Suami Memilihkanku Kekasih
Ilustrasi Suami Memilihkanku Kekasih (Foto : Istimewa)

Suami Memilihkanku Kekasih, Sisi Lain Hukum Adat Berbicara

Diposting pada

Beritaku.Id, Lifestyle – Jika sejarah menjadi guru kebijaksanaan, tokoh sejarahlah yang mengkongkritkan keteladanan (Najwa Shihab) Rabu (14/8/2019).

Popularitas situs untuk mencari lelaki atau perempuan idaman lain semakin menanjak.

Bahkan, beberapa pengguna mengaku, berhubungan seks dengan orang lain membuat pernikahan mereka semakin bahagia. Jelas ini bukan budaya Makassar.

Fenomena ‘pernikahan terbuka’ (pasangan membolehkan pasangannya bercinta dengan orang lain) ini semakin populer Australia.

Semakin hari, semakin banyak yang menyatakan bahwa hubungan dengan pasangan semakin kuat setelah mereka berpniki (berselingkuh).

Suami Memilihkan Lelaki Lain

Kisah yang hampir tidak masuk akan, namun jadi kenyataan, suami memlih lelaki lain, untuk skeke (begitu-begitu) dengan istrinya.

Shella, bukan nama sebenarnya, menceritakan bahwa Suami Memilihkanku Kekasih baru untuk dirinya.

“Kehidupan seks dengan suami saya lebih baik setelah saya berhubungan dengan lelaki lain,” akunya.

Sang Suami Memilihkanku Kekasih pasangan, mengetahui betul hubungan sang istri dengan lelaki lain.

Shella dan suaminya selalu terbuka mengenai hal ini.

“Saya tidak ingin berbohong dan tidak ingin mencari seseorang di luar suami saya. Untuk itu, kami memutuskan untuk menggunakan situs kencan. Kami melakukannya bersama-sama,” ungkapnya.

Sang suami, mengetahui kisah ‘perselingkuhannya’ dari awal.

Bahkan, suami juga mengetahui dan membaca semua surat elektronik dari ‘kekasih’ baru Shella dan sebaliknya.

Mereka selalu berdiskusi tentang apa yang sudah dirinya lakukan dengan lelaki lain itu.

Ia mengatakan, dirinya dan Paul—bukan nama sebenarnya— telah menikah lebih dari 30 tahun, memiliki anak dan memiliki kehidupan seks yang menyenangkan.
Lalu, suaminya tertarik untuk melakukan ‘petualangan’ lain yang melibatkan istrinya dengan orang baru.

Mereka percaya, dengan kejujuran dan keterbukaan, hal ini tidak akan menghancurkan hubungan pernikahan mereka.

“Komunikasi yang baik adalah kuncinya,” katanya.

Pasangan ini menggunakan situs AshleyMadison.com (jangan mencoba membuka situs ini, sebab bisajadi situsnya telah terblokir) untuk menemukan pasangan Shella.

Suami memilih seorang lelaki lain tersebut juga diketahui sudah menikah.

Sebelum bertemu keduanya berkomunikasi terlebih dahulu melalui surat elektronik.

Merasa cocok. keduanya sepakat bertemu di sebuah kedai kopi dan mengatur pertemuan selanjutnya di tempat yang lebih pribadi.

“Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, saya bercinta dengan orang lain. Saya merasa seperti remaja lagi,” ujarnya.

Pasangan ini ternyata bukan satu-satunya.

Ada juga pengakuan dari Joe—bukan nama sebenarnya— yang melakukan hal serupa.

“Saya telah menikah selama 20 tahun dan kami akhirnya memutuskan untuk mengeksplorasi pernikahan terbuka,” katanya.

“Kami jujur dan memberi batasan yang jelas dan selalu berkomunikasi dengan baik.”

Ia mengaku hasilnya sungguh di luar dugaan. Dirinya dan sang istri merasa semakin bergairah satu sama lain.

Bahkan, ketertarikannya kepada sang istri semakin bertambah sejak istrinya bercinta dengan orang lain.

“Variasi adalah sesuatu yang menyenangkan,” ungkapnya.

Situs AshleyMadison (Apakah situsnya terbuka?) sendiri terus memiliki jumlah anggota yang bertambah. Saat ini mereka memiliki anggota sebanyak 30 juta dari seluruh dunia.

“Orang-orang menjadi pniki (berselingkuh) karena beragam alasan. Tidak ada pendekatan tunggal untuk hal ini. Bagaimana pun, kami sering mendengar dari anggota bahwa mereka mencari affair bukan karena tidak lagi mencintai pasangannya, tetapi percintaan mereka kurang bergairah,” ujar pendiri AshleyMadison, Noel Biderman kepada news.

Uniknya suami memilih lelaki lain, Biderman sendiri mengaku setia pada istrinya dan ia akan sedih jika sang istri melakukan ‘perselingkuhan’ dengan orang lain.

Berita Lainnya Hukum adat, pasangan selingkuh dihanyutkan ke laut

Pasangan selingkuh, warga Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Mamuju, harus menerima hukum adat. Mereka dihanyutkan ke laut, setelah sebelumnya diselesaikan secara hukum adat.

Pasangan selingkuh yang disebut-sebut Su dan Ud itu diketahui telah melanggar tatanan sosial dan hukum adat masyarakat setempat.

Ud adalah istri dari adik kandung Su. Keduanya ketahuan berselingkuh setelah Ud dipastikan hamil delapan bulan. Banyak rumor yang berkembang terkait perselingkuhan itu. Salah satunya disebabkan oleh suami Ud yang selalu lama melaut, sehingga membuka peluang perzinahan. Kekurangan ekonomi keluarga Ud menjadi penyebab lainnya.

Sebelum hukuman dilakukan Pemangku Adat, Umar G, dan beberapa tetua adat lainya menggelar ritual Tolak bala atau Tolak bala. Dalam bahasa Indonesia berarti semacam pembersihan kampung. Kemenyan dibakar dan doa-doa dipanjatkan.

Permohonan mereka adalah agar Desa Sumare tidak terkena azab. Selang beberapa saat kemudian, mereka menyembelih seekor kambing dan ayam jantan. Kemudian, sejumlah warga membuat rakit berukuran 1×1,5 meter berbahan gabus yang diikat sedemikian rupa dan dibawa ke tepi pantai.

Rakit inilah yang dipakai untuk menjalankan hukum adat pada Su dan Ud. Beberapa warga dilokasi saling berbisik. Mereka berpendapat bahwa hukum harus ditegakkan sebagai peringatan bagi warga lainnya. Atau bagi siapapun yang mencoba-coba melanggar norma sosial di Sumare.

Prosesi selanjutnya cukup membuat bulu kuduk berdiri. Warga dan tokoh adat menjemput pasangan mesum itu di rumah masing-masing. Tanpa ada perlawanan dari suami atau istri dan anak-anak mereka, keduanya digiring ke pantai. Dengan muka tertunduk, Su dan Ud langsung menuju rakit.

Pakaian mereka seadanya saja. Seperti yang dikenakan sehari-hari. Sejenak Su dan Ud menengok ke darat. Menatap keluarga masing-masing dan perlahan menaiki rakit. Ud tidak mampu menahan tangisnya. Sementara Su pucat dan sesekali menghela nafas.

Riak gelombang langsung menyambut keduanya dan membasah sarung yang dikenakan. Salah seorang tokoh adat memegangi rakit agar tidak segera hanyut. Sebab masih ada satu prosesi lagi yang harus dilakukan.

Dari balik kerumunan warga, seorang tokoh adat muncul. Dengan menggenggam gunting, dia menghampiri Su dan Ud yang sudah duduk di atas rakit. Pertama, dia mengelus rambut Ud. Kemudian menggunting beberapa helai rambut. Hal serupa dilakukan pada Su. Setelah berdoa, rakit didorong ke laut.

Sekitar beberapa saat rakit diterpa ombak kecil. Su dan Ud nampak bergegas melepas sarung dan baju, kemudian dilemparkannya ke laut. Ada warga yang berpendapat bahwa keduanya berusaha mengurangi beban rakit. Namun salah seorang tokoh adat mengatakan, mereka melakukan ritual membuang ‘kotoran’.

Apakah yang terjadi antara Su dan Ud? Tunggu kisah selanjutnya besok.

Bagikan Ke