Rhizopora

Rhizophora Pelindung Pantai Dari Abrasi, 3 Jenis, dan Karakter Khasnya

Diposting pada

Abrasi seringkali terjadi pada wilayah pesisir pantai. Hal ini terjadi karena beberapa faktor yang mempengaruhi. Tanaman Rhizophora spp dapat menjadi salah satu solusi sebagai pelindung pantai dari abrasi. Tanaman ini terbagi ke dalam 3 jenis dengan karakter khasnya masing-masing.

Beritaku.id, Berita Budaya – Burung-burung menari kian kemari, mengepakan kedua sayap rapuhnya. Nada pilu yang menyayat hati terlantunkan dari paruhnya yang mungil. Tanpa arah dan terkikis asa. Menatap ombak dengan lembutnya mengecup pantai. Namun tanpa terasa kerasnya gelombang menjambak karang.

Oleh: Riska Putri(Penulis Berita Budaya)

Burung
Burung terkikis asa. Sumber Depositphotos

Butir demi butir pasir tersapu hanyut, meluluhlantakan cadas karang. Menjauh mengikuti desir gemuruh beralun, mencabut eratnya jalinan akar rerimbunan. Berusaha sekuat tenaga mencengkeram lengketan tanah, namun hanya mendapat naas. Keseimbangan yang telah terjalin lamanya, akhirnya harus terlumat jua. 

Sendu pilu menggores hati, mencacahnya menjadi ribuan keping. Kini burung-burung tersesat, tak punya tujuan. Sarang nya telah kandas terlindas gulungan ombak. Secara perlahan luluh, tumbang, dan meregang.

Mengapa manusia begitu kejam? Sampai hati mereka merungkah alam, merenggut tempatku berlindung” begitulah kepala burung penuh tanya. Kini mereka harus segera mencari tempat berlindung yang baru.

Tangan manusia begitu luar biasa. Jika kita menggunakannya dengan bijak maka terciptalah hal-hal yang baik. Namun jika tangan tersebut ringan menggores alam, maka malapetakalah sebagai hadiahnya.

Keserakahan manusia yang menggebu, penuh hasrat untuk menguasai alam. Membisikan ide-ide picik untuk merusak indahnya kehidupan semesta. Eksploitasi merajalela, salah satu korbannya adalah laut. Mengikis satu demi satu segala yang laut miliki. Menyebabkan ketidakseimbangan, dan akhirnya menyebabkan abrasi.

Artikel ini akan membantu kamu untuk memahami lebih dalam mengenai abrasi dan tanaman Rhizophora sebagai solusinya. Semoga dengan informasi ini, kita menjadi lebih peduli dan melindungi alam raya.

Definisi Abrasi Pantai

Abrasi merupakan pengikisan pantai yang bersifat merusak. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini terpacu oleh terganggunya keseimbangan alam yang terjadi di daerah pantai tersebut.

Abrasi
Abrasi. Sumber Republika

Tentunya banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya abrasi, antara lain:

1. Faktor Alam

Laut telah memiliki siklusnya sendiri. Pasang surut, arus ombak, serta gelombang air laut telah mempunyai guratan tugasnya masing-masing. Ketika musim tertentu, angina akan bertiup dengan sangat kencang. Menggiring gelombang dan arus laut menampar karang hingga terjadilah pengkikisan.

2. Faktor Manusia

Tangan usil manusia bisa menjadi salah satu penyebab abrasi. Eksploitasi menjadi kian merebak, ikan, terumbu karang dan juga biota alam lainnya terkeruk habis. Menyebabkan keseimbangan ekosistem laut terganggu, sehingga arus laut dapat langsung menuju pantai.

Abrasi yang terjadi tentulah menimbulkan beberapa dampak negatif. Tentunya hal ini sangat berpengaruh pada kehidupan. Dampak tersebut antara lain:

3. Penyusutan area pantai

Hantaman ombak dan arus laut yang terjadi secara terus menerus, mengakibatkan bebatuan dan tanah terpisah secara perlahan dari daratan. Hal ini membuat area pantai semakin waktu menjadi menyusut, akibatnya banyak pemukiman atau habitat hewan yang ikut terkikis.

4. Hutan Bakau rusak

Hutan Bakau telah kita ketahui telah menjadi tameng pelindung dataran dan sekitarnya dari hantaman ombak. Akan tetapi ketika abrasi terjadi maka hutan bakau akan menjadi rusak. Tentu hal ini pun berpengaruh terhadap ekosistem dalam hutan tersebut dan sekitarnya.

5. Hilangnya habitan flora dan fauna

Dengan terjadinya abrasi, berbagai macam flora dan fauna yang ada akan merasakan imbasnya. Terutama untuk ikan-ikan kecil akan kehilangan habitatnya. Dengan berkurangnya populasi ikan kecil tersebut, tentu rantai makanan yang terjadi pada ekosistem tersebut juga akan ikut rusak.

Baca Juga Beritaku: Kenali Hutan Indonesia: Nama, 5 Jenis, Ciri Dan Pohon

Pencegahan Abrasi

Sebagai manusia yang telah mendapatkan amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, seharusnya kita menyadari bahwa kita memiliki peran untuk melestarikan alam. Salah satu yang dapat kita lakukan adalah menjaga keseimbangan ekosistem laut. Adapun beberapa cara mencegah agar tidak terjadi abrasi antara lain sebagai berikut:

1. Melarang penambangan pasir

Kita harus bisa mendukung pemerintah daerah maupun pusat yang telah mengeluarkan suatu peraturan. Pada aturan tersebut tertulis adanya larangan kegiatan penambangan pasir wilayah pantai. Tentunya hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya abrasi. Jika pantai memiliki pasir dengan jumlah yang cukup banyak maka gelombang air tidak akan dapat menyentuh garis pantai.

2. Memelihara terumbu karang

Terumbu karang tidak hanya menjadi salah satu sumber keindahan laut. Namun memiliki peran sebagai pemecah gelombang dan ombak air laut. Dengan demikian, jika kita dapat memelihara terumbu karang, tentu hal ini dapat memperkecil terjadinya abrasi.

3. Melakukan penanaman pohon Bakau

Penanaman pohon Bakau ini tentu akan sangat membantu untuk mencegah terjadinya abrasi.

Saat ini sudah banyak sekali program-program yang telah pemerintah lakukan untuk penanaman pohon bakau. Biasanya program ini terlaksana dengan rutin dalam periode waktu yang telah ditentukan.

Rhizophora
Akar Rhizophora spp. Sumber Botany Photo of the Day – The University of British Columbia

Setelah dilakukan penanaman, tentu juga harus ada upaya perawatan agar mangrove dapat tubuh dengan subur dan dipastikan mampu menumbuhkan bibit tanaman yang baru.

Sementara itu, kegiatan itu program ini juga sangat tepat untuk memotivasi kepala daerah, individu, kelompok masyarakat, dan perusahaan untuk terus meningkatkan upaya-upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup.

Baca Juga Beritaku: Hutan Rawa: Definisi, Sebaran, dan 10 Karakteristik Jenis Pohon

Rhizophora Sebagai Pelindung Dari Abrasi Pantai

Layaknya tuan putri kerajaan yang memiliki ksatria sebagai pelindung, alam pun memiliki pelindung. Pelindung tersebut dapat terbentuk dengan bantuan tangan-tangan manusia. Penanaman semai Rhizophora spp dapat kita lakukan untuk melindungi keseimbangan ekosistem dan mencegah terjadinya abrasi.

Rhizophora spp lebih terkenal dengan nama tanaman Bakau. Mendominasi sebagian besar hutan mangrove dan tumbuh pada wilayah pantai landai dan berlumpur. Hutan tersebut selalu terkena pasang surut air laut.

Hutan  mangrove merupakan tempat tinggal yang cocok bagi banyak hewan seperti biawak, kura-kura, monyet, burung, ular, dan lain sebagainya. Selain itu juga merupakan ekosistem utama untuk mendukung kehidupan masyarakat wilayah pesisir dan lautan.

Ombak
Tamparan Ombak. Sumber Nusa Penida Explorer

Rhizophora spp telah menjadi pelindung dari ancaman abrasi. Mereka tumbuh dan berdiri tegak pada bagian paling depan yang berhadapan dengan laut. Tak gentar untuk melawan kerasnya tamparan ombak, membelahnya menjadi pencaran buih.

Dengan badannya yang besar lalu menjadi kesatuan, mereka menghalau ombak mencapai bibir pantai. Cengkeraman akarnya yang kuat, lebat dan padat dapat menyaring partikel-partikel pasir pantai. Menjaga agar pasir tersebut tidak tergoda bisikan gelombang air laut untuk terhanyut di dalamnya dan meninggalkan daratan.  

Baca Juga Beritaku: Akar Hutan Mangrove: Pengertian, Bentuk, Tipe Dan Jenis

Mengenal Ciri Akar Rhizophora

Bakau memiliki ciri-ciri khusus yaitu bentuk perakaran tunjang. Akar ini mencuat dari batang pohon dan dahan paling bawah serta memanjang ke luar dan menuju ke permukaan tanah.

Rhizophora spp memiliki ukuran akar yang besar dan merupakan bagian dari kelanjutan batang. Pada bagian akar utama tersebut terdapat banyak cabang akar yang berukuran lebih kecil. Akar tersebut dapat mempercepat penguraian limbah organik yang terbawa ke wilayah pantai.

Akar ini dapat memperkokoh tanaman agar tidak mudah rubuh. Selain itu dapat menyerap air dan unsur hara yang ada dari dalam tanah. Cadangan makanan yang tanaman perlukan juga dapat tersimpan pada akar tersebut. Selain tanaman, pohon ini juga memberikan zat makanan bagi hewan yang hidup di sekitarnya.

Akar tunggang cukup mudah kita kenali karena memiliki beberapa ciri khusus, yaitu:

  1. Terdapat pada tanaman dikotil (biji berkeping dua).
  2. Akarnya kuat untuk menopang berdirinya tanaman sehingga kokoh walaupun angin kencang menerjang.
  3. Memiliki akar primer
Rhizophora
Penanaman Pohon Bakau. Sumber DLH Semarang

Jenis Rhizophora

Rhizophora spp memiliki berbagai macam jenis dengan karakter ciri khas nya masing-masing. Beberapa jenis yang sering kita jumpai pada ekosistem mangrove di Indonesia, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Rhizophora apiculata

Jenis ini mempunyai nama lain yaitu bakau minyak. Penamaan apiculata ini berdasarkan bunga yang menempel pada apex (tangkai daun). Ciri khas dari apex tersebut adalah berwarna coklat kemerahan pada tangkai dan sisi bawah daunnya.

Biasanya bunga pada bakau miyak ini berkelompok menjadi dua-dua bunga. Memiliki daun mahkota yang gundul, berbentuk elips dengan ujung runcing dan berwarna kekuningan.

Selain itu, jenis Rhizophora apiculate ini juga memiliki hipokotil dengan panjang sekitar 18-38 cm. Hipokotil tersebut berwarna kemerahan atau jingga. Pada bagian leher kotiledon akan berwarna merah jika sudah memasuki usia matang.

2. Rhizophora mucronata

Bakau Kurap adalah nama lain yang lebih familiar kita kenal. Pemilihan nama tersebut terpicu karena bentuk kulit batangnya yang memecah datar dan berwarna hitam, sehingga terlihat seperti kurap.

Jenis ini merupakan jenis Rhizophora yang mudah dikenali karena memiliki beberapa ciri khas.

Propagulnya dapat mencapai panjang 70 cm dengan diameter 3-4 cm. Hal ini membuatnya menjadi propagul yang paling panjang jika kita bandingkan dengan jenis yang lain. Selain itu, pada propagule tersebut memiliki bintil-bintil yang menjadikan permukaannya kasar.

Bunga pada jenis ini berkelompok dan terdiri dari 4-8 kuntum. Memiliki daun mahkota berwarna putih serta berambut panjang hingga 9 mm. Buahnya berbentuk telur serta berwarna hijau kecoklatan dengan panjang sekitar 5-7 cm.

Seringkali kita dapat menemukan jenis ini berbaur dengan jenis Bakau Minyak. Namun, Bakau Kurap lebih tahan terhadap substrat yang lebih kuat dan berpasir.

3. Rhizophora stylosa

Tidak seperti kedua Rhizophora sebelumnya, jenis ini hanya dapat tumbuh hingga 10 m. Hal ini membuatnya terkenal dengan nama Bakau Kecil.  Merupakan pohon dengan satu atau banyak batang

Jenis ini memiliki bunga berkelompok, terdiri dari 8-16 bunga dalam satu tangkai. Karena memiliki jumlah bunga yang cukup banyak, maka bunga ini masuk kedalam katagori kelompok besar. Namun demikian, bunga ini memiliki ukuran kecil-kecil. Daun mahkotanya berwarna putih serta berambut panjang hingga 8 mm.

Buah dari jenis ini berwarna coklat dan memiliki ukuran yang kecil, dengan perkiran panjang hingga 4 cm. Memiliki hipokotil berbintil agak halus dengan ukuran sekitar 20–35 cm. Leher kotiledon akan berwarna kuning kehijauan ketika matang.

Bakau Kecil menempati habitat yang paling beragam. Mulai dari lumpur, pasir sampai pecahan batu atau karang. Dapat juga hidup di tepi pantai hingga daratan yang mengering. Terutama pada tepian pulau yang berkarang.

Tanamlah satu pohon bakau, ajaklah teman dan keluargamu. Maka sesungguhnya kamu telah menjadi bagian dari pelindung alam. Jagalah alam mu dengan baik. Maka alam akan memberikan beribu kali lipat manfaat untukmu.

Jika hal ini sulit untuk kamu lakukan, maka janganlah kamu rusak dengan tangan jailmu. Dan jika kamu tidak dapat menekan rasa serakah mu terhadap alam, percayalah alam akan memberikanmu malapetaka yang tidak akan kamu duga.

Daftar Pustaka

  1. Admin. 2020. Pengertian Abrasi – Faktor, Dampak, dan Cara Mencegah. https://materibelajar.co.id/pengertian-abrasi/
  2. Adminbp. 2020. Gerakan Penanaman Pohon Mangrove. https://www.balpos.com/gerakan-penanaman-pohon-mangrove
  3. Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut.  Pengenalan Jenis Tumbuhan Pada Ekosistem Mangrove. Https://Kkp.Go.Id/Djprl/Bpsplpadang/Page/1349-Pengenalan-Jenis-Mangrove
  4. Rizkakikaaa. Mengenal Rhizophora, Sang Mangrove Primadona. Https://Wanaswara.Com/Mengenal-Rhizophora-Sang-Mangrove-Primadona/
  5. Setiawan, S. 2021. Akar Tunggang Adalah. Https://Www.Gurupendidikan.Co.Id/Akar-Tunggang/
  6. Universitas Jember. 2018. Tanam Mangrove Melindungi Pantai Dari Abrasi dan Erosi. http://pasca.unej.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *