Teks Pidato

Teks Pidato dan Serba-Serbinya, Serta Metode Hingga Struktur Teks

Posted on

Teks Pidato adalah sebuah tulisan yang dibuat untuk berbicara di depan publik pada sebuah acara. karena pidato biasanya di dengarkan banyak orang

Beritaku.id, Organisasi dan Komunikasi – Karena memiliki pendengar banyak orang, maka dalam pembuatannya tidak boleh sembarangan dan ada tekniknya, agar pendengar merasa tertarik untuk mendengarkan dan mengerti pesan yang akan disampaikan

Oleh: Retno Lestari (Penulis Organisasi Dan Komunikasi)

Halo sobat! Ketika kamu berbicara di depan umum, biasanya apa yang kamu sampaikan? Mau bicara seperti para calon pemimpin daerah? Atau seperti pembina upacara? Apapun itu, disebut pidato.

Pidato hanyalah salah satu jenis dari public speaking atau keterampilan berbicara di depan publik.

Jadi, sebetulnya pidato tidak asing dan ada di kehidupan kita sehari-hari. Di pelajaran Bahasa Indonesia pun, kita sudah mengenal teks pidato.

Tapi, kamu sudah paham belum pidato itu apa? Yuk, simak artikel ini sampai selesai ya!

Pengertian Teks Pidato

Kalau kamu pernah mendengar pidato kemenangan, isinya pasti selalu pernyataan kemenangan dan ucapan terima kasih.

Begitulah pidato dibuat. Tidak hanya untuk berbincang dengan khalayak umum sebagai pendengar.

Pidato memiliki tujuan tersendiri. Mulai dari memberi informasi, mempengaruhi, sampai call to action (meminta respon berupa tindakan langsung).

Pembuatan teks Ceramah MaupuN pidato
Teks Pidato dan Ceramah

Nah, sebab hal tersebut isi dari pidato bergantung pada acara atau maksud pembicaranya. Pembicara pidato disebut juga orator.

Menurut Arsjad, pidato di lakukan oleh seseorang untuk menyampaikan serta menanamkan berbagai gagasan, ide, atau konsep dari pembicara kepada khalayak.

Berdasarkan maksud seseorang itu juga, pidato berhubungan erat dengan retorika.

Karena ketika berpidato, orator mau tidak mau melibatkan karakternya dalam berbicara. Baik dalam bentuk emosional, maupun pemilihan argumen.

Tetapi kemudian, jangkauan retorika lebih khusus karena fokus kepada persuasi.

Sementara itu, pidato mempunyai banyak kemungkinan untuk menyampaikan sesuatu.

Tujuannya berbeda-beda. Bisa jadi pidato hanya bersifat informatif atau memberikan keterangan atas suatu hal.

Bisa jadi juga, suatu pidato bersifat persuasif, argumentatif, deskriptif, maupun rekreatif yang dapat menjadi hiburan bagi pendengarnya.

Pengertian pidato sendiri ialah kegiatan berbicara yang di sampaikan di depan orang banyak atau di depan umum.

Pengertian ini juga sesuai dengan pendapat dari Hadinegoro (2003). Dapat di simpulkan bahwa unsur penting dalam pidato adalah adanya seorang orator dan khalayak pendengar.

Metode Penyampaian Pidato

Teks Pidato
Ilustrasi kegiatan pidato

Untuk menyampaikan pidato, orator dapat menggunakan salah satu dari keempat metode berikut ini.

  1. Impromptu atau metode spontanitas. Metode ini di lakukan berdasarkan kebutuhan saat itu juga.
    Artinya, kamu tidak mempersiapkan apapun untuk melakukan pidato. Tetapi, metode ini biasanya di gunakan oleh orang yang sudah cakap berpidato dan memiliki referensi mengenai isi pidato.
    Misalnya, pidato koordinator evakuasi yang notabenenya adalah anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
  2. Memoriter atau metode hafalan. Ini adalah metode ketika kamu mempersiapkan pidato secara matang. Mulai dari mengumpulkan bahan materi, pencatatan, hingga penghafalan.
  3. Metode naskah. Metode ini dilakukan dengan membaca teks pidato yang ada. Kalau pada memoriter kamu menghafal, pada metode ini kamu cukup menulis dan membaca teks pidato di hari H. Tetapi, teks itu tetap dipersiapkan sebelumnya.
  4. Ekstemporan atau metode yang mengandalkan kemampuan kamu. Maksudnya, kecakapan kamu sebagai orator diuji. Karena, kamu hanya mencatat poin-poin. Ketika berpidato, kamu membaca poin itu, mengembangkannya selagi menyampaikannya.

Setelah memahami pidato dan berbagai cara untuk menyampaikannya, ada struktur pidato. Struktur berfungsi agar pidato menjadi sistematis sehingga mempermudah orator ketika menyampaikannya. Setiap jenis pidato harus memenuhi bagian-bagian di bawah ini.

Baca Juga Beritaku: Konsep Pidato: Bentuk, Struktur Teks, 8 Jenis & Metode Penyusunan

Struktur Teks Pidato: Pembukaan

Struktur yang pertama dari teks pidato ialah pembukaan. Sama halnya seperti kita mau masuk rumah orang, pasti salam dulu dong! Ya, kalau nggak salam minimal mengetuk pintu.

Pembukaan Pintu
Pembukaan Dari Sebuah Ceramah Atau Pidato, Seperti Buka Pintu (Foto: Deposit)

Begitu juga dengan berpidato. Pidato lazim dan baik dibuka dengan salam pembuka. Otomatis, letak salam pembuka berada di paling awal teks pidato. Contohnya seperti di bawah ini.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada ayam di piring, selamat malam hadirin!

Mau bentuknya bahasa apapun atau dengan pantun, tetap saja itu adalah salam pembuka. Adanya salam pembuka merupakan cara orator menyapa pendengarnya. Jadi, orator bisa memilih salam pembuka yang sesuai dengan generasi khalayaknya. Karena, jangan lupa sobat bahwa pidato bisa dilakukan di acara formal maupun non formal.

Setelah salam pembuka, ada ucapan penghormatan. Isinya menyebutkan orang atau lembaga tertentu yang hadir di acara. Urutan penyebutannya bergantung kepada siapa yang memiliki peran lebih tinggi, jabatan lebih tinggi, atau yang paling dihormati. Barulah, orator menyapa hadirin yang bersifat majemuk dan umum di akhir ucapan penghormatan.

Ucapan penghormatan adalah bentuk apresiasi dari orator karena pendengarnya telah mau menhadiri acara. Juga, bisa menjadi bentuk ekspresi dalam rangka menyambut mereka yang telah diundang. Bagaimana sih ucapan penghormatan itu?

Baca Juga Beritaku: 5 Kelebihan Kekurangan Pidato Ekstemporan

Contoh Pembukaan Pidato di Sekolah

Contohnya, ketika berpidato di sekolah. Kamu bisa memberikan ucapan penghormatan seperti ini:

Yang saya hormati, Ibu Kepala SMA Langit Cerah Ibu Widi Lestari, S.S., M.Hum. Yang saya hormati, bapak dan ibu guru beserta staf SMA Langit Cerah dan teman-teman seperjuangan yang saya cintai.

Lalu, kamu bisa menyampaikan ucapan syukur. Bagian terakhir dari pembukaan ini menunjukkan rasa senang, haru, atau bangga sebagai syukur. Orator bersyukur karena bisa hadir bersama pendengar dan bersyukur karena semuanya dalam kondisi baik. Kamu bisa mencontoh ucapan syukur berikut ini.

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. Atas izin-Nya, kita semua berkumpul di sini dalam keadaan sehat walafiat. Semoga kita akan selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Struktur Teks Pidato: Isi

Kemudian, ada inti dari pidato yakni isi. Isi pidato bisa berupa gagasan, ide, atau informasi. Isi pidato harus sesuai dengan ketentuan acara atau pedoman yang diberikan penyelenggara.

Susunan Pidato
Susunan Atau Struktur Sebuah Pidato (Foto:Liputan6)

Jika tidak begitu, tujuan pidato akan melenceng. Selain hal tersebut, kamu juga bisa mengetahui harus berpidato apa karena tanggung jawab yang kamu emban.

Misalnya, kamu adalah seorang ketua pelaksana sebuah acara. Maka, pidato yang kamu lakukan pada pembukaan acara adalah pidato yang menginformasikan acara.

Seperti menyebutkan jumlah partisipan dan tujuan kamu bersama tim menyelenggarakan acara terkait.

Lain lagi kalau kamu adalah seorang calon presiden dalam pemilihan umum.

Ketika kamu diminta berpidato dalam acara kampanye, maka inti pidato kamu tidak mungkin tidak meminta orang-orang mendukung kamu. Iya kan?

Intinya, isi pidato adalah apa yang ingin kamu sampaikan kepada orang-orang.

Kalau mau tahu contoh dari isi pidato, bersabar ya. Ada contoh pidato utuh di bagian akhir artikel ini. Sebelum itu, ketahui bagian ketiga dari struktur teks pidato.

Struktur Teks Pidato: Penutup

Penutup adalah bagian terakhir dari struktur teks pidato. Pada penutup, orator akan menganggap semua hal telah tersampaikan.

Tugas terakhir orator adalah memberikan penekanan dari isi pidato. Penekanan itu ada di bagian kesimpulan.

Menutup Sebuah Pidato
Menutup Sebuah Pdiato (Foto:Detik)

Bagian kesimpulan tidak mengulang kembali isi pidato. Kamu hanya perlu menyampaikan apa yang harus di lakukan pendengar.

Meskipun hanya berbentuk informasi, pasti ada tujuan akhir informasi di sampaikan.

Misal, ketika kamu berpidato mengenai bahayanya berkerumun selama masa pandemi. Kesimpulannya adalah bahwa kerumunan berbahaya dan khalayak pendengar harus meminimalisir kerumunan.

Untuk menutup pidato, kesimpulan dilengkapi oleh harapan atau imbauan, permohonan maaf, terima kasih dan salam penutup.

Kata-kata harapan menunjukkan keinginan kamu sebagai orator. Apa yang kamu inginkan ke depannya mengenai ide, gagasan, atau masalah yang kamu bicarakan di pidato?

Jawaban pertanyaan itu akan diikuti kata semoga untuk mendoakan harapan terwujud.

Imbauan adalah kalimat yang mempengaruhi pendengar. Pengaruh bertujuan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan permintaan orator.

Semisal, pidato di hari lingkungan hidup sedunia. Kamu seorang orator dan berharap sampah berkurang.

Maka, kamu akan menyuarakan call to action untuk mengajak khalayak masyarakat menggunakan produk ramah lingkungan.

Terakhir, yaitu ucapan maaf dan terima kasih. Umumnya, orator menyampaikan hal tersebut beriringan.

Ucapan maaf menunjukkan kerendah-hatian orator yang mengakui diri bisa saja berbuat kesalahan selama berpidato.

Ucapan terima kasih merupakan apresiasi bagi khalayak yang telah memperhatikan dan setia mendengarkan sampai akhir acara.

Baca Juga Beritaku: Pendahuluan Pidato Persuasif: 3 Struktur, Ciri, Pendekatan Dan Contoh

Contoh Pidato Cinta

Teks Pidato
contoh pidato

Teluk di bumi telur di panci

Api dipantik nyala sehari

Selamat pagi para pemimpi

Semoga kita terus berseri

Pembuka Pidato

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, kita berkumpul di sini. Acara luar biasa yang menyatukan hati dan cinta di antara kita.

Izinkan saya Dian menyampaikan betapa pentingnya mencintai dengan utuh. Mencintai sesama, mencintai bumi, dan mencintai diri kita sendiri.

Kita tidak lagi bicara soal mencintai Tuhan. Karena perintah Tuhan-lah kita saling mencintai. Karena kuasa-Nya juga lah kita memiliki perasaan kasih sayang.

isi Pidato

Setiap agama pasti memiliki akar cinta untuk meyakini dan menjalankan ibadah masing-masing.

Kita rela melakukan apapun karena kita mencintai hal itu. Sama halnya kepada segala sesuatu di sekeliling kita.

Ketika kita mencintai bumi dan sesama, harusnya kita tidak terpecah-pecah. Harusnya kita bekerja sama untuk saling membantu di tengah kondisi pandemi ini.

Harusnya kita semakin sadar bahwa kita perlu berubah demi bumi. Demi tempat hidup anak cucu kita nanti.

Berapa sampah yang kita hasilkan setiap harinya, setiap tahun, yang berakhir menjadi pembunuh hewan di laut?

Sesering apa masyarakat kita mengucapkan ujaran-ujaran kebencian, yang menyebabkan kita melupakan cinta sesama?

Dengan pertanyaan seperti itu, kita masih berani tinggal di bumi dan saling mencela.

Semua waktu yang terlewat tidak bisa kita ulangi. Kita hanya bisa memperbaikinya sekarang juga.

Menanam pohon mulai dari segenggam tanah yang tersisa di halaman. Memberi semangat kepada orang lain melalui kata-kata menenangkan yang kita posting di media sosial. Kita bisa melakukan itu semua.

Bukan cuma kemanusiaan kita yang sedang Tuhan uji lewat pandemi, tapi juga rasa cinta kita.

Ketika sudah cinta, maka kita tidak akan memikirkan diri sendiri. Tetapi juga memikirkan orang yang kita cintai.

Ketulusan saling mencintai itu tidak mungkin memberikan hasil yang buruk bagi kita semua. Semuanya demi kebaikan kita.

Penutup Pidato

Semoga ke depannya, cinta kita terhadap sesama manusia dan bumi ini meningkat dan dapat kita jaga.

Saya juga berharap kita semua turut berperan, saling mendukung untuk segera mengakhiri pandemi. Semoga Tuhan bersama kita.

Atas perhatian dan kepedulian semuanya, saya mengucapkan terima kasih. Mohon maaf apabila ada kata tak tersampaikan dan kurang berkenan di hati kawan-kawan.

Sampai jumpa!

Bagikan Ke