Ceramah Agama Dan Organisasi
Ceramah Agama Dalam Organisasi

Teks Pembukaan 3 Contoh dan Unsur Ceramah Agama Organisasi

Diposting pada

Ceramah agama pada suatu organisasi, memiliki maksud untuk dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi, dalam mencapai tujuan yang sama. 

Beritaku.id, Organisasi dan KomunikasiAgama Islam mengajarkan kepada para pengikutnya untuk selalu berorganisasi, karena dapat membawa kebaikan bagi manusia. Bukan hanya sekedar menjadi wadah perkumpulan, namun juga dapat membuat kehidupan menjadi lebih terorganisir dengan baik.

Oleh: Novianti Lavlia (Penulis Organisasi dan Komunikasi)

Ceramah agama merupakan media dakwah, yang bukan hanya berfungsi untuk menyebarkan agama Islam semata. Namun selain itu, ceramah juga dapat menjadi suatu alat untuk menerangkan segala sesuatu hal, yang berkaitan dengan agama. 

Satu hal yang paling penting adalah, bahwa sejatinya suatu ceramah bukan selalu identik dengan penyampaian yang serius. Metode nya dapat saja merupakan suatu ide kreatif, yang membuat penyampaiannya malah menjadi lebih berkesan.

Ada kalanya penceramah menyisipkan humor, maupun kalimat yang menyejukkan hati, di tengah ceramahnya. Namun walaupun begitu, tidak akan membuat mengaburkan esensi dari tujuan ceramah itu sendiri.

Justru pada kenyataannya, ide kreatif seperti itu dapat membuat audiencenya lebih mudah mencerna, dan mengingat intisari dari ceramah tersebut.

Naskah Pembukaan Ceramah Agama

Ceramah Islam
Ceramah Umat Islam

Dalam pembukaan ceramah, akan selalu membutuhkan teks pidato digunakan untuk mengawali suatu pidato karena berdasarkan strukturnya, ceramah dibagi menjadi pembuka, isi, dan penutup.

Suatu pembukaan merupakan tahapan yang penting dalam ceramah agama, karena berfungsi sebagai kata sambutan kepada para tamu yang hadir. Dan untuk mewujudkannya, akan membutuhkan suatu konsep naskah pembukaan yang baik. 

Beberapa hal penting dalam suatu pembukaan ceramah, yang dapat memikat para penggemarnya adalah:

  • Saat membawakan pembukaan ceramah, sebaiknya dengan ekspresi wajah yang baik, dan tenang.
  • Gunakan bahasa tubuh yang baik atau dapat juga melakukannya dengan gesture tubuh maupun tangan.
  • Isi pembukaannya dapat merupakan penggabungan antara pernyataan dan kutipan dari doa-doa penyejuk iman.
  • Pembukaan ceramah yang bernuansa islami dapat juga menggunakan Bahasa Arab.

Contoh Pembuka Ceramah Agama Yang Menggugah Hati

Pembuka Ceramah Agama
Pembuka Ceramah

Adapun beberapa contoh dari pembuka ceramah agama yang dapat menggugah hati para pendengarnya adalah:

Contoh 1

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”.

“Segala puji bagi Allah SWT, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan juga selalu mendengar doa para hamba-Nya. Selama kita selalu rajin berdoa dan senantiasa mengingat-Nya”.

“Dalam kesempatan kali ini, marilah kita semua memanjat kan segala puja dan puji atas kehadiran Allah SWT. Sesungguhnya, atas karunia Nya lah, yang dapat membuat kita dapat bertegur sapa dalam acara ini, dan dalam keadaan sehat senantiasa”.

“Sholawat dan salam kita panjat kan juga terhadap junjungan Nabi Muhammad SAW, bersama ahlul baitnya. Selain itu, kami ucapkan salam juga kepada para guru, orang tua kami, saudara kami, dan juga seluruh pemimpin kami”.

Contoh 2

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”.

“Segala puji kepada Allahhu Rabbi, dan zat yang Maha Ghafur, atas nikmatnya yang tidak akan pernah dapat terbalaskan”. /

“Nikmat iman hingga nikmat sehat wal afiat, yang membuat kita dapat berkumpul bersama saat ini. Pastinya, di tempat yang Insya Allah mendapatkan berkat dari Allah SWT”.

“Seandainya saja Allah menjadikan lautan di Bumi sebagai tinta, dan juga  pepohonan serta dedaunan yang menjadi secarik kertas. Maka niscaya semua itu tidak akan cukup untuk dapat menuliskan seluruh nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita semua”.

“Sholawat dan salam kami limpahkan kepada seorang Nabi, yang saat lahir telah mengguncangkan alam semesta dan para malaikat. Yaitu, Nabi Muhammad SAW”.

“Semoga keluarga dan para sahabatnya, serta  kita semua di sini sebagai pengikutnya, ikut mendapatkan syafaatnya”.

Contoh 3

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”.

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini kita masih mendapatkan kesempatan untuk menjalani aktivitas olah Allah SWT. Dan Masya-Allah, dari sekian banyak hamba Allah, kita semua terpilih, untuk mendapatkan keringanan dalam perjalanan hidup yang tidak mudah ini”.

“Semoga untuk selanjutnya, kita semua tetap mendapatkan kelembutan di dalam hati, serta kesempatan, untuk dapat terus merasakan karunia Allah SWT”.

“Besar harapan saya, semoga kita semua yang hadir saat ini, mendapatkan ampunan dari semua kesalahan dan dosa-dosa sebagai manusia. Seperti janji Rasulullah SAW, agar kita selalu mendapatkan petunjuk dan kebaikan Nya”.

Unsur Yang Penting Dalam Ceramah Agama

Unsur Ceramah Organisasi
Unsur Ceramah Dalam Agama Islam

Pengertiannya secara umum, sebuah sambutan merupakan bagian dari bagian dari, ceramah, khotbah, maupun pidato.

Ketiga aktivitas tersebut adalah kegiatan berbicara di hadapan massa, untuk menyampaikan gagasan maupun informasi yang bersifat persuasif. Walaupun, tema atau topiknya dapat berbeda.

Ceramah atau khotbah, adalah pidato dalam rangka menyebarkan ajaran agama. Sedangkan sambutan, merupakan pidato, yang fungsinya lebih bersifat sebagai pengantar atau pembuka kegiatan pertemuan.

Pidato yang menyampaikan tentang ajaran agama, bentuknya dapat berupa petuah, petunjuk, nasihat, maupun berbagai cerita religi.

Sedangkan hal terpenting yang harus ada dalam suatu kegiatan berceramah, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut ini:

1. Penceramah

Penceramah merupakan orang yang melakukan kegiatan berpidato mengenai agama. Kriteria untuk menjadi seorang penceramah, adalah seseorang yang memiliki pengetahuan luas tentang agama itu sendiri. 

2. Audience

Audience adalah pendengar dari seorang penceramah, saat melakukan pidatonya. Kriteria dari seorang pendengar, tidak memiliki batasan dalam umur, jenis kelamin, status sosial, maupun latar belakang, atau hal lainnya.

3. Tema 

Tema dalam ceramah, biasanya tentang suatu ajaran agama tertentu. Walaupun begitu, benang merahnya disini adalah, ceramah yang bagus selalu dapat menggugah perasaan para audience nya. 

Dalam beberapa situasi, bahkan mampu membuat pendengarnya berlinang air mata, saat terdapat nasihat yang mengharukan dalam pidatonya. Hal tersebut membuktikan, bahwa suatu ceramah dapat menjadi alat motivasi yang sangat efektif bagi para pendengarnya.

4. Metode 

Metode suatu ceramah adalah, strategi seorang penceramah, dalam menyampaikan tema dari isi pidatonya. Dalam hal ini, metode ceramah agama dapat terbagi menjadi beberapa cara.

Impromptu, merupakan metode ceramah tanpa adanya suatu persiapan. Umumnya, penceramah yang melakukan metode ini sudah sangat berpengalaman dalam bidangnya.

Menghafal, yaitu tahapan pendalaman materi dengan persiapan, melalui teknik hafalan.

Membaca, yang merupakan aktivitas ceramah dengan menggunakan suatu naskah.

Ekstemporan, metode ceramah dengan cara menuliskan tajuk pikirannya, sebagai pengingat.

5. Media Ceramah Agama

Media suatu ceramah merupakan alat yang berfungsi untuk menyampaikan isi pidato kepada audiensnya. Saat ini, ceramah tidak hanya dapat berjalan melalui rumah ibadah, namun dapat juga di banyak tempat. 

Beberapa contoh media aktivitas ceramah agama di zaman modern ini, seperti live streaming melalui internet, radio dan TV. 

Ceramah Agama Tentang Organisasi

Organisasi Islam
Ceramah Agama Dan Organisasi

Agama Islam selalu mengajarkan kepada pengikutnya, untuk dapat memperbanyak tali silaturahmi, kepada sesama muslim. Namun tepatnya, bukan hanya ke sesama muslim saja, tapi juga ke seluruh umat lainnya.

Hal tersebut dapat terjadi, saat melakukan kegiatan berorganisasi, yang juga dapat mendidik dan juga sebagai bagian dari proses pendewasaan diri. Karena sesungguhnya, manusia adalah makhluk sosial. 

Selama masih hidup di dunia, manusia akan selalu membutuhkan orang lain. Dan tidak ada seorang manusiapun, yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain.

Maka kesimpulannya adalah, bahwa sangatlah penting bagi manusia untuk dapat selalu berinteraksi dengan manusia lain. Ada firman Allah SWT yang tertulis pada Al-Maidah ayat 2:

“Maka hidup lah selalu dalam tolong menolong saat mengerjakan kebaikan, namun janganlah melakukannya untuk suatu perbuatan dosa”.

Proses Membangun Organisasi Dalam Agama

Organisasi Dalam Islam
Organisasi Islam

Dalam membangun organisasi yang Islami, sebaiknya harus melewati beberapa proses yang bersifat fundamental. Adapun ketiga proses tersebut adalah kebersamaan, keikhlasan dan pengorbanan. 

Selain itu, terdapat pula beberapa unsur penting, yang dapat menjadi landasan, bagi terbentuknya budaya organisasi. Adapun semua unsur tersebut adalah sikap, perilaku dan pendirian.

Sedangkan Karakteristik dari suatu budaya organisasi yang bersifat Islami, antara lain adalah:

  • Bekerja adalah ibadah
  • Jika ingin melakukan suatu pekerjaan, maka gunakanlah azas manfaat dan maslahat
  • Selalu bekerja dengan cara mengoptimalkan kemampuan akal
  • Yakinlah dengan kemampuan diri, dan selalu optimistik dalam melakukan suatu pekerjaan
  • Bekerjalah dengan sikap “tawazun” atau selalu dalam keseimbangan
  • Hanya melakukan pekerjaan yang halal, dan selalu menghindari yang haram

Konsep budaya secara Islami, merupakan hal penting bagi sebuah organisasi yang berlandaskan agama. 

Selain itu, kepemimpinan yang baik juga memiliki andil besar, dalam membentuk  keharmonisan hubungan antara atasan dan bawahan. Tentunya, dengan mengacu pada nilai-nilai Agama Islam.

Beberapa prinsip yang harus ada dalam sebuah organisasi adalah: 

Perumusan dalam tujuan, merupakan tujuan akhir dari suatu organisasi. Karena  pada dasarnya, setiap organisasi itu memiliki tujuan akhir yang berbeda, antara satu dengan lainnya.

Kesamaan visi, yang merupakan penggambaran komitmen dari setiap organisasi. Intinya, setiap anggota dari suatu organisasi harus memiliki visi yang sama dalam mencapai tujuannya, dari atasan hingga bawahan.

Pendelegasian wewenang serta tanggung jawab, dimana seorang pimpinan maupun anggotanya, harus memiliki tanggung jawab terhadap kelompok dan tugas masing-masing.

Pengkoordinasian, adalah penggambaran ideal dari suatu organisasi, yang akan dapat berjalan secara lebih efektif dan efisien. Dengan syarat, koordinasi antar anggota dan pihak lain yang terkait, dapat berjalan baik.

Pembagian pekerjaan, yang dalam penerapannya harus tergambar secara jelas melalui struktur organisasinya.

Pengaturan manajemen, dapat berjalan dengan baik, jika pemberian tanggung jawab setiap manajer terhadap anggotanya, berjalan secara teratur.

Supervisi, adalah pengawasan dalam organisasi, yang dapat bekerja secara efektif, jika memiliki mekanisme pengawasan yang konsisten.

Dengan terciptanya suatu struktur organisasi yang baik, dapat membuat sistem operasional suatu organisasi dapat berjalan dengan sendirinya.

Kita bayangkan, jika Allah tidak memperkenalkan dan mengajarkan struktur organisasi pada manusia, bisa jadi kehidupan akan jadi membosankan. Karena pada dasarnya, struktur organisasi lah yang membuat dunia  bergerak secara dinamis.

Penutup

Ceramah agama pada zaman milenial saat ini, terkadang membutuhkan ide-ide baru yang bersifat kreatif dalam penyampaiannya. Hal tersebut bersifat sah-sah saja, selama tidak melanggar kaidah-kaidah agama yang sudah tertanam.

Selain itu, Islam juga telah mengajarkan pengikutnya untuk dapat selalu melakukan organisasi, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Dengan melakukan berbagai ceramah agama, artinya secara tidak langsung kita sudah mempererat tali silaturahmi antar umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *