Sahabat dan teman
Teman palsu (Foto: id.wikihow.com)

Sahabat dan Teman Real atau Palsu: 4 Ciri

Diposting pada

Manusia tidak lepas dari kehidupan sosial, Apa sih sebenarnya perbedaan, ciri, pengertian, cara menyikapi sahabat dan teman real atau palsu?

Beritaku.id, Beritaku– Hidup dalam kedamaian, kerukunan akan memberikan rasa kebahagian yang haqiqi. Terlebih lagi jika kita berada dalam lingkungan orang-orang terkasih, terpercaya dan menerima segala kekurangan diri kita tanpa fake.

Oleh: Sofiyani (Penulis Beritaku)

Artinya perilaku orang tersebut terhadap kita baik secara langsung ataupun tidak langsung sikap yang ia perlihatkan itu sama. Masing-masing individu pasti memiliki perkumpulan sahabat dan teman dalam lingkungan sosialnya.

kita tidak menyadari bahwa sahabat dan teman bisa saja menjadi seorang fake atau palsu. Ia berpura-pura berbuat baik kepada kita secara langsung, namun ketika kita tidak ada ia membicarakan keburukan kita terhadap orang lain.

Tentu ini, sangat sulit untuk membedakan sahabat dan teman palsu secara kasap mata. Dibutukan investigasi lebih dalam mengenai hal tersebut, bila perlu kita mengetahui sendiri perilaku dari sahabat dan teman yang palsu ini. 

Kenapa begitu penting kita mengetahui langsung tentang karakter orang-orang yang berada dalam lingkungan pertemanan ataupun persahabat. Untuk minimalisir salah menilai apabila hanya mendengar apa kata orang lain yang belum tentu kebenarannya.

Setiap orang berhak menilai dalam perspektif yang berbeda-beda. Nah, akan lebih real kita mengetahui, menyadari sendiri karakter sahabat dan teman yang real atau palsu. Hal tersebut akan menjadikan kita lebih selektif lagi dalam memilih lingkungan pertemanan lebih sehat.

Meskipun tidak mudah, namun jangan khawatir sebab artikel ini akan mengulasnya. Berikut ulasan mengenai pengertian, perbedaan, ciri-ciri dan cara menyikapi sahabat dan teman yang real maupun palsu.

Pengertian Sahabat dan Teman

Pengertian-sahabat-dan-teman
Pengertian Sahabat dan Teman (Foto : pinterest.com)

Dalam segi pengertian kedua perkumpulan ini mempunyai sudut pandang berbeda tentang makna, artinya. Persahabatan lebih dominan perkumpulan kecil yang terdiri dari beberapa orang yang sudah dianggap paling dekat dengan kita. Biasanya akan menghabiskan waktu bersama, saling percaya, saling membantu ketika berada pada posisi terluka atau kesulitan.

Sahabat tercipta atas dasar pertemuan intens, kesamaan hobi, keakraban satu sama lain. Membentuk persahabatan yang kuat harus memenuhi pendukung meliputi sikap baik, setia, jujur terhadap masing-masing. Kelengkapan faktor tersebut menjadikan kita lebih menikmati kebahagian dalam menjalin persahabatan.

Meskipun begitu dalam lingkungan persahabatan terdapat tuntutan dan keluhan dari setiap individunya. Hal tersebut justru membuat kita lebih memahami satu sama lain dalam situasi yang mereka alami.

Baca juga beritaku: Mahasiswi Tercantik Dan Berprestasi Dari 6 Kampus Ternama Indonesia

Sementara untuk pertemanan koneksi lebih luas dan tidak terikat mengharuskan kita selalu intens berjumpa. Umumnya, teman bisa dari berbagai kalangan, profesi yang mungkin berawal dari projec bareng, sekolah, perkumpulan organisasi dan lainnya.

Pada intinya teman adalah seorang yang memiliki satu hubungan baik dengan kita percaya dan bisa sebagai tempat berbagi cerita. Meskipun jarang ketemu hubungan pertemanan tetap terjaga, walaupun komunikasi bisa terhitung.

Perbedaan Sahabat dan Teman

Perbedaan-Sahabat-dan-Teman-jpg
Perbedaan Sahabat dan Teman (Foto : dpgmedia.nl)

Ada beberapa hal yang membedakan antara sahabat dan teman, jika kita melihat dengan jeli perbedaan itu akan tampak. Hal terpenting tidak semua teman adalah sahabat, begitu juga sebaliknya. Untuk mengenalinya artikel ini telah merangkum beberapa perbedaan sahabat dan teman yang mesti kalian ketahui, adalah.

Segi Gaya Bicara

Biasanya teman lebih jaim mungkin karena mereka merasa sungkan atau takut cara ngomong dapat melukai hati (tersinggung) lawan bicaranya.

Sehingga membuat mereka bersikap terbatas dan cenderung berhati-hati dalam bertutur kata, menjaga sifat asli didepan kita. Dengan alasan supaya tidak langsung menjauhi dan kita juga belum tentu bisa menerima kekurangan dan segala keanehan dirinya.

Kalau sahabat selalu bersikap apa adanya, entah itu saat nongkrong ataupun dalam keseharian. Mereka akan mengatakan sejujurnya tanpa kerahasian meski perkataan kadang terbilang cukup kasar. Bagi mereka itu adalah hal biasa bahkan normal salah satu faktor karena masing-masing sudah memahami kepribadian satu sama lain.

Unsur Kehadiran

Sahabat akan selalu bersedia meluangkan waktunya meski hanya sekedar bertemu dan nongkrong bareng membicarakan hal sepele. Hal ini membuat kita lebih terbuka menceritakan banyak hal kepada sahabat kita sendiri. Bukan hanya saat butuh tapi mereka juga ada setiap saat membutuhkannya.

Umumnya teman itu akan hadir ketika mereka sedang memerlukan sesuatu dari kita, saat kita merespon dan membantunya.

Setelah itu, mereka akan menghilang entah kemana. Jika kita sedang meminta tolong, teman cenderung bersikap tidak responsif terhadap masalah yang kita alami. Mereka hanya mementingkan dirinya tanpa ada feedback kepada kita.

Jumlah Anggotanya

Umumnya jumlah teman tidak terhitung atau saking banyak. Hal ini karena menjalin pertemanan lebih mudah daripada sahabat hanya bermodal tegur sapa ke siapapun kita bisa mendapatkan teman.

Namun, berbeda halnya dengan menjalin persahabatan tentu tidak gampang ketika mencari teman. Ada beberapa unsur pertimbangan sebelum seseorang memutuskan bisa bersahabat dengan kawannya. Hal ini menjadikan jumlah anggota dalam segi persahabatan tergolong sedikit hanya sekitar 2 atau 3 orang saja.

Semua itu, terbangun atas dasar kepercayaan untuk menjalin sahabat dan mampu menerima apa adanya dalam diri kita. Tentu sangat sulit mencari teman memenuhi unsur-unsur tersebut.

Sikapnya Terhadap Kita

Perbedaan selanjutnya teman lebih suka memuji dengan maksud tertentu. Mereka akan sering memuji kita apabila ada unsur sesuatu yang mereka inginkan dari kita, misalnya kita mendapatkan rezeki berlimpah.

Teman akan mencoba menghampiri dengan jurus rayu agar kita meminjamkan uang kepadanya. Atau bisa juga teman sering memuji kita hanya sekedar basa-basi tanpa ada serius untuk mengatakan hal tersebut.

Ini agak terlihat jahat namun, faktanya sahabat lebih sering membully. Meskipun begitu kalau sahabat ngomong tidak pernah berdusta dan mereka akan selalu jujur apa adanya.

Hal tersebut menjadi kelebihan sahabat yang berani mengkritik langsung apabila kita melakukan kesalahan. Itu tandanya mereka peduli mengenai apapun berkaitan dengan anggotanya.

Ciri Sahabat Palsu

Ciri-Sahabat-Palsu
Ciri Sahabat Palsu (Foto: elitedaily.com)

Meskipun kita merasa sudah dekat banget dengan sahabat namun, itu semua tidak menutup kemungkinan sahabat dan teman bersikap palsu. Entah karena berbagai faktor yang menjadikan mereka seperti berbeda 180 derajat dengan sebelumnya.

Terlihat menyeramkan jika mendapati sahabat dan teman palsu dalam lingkungan sosial kita. Bagaimana tidak kepercayaan kita selama ini kepadanya seakan rontok berkeping-keping karena sudah merasa terhianati olehnya.

Untuk itu, sebaiknya kita mengetahui apa saja ciri-ciri sahabat palsu agar kita bisa menjauhkan diri. Dan tidak terhasut oleh tipu daya, perilaku dan segala gaya bicara bertujuan menjatuhkan diri kita.

Sahabat Palsu Akan Bermuka Dua

Apabila mereka benar tulus menjalin persahabatan denganmu. Mengapa sahabat dan teman terlihat berusaha ingin menjelek-jelekan dirimu di belakang? Jika kita terus mengasumsikan sahabat dan teman palsu memang melakukan hal sama untuk semua orang.

Jika hal tersebut terjadi, maka mereka benar-benar tidak boleh menginginkan suatu sahabat sejati. Hal ini berbeda ketika kita peduli kepada seseorang, maka otomatis akan menyanjung ia depan orang lain. Selain itu, kita tidak akan berusaha membuat ia terlihat buruk malah untuk membuat ia tampak lebih baik depan orang lain.

Menjalin Persahabatan Bersyarat

Ciri lain sahabat dan teman yang palsu adalah mereka akan menjalin persahabatan atas dasar suatu hal tertentu (bersyarat). Contohnya, kita tidak akan menjadi bagian sahabatnya kecuali kita adalah orang kaya selevel dengannya.

Mereka hanya ingin menerima seseorang jika terlihat sepadan misal, mengenakan pakaian tertentu, dari keluarga tertentu dan lainnya sebelum berteman dan bergaul dengannya.

Jika ada seseorang yang meminta Anda untuk menjadi sesuatu selain jati dirimu sendiri dengan embel-embel persahabatan. Maka itu sama sekali bukan persahabatan sejati alias fake.

Sahabat Palsu Mereka Cenderung Bersikap Egois

Ciri yang paling umum ketika sahabat dan teman palsu hanya akan menghubungimu saat mereka membutuhkan sesuatu.

Mereka juga sangat jarang mengirim pesan ataupun bertelepon untuk alasan yang lain. Jika ada sahabatmu tiba-tiba menelpon, mengirim chat hanya sekedar menyapa dan bercerita, maka orang itu sama sekali bukan sahabat sejatimu.

Kemungkinan besar, orang tersebut hanya memanfaatkan Anda untuk beberapa hal yang menguntungkan baginya. Tipe sahabat ini termasuk mementingkan diri sendiri tanpa peduli dan berusaha lebih dekat dengan Anda.

Sahabat Palsu Berusaha Membuatmu Tidak Percaya Diri

Apabila sahabatmu selalu menghina bahkan meremehkan Anda terus menerus besar kemungkinan mereka bukan sahabat yang baik. Kadang orang yang tumbuh dengan kebiasaan buruk akan memiliki perasaan insecure. Beberapa dari mereka juga bisa melampiaskan rasa insecure kepada orang lain misalnya menghina kawannya.  

Mereka juga berusaha menjatuhkan rasa percaya dirimu dengan memberikan pikiran negatif padamu. Sahabat palsu akan melampiaskan semua masalah pribadinya pada orang sekitarnya termasuk Anda.

Cara Menyikapi Sahabat Palsu Dalam Pergaulan

Menyikapi-Sahabat-Palsu
Menyikapi Sahabat Palsu (Foto : thelist.com)

Setelah kita mengetahui ciri-ciri sahabat palsu, lantas bagaimana cara menghadapi tipe sahabat yang seperti ini. Berikut ada beberapa musti Anda lakukan secara tegas menyikapi persahabatan model begini, yaitu.

Bersikap Jujur Terhadap Diri Sendiri

Jangan terpengaruh untuk berbuat manipulatif seperti teman palsu Anda. Ketika dia berbohong, cobalah mengatakan sejujurnya tentang perasaanmu. Kalau menurutmu ia bukan sahabat yang baik, sampaikan kepadanya.

Apabila ia masih terus memperlakukan Anda semena-mena, tegaskan sikapmu atas perilaku mereka terhadap Anda. Lakukan tindakan secara tepat untuk menghadapi hal tersebut.

Menjaga Jarak

Atas apa yang mereka perbuat padamu, seharusnya hal ini dapat membuka pikiran dan mata Anda untuk bersikap tegas kepada sahabat palsu tersebut. Namun, apabila Anda memutuskan tetap menjalin tali silaturrahmi, bole saja. Tetapi dengan catatan tingglkan harapan kalau mereka bisa memperlakukan Anda seperti seorang teman.

Cara tepatnya dengan menghindari dan membatasi frekuensi bertemu sahabat palsu tersebut. Namun, jika tipe ini masih dalam lingkaran persahabatan Anda akan sulit melepaskan karena seringkali bertukar sapa. Untuk itu, menjaga jarak, mengurangi bercakap atau mendengarkan gosipnya sebaiknya Anda lakukan.

Jangan Terpancing Emosi Berlebihan

Memang kadang sikapnya membuat kita ingin mengatakan dengan emosi meledak-ledak. Cara terbaik untuk menghadapi sahabat palsu menjaga emosi kita ketika di depan orang ini.

Baca juga beritaku: Unsur Hara Untuk Tanaman: Pengertian dan 7 Cara Membuatnya

Bila perlu Anda pasang muka joker agar hawa negatif mereka tidak mempengaruhi pikiran dan hatimu. Jika sahabat palsu ini telah melakukan sesuatu yang melampaui batas kesabaran manusia biasa, sampaikan kepadanya.

Melakukan Investigasi

Mungkin ini membutuhkan sebuah usaha untuk mengetahui motif di balik sikapnya terhadap Anda selama ini. Jika sudah terkumpul bukti dan alasan sahabat palsu ini berperilaku seperti itu padamu.

Kemungkinan setelah itu, Anda lebih mengerti dia dan akhirnya mencari cara tepat untuk menghadapinya. Biasa dengan mengajukan pertanyaan kepada mereka tetap harus dengan sopan dan hormat.

Tinggalkan Sahabat Palsu

Jika Anda sudah berusaha memperbaiki hubungan persahabatan dengannya, namun ia tetap mengulangi kembali secara terus menerus.

Tegaskan sikapmu langsung saja tinggalkan dan berhenti berteman dengannya. Karena Anda tidak butuh orang toxic dalam kehidupan Anda, bebaskan dirimu dari lingkungan sahabat dan teman palsu secepatnya.

Daftar Pustaka:

  1. Definisi sahabat
  2. Ciri Teman Palsu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *