50 Pengurus KKB Kutai Timur DiKukuhkan, Bupati : Kalau Tinggal di Kutai Timur Maka Sudah Jadi Warga Kutai Timur

02/12/2019-Beritaku, Feature, Sorot-221 dilihat

Beritaku.Id, Sangatta – Kita jangan sampai kagum pada bayangan kita sendiri, kadang-kadang bayangan itu tinggi besar jika matahari condong, padahal tubuh kita sebenarnya tetap kecil (Putu Wijaya). KKB berjaya di Kalimantan, Senin 2/12/2019.

Bertempat di Buana Mekar, Sangatta Kutai Timur, pada Ahad, 1 Desember 2019 malam, pakaian serba hitam-hitam dengan Passapu memasuki ruangan, kapasitas ruangan untuk 200 orang tersebut menjadi meriah.

Pukul 20.15. Bupati Kutai Timur, Ir.H.Ismunandar,MT bersama Ketua Umum DPP KKB (Drs H.Andi Badi Sommeng,M.Si) bersama rombongan memasuki ruangan, tampak hadir Sekretaris Umum DR.Hendra Pachri,ST,M.Eng, Ketua Muh. Carda Patawari, Ketua Abdul Haris Awie, Sekretaris Ambo Marusu, Koordinator Departemen Bina Daerah Andi Baso Ryadi Mappasulle.

Berhenti sejenak menyaksikan tari penyambutan dan pengalungan bunga oleh Ketua DPC KKB Kutai Timur KH.Andi Abdul Rahman, S.Hi, M.Pd, bersama beberapa pengurus DPC. Dilanjutkan dengan Tari Tope Le’leng (Sarung Hitam).

Proses dipandu oleh MC Nahdlatunnisa, gadis yang masih berstatus mahasiswa tersebut dengan anggun menempati posisi panggung sektor kanan, mengarahkan acara. Gadis mungil aktifis PMII tersebut, dengan sesekali menebar senyum kepara hadirin, suara khas.

Sepatah kata panitia, oleh Andi Nasran, dalam pengarahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan swadaya panitia yang hanya beberapa hari bisa mensukseskan acara ini.

“Terima kasih kepada seluruh yang mendukung acara, termasuk para panitia kegiatan ini” Tandas Andi Nasran.

Model pelantikan DPP KKB

Proses pelantikan. Yang berbeda dari prosesi pelantikan KKB adalah pelantikan dengan menggunakan metode persidangan, Pimpinan Sidang pelantikan Abdul Haris Awie, dengan hentakan palu sidang yang menggemah, bersama candaan, memecah suasana prosesi pelantikan tersebut, semua pengurs DPP KKB diundang tampil kedepan.

“Bapak ibu pengurus, kami memohon maaf ketika bapak Bupati Bulukumba (A.M.Sukri A.Sappewali) tidak sempat hadir, karena kesibukan beliau di Bulukumba, berbeda dengan Bontang yang dihadiri beliau sebelumnya” Ungkap Awie, suasana berhenti sejenak, beberapa pengurus menatap dengan kosong, seakan kecewa.

“Namun jangan kecewa, sebab kami membawa kemari beberapa Pendiri DPP KKB, dan juga sekretaris umum hadir ditengah-tengah kita semua mendaampingi bapak ketua umum” tepuk tangan didalam ruangan disertai teriakan-teriakan riang peserta yang hadir.

Pembacaan SK Pengurus oleh Hendra Pachri, dilanjutkan dengan pengukuhan oleh Ketua Umum, disaksikan oleh Bupati Kutai Timur. Proses pelantikan selesai, pengurus dengan berjalan rapih serba hitam meninggalkan panggung, ada titipan program yang diberikan oleh DPP KKB kepada DPC KKB Kutai Timur, yakni proses pendataan (Perubahan data) kependudukan cacatan sipil warga Bulukumba, sebagai sesuatu yang prioritas.

Saat sambutan, dengan gagah berani, Ketua DPC KKB Kutai Timur, KH.Andi Abd. Rahman menyampaikan bahwa prinsip yang dimiliki orang Bulukumba adalah sipakatau (saling menghargai sesama manusia), lelaki yang sebentar lagi bergelar doktor tersebut, dalam setiap ungkapannya dalam sambutan mendapatkan tepuk tangan dari pengunjung yang hadir.

Selanjutnya Ketua Umum DPP KKB, Andi Badi Sommeng memberikan pesan kepada pengurus untuk senantiasa membangun sinergitas dengan daerah lain. “Kita bisa berasal dari suku yang berbeda tapi kira harus saling menghargai satu sama lain” jelas Andi Badi.

Bupati Kutai Timur, dalam awal sambutan menyampaikan, dengan posisi mic yang berjarak dengan posisinya, sayup terdengar sambutan Bupati, dalam penekanannya menyampaikan mengutip pribahasa orang Makassar.

“Pak Andi Rahman, anjarimako jarung, inakke anjari bannang (Kamu jadi jarum, saya akan jadi benang. Maknanya silahakn anda didepan, dan saya akan ikut denganmu). Bupati Kutai Timur tersebut memberikan penegasan, bahwa memang asal kita boleh berbeda, namun jika sudah masuk di Kutai Timur, secara otomatis telah menjadi warga Kutai Timur (bukan lagi warga Bulukumba), disambut tepuk tangan oleh para hadirin.

Dewan Adat Dayak nampak hadir, paguyuban Pinrang, Soppeng, Wajo, Sinjai, dan beberapa paguyuban nampak hadir, termasuk DPC KKB Bontang yang terlantik minggu lalu nampak dilokasi acara dengan beberapa pengurus dari Bontang, diantaranya H.Suwardi, H.Rustam dan beberapa pengurus.

Acara ditutup pada pukul 23.00, dilanjutkan dengan acara foto barsama dengan pengurus dan beberapa warga yangmemadati lokasi acara.

Penulis: Walid
Editor:

PILIHAN Beritaku

Komentar