tata cara dzikir thoriqoh

Tata Cara Dzikir Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah: 7 Trik

Diposting pada

Jenis dzikir itu bermacam-macam. Beberapa diantaranya adalah thoriqoh qodiriyah Naqsabandiyah. Bagaimana tata cara dzikir tersebut?

Beritaku.Id – Berita Islami. Islam tidak mempersulit umatnya dalam hal beribadah. Mereka bisa mengingat Allah kapanpun dan dimanapun melalui metode dzikir. Seperti apa dzikir tersebut?

Oleh Tika (Penulis Berita Islami)

Tata Cara Dzikir Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah

Dzikir adalah mengingat, melafalkan, dan menyebut Allah. Dari sekian banyak macam-macam dzikir, diantaranya adalah dzikir Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah.

Adapun tata cara dzikir tersebut adalah:

Sebelum memulai dzikir, kita harus melakukan beberapa ritual terlebih dahulu. kemudian baru melanjutkan dengan bacaan kalimat tauhid Laa Ilaa ha Illallaah.

Sekali tarekat adalah dengan dzikir khafi atau diam dalam hati. kemudian, yang membedakannya dengan dzikir lainnya adalah terkait jumlah hitungan.

Jumlah hitungan pada dzikir ini lebih banyak dari dzikir lainnya.

Memulai dengan dzikir ism Al dzat yaitu mengingat yang haqiqi. Ucapkan berulang kali bahkan hingga ribuan kali dengan memusatkan pikirna hanya pada Allah.

Melanjutkan dengan dzikir Tauhid dengan pengaturan nafas. Laa ilaa ha Illallaah dengan bayangan menggambar garis melalui tubuh.

Mulai dari pusar lalu ke hati dan ubun-ubun. Lanjut pada kata Ilaaha turun ke kanan hingga berhenti di bahu kanan.

Illa mulai turun melewati bidang dada hingga jantung. Kemudian saat menuju jantung kuatkan kata Allah dengan sekuat tenaga.

Intinya adalah untuk menghilangkan segala kotoran dalam hati.

Bagi pemula, terdapat beberapa tingkatan:

Tingkat dzikir Mukasyah

Menyebut nama Allah dalam hati sebanyak 5000 kali dalam sehari semalam. Laporkan pada mursyid atau syekh mengenai hal ini sehingga kelak dzikir akan ditambahkan.

maqam pertama adalah sebutan bagi dzikir sebanyak 5000 hingga 6000 kali sehari semalam.

Tingkatan Lathifah

Jumlah dzikir pada tingkatan ini adalah 7000 hingga 11.000 kali dalam sehari semalam. Terbagi menjadi tujuh macam.

Mereka adalah hati, jiwa, nurani, kedalaman tersembunyi, nafs nothiqoh, akhfa, dan kuli jasad. artinya puncak tertinggi adalah sama dengan teknik mediasi.

Nafi’ Itsbat

Dzikir berganti menjadi Laa Ilaa ha Illallaah dalam setiap sendi.

Waqaf qalbi

Dzikir berpusat pada hati.

Ahadiah

masih termasuk dalam maqom ketiga.

Ma’iah

Tahlil

Di sinilah kita mendapat ijazah dan gelar khalifah yang bertugas untuk menyebarkan ajaran ini. Seluruh tubuh akan membentuk cakra sama halnya dalam teori yoga.


Apa Itu Dzikir Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah

Thoriqoh adalah dzikir. Tujuannya adalah untuk mengingat kebesaran Allah. Adanya kalimat-kalimat dalam dzikir membantu ajaran dzikir tersebut.

Ulama-ulama yang menganut paham Thoriqoh memiliki keyakinan bahwa segala gerak geriknya baik yang terlihat maupun tidak akan menjadi pengawasan Allah.

Seorang hamba yang benar tentunya adalah hamba yang selalu menghambakan Allah. Sebagaimana tertuang dalam Al Qur’an Surat Al Ahzab ayat 41.

Baca juga beritaku: Amalan Bacaan Al Matsurat: 2 Waktu Dzikir Pagi dan Petang

Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah dengan menyebut nama Allan sebanyak-banyaknya.

Jadi inti dari dzikir ini adalah menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya dengan peran serta seluruh anggota tubuh hingga menjadi sebenar-benarnya hamba Allah.


Apa Lafadz Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah

pertama-tama, dalam kitab Mambaul Fadloil menyebutkan bahwa awal mulanya adalah dengan membaca dzikir tauhid sebanyak 165 kali setiap selesai sholat lima waktu.

Lanjut dengan membaca lafadz Allah sebanyak 1400 kali setiap selesai sholat lima waktu.

Ada pula wirid khususy yang juga disebut wirid khatam. Ada pula Manaqib yang perlu dilakukan sebulan sekali atau setahun sekali.

Dalam sumber lain menyebutkan sebelum berdzikir, hendaknya membaca:

3X الهى انت مقصودى ورضاك مطلوبى, اعطنىمحبتك ومعرفتك ولا حول ولا قوة الا بالله العلى العظيم

kemudian memberikan Al Fatihah kepada Ahli Silsilah Thariqoh Qodiriah Naqsabandiyah.

lanjut dengan membaca al ikhlas 3x, al falaq 1x, dan annas 1x.

lalu membaca sholawat, ” Allaahumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadinnabiyyi ummiyyi wa ‘alaa aalihi washohbihii wasallam.

Istighfar sebanyak 3x.

Rabithah kepada Mursyud dengan membaca, ” Laa ilaa ha illallaah hayyu baaq, laa ilaa ha illallaah hayyu maujuud, laa ilaa ha illallaah hayyu ma’buud”.

membaca dzikir nafi isbat atau Laa ilaa ha illallaah sebanyak 165 kali.

Membaca الهى انت مقصودى ورضاك مطلوبى, اعطنىمحبتك ومعرفتك ولا حول ولا قوة الا بالله العلى العظيم 3×

Kemudian mengkonsentrasikan hati dan menenangkan diri dengan kedua bibir rapat dan direkatkan seperti orang meninggal.

merasa bahwa inilah nafas terakhirnya dan mengingat alam kubur serta kiamat.

Terakhir, membaca dzikir ismudz dzat yaitu lafads Allah sebanyak seribu kali.


Makna Dan Manfaat Dzikir Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah

Tata cara dzikir thoriqoh qodiriyah naqsabandiyah merupakan dzikir yang terikat dengan jumlah.

Pelaksanaannya tidak lepas dari mursyud dan murid. Sehingga tentu jika kita menggali manfaatnya adalah adanya hubungan silaturrahmi yang kuat.

Hadiah berupa surat Al Fatihah kepada seorang mursyid dari muridnya akan menjadi sebuah ikatan batin yang kental. Manfaat lainnya adalah tentu saja bertambahnya keimanan di dalam hati.

Namun tetap hubungan antar manusia memang terkadang lebih sulit dari lainnya. Jika ikatan antara guru dan murid tidak dapat terpisah maka kesannya seolah ketergantungan.

Murid tidak lagi menghamba pada Allah namun lebih kepada gurunya.


Syarat Sebelum Membaca Dzikir Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah

Pertama, seseorang yang ingin mulai berdzikir harus mendatangi seorang mursyid. Ia harud meminta ijin memasuki thoriqohnya. Setelah mendapat ijin barulah dzikir tersebut dapat berlanjut.

Kedua, melakukan mandi taubat yang berlanjut pada sholat taubat dan hajat.

Ketiga, membaca istighfar sebanyak seratus kali.

Keempat, melakukan sholat istikharah sebanyak satu kali atau lehih sesuai anjuran mursyid.

Kelima, tidur miring kanan menghadap kiblat sambil membaca sholawat nabi.

Selanjutnya adalah dengan berpuasa tidak memakan makanan yang bernyawa selama 41 hari.


Persyaratan dan Tata Cara Dzikir Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bacaan-bacaan terkait dzikir thoriqoh qodiriyah naqsabandiyah sebaiknya dan seharusnya dibaca setiap selesai sholat maktubah.

Dzikir ismudz ketika sudah bisa mencapai tingkat istiqomah setiap selesai sholat, maka lanjut latihan dengan sholat qiyamul lail serta dhuha.

Dzikir ismudz dzat juga dapat dilakukan dengan metode rapel (mungkin sedang berhalangan di satu waktu) sehingga membacanya menjadi 5000 kali.

Bagi yang sudah meningkatkan kemmapuan dalam berdzikir, maka membacanya sebanyak 7000 kali.

Sikap yang baik saat membacanya adalah dengan sikap duduk. Bisa duduk bersila, tawaruk maupun iftirasy seperti gerakan sholat.

Adapun bacaan-bacaan lainnya yang menunjang adalah tergantung dari tempat tarekat masing-masing.


Manfaat dan Keajaiban Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah

Bagi yang menjalankan, mereka akan merasa bahwa Allah begitu dekat dan senantiasa hadir dalam jiwanya.

jiwa menjadi lemah lembut dan penuh cinta kasih. Adanya ketabahan dan kesabaran yang lebih dan tentunya jiwa menjadi lebih sehat.

Merupakan kegiatan penebus dosa yang terbaik bagi pengikutnya. Akhir hayatnya menjadi husnul khotimah.

Terjalinnya silaturahmi yang cukup kuat dengan sesama anggota thoriqoh.

Banyak pengalaman yang menyebutkan jika dulu dirinya sering sakit-sakitan. Mereka memang mengetahui jika penyakit terberat adalah dari pikiran.

Dengan mengikuti dzikir thoriqoh mereka menjadi lebih sehat. Tidak hanya itu, mereka juga merasa memiiliki kemampuan untuk menganalisa sesuatu berdasarkan intuisi.

mereka juga mampu mengendalikan emosi negatif dalam diri. Mereka juga menjadi tergerak untuk menolong sesama melalui sedekah. Hal itu karena mereka terlatih untuk empati.

Masih banyak manfaat dari dzikir ini dan yang terpenting adalah mampu memperbaiki moral seseorang.

Amalan Dzikir Tertinggi

Sejujurnya tidak ada dzikir yang lebih baik atau kurang baik. Semua hanya terkait dengan keistiqomahan.

Jika kita mampu istiqomah melakukannya, insya Allah hati akan selalu merasa tentram. Baik itu dilakukan sendiri atau denagn metode talqin, semua berfungsi sama.

Tata cara dzikir Thoriqoh qodiriyah naqsabandiyah yang berfokus pada ajaran mursyid sama baiknya dengan kita yang berdzikir dengan kemantapan hati sendiri.

Memang banyak yang menilai jika jenis dzikir itu berada di tingkatan tertinggi karena telah berhasil membawa Allah dalam hati mereka.

Tidak sedikit dari mereka yang menangis kala berdzikir. Namun sekali lagi hal itu tidak bisa terlihat melalui kasat mata.

terkadang di saat sepertiga malam, dengan kesunyian yang mendalam, seseorang bisa menjadi lebih fokus dalam berdzikir.

Dengan dzikir tersebut mereka tidak lagi memikirkan tujuan untuk dirinya sendiri melainkan sudah merujuk pada kehadiran Allah.

memang dalam tingkatan sebuah dzikir ada yang bernama dzikir dari manusia ke manusia. jenis ini umumnya memiliki tujuan untuk dirinya sendiri.

Contohnya adalah mengharapkan dagangannya laris atau mendapat kedudukan yang tinggi di masyarakat.

Orang yang cenderung berada di level ini adalah mereka yang masih awam dan ingin memperdalam dzikir.

Tingkatan lainnya adalah dzikir kepada allah. Mereka merasa bahwa dzikir yang mereka lakukan akan sampai kepada Allah. tidak ada harapan-harapan khusus dalm dzikirnya.

Baca juga beritaku: Dzikir Qolbu Makrifat: 5 Jenis Bentuk Dzikir Lainnya

Mereka hanya ingin hati yang tentram dan menjadi lebih dekat dengan Rabbnya.

Jenis level dzkir lainnya adalah dzikir kepada diri sendiri. Ia berdzikir karena efek atas dzikirnya kepada Allah.

jadi mereka telah berada di level kekal karena Allah selalu ada dalam dzikirnya.

Penutup

Tata cara dzikir Thoriqoh hanyalah salah satu cara untuk mengingat Allah. Yang terpenting adalah niat kita dalam berdzikir.

Belum tentu seseorang yang mengikuti dzikir dengan pendampingan guru akan menjadi yang terbaik. Allah lah yang berhak menilai semua itu.

namun sebaiknya kita sebagai manusia mengingat Allah melalui cara-cara yang terbaik. Tidak ada salahnya kita berdzikir sambil memohon sesuatu pada Allah.

Bukankah Alalh menyukai hambaNya yang selalu meminta pada Nya? Dan ketahuilah jika ketika kita meminta, artinyta kita menjadi semakin dekat pada Allah.

Sekalipun hal itu tidak berlangsung secara langsung. Sudah saatnya kita mulai mempraktekkan dzikir dimanapun dan kapanpun.

Berharap Allah melindungi kita dan menuntun keimanan kita. berdzikir adalah salah satu ibadah dan doa yang tidak sulit karena terikat syarat dan rukun.

Oleh sebab itu sebaiknya kita tidak mempersulit diri sendiri dalam melakukannya. Mulai setelah sholat fardhu sedikit demi sedikit.

Kemudian lanjutkan saat sedang senggang maupun bepergian. In Syaa Allah kita akan terlatih untuk senantiasa berdzikir yang berimbas pada ketahanan emosi kita.

Wallaahu a’lam.

Bagikan Ke