Bisnis Sayuran Hidroponik Oleh Paytani.Id

Bisnis Sayuran Hidroponik, Sehat Dan Ramah Lingkungan, 2 Alasan Kenapa Permintaan Meningkat

Diposting pada

Beritaku.Id, Makassar – Matahari sudah lenyap, tapi aku punya cahaya (Kurt Kobain), Selasa, 12/12/2019. Apakah anda pebisinis? Coba Bisnis sayuran hidroponik, menjanjikan.

Sayuran yang kita konsumsi, selama ini yang dibeli dipasar, kelihatan segar namun belum tentu segar, karena faktor pengawetan, harus diperhatikan.

Muncul ide kreatif, dengan metode hidroponik, binis sayuran yang beberapa bulan belakangan ini, digeluti oleh lelaki asal Soppeng, Muhammad Sapril.

Baca juga Beritaku: Memanfaatkan Gulma Dalam 1 Lahan Adalah Sahabat Petani Untuk Hasil Pertanian Lebih Baik

Usahanya memekai bendera perusahaan Paytani.id, yang konsen terhadap penyediaan sayuran dan pembinaan petani dengan konsep go green.

Bisnis sayuran hidroponik yang digelutinya, telah membuahkan hasil, Sapril. Panen selada di GreenHouse kebun Hidroponik & Organik PaytaniID, Sabtu, 7 Desember 2019. Great, usaha tak mengkhianati hasil.

“Potensi keuntungan yang didapat, dari usaha ini adalah berlipat, dari menanam selada keriting”. Demikian ungkapan sapril yang ketika diwawancai Beritaku.Id, tampak santai dan senang dengan hasil panennya.

“Selada keriting biasa digunakan sebagai salah satu bahan masakan Jepang atau sayur sajian steik dan lain-lain”. Demikian penjelasan Abi Riel sapaan akrabnya.

Bisnis Sayuran yang lagi naik daun
Paytani.Id

Awal Mula Menggeluti Bisnis Sayuran

Permintaan sayuran ini terus meningkat, dan setiap waktu mengalami pengingkatan, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor :

  • Lahan semakin sempit karena perluasan pemukiman,
  • Hasil tani yang tidak sehat

Karena alasan tersebut, Paytani terus melakukan inovasi dan kreatifitas, untuk hasil yang lebih baik, dan sesuai kebutuhan konsumen

“Sebelum kami panen, permintaan pelanggan yang harus terpenuhi, di kisaran 20 kg perhari” Jelas Riel

“Artinya kebun kami harus menyiapkan 600kg perbulan untuk Mitra paytaniID, ini belum termasuk kebutuhan userEnd” Tambahnya

Namun sebelum memanen, Team produksi Paytani sempat Down, karna cuaca extrim, yang terjadi di kebun lokasi bisnis sayuran hidroponik tersebut.

“Berkat doa dan kerja keras Alhamdulillah kita bisa mengatasi secara perlahan hingga kami bisa panen”. Kata Bayu yang merupakan bagian produksi Paytani.Id

“Jadi saya sampaikan, bahwa Selada kami bebas dari pestisida, kami jamin kualitas dan kesegarannya aman di konsumsi” Lanjut Bayu

Bagaimana cara mendapatkan sayur sehat ini?

Yhulie sebagai bagian penjualan, telah mengatur Metode penjualan memberlakukan sistem preorder 1 hari.

“Jadi disaat customer memesan, pada hari ini, kami memanen di sore hari ,untuk segera mengantarkan ke esokan harinya” Jelas Yhulie

“Mulai dari proses pasca panen, sampai packing kami senantiasa menjaga suhu selada, agar tetap segar hingga sampai ke tangan userend”. Tambah Yhulie

Owner & Founder paytani.Id, mengajak para anak muda untuk bertani, bisnis sayuran sistem hidroponik, ini sangat cocok untuk petani Milenial.

Karna sangat simple, dan mudah di aplikasikan, serta tidak menggunakan cangkul, dan bersentuhan dengan tanah.

Paytani.Id secara terbuka, memberikan respon positif kepada siapapun, yang ingin melakukan brainstorming, mengenai pertanian Hidroponik ini. Bisnis Sayuran yang menjanjikan.

Dalam 24 Jam, Apakah Makanan Kita Adalah Zat Kimia

Penyakit semakin banyak jenisnya disaat teknologi kedokteran semakin modern, semakin hari manusia terserang penyakit tidak sedikit. Bahkan seimbang dengan peningkatan jumlah pakar kesehatan yang semakin canggih kemampuan yang dimilikinya.

Kita semakin heran dengan kejadian tersebut, sebab seharusnya berbanding terbalik antara tingkat penyakit dengan tingginya teknologi kesehatan. Bagaimana ini bisaterjadi?

Makanan kita yang di konsumsi setiap hari, mengandung zat anorganik (bukan alami), meski kelihatan segar. Baik yang dijual di mall, toko maupun dipasar tradisional.

Zat makanan “segar” tersebut telah tercemar oleh bahan-bahan buatan. Sebab tumbuhan yang ada sekarang beredar yang dikonsumsi dari tanah adalah bukan hasil dari hara yang melibatkan mikroorganisme alam. Tetapi dari zat-zat yang dibuat melalui pupuk buatan.

Zat ini menyerupai zat hara yang ada dalam tanah tapi bedanya adalah ada yang bersumber secara alami. Dan ada yang bersumber dari racikan manusia yang melakukan penyerupaan (pupuk buatan).

Ini realitasnya, makanan yang kita konsumsi adalah “zat kimia buatan”, beredar dalam perdaran darah. Bahkan darah yang berfungsi sebagai alat transportasi pun juga telah menyerap makanan yang tidak alami.

Mindset petani mendapatkan hasil tani secara instan telah membudaya dengan menggunakan bahan-bahan sintetik, pupuk buatan.

Pestisida buatan, pola pertanian konvensional telah meracuni otak para petani, membunuh hama dilahan. Dengan cara menyemprot racun misalnya adalah prilaku yang bukan sekedar mengancam mikroorganisme atau unsur hara dalam tanah.

Tetapi telah melakukan pembunuhan secara massal mikroorganisme tersebut.

Sementara unsur hara adalah unsur yang paling dibutuhkan petani dalam menghasilkan hasil tani dengan harga yang berkualitas.

Dalam beberapa dekade terakhir, petani telah pesimis dengan kondisi pertanian yang semakin menurun tingkat kesuburannya karena reaksi “racun”. Yang bersumber dari pupuk buatan telah membumi.

Akibatnya harus dilakukan penambahan “dosis” pupuk untuk meningkatkan hasil tani, hal ini akan terus terjadi. Penambahan demi penambahan akan terus dilakukan sebab unsur hara semakin berkurang.

Bisnis Sayuran menjadi trend saat ini untuk mendapatkan sayuran lebih sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *