Tidak Bisa Mudik? Ini 23 Ucapan Lebaran untuk Orang Tua

Diposting pada

Tidak bisa mudik ketika lebaran tiba tentu saja membuat banyak orang khususnya para perantauan yang jauh dari keluarga dan orang tua merasa sedih.

Beritaku.id, LifestyleLebaran, istilah ini dikenal sebagai hari raya umat Islam setelah menyelesaikan puasa Ramadhan sebulan penuh. Saat lebaran atau Idul Fitri Indonesia memiliki beberapa tradisi unik. Salah satunya mudik.

Oleh: Angger Dhestyasari (Penuis Lifestyle)

Sejarah Mudik di Indonesia

Mudik dalam bahasa Indonesia mendapat sinonim “pulang kampung”. Meski begitu, etimologi dari mudik masih simpang-siur.

Ada yang mengatakan berasal dari kata Betawi “udik” yang berarti kampung. Serta ada yang meyakini bila mudik berasal dari singkatan “mulih disik” dalam bahasa Jawa Ngoko yang berarti pulang dulu.

Terlepas entah dari mana asal katanya, ternyata praktik mudik telah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Melansir dari Kompas.com, pada zaman itu kekuasaan Majapahit sampai ke semenanjung Malaya. Sehingga pihak kerajaan akan menempatkan pejabatnya di wilayah yang jauh.

Pada waktu tertentu mereka akan pergi ke pusat kerajaan untuk menghadap sang Raja. Hal inilah yang dikaitkan dengan istilah mudik. Menurut Silverio Raden Lilik Aji Sampurno, Dosen Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, mudik juga dilakukan oleh pejabat Mataram Islam.

Mudik Mulai Populer di Indonesia sekitar Tahun 1970

Namun, baru pada tahun 1970 istilah mudik populer. Pada tahun itu, Jakarta dianggap sebagai kota uang paling maju.

Sehingga banyak sekali perantau yang melakukan urbanisasi ke sana.

Maka dari itu, ketika mereka pulang ke kampung halaman terciptalah istilah mudik.

Tahun 2020 kemarin, karena virus Covid19 yang menyebar ke seluruh dunia. Tradisi mudik ini sempat dilarang oleh pemerintah.

Demi upaya pencegahan penyebaran virus Covid19 supaya tidak semakin meluas.

Namun, tahukah kamu jika ternyata dulu pemerintah Indonesia juga sempat beberapa kali memberlakukan larangan mudik?

Terlansir dari Merdeka.com, pada tahun 1946 kondisi politik Indonesia setelah perang dunia kedua masih kurang stabil.

Sehingga pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan mudik.

Lalu di tahun 1962, ini terjadi karena pemerintah sedang memusatkan perhatian pada pembebasan Papua Barat.

Bahkan setelah sholat Idul Fitri, Presiden Soekarno, membuat amanat di halaman Istana pada 8 Maret 1962. Itulah sejarah singkat dari mudik.

Sampai sekarang mudik masih menjadi tradisi yang dinantikan bagi para perantau.

Terutama yang sudah lama tak pulang kampung, karena tidak ada jatah libur atau masih mengumpulkan uang.

Nah, bagi kamu yang tahun ini masih belum juga bisa pulang kampung. Ini ada 23 ucapan lebaran untuk orang tua beserta puisi sebagai tanda sayang meski tak bisa pulang.

Baca Juga Beritaku: Ini Tips Mudik Jitu Ala Camat Makassar

Tak Bisa Mudik? Berikut Kata-kata lebaran untuk yang jauh dari orang tua

mudik
mudik adalah kegiatan tahunan di Indonesia

Tak bisa pulang kampung, bukan berarti tak bisa menunjukkan rasa sayang dan bakti pada kedua orang tua.

Dari kejauhan pun bisa kok menunjukkan rasa sayang. Ini karena kemajuan teknologi yang pesat.

Ya, meski sekarang bisa melakukan panggilan video jika kangen dengan orang tua.

Namun, biasanya itu kurang berkesan. Mumpung berada jauh dari mereka. Lebih baik kirimkan saja kata-kata yang indah. Lagi pula apa kamu pernah mengatakan sayang pada mereka?

Kumpulan Ucapan Lebaran Untuk Orang Tua

Kalau belum pernah, inilah waktunya! Berikut ini kumpulan 23 ucapan lebaran untuk orang tua yang penuh kata-kata manis

Ungkapan Kesedihan Seorang Anak Yang Tidak Bisa Pulang

  1. “Ayah dan ibu, Ramadhan telah usai. Takbir telah berkumandang sejak semalam. Sayangnya lebaran kali ini aku masih belum bisa pulang. Maafkan kesalahan anakmu. Semoga bisa berjumpa segera, aku sayang kalian.”
  2. “Tajamnya ucapanku mungkin membuat luka. Angkuhnya sikapku mungkin membuat sakit. Buruknya tingkahku mungkin membuat hati sedih. Namun, di hari ini anakmu ingin memohon atas segala kesalahan itu. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Ibuk dan Bapak!”
  3. “Hari ini aku masih saja membuat sedih. Tak bisa pulang dan masih teronggok di pulau seberang. Ragaku memang tak bisa datang. Namun, hatiku akan selalu terbang pulang. Lewat tulisan ini aku mengirikan hati dan permintaan maafku. Juga ucapan; Selamat Hari Raya Idul Fitri serta aku sayang kalian.”

Kerinduan Seorang Anak Terhadap Suasana Rumah

  1. “Angin malam menerbangkan kumandang takbir hingga telingaku. Membuatku merindu suasana ramai dan gembira di rumah. Juga rindu masakan Ibu, rindu berbincang dengan Ayah. Sayang keadaan menahanku pulang. Hingga hanya mampu mengirimkan pesan: Selamat Hari Raya Idul Fitri dan mohon maafkan kesalahan-kesalahan anakmu ini.”
  2. “Malam takbir merayuku, Ibu. Menyuruhku mengingat masakanmu. Sholat Idul Fitri juga merayuku, Ayah. Menyuruhku mengenang petuahmu. Lebaran kali ini pun aku ingin pulang agar tak ada yang merayuku. Namun, keadaan tak berkata demikian. Maafkan dan terimalah pesanku yang dengan segenap hati ingin mengucapkan, selamat hari kemenangan, aku sayang kalian.”
  3. “Kumandang takbir dan sholat Idul Fitri usai. Aku ingat rutinitas di rumah. Meminta maaf sambil berpelukan. Tahun ini tentu akan berbeda. Aku harap tulisan ini menjadi perwakilan diriku dan bisa memeluk hati dengan hangat. Aku sayang kalian, selamat lebaran, serta mohon maaf atas semua kesalahan.”
  4. “Ingin melangkah pulang. Namun, terhalang lautan. Aku mencoba terbang, tapi lupa aku hanya manusia. Jadi, kuterbangkan saja sebuah pesan. Bila aku rindu kalian, aku sayang kalian. Serta Selamat Hari Raya Idul Fitri dan anakmu ini memohon ampunan.”

Baca Juga Beritaku: Hadapi Masa Mudik Lebaran, Pj Walikota Makassar Ingatkan Beberapa Hal Ini

Ucapan Maaf Karena Tidak Bisa Pulang

Momen Lebaran
momen lebaran sejatinya adalah momen untuk berkumpul bersama keluarga
  1. “Hatiku bergetar mendengar gema takbir bersahutan. Kerinduan dalam dada keluar, membuatku ingin sekali pulang. Lagi-lagi keadaan menjadi penghalang. Maaf, Bu, Yah, tahun ini tak bisa pulang. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf atas kesalahan yang pernah anakmu ini lakukan”
  2. “Kemarin aku berjanji akan pulang. Namun, lagi-lagi teringkari. Mungkin sekarang hati kalian kecewa. Maaf. Sebagai penggantinya aku mengirimkan pesan ini yang kutulis dari dalam hati. Aku sayang kalian, semoga tetap sehat. Selamat hari lebaran dan maafkan kesalahan anakmu ini. Semoga besok segera bisa pulang.”
  3. “Sebelum Ramadhan aku berjanji akan pulang. Namun, setelah usai aku masih duduk diam di kota orang. Maaf karena lagi-lagi membuat kebohongan. Aku pun ingin pulang, tapi keadaan menjadi penghalang. Jadi lewat ini kusampaikan perasaan sayang. Serta ucapan, Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maafkan anakmu yang masih di perantauan.”
  4. “Ayah, Ibu, apa kalian merindukanku? Aku pun merindukan kalian. Maaf tak bisa pulang. Namun, meski jarak jadi penghalang pertemuan tapi rasa sayang akan selalu terbang ke sana. Meski ragaku tak pulang, semoga tulisan ini bisa mengobati kerinduan. Selamat Hari Raya Idul Fitri dan dengan ini anakmu memohon dimaafkan.”

Ucapan Yang Dibumbui Kata-Kata Puitis Membuat Hati Pembacanya Akan Bergetar

  1. “Sebenarnya aku ingin membuat sajak pelepas kerinduan. Sayang aku tak pandai bermain rima. Hanya ini saja, Buk, Pak, aku sayang kalian. Maafkan segala kesalahanku dan Selamat Hari Raya Idul Fitri.”
  2. “Aku adalah orang yang kaku dan pemalu. Juga agak kikuk bila harus mengatakan, aku sayang kalian. Namun, kali ini kuberanikan. Sebab di perantauan aku sangat merindukan kalian dan tahun ini tak bisa pulang. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Buk, Pak. Mohon maafkan kesalahanku.”
  3. “Keheningan setelah sholat Idul Fitri mengusik kalbuku. Aku rindu akan rumah, rindu Ibu, pun dengan Ayah. Namun, harus kutahan demi masa depanku dan kebanggaan kalian. Dengan tulisan ini kuharap rindu ini tersampaikan. Selamat lebaran, aku sayang kalian, dan maaf atas kesalahan yang pernah kulakukan.”
  4. “Rindu ini membuncah. Namun, masih belum waktunya pulang. Aku harus kuat demi kalian. Semoga Ibu dan Ayah juga kuat dengan kerinduan. Lewat kata-kata sederhana ini, aku ingin minta maaf dan mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, aku sayang kalian.”

Ungkapan Baik-Baik Saja Agar Orang Tua Dirumah Tidak Terlalu Khawatir

  1. “Keinginan masa kanak-kanakku kembali. Aku ingin bisa terbang. Kemudian pulang, meski hanya lima menit tak apa. Aku rindu kalian dan suasana rumah saat lebaran, tapi itu mustahil, ‘kan? Namun, aku tak mau kalian bersedih, sehingga kutulis ini sebagai penghiburan. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maafkan kesalahan anakmu ini.”
  2. “Saat Ramadhan aku mencoba memasak, Bu. Namun, tak enak, karena kurang sentuhan tanganmu. Aku juga mulai menonton televisi saat sahur, Yah. Namun, kurang ramai tanpa gelak tawamu. Lebaran tahun ini pun akan terasa hampa, tapi tak apa asal kalian memaafkan kesalahanku. Selamat Hari Lebaran, Buk, Pak!”
  3. “Aku masih berharap bisa pulang kampung. Menyantap masakan Ibu. Memeluk dan sungkeman kepada Ayah. Namun, apa daya keadaan tak mengizinkan. Semoga dengan tulisan ini kalian masih merasakan kehadiranku di sana. Selamat Hari Raya Idul Fitri!”
  4. “Bu, apa hatiku sudah sampai? Aku mengirimnya semalam. Ha ha, tenang aku tidak gila. Itu hanya gurauan karena kerinduanku, sedangkan lebaran kali ini tak bisa pulang. Apa Ayah tertawa membaca pesan ini? Syukurlah. Anakmu ini juga ingin mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri dan minta maaf atas segala kesalahannya.”

Mengirim Kata Ucapan Dengan Menggunakan Perandaian Agar Terasa Puitis

  1. “Mudik adalah kata yang paling kita nantikan. Namun, sayang lebaran tahun ini aku tak bisa pulang. Padahal aku sudah membeli tiket kereta, tapi karena laut ikut memisahkan jadi percuma. Alhamdulillah, ada gawai jadi aku bisa menuliskan, selamat Hari Raya Idul Fitri dan mohon maaf atas kesalahan anakmu ini.”
  2. “Seharusnya sewaktu kanak-kanak aku belajar berenang. Supaya lebaran ini bisa kugunakan untuk menyeberangi lautan. Jangan khawatir, aku tak akan mencobanya. Kerinduanku memang besar. Namun, kali ini aku hanya ingin minta maaf atas semua kesalahanku dan selamat merayakan lebaran melalui pesan ini!”
  3. “Aku sebenarnya malu menulis seperti ini. Namun, kerinduan merayuku untuk membuatnya. Katanya, kalian orang tua yang hebat jadi sangat sayang jika ekspresi lebaran hanya sebatas ucapan selamat. Maaf, tak bisa pulang kali ini. Maaf, juga bila anakmu ini pernah membuat kesalahan. Aku sayang kalian, selamat merayakan lebaran!”
  4. “23 tahun hidup, baru sekarang ada kegelisahan yang tak bisa kusembunyikan. Aku mau pulang lebaran kali ini, tetapi tak bisa. Jadi untuk Ibu, Ayah, maafkan kesalahan anakmu yang masih di perantauan. Selamat Hari Raya Idul Fitri, aku sayang kalian.”

Itulah ucapan-ucapan lebaran yang bisa kamu gunakan saat sedang jauh dari orang tua. Kamu boleh kok, mengubahnya sesuai selera atau kondisi.

Baca Juga Beritaku: Libur Lebaran PNS 11 Hari, Bersiaplah untuk Mudik

Puisi lebaran untuk orang tua

Menurut KBBI, puisi ialah bentuk karya sastra yang bahasanya terikat oleh, irama, matra, dan rima, serta penyusunan larik dan bait.

Mengirimkan puisi sebagai ucapan lebaran untuk untuk orang tua juga akan lebih menarik. Nah, berikut beberapa contoh puisi sederhana yang bisa kamu tirukan.

Anakmu Tak Pulang

Ramadhan telah selesai petang ini

Kumandang takbir telah bersahutan dari surau-surau

Menganggungkan asma Allah dan Rasulullah

Menggetarkan hatiku, menjadikannya pilu

Lebaran kali ini anakmu tak pulang, Mak!

Dia meringkuk sendiri di sudut kamar kos

Menanti pagi untuk memberi salam padamu lewat gawai

Menegakkan hati supaya tak menangis bila mendengar suaramu nanti

Maaf, Mak … lebaran kali ini aku tak pulang

Hanya melalui pesan aku akan mengatakan selamat lebaran

Juga melalui gawai ini permintaan maaf akan kusampaikan

Semoga waktu segera mempertemukan, aku rindu kalian

Lebaran di Kota Orang

Pak, aku tak pulang kali ini

Maaf, karena sebulan lalu telah berjanji

Aku tahu Bapak pasti kecewa

Tapi, keadaan memaksaku untuk lebaran di kota orang

Aku juga ingin pulang, Pak!

Bahkan aku berandai bisa menghentikan waktu

Lantas bergegas pulang dan menemuimu

Namun, seberapa kali aku menghentikan jarum jam tidak terjadi apa-apa

Pak, maaf hanya melalui gawai aku mengucapkan selamat lebaran

Juga meminta maaf atas segala kesalahan

Mari bersabar sebentar

Pasti akan ada waktu yang baik untuk bertemu

Aku juga ingin pulang, Pak!

Petuahmu-petuahmu membuatku rindu

Juga masakan Ibu yang selalu menggugah seleraku

Namun, tahun ini aku harus lebaran di kota orang

Memang lebaran jauh dari keluarga itu tidak enak. Namun, sebagai anak rantau yang mengadu nasib di kota orang haruslah tetap siap akan segala kondisi. Demi diri sendiri, serta orang tua di kampung halaman yang pasti selalu membanggakan anaknya pada orang lain.

Referensi:

  1. Kompas.com
  2. Merdeka.com
  3. KBBI
  4. Beritaku.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *