Hutan Mangrove
Jenis Hutan Tropis

Hutan Mangrove: Ujungpangkah, Kulon Progo dan Wonorejo

Diposting pada

Hutan Mangrove atau Hutan Bakau, merupakan habitat bagi berbagai tanaman tropis. yang dapat hidup beradaptasi di daerah payau.  

Beritaku.id, Lestari – Kawasan wisata di pesisir pantai, umumnya memiliki berbagai macam jenis tanaman, yang menjalar dengan indahnya. Bentuknya yang menyerupai ilalang ataupun kayu-kayuan eksotis, sesungguhnya adalah “Mangrove”

Oleh: Novianti Lavlia (Penulis Lestari)

Habitat Hutan Mangrove umumnya terletak di daerah payau, atau pada sekitar daerah pesisir, yang jenis tanamannya tergolong sebagai tanaman tropis. Istilah dari Mangrove sendiri, sebenarnya merupakan sekumpulan tanaman rambat yang tumbuh liar di hutan tersebut.

Salah satu dari jenis tanaman Mangrove adalah “Rhizophora Mucronata”. Jenis tanaman ini lebih banyak dikenal sebagai Bakau, yang memenuhi hampir seluruh Hutan Mangrove di Indonesia. 

Karena hal tersebut, Hutan Mangrove lebih populer dengan sebutan Hutan Bakau. Walaupun sebenarnya, masih banyak tumbuhan lain yang juga hidup disana.

Mengenal Hutan Mangrove Ujungpangkah

Habitat Burung di Hutan Mangrove Ujungpangkah
Keindahan Habitat Burung di Ujungpangkah

Gresik terletak sekitar 18 km, dari Surabaya, dan terkenal sebagai kota penghasil semen yang ternama di Indonesia. Namun sayangnya, tidak banyak masyarakat yang mengetahui, bahwa selain terkenal sebagai Kota Industri, Gresik juga memiliki lokasi wisata yang unik.

Salah satunya adalah Hutan Mangrove Ujungpangkah, yang lokasinya berada di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujung Pangkah. 

Tempat ini sebenarnya juga merupakan bagian dari Ekowisata Mangrove Banyu Urip, atau “Banyu Urip Mangrove Center”. Tujuan dari berdirinya hutan ini memang menjadi destinasi wisata, yang memiliki nilai edukasi.

Tidak heran, jika banyak mahasiswa dan peneliti yang melakukan kegiatan riset tentang Mangrove, di area pembibitan yang ada disana.

Keindahan Hutan Mangrove Ujungpangkah

Jembatan  Kayu di Hutan Mangrove Ujungpangkahve
Jembatan Kayu Ujungpangkah

Destinasi wisata ini memiliki jembatan, yang membentang sepanjang  250 meter, hingga menembus rimbunnya pepohonan Mangrove. Keunikan tersebut dapat langsung dinikmati oleh setiap orang yang berkunjung kesana. 

Sambil  menyusuri jembatan, para pengunjung juga dapat melihat keindahan hutan, dan merasakan kesejukan udara di kawasan tersebut. Selain itu, para pengunjung juga dapat bersantai di sebuah gazebo berbentuk joglo, yang berlatar belakang lukisan alam. naik perahu 

Jika lebih memilih untuk berkeliling dengan perahu, pengunjung hanya cukup membayar lima ribu rupiah saja per orang. Dari atas perairan, pengunjung dapat merasakan sensasi menembus Hutan Bakau ini.

Baca juga beritaku: Lalat Masuk Minuman: 12 Penyakit dan Hukumnya

Bagi pengunjung yang menyukai olahraga di alam terbuka, jogging track sepanjang 600 meter pun telah siap menanti. Saat berlari di sepanjang lintasan, akan terlihat pemandangan sekawanan Burung Bangau yang beterbangan di habitatnya.

Kawanan Burung Liar di Ujungpangkah
Kawanan Burung Liar Ujungpangkah

Deretan perahu nelayan yang baru merapat, serta suasana pasar ikannya yang penuh dengan hasil laut, adalah pencerminan dari kehidupan disana. Fenomena tersebut, membuat tempat ini menjadi semakin menarik untuk dikunjungi

Wisata mangrove yang sudah berdiri sejak  2016 ini, sudah banyak menarik minat masyarakat sekitar, untuk mengunjungi tempat ini. Kekentalan nuansa alamnya, seolah menghipnotis mereka, untuk selalu berkunjung kembali.

Cara Menuju Hutan Mangrove Ujungpangkah

Untuk dapat mencapai ke lokasi ekowisata Mangrove ini, membutuhkan waktu perjalanan sekitar 45 menit dari Kota Gresik. Atau, sekitar 1 jam perjalanan dari arah pintu keluar Tol Manyar Gresik.

Sekilas Tentang Hutan Mangrove Kulon Progo

Jembatan Hutan Mangrove Kulon Progo
Jembatan Siapi – Api Kulon Progo

Jogja adalah tempat yang banyak sekali menawarkan destinasi wisata alam, dengan ciri khasnya tersendiri. Wilayah Hutan Kulon Progo adalah salah satunya, yang juga merupakan kawasan konservasi bakau pertama di Yogyakarta.

Sesuai dengan namanya, hutan ini menyuguhkan berbagai tanaman tropis, yang berfungsi untuk mencegah abrasi di lautan. Selain itu, kawasan ini juga telah dibuka sebagai tempat untuk edu wisata, atau wisata edukasi.

Di tempat ini terdapat jembatan bambu dengan sebutan “Api-Api” , yangberasal dari nama “Avicennia Germinas”. Yaitu salah satu dari jenis Tanaman Bakau di hutan tersebut.

Lokasi wisata ini terletak di  Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulon Progo. Atau tidak jauh dari Pantai Congot.

Fenomena Keindahan Hutan Mangrove Kulon Progo

Miniatur Menara Eiffel Hutan Mangrove Kulon Progon
Miniatur Menara Eiffel Kulon Progo

Hutan Bakau Kulon Progo memiliki hamparan lahan seluas tiga hektar, dengan pemandangan pesisir pantainya yang mengundang decak kagum. Destinasi wisata pada habitat ini, terbagi menjadi tiga wilayah.

Pada sisi barat hutan, merupakan wilayah Mangrove Pasir Mendit, yang di tengahnya terdapat Jembatan Siapi-Api. Sedangkan pada sisi timur, adalah bagian dari Mangrove Pantai Kadilangu.

Dari kedua titik wisata tersebut, jembatan gantung Siapi-Api lah yang lebih banyak menarik perhatian masyarakat luas. Keunikan jembatan bambu tersebut, telah berhasil menjadi primadona, di halaman media sosial Instagram.

Baca juga beritaku: Tanaman Anubias Pinto Dan Panda, 2 Jenis Tanaman Yang Kaya Manfaat

Para wisatawan yang berkunjung, dapat membagikan pemandangan unik tersebut, lewat jejaring dunia maya yang tanpa batas itu. Foto jembatan gantung yang ikonik itu, langsung menjadi bidikan kamera yang Instagramable!.

Spot Selfie Hutan Mangrove Kulon Progo
Spot Selfie Ynag Instagramable di Kulon Progo

Di wilayah tersebut juga banyak spot-spot cantik untuk para “selfie addict”. Beberapa diantaranya seperti miniatur menara Eiffel setinggi 10 meter, ayunan bambu, sepeda onthel, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Kegiatan lainnya adalah berperahu, untuk mengelilingi wilayah Mangrove lainnya, yaitu  Pasir Mendit dan Pantai Kadilangu. Dari atas perahu, para  wisatawan dapat melihat rimbunnya hutan tropis  yang masih alami, dan masih terjaga keberadaannya hingga saat ini. 

Selain objek wisata tersebut, Kulon Progo juga memiliki Gua Mangrove yang masih asli, dan belum terjamah oleh tangan manusia.

Waktu yang tepat untuk berkunjung ke hutan ini, adalah pada pagi dan sore hari. Karena pada kedua waktu tersebut, merupakan momen langka untuk dapat menikmati panorama matahari terbit dan terbenam yang “magical”.

Untuk dapat memasuki destinasi wisata di Kulon Progo ini tiketnya cukup terjangkau, sekitar  Rp 3.000 – Rp 5.000 saja untuk retribusi. Sedangkan biaya parkir, sekitar Rp. 3.000 untuk roda dua dan Rp 5.000 untuk roda empat. 

Sedangkan untuk sewa perahu wisata, tarifnya adalah Rp. 5.000 per orangnya. Fasilitas pendukung yang ada disana juga cukup lengkap, seperti lahan parkir, toilet umum, warung jajan, dan gazebo untuk beristirahat.

Akses Menuju Hutan Mangrove Kulon Progo

Hutan Bakau ini, berjarak sekitar 47 km dari Kota Jogjakarta, dan membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam, untuk sampai ke lokasi. Namun walaupun begitu, pencapaiannya termasuk mudah, karena kondisi jalannya yang cukup bagus.

Ekowisata Di Hutan Mangrove Wonorejo

Jembatan  Hutan Mangrove Wonorejo
Ekowisata Mangrove Wonorejo

Sebagai suatu Kota Besar, Surabaya juga memiliki destinasi wisata yang menarik bernama Ekowisata Mangrove Wonorejo. Lokasinya tidak jauh dari jantung kota, tepatnya di Jalan Raya Wonorejo Rungkut.

Hutan Mangrove ini, awalnya adalah kawasan konservasi alam, yang berfungsi untuk mencegah terjadinya abrasi, di wilayah timur Surabaya. Karena pengelolaan cukup baik, akhirnya pemerintah setempat membuka lokasi ini untuk umum.

Konsepnya merupakan Hutan Wisata Mangrove, yang menggabungkan antara wisata rekreasi dan edukasi. Di area seluas 800 hektar ini, penuh dengan berbagai Tanaman Bakau dan tropis, kebanyakan dari jenis “Avicennia Alba Blume”. Bentuknya mirip dengan Pohon Perdu.

Masuk lebih ke dalam lagi, pengunjung dapat menikmati rindangnya Hutan Bakau, serta bangunan dan jembatan kayu, yang terawat dengan baik. Di setiap pojok tertentu, terdapat berbagai informasi seputar tanaman tropis, yang tumbuh di hutan ini.

Sebagai wisata edukasi, para wisatawan juga dapat  melakukan kegiatan menanam Pohon Bakau sebagai kontribusi terhadap keselamatan alam. Hal lain yang cukup menarik untuk di eksplor adalah, terdapatnya habitat 30 spesies hewan langka endemik, yang hidup disana.

Panorama Sekitar Hutan Mangrove Wonorejo

Ekowisata Hutan Mangrove Wonorejo
Wisata perahu Ekowisata Wonorejo

Wisata Mangrove Wonorejo di Surabaya, sebenarnya relatif masih baru keberadaannya, yaitu sejak awal tahun 2010. Hutan tropis ini juga memiliki nama lain, yaitu  Wisata Anyar Mangrove atau kepanjangan dari WAM. Wilayahnya memang terletak di kawasan Gunung Anyar.

Untuk dapat menuju ke pusat wisata, aksesnya hanya dapat dicapai dengan cara melintasi perairan. Sebagai transportasinya, disana terdapat perahu dan speed boat yang dapat di sewa. Harganya berkisar antara Rp. 15.000 – Rp. 300.000.

Monyet Ekor Panjang Hutan Mangrove Wonorejo
Habitat Monyet Ekor Panjang Wonorejo

Setelah tiba di tujuan, para wisatawan harus menerabas hutan tropis ini, melalui jembatan bambu yang cukup panjang. Saat melintasi nya, para pengunjung akan melihat monyet jenis laut atau berekor panjang, yang berseliweran dengan bebasnya. 

Selain sebagai habitat dari tanaman  Mangrove dan Bakau, Ekowisata Mangrove Wonorejo juga merupakan rumah bagi beberapa spesies hewan langka. 

Jadi saat berkunjung, wisatawan tidak hanya sekedar menikmati keindahan alam, tapi  juga dapat berinteraksi langsung dengan semua hewan disana.

Udara di tengah wilayah wisata terkenal akan kesejukannya. Dan jika ingin beristirahat, di satu sudut lokasi telah tersedia gazebo untuk area peristirahatan para pengunjung. Sambil duduk santai, setiap orang juga akan merasakan keindahan hutan bakau yang memukau.

Baca juga beritaku: Tanaman Berduri Agave Sisalana Yang Mengundang Rindu

Setiap wisatawan yang berkunjung, hanya memiliki waktu sekitar satu setengah jam di dalam hutan. Setelah waktu berakhir, petugas kapal akan memanggil setiap pengunjung untuk kembali ke dermaga. 

Fasilitas Hutan Mangrove Wonorejo

Dalam area wisata Wonorejo, terdapat berbagai fasilitas yang cukup lengkap bagi para pengunjung. Beberapa diantaranya adalah:

Jogging Track

Fasilitas Jogging track ini, bentuknya agak berbeda dari biasanya, karena merupakan jembatan yang terbuat dari kayu. Pengunjung dapat melakukan eksplorasi di wilayah sekitar, dengan menyusuri lintasannya. 

Uniknya lagi, sambil menikmati asrinya Hutan Tropis, pengunjung akan mendengar kicauan burung yang ramai sekali.

Dermaga Dan Wisata Perahu

Pengunjung dapat berkeliling di area hutan wisata, dengan menaiki kapal. Perahu akan berlayar sepanjang 5 km, selama 15 menit.

Spot Selfie

Spot Selfie Hutan Mangrove Wonorejo
Spot Selfir Yang Ikonik Wonorejo

Kawasan wisata ini banyak sekali memiliki spot selfie yang Instagenik. Contohnya seperti jembatan yang terbuat dari bambu, dengan latar Hutan Bakau yang asri dan rindang.

Fasilitas Pendukung

Fasilitas umum telah tersedia di tempat ini, beberapa diantaranya adalah Mushola, toilet umum, toko souvenir, restoran dan juga tempat parkir

Lokasi & Rute Hutan  Mangrove Wonorejo

Peta Hutan Mangrove Wonorejo
Peta Lokasi Wonorejo

Lokasi wisata ini berada tidak jauh dari Kota Surabaya dan aksesnya terbilang cukup mudah untuk dilalui. Jaraknya hanya sekitar 40 menit dari Bandara Juanda.

Lokasi tepatnya dari Mangrove Wonorejo adalah:

Jalan Raya Wonorejo No.1, Rungkut, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Penutup

Ekowisata Mangrove merupakan sarana wisata yang dapat memberikan edukasi tentang pentingnya membangun suatu habitat hutan di pesisir pantai. Karena pada hakikatnya, Mangrove memiliki banyak fungsi penting terhadap alam sekitar.

Adapun dua fungsinya yang paling utama adalah, untuk mencegah terjadinya abrasi air laut, dan juga penyerap limbah industri yang berbahaya.