Raja Hirodus dan Nabi Yahya
Nabi Yahya yang menentang pernikahan tidak halal (Foto: orbitmetro.com)

Raja Hirodus Dan Perselisahannya Dengan Nabi Yahya

Diposting pada

Raja Hirodus, adalah seorang pemimpin yang tercatat dalam sejarah bagaimana dirinya memperlakukan wanita, serta memperlakukan orang-orang yang memang tidak bersalah apa-apa. Hingga muncul berbagai kisah yang tentang dirinya yang bersilisih dengan Nabi Yahya. Jadi, begini jelasnya.

Beritaku.id, Kisah Para Nabi dan Rosul_– Engkau dengan pasrah memberikan nyawamu kepada-Nya. Hanya meminta belas kasih dan keridhoan dari-Nya, pada setiap langkah jalanmu di tanah bumi yang kau pijak. Sungguh, pada akhirnya jeruji yang mengintaimu dan penglihatan, pendengaran, serta kelebihan berfikirmu akan hilang seketika. Lalu, bagaimana?

Oleh: Ayu Maesaroh(Penulis Kisah Para Nabi dan Rosul)

Kembali dengan tulisan yang dirindukan, semoga dengan tulisan ini, perselisihan kau aku, terselesaikan dengan damai dan penuh cinta.

Engkau begitu aku kagumi, dan sangat tak rela rasanya jika perselisihan terus melanda. Namun, begitulah yang namanya sebuah perselisihan. Akan tetap ada, dan menimpa kepada siapa saja.

Bahkan kepada seorang bangsawan pun, perselisihan itu akan muncul entah dengan sebab apa. Dan perselisihan itu juga pernah terjadi pada zaman Nabi, yang berselisih dengan Raja Hidorus.

Benar, Nabi Yahya. Nabi yang Allah berikan berbagai mukjizat, keistimewaan, dan sebagainya. Namun dalam kacamatanya sendiri, Nabi Yahya hanyalah manusia biasa, yang dapat merasakan sebuah perselisihan, ketegangan, dan emosi. Jadi begini jelasnya.


Biodata Raja Hirodus

Ilustrasi dari Raja Hirodus
Ilustrasi Raja Hirodus (Foto: jawaban.com)

Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya, bahwa zaman dahulu, perselisihan memang sudah ada, bahkan pada zaman NAbi sekalipun.

Hal ini bisa berdasarkan atas prinsip yang ada, aturan, bahkan sampai dengan ideologi dari masing-masing orang tersebut, yang akhirnya berujung kepada merenggut nyawa seseorang.

Itulah yang dilakukan pada zaman tersebut, termasuk dari Raja Hirodus, yang juga mempunyai konflik dengan para Nabi, ialah Nabi Yahya.

Raja Hirodus merupakan raja keturunan dari bangsa idumea. Beliau sendiri juga terkenal sebagai raja boneka, yang memiliki banyak istri, serta kekuasaannya yang cukup panjang, yakni sekitar lebih dari 5 tahunan lebih.

Bahkan dalam beberapa agama lain seperti agama Nasrani, mengatakan bahwa raja tersebut, sangat terkenal dengan perbuatannya yang mengakhiri hidup anak-anak di Betlehem.

Baca juga beritaku: Kisah Nabi Syuaib, Sejarah, 3 Mukjizat, Umat dan Keteladanan

Beliau lahir dan akhirnya memeluk agama Yahudi kala itu, hal ini tersebab ada sebuah peristiwa yang membuat bangsa idumea tidak lagi menguasai wilayah bernama Yudea.

Dan memaksa mereka untuk beralih beragama Yahudi, agar mereka tetap ada, dan tinggal di tempat tersebut. Dan para bangsa idumea pun akhirnya dibawa ke tempat warga idumea, yang juga memeluk agama Yahudi.

Hingga pada titik tersebut, menjadi alasan beliau menjadi seorang raja, dan menaklukan berbagai wilayah yang ada, guna memperluas wilayah otonmnya, begitu juga dengan Yudea, tempat dulu ia tinggali.

Namun belum ada kesepakatan pasti apakah dalam memerintahkan wilayah Yudea, daripada jumlah masa pemerintahan beliau pada wilayah tersebut.


Anak Tiri dari Raja Hirodus

Ilustrasi anak tiri raja yang sedang menari (Foto: wol.jw.org)

Namun, dalam perjalanan beliau memerintah, terdapat salah satu hal, yang mana beliau memiliki anak tiri bernama Salome.

Salome sendiri adalah putri daripada Herodias, yang pada waktu itu menikah dengan Hirodus Filipus. Lalu setelah usai dengan Hidorus Filipus, Heridoas menikah dengan Hirodus Antipas, atau Raja Hirodus yang Agung.

Dalam kisah kitab Injil, mengatakan bahwa Herodias adalah wanita yang mempunyai hati yang sangat busuk. Hal tersebut merujuk kepada dirinya yang memerintahkan Salome, untuk meminta kepala daripada Yohanes Pembaptis.

Saat itu Salome adalah seorang anak putri yang masih dalam usia sangat muda, namun untuk umurnya sendiri tidak begitu jelas tercantum.

Hingga peristiwa tersebut akhirnya terjadi, dan Hirodus sendiri yang memerintahkan. Hal tersebut merujuk kepada Salome yang mengatakan untuk meminta kepala Yohanes Pembaptis, saat setelah ia melaksanakan tarian pada hari ulang tahunnya.

Maka dalam kitab injil, kisah itu tertera dalam kitab mereka. Dan menganggap bahwa perbuatan tersebut sangat keji, dan tidak patut untuk ditiru.


Keinginan Menikah dari Raja Hirodus

Perlakuan sang Raja terhadap wanita (Foto: idntimes.com)

Dari kejadian tersebut pula, kita dadpat mengetahui bahwa Raja Hirodus merupakan raja yang selalu berkeinginan untuk menikah, juga mempunyai sistem pemerintahan yang tidak begitu baik.

Dalam berbagai literatur yang ada, bahkan ada yang mencantumkan nama-nama daripada istri dari Raja Hirodus tersebut.

Belum juga dengan beberapa kisah tersendiri dari mereka, sehingga membuat hal tersebut memberikan gambaran bahwa istri dari beliau bisa lebih dari 10 istri.

Baca juga beritaku: Kisah 6 Mukjizat Nabi Ilyas

Contohnya seperti dalam kisah pada masa tersebut, Raja Hirodus sangat menginginkan ia untuk menikah dengan Mariamme I, yang mana kala itu Mariamme masih muda, dan cantik.

Dan untuk melangsungkan pernikahannya dengan Mariamme I, beliau mencampakkan istri sahnya bernama Doris, yang telah mendapat karunia seorang anak laki-laki berusia remaja, bernama Antipatros.


Pertentangan Nabi Yahya dengan Raja Hirodus

Ilustrasi Nabi Yahya AS (Foto: islami.co)

Itulah beberapa hal tentang Raja tersebut, dalam sebuah alkitab di agama Nasrani. Hal ini juga sama dengan agama Islam, namun sedikit berbeda dengan yang sebelumnya.

Hal ini merujuk kepada sebuah perselisihan antara Nabi Yahya dengan Raja tersebut. Kita sangat paham betul bahwa Nabi Yahya, adalah anak daripada Nabi Zakaria, yang Allah karuniakan kepada keluarga beliau.

Nabi Yahya mempunyai kepribadian yang sangat baik, cerdas, bahkan sangat menyayangi sesama makhluk Allah seperti hewan dan sejenisnya.

Hingga pada waktu ia sudah saatnya mendapatkan wahyu dari Allah, memerintahkan beliau untuk menyerukan agama yang baik kepada Bani Israel.

Melihat sebuah persitiwa tersebut, serta efek yang ada, membuat Raja tersebut sangat marah kepada Nabi Yahya. Hingga ia pun berinisiatif untuk meminta pendapat daripada Nabi Yahya.

Hal tersebut menyangkutnya yang ingin menikah dengan anak tirinya, yakni anak perempuan daripada Herodias. Dengan sangat tegas, Nabi Yahya mengatakan tidak kepada Raja Hirodus yang Agung tersebut.

Mendengar hal tersebut, Raja yang Agung tersebut sangat marah, dan akhirnya memerintahkan panglimanya untuk mengurung Nabi Yahya dalam penjara.

Hal tersebut pun mendapat dukungan daripada anak tirinya tersebut, yang juga tidak suka dengan Nabi Yahya. Lalu ia meminta kepada Raja yang Agung tersebut untuk meminta kepala dari Nabi Yahya.

Hingga pada akhirnya hal tersebut terjadi. Meski demikian, sungguh petaka bagi mereka yang menyiksa dan membunuh Nabi Yahya.

Mereka tidak pernah tahu bagaimana azab yang Allah berikan kepada mereka akhirnya. Hal ini pun tercantum dalam al-Qur’an yang artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh Nabi tanpa ada hak (alasan yang benar) dan menyuruh membunuh manusia yang berbuat adil, sampaikanlah kepada mereka kabar gembira, yaitu azab yang sangat pedih… Qs Ali-Imran: 21


Mukjizat Nabi Yahya

Mukjizat Nabi Yahya AS (Foto: harianaceh.co.id)

Terlepas dari hal tersebut, Nabi Yahya adalah Nabi yang mendapatkan banyak begitu cinta dan kasih sayang dari Allah serta sesama makhluk Allah.

Hal tersebut merujuk kepada mukjizat yang Allah berikan kepada beliau. Yakni rasa kasih sayang sangat teramat kepada sesama makhluk Allah.

Seperti burung, binatang-binatang buas, hingga kepada benda mati seperti gunung serta bukit, yang juga selalu menyayangi beliau.

Hingga suatu kisah yang mana beliau melihat seekor unta yang sedang mengalami penyiksaan, yaitu mendapat lemparan dari teman-temannya.

Lalu dengan bijak Nabi Yahya menasehati teman-temannya untuk stop melakukan hal tersebut. Karena unta juga merupakan ciptaan Allah, sehingga tidak seharusnya kita sesama makhluk-Nya melakukan hal tersebut.

Baca juga beritaku: Kisah Nabi Ibrahim, Percabangan 2 Versi, Keturunan dan Keteladanan

Anak-anak tersebut pun berhenti melakukannya, dan dari peristiwa tersebut Nabi Yahya mendapatkan kasih sayang yang sangat besar dari unta tersebut.

Adapula mukjizat lain yang Allah berikan. Ialah kecerdasan Nabi Yahya, yang dapat menghafal dan mengerti isi dari Kitab Taurot dengan mudah, sedari kecil.

Yang mana hal tersebut akan menjadi bekal baginya suatu saat nanti ketika beliau mendapatkan mandat untuk menyebarkan ajaran Allah yang baik.


Akhir Kisah Nabi Yahya

Nabi Yahya yang berakhir di tangan Raja Hirodus
Akhir cerita Nabi Yahya AS (Foto: sangguruofficial.id)

Kembali kepada perselisihan beliau dengan Raja Hirodus, yang akhirnya membuat dirinya terkurung dalam sebuah penjara, dan menghukum beliau dengan memenggal kepala beliau.

Tanpa sebab, bahkan hanya atas dasar emosi belaka, Raja yang dianggap agung oleh para pengikutnya, seketika melakukan hal tersebut kepada orang yang ingin berbuat adil dan menghindarkan diri dari siksaan Allah.

Saat meninggal dunia, Nabi Yahya masih dalam usia yang sangat muda, yakni sekitar umur 30-an tahun. Hingga dalam Al-Qur’an, menjelaskan bahwa Nabi Yahya akan mendapatkan kesejahteraan nantinya.

Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali..Qs Maryam: 15

Hikmah dari Kisah Perselisihan Nabi Yahya dengan Raja Hirodus

Hikmah dari kisah Nabi Yahya (Foto: blog.kitabisa.com)

Terlepas dari hal tersebut, ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil dari kisah tersebut. Yang bahkan hal ini seperti masih perlu untuk kita pelajari walau dalam keadaan era sudah modern seperti ini, antara lain:

Menaati Perintah Tuhan

Allah telah memperingatkan kepada kita untuk melaksanakan semua perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Bahkan hal tersebut mungkin sudah hafal hingga pada diluar kepala.

Menyayangi Sesama Makhluk-Nya

Dari Nabi Yahya, kita dapat mengerti bagaimana semua makhluk Allah sangat menyayangi beliau, yang mana merujuk kepada perlakuan dari Nabi Yahya kepada sesamanya.

Memperlakukan Wanita dengan Baik

Hal ini terlihat dengan Nabi Yahya yang sangat menentang dari keinginan raja tersebut. Wanita bukanlah benda yang dapat ia nikahi dengan mudah.

Mereka juga makhluk yang memiliki hati nurani, prinsip dan sikap. Dan tidak selamanya sebuah pernikahan itu dapat sah secara personal. Ada aturan tersendiri dalam memandang sebuah pernikahan.

Hingga kepada aturan siapa saja yang tidak boleh ia nikahi, entah perempuan ataupun laki-laki. Bukankah Agama Allah sudah sangat jelas memuliakan makhluk ciptaan-Nya?

Penutup

Itulah beberapa pembahasan tadi di artikel hari ini. Dari beberapa pembahasan tersebut, semoga menjadi pembelajaran kepada kita agar menjadi insan manusia yang lebih baik.

Menyayangi sesama makhluk hidup yang dicontohkan oleh Nabi Yahya. Lalu menghindarkan diri dari pelanggaran aturan agama, yang sudah terinterpretasikan oleh tentangan Nabi Yahya.

Juga dengan menghindarkan diri dari perbuatan keji yang dilakukan oleh Raja Hirodus, yang selalu ingin menikahkan dirinya dengan para wanita, tanpa melihat bagaimana hati dan perasaan wanita yang telah ia nikahi sebelumnya.

Sekian, semoga menginspirasi.

Daftar Pustaka

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Herodes_yang_Agung
  2. https://artsandculture.google.com/entity/m01hr_9?hl=id
  3. https://www.wikiwand.com/id/Kematian_Yohanes_Pembaptis
  4. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200515044127-289-503569/kisah-nabi-yahya-as-menentang-pernikahan-yang-tak-halal
  5. https://tirto.id/kisah-teladan-nabi-yahya-as-cerdas-di-usia-belia-dan-hafal-taurat-gbVM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *