderung keras merupakan ciri dari bola voli lapangan.

Untuk bola voli pantai cenderung lebih besar dan lunak, serta punya warna lebih cerah.

Tidak hanya bola saja yang berbeda, net yang digunakan pada kedua macam voli tersebut juga tak sama.

Net untuk voli pantai lebih kecil daripada net untuk bola voli lapangan.

Hal ini terjadi karena ukuran lapangan untuk voli pantai juga lebih kecil daripada bola voli lapangan.

 4. Peraturan servis bola

Baik voli lapangan maupun voli pantai mengharuskan pergantian pemain dalam melakukan servis setelah bola berhasil masuk ke daerah lawan.

Meskipun demikian, terdapat perbedaan peraturan servis bola untuk kedua macam permainan bola voli tersebut.

Voli pantai mengharuskan pergantian pemain untuk servis setelah berhasil masuk ke daerah lawan dengan mengikuti arah gerak jarum jam.

Berbeda dengan voli pantai yang punya dua pemain saja, pergantian pemain juga terjadi namun pemain yang melakukan servis boleh berdiri di mana saja selama masih di dalam lapangan.

 5. Perbedaan peraturan main untuk setiap setnya

Untuk menyelesaikan permainan voli, salah satu dari dua tim yang bertanding harus memenangkan dua dari tiga set.

Perbedaan peraturan main antara bola voli lapangan dan bola voli pantai adalah poin atau skor akhir maksimal setiap setnya.

Olahraga bola voli pantai dengan lapangan yang lebih kecil dan jumlah pemain lebih sedikit memiliki peraturan kemenangan set setelah salah satu tim mencapai target skor sebanyak 15 poin.

Sementara untuk bermain bola voli pantai menggunakan target kemenangan skor sebanyak 21 poin untuk memenangkan satu set permainan.

Itulah beberapa informasi penting yang berkaitan dengan olahraga bola voli. Sebagai cabang olahraga yang kerap dipertandingkan, voli tidak pernah kehilangan popularitasnya.

Bagi masyarakat umum, voli lapangan mungkin lebih terkenal daripada voli pantai.

Meskipun demikian, voli pantai menjadi salah satu ragam dari olahraga bola voli yang wajib kita tahu. Keduanya juga sangat menarik untuk dipelajari maupun ditonton sebagai hiburan.

Bagikan Ke